Biopori dan Pengomposan di SDN Semolowaru I Berlanjut

Aksi pembuatan lubang resapan biopori dilakukan oleh tim Eco Ranger SDN Semolowaru I Surabaya. Aksi bersama Tunas Hijau itu dilaksanakan Jumat (10/1/2020).  Aksi itu dilakukan di lahan belakang sekolah. 

“Lubang resapan biopori yang kita buat ini memiliki kegunaan meresapkan air hujan ke dalam tanah, sehingga bisamencegah banjir,” kata Nizamudin, aktivis Tunas Hijau yang mendampingi aksi itu.

Alinda Surya Ningsih, guru leader Eco Ranger SDN Semolowaru I, juga menanyakan mengenai keharusan memasang pipa pada lubang yang telah dibuat. Dijawab oleh Nizamudin bahwa pemasangan pipa pada lubang bukanlah suatu keharusan.

Aksi pembuatan lubang resapan biopori di SDN Semolowaru I

“Pemasangan pipa pada lubang yang telah dibuat untuk mencegah runtuhnya tanah-tanah di sekitar lubang yang dapat menutup lubang biopori. Tapi pemasangan pipa tidak harus,” terang Nizamudin. Yang harus adalah mengisi penuh lubang resapan dengan sampah organik.

Minimnya alat bantu selain bor biopori menjadi kendala dalam membuat lubang yang dalam. Pasalnya, tanah yang didominasi oleh bebatuan sisa bangunan. “Pembuatan lubang resapan biopori selanjutya harus menggunakan linggis juga ya,” saran Nizamudin.

Sementara itu, pada aksi pengoptimalan komposter aerob, sampah organik dedaunan baru kembali ditambahkan. Sampah daun sebanyak 5 karung ditambahkan ke dalam dua komposter bantuan dari PT PLN (Persero) UIP JBTB II ini. Total berat sampah daunnya 43,5 kg.

Lubang resapan biopori bisa mengefektifkan penyerapan air hujan ke dalam tanah

Surabaya Eco Ranger merupakan program pengelolaan lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama PT PLN (Persero) UIP JBTB II dan Pemerintah Kota Surabaya. Terdapat 18 sekolah dasar negeri di wilayah kecamatan Mulyorejo dan Sukolilo yang menjadi peserta Eco Ranger.

Penulis: Fitri Al Istiqomah

Penyunting: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *