Workshop Terakhir Surabaya Eco School 2019 Digelar di SMPN 41

Workhop sesi terakhir Surabaya Eco School 2019 digelar di SMPN 41 Surabaya, Selasa (15/10/2019). Pesertanya adalah guru sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di wilayah 2 Surabaya. 

SMPN 41 Surabaya dipilih menjadi tuan rumah workshop ini bukan hanya karena memiliki aula yang cukup untuk lebih dari 150 orang. Sekolah yang dipimpin Hanifah sebagai kepala sekolah ini juga pernah menjadi jawara Surabaya Eco School 2017.

Di sekolah yang berlokasi di Jalan Gembong Sekolahan ini, zero waste atau tanpa sampah plastik kemasan non organik makanan/minuman sekali pakai sudah diterapkan sejak beberapa tahun terakhir.

Pengolahan sampah organik dan non organik juga dilakukan secara berkelanjutan di sekolah yang telah mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional ini. Pun demikian dengan program wirausaha lingkungan hidup di sekolah ini juga berlangsung setiap hari dengan adanya gerai ecopreneur.

Bagaimana dengan pengelolaan lingkungan hidup di sekolahmu?

Penulis: Mochamad Zamroni

7 tanggapan untuk “Workshop Terakhir Surabaya Eco School 2019 Digelar di SMPN 41

  • Oktober 15, 2019 pada 10:36
    Permalink

    Okee…..asssiaap….lanjutkan

    Balas
  • Oktober 15, 2019 pada 12:58
    Permalink

    Kegiatan EcoSchool di SMP 41 sungguh luar biasa untuk mengajak para siswa mandiri , lebih kreatif serta memajukan nama sekolah menjadi lingkungan bersih , asrih dan nyaman

    Balas
  • Oktober 15, 2019 pada 17:50
    Permalink

    Arif Dwi Susanto
    (Guru SDN Rungkut Menanggal 1/582 Surabaya)
    Tugas 2 Peserta
    Workshop Surabaya Eco Schoool 2019
    Review dinamika pengolahan sampah organik dan non organik:
    – Pengolahan sampah organik melalui media biopori (daun), takakura (sisa makanan) dan tong aerob (daun), sebelum dimasukan tong aerob daun-daun dimasukan mesin pencacah sampah untuk mempercepat proses pengomposan.
    – Pengolahan sampah non organik menjadi karya kerjinan yang layak pakai atau layak jual.

    Balas
  • Oktober 15, 2019 pada 17:53
    Permalink

    Arif Dwi Susanto
    (Guru SDN Rungkut Menanggal 1/582 Surabaya)
    Tugas 2 Peserta
    Workshop Surabaya Eco Schoool 2019
    Review dinamika pengolahan sampah organik dan non organik di SDN Rungkut Menanggal 1/582 Surabaya:
    – Pengolahan sampah organik melalui media biopori (daun), takakura (sisa makanan) dan tong aerob (daun), sebelum dimasukan tong aerob daun-daun dimasukan mesin pencacah sampah untuk mempercepat proses pengomposan.
    – Pengolahan sampah non organik menjadi karya kerajinan yang layak pakai atau layak jual.

    Balas
  • Oktober 15, 2019 pada 18:31
    Permalink

    Arif Dwi Susanto
    (Guru SDN Rungkut Menanggal 1/582 Surabaya)
    TUGAS 2
    Peserta Workshop Surabaya Eco Schoool 2019
    Review dinamika pengolahan sampah organik dan non organik:
    – Pengolahan sampah organik melalui media biopori, takakura (sisa makanan) dan tong aerob, sebelum dimasukan tong aerob daun-daun dimasukan mesin pencacah sampah untuk mempercepat proses pengomposan yang nantinya menjadi kompos.
    – Pengolahan sampah non organik menjadi karya yang layak jual.
    .
    .
    .
    Hal-hal yang disukai;
    – Ketika berhasil panen kompos
    – Ketika barang bekas menjadi barang bentuk baru yang bisa di pakai.
    Hal-hal yang tidak disukai:
    Ketika warga sekolah memasukkan bukan sampah organik ke takakura, tong aerob, dan biopori.

    Balas
  • Oktober 16, 2019 pada 06:22
    Permalink

    Salam Bumi Lestari

    Memang seharusnya perlu ada penyegaran untuk kegiatan yang bertema lingkungan, terutama yang digagas oleh Tunas Hijau Indonesia dan Pemerintah Kota Suarabaya untuk diadakan di tempat yang bergantian, sehingga ada pengenalan lingkungan disekolah lainnya. Ini suatu trobosan yang positif untuk saling kenal dengan sekolah lain sehingga memunculkan ide-ide kratif dan inovatif untuk membangun sekolah yang berwawasan lain. kalau sekolah lain bisa kenapa sekolah yang kita tempati tidak bisa, sehingga dapat kita lakukan analisis SWOT untuk memperbaikinya.

    Bravo untuk seluruh peserta workshop, semoga sukses selalu
    Bravo untuk Tunas Hijau Indonesia dan Pemerintah Kota Surabaya yang selalu peduli terhadap lingkungan melalui dunia pendidikan,

    Balas
  • Oktober 16, 2019 pada 09:20
    Permalink

    (pembina eco school SDN MEDOKAN AYU II/615 Surabaya)
    Mochamad Amin Kurniawan,ST

    Gagasan untuk merubah mindset tentang sampah, kalau tidak dari diri sendiri kapan lagi kita bergerak, kata sampah terdengar di telinga kita negatif, dengan merubah mindset kita kata sampah menjadi positif, dengan cara pengolahan dan management sampah yang baik akan menjadi lebih baik, dengan program zero waste terus dan terus

    workshop smpn 41 surabaya is the best

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.