SMP Negeri Surabaya Berbagi Eksistensi Pengolahan Sampah

Beragam upaya aktif pengolahan sampah terus dilakukan oleh sekolah-sekolah di Surabaya peserta hari pertama Workshop Surabaya Eco School 2019 di SMP 26 Surabaya, Senin (7/10/2019). 

SMPN 40 Surabaya dengan tim Si Cilung Spenforty, misalnya. Tim lingkungan hidup yang dibina oleh Andajani, guru, ini menyampaikan bahwa pengolahan sampah organik masih terus dilakukan. 

“Tim LH Si Cilung Spenforty SMPN 40 Surabaya masih rutin melakukan pengomposan khusus sampah daun. Sampah-sampah daun yang diolah berasal dari pohon di sekolah dan sekitarnya,” kata Dian Riztanto, siswa peserta workshop dari SMPN 40 Surabaya. Tak jarang juga sampah organik yang diolah berasal dari grebek pasar tradisional.

Gerakan membawa tepak makan dan tumbler yang bisa digunakan berulang kali juga terus dilakukan SMPN 40 Surabaya. “Upaya ini untuk mengurangi sampah non organik kemasan makanan dan minuman sekali pakai,” ujar Andajani.

Pengolahan sampah di SMPN 11 Surabaya juga tidak pernah berhenti dilakukan. Dengan Suminah, guru yang menjadi pembina lingkungan hidup, SMPN 11 Surabaya menjelma laksana pabrik kompos. “Lebih dari 5 ton kompos kami produksi selama tahun 2019 ini,” kata Suminah.

Sampah organik yang diolah di SMPN 11 Surabaya berasal dari sampah daun sekolah dan juga grebek pasar tradisional. Grebek pasar tradisional dilakukan SMPN 11 Surabaya minimal sekali dalam sepekan.

Kantin SMPN 11 Surabaya juga sudah 8 tahun menerapkan zero waste, yaitu tanpa kemasannon organik makanan dan minuman sekali pakai. Jadi, sampah non organik di sekolah Jalan Sawah Pulo, Pegirian, ini sangat minim.

Bagaimana pengolahan sampah dan pengelolaan lingkungan hidup di sekolahmu?

Penulis: Mochamad Zamroni

55 tanggapan untuk “SMP Negeri Surabaya Berbagi Eksistensi Pengolahan Sampah

  • Oktober 8, 2019 pada 08:24
    Permalink

    SDN Wonokusumo IV/43 Surabaya juga mendukung kegiatan tunas hijau, manfaatnya banyak sekali, mengurangi sampah plastik,menciptakan lingkungan sehat,mendidik karakter anak sd menjadi pribadi yg peduli lingkungan,namun kadang ada kendala dari luar lingkungan

    Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 08:35
      Permalink

      Kegiatan pengolahan sampah intern di SDN Tanah Kalikedinding I/251 Surabaya sampai sekarang terus berjalan.
      Untuk tahun 2019 akhir Juli kami mampu panen kompos 800 Kg dari pengoposan dari beberapa media :
      1. Tong Aerob 4 drum
      2. Takakura 6 unit
      3. Lubang biopori 50 titik
      4. Kompoter besar 1 unit
      Dengan media tersebut di atas untuk kebutuhan pupuk kompos dengan jumlah 7000 batang tanaman tidak sampai membeli dari luar.

      Untuk sampah non organik sampai bulan Oktober 2019 ini yang mampuh kami setorbke Bank Sampah Kota mencapai :
      1. Kardua dan kertas bekas 1000 kg lebih
      2. Botol plastik mencapai 500 kg lebih
      3. Minyak jelantah 250 liter lebih
      4. Besi bekas 750 kg
      Dengan penghasilan lebih dari Rp 5.000.000,00

      Itu semua membutuhkan kesungguhan untuk ngopeni sampah.
      Ada juga gerakan mengumpulkan air leri sebagai upaya menghemat air dan menyuburkan tanaman.

      Intinya membangun kesadaran bahwa segala sesuatu dapat bermanfaat jalau dikelola dengan baik, meskipun sampah. 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🙏🙏🙏🙏🙏

      Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 08:40
      Permalink

      Alhamdulillah,,,di SD Nurul Huda II telah mengaplikasikan dan hasilnya cukup memuaskan karena sampah plastik berkurang dan lingkungan menjadi bersih

      Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 08:51
      Permalink

      Kegiatan yang sangat bagus bila kantin2 sekolah jg menyediakan piring pengganti plastik sebagai pembungkus untuk mengurangi Sampah.

      Balas
      • Oktober 9, 2019 pada 19:16
        Permalink

        Zero Waste terus . Mari saudaraku kita terus semangat dalam mengelola lingkungan . Kelola dan Olah sampah yang ada di sekolah maupun sekitar sekolah kita bahkan yang ada di rumah dan sekitar rumah kita. Sukses buat kita semua.

        Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:24
    Permalink

    Kegiatan yang sangat bagus dan benar – benar bermanfaat untuk kelangsungan lingkungan yang sehat…semangat dan terus berkarya

    Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 08:28
      Permalink

      mindset untuk mengolah sampah belum terbentuk sempurna shg pelaksanaan pengolahan sampah berjalan ngge re met

      Balas
      • Oktober 8, 2019 pada 08:43
        Permalink

        SD BUSTANUL HUDA simokerto, alhamdulillah tahun ini sudah mulai melakukan program non plastik disekolah,.
        kegiatan tersebut sangat banyak manfaatnya untuk kelangsungan hidup sehat pada masa2 yg akan datang..
        dimana sampah2 plastik sangat sulit di daur ulang,.

        kegiatan2 seperti contoh diatas sangat perlu untuk terus dikembangkan diseluruh pelosok2 daerah di indonesia,. semangat hidup sehatttt😊💪💪

        Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 08:38
      Permalink

      Kegiatan tersebut sangat mnginspirasi, semoga sekolah kami juga bisa mengikuti jejak kegiatan tersebut. Selama ni sekolah kami SDN Krembangan Selatan 1 mencoba untuk melaksanakan zero waste, meski belum 100%. Hal ini jg dikarenakan ada proses pembangunan disekolah yang belum selesai sehingga berimbas tidak dengan tertibnya pengolahan sampah disekolah kami.

      Semoga kedepannya sekolah kami bisa menerapkan secara maksimal….🥰

      Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 08:44
      Permalink

      SD AL IRSYAD Surabaya
      Sangat mendukung kegiatan tunas hijau karena program2 yang di sajikan adalah program yang sangat mendukung upaya penyelamatan lingkungan diantaranya mengurangi sampah plastik,menciptakan lingkungan sehat,mendidik karakter anak menjadi pribadi yg peduli lingkungan…I LOVE TUNAS HIJAU…

      Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:26
    Permalink

    SDN Wonokusumo IV/43 Surabaya juga mendukung kegiatan tunas hijau, manfaatnya banyak sekali, mengurangi sampah plastik,menciptakan lingkungan sehat,mendidik karakter anak sd menjadi pribadi yg peduli lingkungan,bagaimana cara mendapat mesin pengolahan sampah?

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:27
    Permalink

    Pengelolaan sampah yang sangat bagus dan merupakan contoh yang perlu di tiru

    Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 08:33
      Permalink

      Sdn bulak rukem 2,pengelolaan sampah yang sangat baik sekali.anak bisa membedakan sampah organik dan an organik.meskipun saat pengelolaan sampah ada kendala dengan bau dan kotor,tetapi mereka tetap bersemangat.semoga dengan adanya tunas hijau lingkungan tetap bersih,asri dan hijau

      Balas
      • Oktober 8, 2019 pada 09:06
        Permalink

        SDN Perak Barat VI Surabaya sangat mendukung kegiatan untuk mengurangi sampah plastik karena kami juga sudah mulai menerapkan zero waste di lingkungan sekolah, anak-anak membawa bekal makan dan minum setiap hari dengan menggunakan tumbler n kotak makan. Di sekolah kami juga mengolah air sisa cucian beras yg dibawa anak-anak setiap hari selasa dan kamis untuk dijadikan sebagai pupuk. Dan hal tersebut cukup membantu, kami tidak perlu lagi membeli pupuk hemat biaya dan tanaman kami jadi tumbuh lebih subur.

        Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 08:37
      Permalink

      Ini adalah Gerakan yang luar biasa untuk mengatasi masalah sampah di lingkungan sekolah. Sangat diperlukan memang menanamkan rasa cinta lingkungan kepada siswa dan siswi.
      Salam Lestari.
      Dari kami SD Attarbiyah

      Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 11:00
      Permalink

      Surabaya Eco School mendidik karakter anak untuk peduli terhadap lingkungan, dan menekan adanya pengeluaran sampah plastik, selain itu anak-anak jg dapat belajar sejak dini bagaimana cara pengolahan sampah dan bisa diterapkan dilingkungan manapun..
      Gerakan peduli lingkungan..
      Kalau bukan Kita siapa lagi..
      #SDTamiriyah

      Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:28
    Permalink

    Kami dari SDN Morokrembangan 1 mengolah sampah organik melalui pengomposan dengan media keranjang Takakura dan lubang biopori, setiap harinya sisa makanan dari bekal siswa dan dari kantin dimasukan ke keranjang Takakura oleh siswa-siswi kader lingkungan dari Devisi Kompos. Sebulan sekali siswa-siswi kami pun melakukan Grebek pasar. Untuk biopori setiap minggu kita isi dengan sampah daun.
    Sedangkan sampah non organik kami lakukan pengendalian dan pengolahan. Pengendalian sampah plastik untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di sekolah melalui kantin zero waste dan pembiasaan membawa Tepak makan dan Tumbler. Sedangkan sampah kertas/kardus serta limbah jelantah kami tampung di Bank Sampah Morsa. Semua yang melakukan siswa-siswi dari Devisi Bank Sampah.
    (Era Budi Waluyo/SDN Morokrembangan 1)

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:28
    Permalink

    Febrianti MI Al hidayah.
    Kegiatan eco school ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan jiwa peduli lingkungan kepada anak-anak. Namun terkadang hal itu sulit untuk diterapkan terutama untuk anak SD yang notabenenya lebih suka hal mudah. Seperti membawa Tumbler dan lunch box. Karena sebagian dari mereka menganggap membawa barang tersebut cukup memberatkan…😁😁
    Tapi disekolah kami mi Al hidayah tetap berusaha mengingatkan siswa agar tetap membawa Tumbler dan makan dari rumah untuk mengurangi penggunaan sampah plastik..keep fighting for ECO school…😍😍

    Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 08:43
      Permalink

      Kegiatan Eco Scholl sangat bermanfaat sehingga menumbuhkan lingkungan yg bersih dan sehat. SDN Wonokusumo 1/40 Surabaya meminimalisir penggunaan sampah plastik dengan pembiasaan membawa tepak makan dan tumbler. Hal ini sebagai langkah awal untuk selanjutnya semoga bisa lebih banyak kegiatan pengolahan sampah. Semngat terus menciptakan lingkungan bersih bebas sampah 🙂

      Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:29
    Permalink

    Semangat Pagiiii…

    Untuk penanganan sampah, terutama dilingkungan sekolah itu tidak lepas dari kerjasama antar masyarakat sekolah. Oleh karena itu kegiatan membawa bekal dan air mineral dari harus digalakkan sebagai salah satu cara untuk melakukan pengurangan sampah plastik yg berasal dari bungkus² jajanan diluar sekolah. Dengan adanya kegiatan tersebut diatas, untuk pengurangan sampah dilingkungan sekolah bisa berkurang, terutama sampah plastik. Untuk sementara ini di sekolah kita SDN Wonokusumo VI melakukan kegiatan bawa bekal dan minuman dari rumah setiap hari jumat,,.

    Semangatttt untuk perubahannn lebih maju.

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:29
    Permalink

    Sangat kreatif perlu di contoh untuk sekolahan kami. Krn dapat mengurangi banyaknya sampah

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:32
    Permalink

    Singkat saja..SUNGGUH LUAR BIASA, TINGKATKAN TERUUUSSS. Salam lestari

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:33
    Permalink

    Kegiatan pengolahan sampah intern di SDN Tanah Kalikedinding I/251 Surabaya sampai sekarang terus berjalan.
    Untuk tahun 2019 akhir Juli kami mampu panen kompos 800 Kg dari pengoposan dari beberapa media :
    1. Tong Aerob 4 drum
    2. Takakura 6 unit
    3. Lubang biopori 50 titik
    4. Kompoter besar 1 unit
    Dengan media tersebut di atas untuk kebutuhan pupuk kompos dengan jumlah 7000 batang tanaman tidak sampai membeli dari luar.

    Untuk sampah non organik sampai bulan Oktober 2019 ini yang mampuh kami setorbke Bank Sampah Kota mencapai :
    1. Kardua dan kertas bekas 1000 kg lebih
    2. Botol plastik mencapai 500 kg lebih
    3. Minyak jelantah 250 liter lebih
    4. Besi bekas 750 kg
    Dengan penghasilan lebih dari Rp 5.000.000,00

    Itu semua membutuhkan kesungguhan untuk ngopeni sampah.
    Ada juga gerakan mengumpulkan air leri sebagai upaya menghemat air dan menyuburkan tanaman.

    Intinya membangun kesadaran bahwa segala sesuatu dapat bermanfaat jalau dikelola dengan baik, meskipun sampah. 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🙏🙏🙏🙏🙏

    Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 08:43
      Permalink

      SDN Ujung 13 sangat mendukung kegiatan tunas hijau tersebut apalagi masalah sampah terutama sampah plastik. Di sdn. Ujung 13 sendiri sudah terbentuk tim lingkungan hidup salah satunya bank sampah junggalas yang di kelolah oleh siswa. Dengan terbentuknya bank sampah junggalas mengurangi volume sampah disekolah. Terima kasih tunas hijau sukses selalu

      Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:33
    Permalink

    MI Darussalam pagesangan. Management dan strategi pengelolaan sampah sudah baik. Tinggal penerapannya di sekolahan dan siswa siswi serta di tiru oleh wali murid dan masyarakat bahwa kesadaran akan pengelolaan sampah harus sangat kritis mengingat daya tampung TPA Surabaya mungkin semakin hari semakin habis

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:33
    Permalink

    Assalamualaikum
    Saya Irma dari MI Badrussalam Surabaya..
    MI Badrussalam juga sudah membiasakan peserta didik untuk membawa botol minum sendiri dan membawa tepak makan sebagai bekal di sekolah. Hal tersebut kami lakukan untuk mendukung berkurangnya sampah plastik terutama di lingkungan sekolah..
    Mari kita kendalikan sampah plastik !
    Semangat untuk kita semua 💪💪💪

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:34
    Permalink

    Assalamualaikum
    Kegiatan yang sangat bagus untuk menjaga alam beserta makhluk hidup
    SDN Komplek Kenjeran II/506 Surabaya juga mendukung kegiatan Tunas Hijau dengan cara membuat progam siswa yaitu mengurangi sampah plastik yang diolah menjadi Eco-Brick yang kemudian dibentuk menjadi Meja dan Kursi yang bermanfaat, kemudian progam untuk mengurangi limbah rumah tangga setiap hari Jumat diwajibkan mengumpulkan minyak jelantah yang sampai saat ini sudah terkumpul sekitar 200Liter dan bank sampah (kerdus,koran, kaleng susu, botol dll)
    Terimakasih, semoga kita selalu menjaga alam untuk asri kembali, agar alam juga senantiasa menjaga kita

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:35
    Permalink

    Mi Al Chusnaniyah
    Kegiatan yang sangat bermanfaat bagi lingkungan
    Sampah plastik masih saja menjadi masalah utama di lingkungan kita utamanya di daerah Surabaya
    Pembiasaan membawa Tumbler dan makanan dari rumah membawa banyak dampak positif bagi lingkungan dan diri sendiri
    Memulai sejak dini kegiatan baik demi kelangsungan hidup yg lebih baik

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:35
    Permalink

    kegiatan yang sangat bagus, cara yang sangat efektif untuk memperkenalkan lingkungan dan cara melestarikanya. kami dari MI Masjid Al Akbar juga memiliki ekstrakurikuler Sains dan Lingkungan Hidup. semoga kegiatan ini dapat melahirkan aktivis dan pecinta lingkungan di kemudian hari.

    Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 08:40
      Permalink

      Aaminn, Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad

      Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:35
    Permalink

    Workshop ecoshool di smp negeri 26 surabaya. Kita siap tuk berubah mengurangi sampah plastik di sekolah, dan selalu membiasakan membawa tumbler dan tempat makan dari rumah, serta membiasakan sarapan pagi setiap hari sabtu dengan anak2, jd anak2 jadi terbiasa tuk hidup sehat plus belajar mengurangi sampah plastik, bukan saja di sekolah bisa mereka lakukan juga di rumah

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:36
    Permalink

    Rani Puspitasari – MI KH. A. SIDIQ.
    Kegiatan yang sangat bermanfaat guna menanggulangi musuh paling besar yg dibuat manusia sendiri. Salah satunya sampah plastik. Dimana sampah plastik merupakan sampah yg paling sulit terurai oleh mikroorganisme tanah yg membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun. kegiatan ini sudah dilaksanakan disekolah kami dgn harapan sampah plastik terkurangi melalui cara sederhana membawa tumbler serta bekal setiap hari. Selain mengurangi sampah tentu juga sehat karena dibuat sendiri dari rumah.

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:36
    Permalink

    Sekolah kami sudah berupaya mengurangi sampah plastik dengan membawa tumbler dan tempat makan sendiri dr rumah. Tp masih ada beberapa kendala dr pedagang di kantin yg masih menggunakan kemasan plastik untuk pembungkus makanan kecil. Untuk sementara ini sampah plastik masih kami pisahkan saja belum kami daur ulang.

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:37
    Permalink

    Kegiatan tersebut sangat mnginspirasi, semoga sekolah kami juga bisa mengikuti jejak kegiatan tersebut. Selama ni sekolah kami mencoba untuk melaksanakan zero waste, meski belum 100%. Hal ini jg dikarenakan ada proses pembangunan disekolah yang belum selesai sehingga berimbas tidak dengan tertibnya pengolahan sampah disekolah kami.

    Semoga kedepannya sekolah kami bisa menerapkan secara maksimal….🥰

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:37
    Permalink

    Di Sekolah kami MIN 1 Kota Surabaya sudah diadakan juga gerakan membawa tepak makan dan tumbler guna mengurangi sampah plastik. Hal itu sudah terbukti sampah kemasan non organik sangat minim sekali. Dan dengan diadakan kegiatan ini menambah pengetahuan dan pengalaman yang nantinya InsyaaAllah akan diaplikasikan di sekolah kami…dan bisa mencontoh SMPN 26

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:38
    Permalink

    Upaya pengolahan sampah dengan pengomposan khusus sampah daun sangat bagus untuk digunakan pupuk kompos sendiri karena itu bisa bermanfaat untuk tanaman dan bidang pertanian dan penerapan zero waste juga sangat baik untuk mengurangi sampah non organik sehingga di sekolah dan di surabaya sampah menjadi minim.

    Terima kasih dan terus semangat untuk mengolah sampah disekolah dan di surabaya
    Salam dari kami MI. Wachid Hasjim 😊

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:39
    Permalink

    Semangat pagi…
    Pengelolahan sampah di SDN kami masih terus berupaya untuk zero waste dengan tak henti”nya warga sekolah tak lupa membawa tumbler dan kotak makan, sehingga mengurangi sampah disekolah,
    Sedangkan pengelolahan lingkungan hidup kita masih kesulitan karena biopori kita banyak yg sudah tertutup (pembangunan gedung sekolah) takakura kita fakum karena terhalang lahan yang semakin sempit, sampai sekarang pun masih menunggu renofasi selanjutnya semoga lebih cepat lebih baik hingga kita bisa lebih fokus lagi dalam program TUNAS HIJAU. Semangat

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:40
    Permalink

    Pengolahan sampah di SDN Pegirian II juga sudah mulai berjalan. Diantaranya pemisahan sampah seperti kertas, daun dll. Setiap hari sabtu diadakan kegiatan makan bersama dengan membawa bekal dari rumah. Kantin sederhana di sekolah kami juga secara bertahap berusaha tidak menggunakan plastik, sehingga volume sampah disekolah mulai berkurang. Sekolah kami terus berusaha supaya bisa menjadi sekolah zero waste seperti sekolah-sekolah lain yang sudah berhasil di Surabaya.

    Balas
    • Oktober 8, 2019 pada 10:44
      Permalink

      Kegiatan yg sgat2 bagus dan bisa d tiru d lingkungan sekolah saya,,,membiasakan anak tdk menggunakan bahan2 plastik krna bahayanya bahan tersebut d masa akan dtg.dan adanya penghijauan di sekolah bisa mmbuat anak bljr lbih rilex.

      Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:41
    Permalink

    Dari SD GHufron Faqih kegiatannya sangat menginspirasi sekali buat sekolah yg lain semoga di skolah saya juga dapat menerapkannya.. Dan saat ini alhamdulillah untuk siswa sudah ada kegiatan untuk membawa bekal sendiri dari rumah..semoga kedepannya dapat lebih baik lagi.

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:41
    Permalink

    Kegiatan Eco Scholl sangat bermanfaat sehingga menumbuhkan lingkungan yg bersih dan sehat. SDN Wonokusumo 1/40 Surabaya meminimalisir penggunaan sampah plastik dengan pembiasaan membawa tepak makan dan tumbler. Hal ini sebagai langkah awal untuk selanjutnya semoga bisa lebih banyak kegiatan pengolahan sampah. Semngat terus menciptakan lingkungan bersih bebas sampah 🙂

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:44
    Permalink

    SD BUSTANUL HUDA simokerto, alhamdulillah tahun ini sudah mulai melakukan program non plastik disekolah,.
    kegiatan tersebut sangat banyak manfaatnya untuk kelangsungan hidup sehat pada masa2 yg akan datang..
    dimana sampah2 plastik sangat sulit di daur ulang,.

    kegiatan2 seperti contoh diatas sangat perlu untuk terus dikembangkan diseluruh pelosok2 daerah di indonesia,. semangat hidup sehatttt😊💪💪

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:48
    Permalink

    SD KARYA TUNGGAL

    mendukung tunas hijau,karena programnya is the best,gitu loooo…
    ayooo…selamatkan lingkungan kita

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:56
    Permalink

    Smngaaat pagi… Allhmdulillah pgi yg cerah in shaa Allah di barengi ilmu yg barokah dn manfaat unt kita smua dg mengikuti workshop surabaya eco school di SMPN 26 Sby bersama TunasHijau 😁

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 08:59
    Permalink

    SDN. SIDOTOPO WETAN 1/255 ikut mendukung kegiatan Tunas Hijau dalam mengurangi sampah palastik. Di sekolah kami setiap hari anak- anak membawa tepak makan dan tumbler untuk mengurangi sampah plastik, setiap hari Sabtu diadakan Bazar jajan tradisional dan anak- anak membelinya menggunakan tepak makan dan tumbler. Selain itu untuk mengurangi limbah setiap hari Sabtu anak -anak mengumpulkan jelantah dan sdh terkumpul sebanyak sekitar 50L, sebagian sdh diambil oleh bang sampah, semoga kami terus bisa meningkatkan kegiatan bebas sampah plastik untuk mencintai lingkungan dan Bumi yg kita pijak.🙏👍👍

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 09:09
    Permalink

    Mi Muhammadiyah 5 Surabaya sangat mendukung gerakan zero waste, waktunya untuk kita bersama-sama melakukan gerakan zero waste demi menyelamatkan bumi untuk kita dan generasi selanjutnya nanti. ✊

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 09:11
    Permalink

    SD Al-Irsyad Surabaya juga tak ketinggalan untuk kegiatan menjaga lingkungan mulai dari mengurangi penggunaan sampah plastik, pembuatan biopori, pengolahan sampah plastik menjadi barang yang mempunyai nilai seni dan nilai jual.
    SD Al-Irsyad Surabaya terus berupaya untuk mengajak siswa untuk menjadi generasi cinta lingkungan.

    Balas
  • Oktober 8, 2019 pada 09:39
    Permalink

    Sdn Sukolilo 250
    Alhamdulillah saya banyak ilmu karena dr mengikuti workshop pertama zerowaste sehingga ilmu itu saya terapkan dirumah, disekolah dan sekitar nya menerapkan ramah lingkungan, perduli dg lingkungan,jajan nya sehat, makan bersama, selalu membiasakan anak anak kami membawa tumbler dan tepak makan.
    Terima kasih tunas hijau zeroo west… Zero weste ,eco school sukses selalu
    Keperdulian terhadap lingkungan sangatlah mulia demi menyelamatkan dunia sip… Ok ok ok yesss!!!

    Balas
  • Oktober 9, 2019 pada 07:37
    Permalink

    perkenalkan nama saya Lintang Arimby Langga dari sekolah SDN TANAH KALI KEDINDING 1 251 SURABAYA .
    Di sekolah saya juga ada panen kompos 800kg.
    Dan tong aerob 4 drum.
    Takakura 6 unit.
    Lubang biopori 50 titik.
    kompoter besar 1 unit .
    sekolah kita juga mengumpulkan minyak jelantah sebanyak 250 liter.

    Balas
  • Oktober 9, 2019 pada 07:40
    Permalink

    perkenalkan nama saya Lintang Arimby Langga saya calon putri lingkungan hidup 2019 dengan no peserta 134 dari sekolah SDN TANAH KALI KEDINDING 1 251 SURABAYA .
    Di sekolah saya juga ada panen kompos 800kg.
    Dan tong aerob 4 drum.
    Takakura 6 unit.
    Lubang biopori 50 titik.
    kompoter besar 1 unit .
    sekolah kita juga mengumpulkan minyak jelantah sebanyak 250 liter.

    Balas
  • Oktober 9, 2019 pada 07:49
    Permalink

    perkenalakan nama saya ADYA REZKY MULYA DEWA calon pangeran lingkungan hidup 2019 dengan no peserta 73 dari sekolah SDN TANAH KALI KEDINDING 1 251 SURABAYA
    disekolah saya mengadakan banyak sekali divisi yaitu divisi
    1. tong aerob
    2. edukasi
    3.bazar
    4.perawatan

    Balas
    • Oktober 9, 2019 pada 12:56
      Permalink

      Kami dari MI ALJIHAD sangat mendukung sekali atas apa yg telah dilakukan oleh SMP negeri 26 tentang pengolahan sampah. Saat ini, madrasah kami dlm hal lingkungan, masih sebatas bersih2 lingkungan dlm program BERJUMPA (bersih2 jumat pagi) dan pengurangan sampah plastik dgn membawa kotak makan dan botol minum sendiri. Mdh2an ke depan, kami bisa mencontoh atas apa yg telah dilakukan oleh SMP negeri 26 dlm hal pengolahan sampah. Semoga

      Balas
  • Oktober 9, 2019 pada 07:50
    Permalink

    perkenalakan nama saya ADYA REZKY MULYA DEWA calon pangeran lingkungan hidup 2019 dengan no peserta 73 dari sekolah SDN TANAH KALI KEDINDING 1 251 SURABAYA
    disekolah saya mengadakan banyak sekali divisi yaitu divisi
    1. tong aerob
    2. edukasi
    3.bazar
    4.perawatan

    Balas
  • Oktober 10, 2019 pada 21:27
    Permalink

    Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi warga masyarakat agar lebih memperhatikan lingkungan

    Balas
  • Oktober 11, 2019 pada 11:15
    Permalink

    Saya Fitri Yuningsih dari SMP Tri Guna Bhakti
    Kunjungan saya ke SMPN 26 memberi saya banyak masukan utk meningkatkan eco school di sekolah saya . Trutama kantin apung yang bs dijadikan tempat makan dan belajar. Juga taman literasi yang menyenangkan dan menyegarkan pikiran. Untuk mengatasi kejenuhan siswa di dalam kelas.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *