Pertiwi Eka Putri Handayani, Eco Student (Elementary) of the Year 2019

SDN Tanah Kalikedinding I Surabaya, atau akrab dengan panggilan Arkensi seakan tak pernah habis mencetak kader-kader lingkungan dengan komitmen yang luar biasa. Salah satunya adalah Pertiwi Eka Putri Handayani. Gadis pendiam ini diam-diam menyimpan segudang prestasi lingkungan hidup. Di antaranya prestasi Eco Student (Elementary) of the Year 2019. 

Siswa yang akrab disapa Tiwi atau Pertiwi ini memulai kegiatan lingkungan ketika terpilih menjadi perwakilan kelas untuk menjadi tim Surabaya Eco School Arkensi (Arek Kedinding Siji).

Gadis ini mengaku bahwa ia secara acak ditunjuk oleh guru pembina lingkungan SDN Tanah Kali Kedinding I Surabaya yaitu Janny Mudjijanto. Bermula dari ditunjuk secara acak itulah yang mengubah cara hidup Pertiwi Eka Putri.

Pertiwi dibantu kedua orang tua membawa sampah non organik ke bank sampah di sekolah. Sampah non organik itu yang masih bernilai ekonomis yang dia kumpulkan dari sekitar rumahnya

“Awalnya setengah hati karena belum tahu, tapi lama-kelamaan saya menjadi suka,” ujar Pertiwi Eka, yang lahir di Surabaya, 14 Juli 2008. Menurutnya yang membuat betah menjalani program lingkungan hidup adalah kekompakan seluruh kader lingkungan. 

Pertiwi mengambil contoh ketika ada kegiatan kerja bakti yang dikerjakan bersama, maka tidak terasa capek dan membosankan. Bahkan menurut penghobi menulis dan membaca  ini merasa ketagihan ketika melakukan kegiatan lingkungan. 

Dalam perjalanan mengikuti program peduli lingkungan, pertiwi mengalami masa pasang surut. Bahkan dia sempat mengaku down ketika gagal melaju sebagai finalis pengeran dan puteri lingkungan.

Pertiwi budidaya tanaman hidroponik di rumahnya

“Saya sempat merasa males ketika gagal mencapai finalis pangeran dan puteri lingkungan, tapi keluarga dan pak Janny memberikan motivasi kepada saya. Jadi meskipun gagal saya tetap berusaha menjalankan program lingkungan.” ujar pertiwi.

Kegigihan pertiwi ternyata membuahkan hasil ketika dia ditunjuk sebagai direktur tim Surabaya Eco School 2019. Menurut dia penunjukan itu merupakan wadah bagi dia untuk berproses lebih lanjut. Bahkan Pertiwi berhasil mengajak serta keluarganya untuk berperan aktif merealisasikan keluarga hijau. Keberanian mengambil keputusan serta konsistensi untuk tidak menyerah ternyata berbuah manis nan legit.

Secara mengejutkan Pertiwi berhasil meraih prestasi sebagai Keluarga Hijau Terbaik dalam Grand Final Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 di Graha Sawunggaling. “Penghargaan Keluarga Hijau Terbaik 2019 itu tidak saya sangka sebelumnya. Saya semakin semangat pokoknya,” kata siswa kelas 5 ini.

Pertiwi membuat lubang resapan biopori bersama kedua orang tuanya di sekitar rumah

Hal yang paling digemari oleh Pertiwi adalah ketika dia berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk melakukan kegiatan lingkungan hidup. Menurutnya, berinteraksi langsung ke masyarakat adalah cara paling ampuh untuk mengajak orang peduli lingkungan. 

“Saya mencoba memberikan penjelasan pentingnya peduli lingkungan mengajak masyarakat khususnya tetangga untuk berperan aktif menyelamatkan lingkungan,” jelas putri pasangan Dheny Setyawan Eko P dan Jumiasih ini. 

Berbagai postingan instagram memuat berbagai aksi Pertiwi bersama orang tua, keluarga, hingga tetangga rumah. Pertiwi juga ingin membuktikan bahwa ikhtiarnya menjaga lingkungan hidup tidak hanya di sekolah namun juga di rumah. Sebagai Direktur Tim Eco School Arkensi 2019, Pertiwi merupakan role model yang sesuai.

Bagaimanapun perjuangan Pertiwi tidak sendirian untuk merealisasikan program Surabaya Eco School 2019 di sekolahnya. Dukungan kuat dari orang tua adalah modal penting yang dimiliki oleh Pertiwi.

Pertiwi menyiram tanaman di rumah dengan memanfaatkan air leri (air cucian beras)

Salah satu orang yang sangat memberikan dukungan kepada pertiwi adalah Dheny Setyawan selaku ayah Pertiwi. Dialah sosok penyemangat Pertiwi untuk semangat melakukan aksi lingkungan. 

“Kita sudah terbiasa sebelum Pertiwi kenal lingkungan hidup di sekolahnya. Nah kebetulan juga dia terpilih menjadi ketua. Sekalian saja kita kerja bareng kompak. Seperti belanja ke supermarket pakai kantong sampai koordinir tetangga untuk mengumpulkan jelantah. Bahkan tetangga rumah bilang bahwa kami keluarga pengepul,” ujar Dheny Setyawan

Keluarga yang bertempat tinggal di Bulak Setro Utara II ini memang sangat konsisten untuk melakukan gerakan peduli lingkungan. Bahkan ketika program Surabaya Eco School 2019 berakhir, keluarga kompak ini masih aktif mengumpulkan jelantah, mengolah sampah dan membiasakan zero waste dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

Satu tanggapan untuk “Pertiwi Eka Putri Handayani, Eco Student (Elementary) of the Year 2019

  • Januari 4, 2020 pada 05:19
    Permalink

    Amazing……. Keren +++ . Perjuangan yang luar biasa dan berbuah manis dan legi. Semua perjuangan ada pasang dan surutnya, akan tetapi di dekat orang-orang hebat maka energi positif akan mengalir dan memeberikan suport untuk bangkit dan bangkit yang akhirnya mengembalikan lagi semnagat yang tadinya “douwn” menjadi “up” . Inibyang terjadi pada anak-anak kita. Disinilaj kita diajara bahwa peran orang tua sangatlah penting. Memberi semngat, suport dan energi positif itu sangat penting. Dengan begitu maka semangat untuk bangkit itu akan muncul kembali.

    Terimakasih pada Tunas Hijau Indonesia, Pemeruntah Kota Surabaya, dan para seponsor yang telah memberikan apresiasi kepada anak-anak Surabaya untuk peduli terhadap lingkungan. Semoga akan lahir anak-anak hebat di Surabaya ini. “Good Luck” You are the best 💐💐💐💐💐💐💐💐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹👌👌👌👌👌🌺🌺🌺🌺🌺👍👍👍👍👍👍👍👍

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *