Wirausaha Lingkungan Hidup Ecopreneur 2020 Dimulai

Workshop Wirausaha Lingkungan Hidup Ecopreneur 2020 digelar hari ini, Selasa (28/1/2020), bagi sekolah dasar terpilih Surabaya. Lebih dari 50 sekolah dasar dijadwalkan terlibat dalam workshop yang digelar di aula SMPN 12 Surabaya.

Sekolah dasar yang dilibatkan dalam Ecopreneur 2020 ini adalah sekolah yang pada tahun 2019 lalu mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Zero Waste 2019 dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini. “Ada juga sekolah terpilih karena keaktifannya dalam program Surabaya Eco School 2019 dan Ecopreneur 2019,” kata Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni.

Melalui Ecopreneur 2020 ini, sekolah-sekolah Surabaya diajak menggiatkan kembali pengelolaan lingkungan hidupnya, khususnya pasca liburan semester. Pengelolaan lingkungan hidup tersebut diarahkan sampai menghasilkan produk dan dilakukan penjualan.

“Pengelolaan lingkungan sampah ada pemasukan finansial dari penjualan produk yang dihasilkan oleh tim lingkungan atau ecopreneur sekolah,” tambah Aktivis Senior Tunas Hijau Bram Azzaino.

Masing-masing tim ecopreneur sekolah, pasca workshop ini, juga akan diminta membuat student company atau perusahaan siswa, yang semua eksekutifnya adalah siswa. Guru, kepala sekolah dan perwakilan orang tua siswa terlibat sebagai komisarisnya.

Jadi, bagaimana semangat pengelolaan lingkungan hidup, khususnya sampah, di sekolahmu pada tahun 2020 ini?

Penulis: Richi Razak

Penyunting: Mochamad Zamroni

66 tanggapan untuk “Wirausaha Lingkungan Hidup Ecopreneur 2020 Dimulai

  • Januari 28, 2020 pada 08:27
    Permalink

    Dengan diadakannya kegiatan Eco Preneur dapat memanfaatkan sampah daur ulang maupun hasil dari taman sekolah untuk dijadikan sebuah produk unggulan sekolah kami yang nantinya akan membawa kebermanfaatan di lingkungan sekolah maupun sekitarnya. Terima kasih untuk program Surabaya Eco School yang selalu memotivasi kami untuk membardayakan apa yang ada disekitar kita.

    Balas
    • Januari 28, 2020 pada 09:06
      Permalink

      Kegiatan pengolahan sampah di SDN Ujung IX dilakukan oleh guru dan siswa dengan memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah dengan komposter sedangkan sampah anorganik diolah menjadi kerajinan daur ulang dan pupuk cair. Melalui kegiatan ecopreuner semoga semakin memupuk semangat siswa dan warga sekolah untuk menjaga lingkungan

      Balas
    • Januari 29, 2020 pada 08:25
      Permalink

      Saya NABIL AKBAR dari perwakilan SMP NEGERI 26 Surabaya. Saya berterimakasih atas adanya “Workshop ECOPRENUER 2020” karena adanya workshop ini saya dapat menambah pengetahuan tentang ECOPRENUER dan ingin lebih mengembangkan ECOPRENUER di sekolah. Nahh saya juga berbagi pengalaman tentang ecopreuner di sekolah saya, disekolah saya allhamdullilah telah mengembangkan beberapa bahan yang tidak dipakai untuk di daur ulang contohnya : Minyak jelantah dapat dijadikan sabun dan lilin dan masih banyak lagi.. dari hasil daur ulang tersebut kami menjual di saat ada acara sekolah ataupun diluar sekolahh… tidak hanya itu kami juga memanfaatkan tanaman ataupun lainya, contohnya: terdapat ternak lele di sekolah saya dan dapat dijadikan masakan matang, lalu terdapat mangga untuk kami jadikan abon mangga , manisan mangga dan masih banyak lagi.. Sekian terimakasih maaf kalau ada salah kata🙏

      Balas
  • Januari 28, 2020 pada 08:36
    Permalink

    kegiatan pilah sampah di SDN KANDANGAN III/621 Surabaya selalu melibatkan siswa dan guru. di sekolah kami setiap sabtu dan setiap minggu setiap level kelas di beri tugas membawa sampah dapur ke sekolah sebab sekolah kami jauh dari pasar tradisional.
    banyak anak yang mengeluh karena baunya yang kurang sedap.
    tapi seru juga guys sebab untuk kebersamaan dan kerukunan serta memanfaatkan menjadi barang berharga

    Balas
    • Januari 28, 2020 pada 09:00
      Permalink

      Tahun ini SDN Margorejo 1 mulai mengikuti ecopreneur. Bazar perdana akan dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2020 dengan diikuti oleh masing-masing kelas.
      Rencana nya bazar akan dilaksanakan setiap bulan, dimana bulan genap untuk kelas tinggi dan bulan ganjil untuk kelas rendah.
      Selain kegiatan bazar, siswa SDN Margorejo 1 juga sudah rutin mengumpulkan minyak jrlantah, sampah plastik dan sampah kertas yang kemudian dipilah di sekolah dan selanjutnya di setorkan ke Bank sampah induk Surabaya.
      Siswa dan guru saling bekerjasama demi menjaga kelestarian lingkungan.

      Balas
      • Januari 28, 2020 pada 18:38
        Permalink

        Kegiatan pengolahan sampah di sekolah saya dimulai dengan memilah sampah, antara sampah organik dan sampah anorganik. Untuk sampah organik di olah menjadi pupuk kompos takakura, dan untuk sampah non organik di olah menjadi barang-barang kerajinan. Selain itu sekolah saya juga sudah menyetor sampah di bank sampah induk kota surabaya seperti sampah kardus, kertas, dan minyak jelantah, kegiatan pengumpulan sampah yang di lakukan setiap hari jum’at adalah salah satu modal bagi sekolah saya untuk mengikuti kegiatan Eco Preneur 2020. Selain pengumpulan sekolah saya juga mengadakan sosialisasi kepada warga-warga sekitar kampung sekolah saya. Kegiatan Eco Preneur melibatkan seluruh warga sekolah mulai dari kepala sekolah, guru-guru, maupun siswa-siswi di sekolah saya.

        Balas
      • Januari 29, 2020 pada 08:30
        Permalink

        Salam bumi pasti lestari! Sekolah SMP 11 SURABAYA juga melakukan realisasi terhadap sampah plastik. Jadi saya dan tim Lingkungan Hidup SMP 11 sosialisasi dengan warga sekolah terhadap sampah plastik,jadi kita juga memberikan tas kain gratis kepada warga sekolah. Hebat kan!? Dan juga kita tetap menggunakan tempat makan dan minum tidak sekali pakai. Hebat !

        Balas
  • Januari 28, 2020 pada 08:45
    Permalink

    Pengolahan sampah di sdn bulak rukem 2 sudah lancar.meskipun masih butuh ketelatenan dan pengarahan kepada warga sdn bulak rukem 2 ttg cara pengolahan sampah organik dan an organik.

    Balas
    • Januari 28, 2020 pada 09:01
      Permalink

      Alhamdulilah dalam kegiatan eco preneur disekolah kami sudah berjalan dengan baik. Semua siswa,guru serta karyawan sudah terlibat dalam pengolahan sampah dan maupun dari taman sekolah.
      Semoga ke depannya akan semakin baik dan menjadikan produk-produk yang bisa jadi unggulan disekolah kami. Terimakasih program Surabaya eco school.

      Balas
  • Januari 28, 2020 pada 08:50
    Permalink

    Alhamdulillah untuk pengolahan sampah di SDN Jajartunggal III sudah ada banyak peningkatan, Siswa, Guru, kepala Sekolah, Serta warga Sekolah sudah mau memilah, memilih dan memisah sampah sesuai jenis sampahnya.

    Jumlah sampah plastik sudah banyak penurunan secara signifikan di bandingkan beberapa tahun yang lalu, ini semua berkat kerjasama dan peran serta dari warga sekolah.

    Untuk sampah daun sekarang juga sudah mulai bagus pengolahannya. Kalau dahulu ikut terbuang sia-sia Sekarang Alhamdulillah langsung masuk ke tong komposter/tong aerob yang ada di sekolah.

    Namun tidak bisa di pungkiri masih ada satu dua yang menggunakan plastik.

    Semoga kedepannya semua bisa Zero waste semua.

    Balas
    • Januari 28, 2020 pada 09:49
      Permalink

      Di SDN BENOWO 1 pemilahan sampah sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, disekolah kami sdh tersedia banyak bak sampah terpilah, untuk sampah organik biasanya kami mengolah menjadi pupuk dengan media takakura. Sedangkan untuk sampah plastik atau yg bisa didaur ulang kami memiliki guru designer yg bisa menyulap menjadi kostum yang menarik. Karena lokasi kami tidak terlalu jauh dari pasar tradisional benowo …terkadang pokja takakura juga berburu sampah hingga ke pasar demi..menghasilkan pupuk yg berkualitas…setahun ini kami sudah mendeklarasikan sekolah bebas sampah plastik dengan kebijakan kepala sekolah yg mewajibkan semua warga sekolah untuk membawa tumbler dan tepak makan dari rumah…intinya semua warga sekolah sdh bersinergi untuk mewujudkan sekolah bebas sampah plastik.

      Balas
    • Januari 29, 2020 pada 08:37
      Permalink

      Menurut saya Surabaya Eco Preneur sangatlah bagus jika diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia.Program ini dapat menjadi unggulan di Surabaya termasuk SES.Di sekolah saya SMPN 40 Surabaya juga sudah mengikuti program SEP sejak tahun 2013.SMPN 40 banyak memgolah berbagai barang seperti daun kering,air bekas cucian beras,minyak jelantah,bunga asoka(ikon utama kader lingkungan SMPN 40 Surabaya),dll.Banyak sudah berbagai produk yang sudah dikelola oleh The Asoka Team.SUKSES TERUS TUNAS HIJAU BESERTA PROGRAMNYA!!

      Balas
  • Januari 28, 2020 pada 08:52
    Permalink

    Pengolahan sampah di SDN Kapasari VIII sudah dijakankan mulai tahun 2014. Mulai dari pemilahan sampah, biopori, pengolahan sampah kertas, takakura, tong komposter, bank sampah, dll.
    Semua warga sekolah terlibat aktif di kegiatan ini. Setiap hari Jumat, anak – anak membawa sampah kerdus atau jelantah dari rumah dan disetor ke bank sampah sekolah.
    Kegiatan ini sangat menyenangkan, namun juga ada yang kurang enak di hati. Karena masih banyak pedagang di luar sekolah yang berjualan dan menghasilkan sampah.

    Balas
    • Januari 28, 2020 pada 09:03
      Permalink

      Alhamdulillah dengan adanya eco preneur ini sangat bermanfaat sekali buat sawahan IV..karna setiap hari jumat anak2 selalu mengumpulkan sampah non organik dan minyak jelantah dan di setorkan k bank sampah .dengan adanya mengendalikan sampah plastik sampah sampah yg ada di sekolah semakin dikit…dan untuk daun2 kering langsung di masukkan ke tong aerob…semoga tetep zero waste terus..

      Balas
  • Januari 28, 2020 pada 08:57
    Permalink

    selamat pagi echopreneur tunas hijau,terima kasih dah mengundang sekolah kami unt ikut acara workshop echopreneur 2020 yang bertempat di Smpn 12 Surabaya ini…dalam pemgelolahan sampah di sekolah kami sdh cukup terkendali kami.punya lubang LSO,Komposter,Takakura dan bank sampah…kantin disekolah kami juga sudah bebas dari plastik…alhamdullilah kedepan kami akan lebih berusaha lagi mengiatkan kegiatan ini dan merangkul para pedagang didepan sekolah kami untuk.ikut zerowaste….

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 08:57
    Permalink

    SDN Balongsari I/500 Surabaya siap meramaikan ecopreneur 2020 dengan semangat e-schobasa 1 (eco school Balongsari 1)…..tetap zerowaste!!!
    Upaya yang dilakukan SDN Balongsari I/500 guna mengurangi sampah di sekolah adalah dengan membuat kebijakan yaitu sasam sapuk (satu sampah plastik membawa satu pupuk).
    Maksud dari kebijakan ini adalah bahwa siapa saja warga sekolah yang membawa satu sampah plastik ke sekolah maka dia harus membawa satu kantong pupuk. ( Tentu saja pupuknya jangan sampai dikemas plastik lagi ya gaess….).
    Kebijakan ini dituangkan dalam SK kepala sekolah dan wajib dipatuhi seluruh warga sekolah.

    E-schobasa 1….tetap zerowaste!!!

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 08:58
    Permalink

    SDN KEBONSARI 1
    Sdn kebonsari 1 sudah memiliki bermacam macam proyek dalam keikutsertaan ecoprenuer tahun lalu. Mulai bank sampah ( memilah dan memilih kertas, karton, buku bekas serta botol), pengumpulan minyak jelanta ang di koordinir perkelas. Komposter dari daun kering , sampah organik kantin serta sampah organik warga sekitar. Juga mempunyai proyek propaganda lingkungan melalui poster, sosialisasi di kelas, sosialisasi di luar kelas bahkan mading lingkungan sering di terbitkan.
    Tahun ini sdn kebonsari 1 akan memulai proyek baru
    1. Mengembang biakkan tanaman cincau
    2. Memperkenalkan keragaman hayati
    3. Membuat proyek permainan lingkungan dari bahan / barang bekas.
    Semoga semua ini bisa membangkitkan motivasi siswa menjadi lebih baik Dan dapat berfikir serta merubah pola fikir siswa dalam menghadapi lingkungan.
    Bravo tunas hijau
    Guru sdn kebonsari 1 surabaya

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:00
    Permalink

    Anak anak di SDN Margorejo I sudah baik. Kami setiap Jumat mengumpulkan jelantah dan setiap Jumat kami mengadakan JUMBERLING. Apa itu JUMBERLING? JUMBERLING adalah Jumat bersih lingkungan. Setiap Jumat kelas kelas selalu bergantian untuk membersihkan lingkungan. Ada yang membersihkan kelas masing-masing, ada yang memunguti daun daun kering, dan ada yang membersihkan lapangan.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:00
    Permalink

    D sekolah kami SDN Kandangan 1
    Msh aktif dlm kegiatan lingkungan
    Hampir semua kegiatan lingkungan msh aktif termasuk ecopreuner dan selalu setia with zero waste.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:00
    Permalink

    Nama : Dyah Ayu Sekar K
    Sekolah : SDN Kapasari VIII

    Pengelolaan sampah di SDN Kapasari VIII dilaksanakan oleh semua warga sekolah termasuk siswa. Ada bank sampah, ada grebeg pasar, ada takakura, dan masih banyak lagi. Untuk bank sampah, siswa dan guru membawa koran bekas, kardus bekas, minyak jelantah untuk dikumpulkan di bank sampah.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:01
    Permalink

    Pengolahan sampah di SDN DUKUH MENANGGAL I/424 Surabaya sudah Kami lakukan rutin dengan melibatkan Guru, Karyawan, dan siswa dengan memisahkan sampah organik dan an organik (yang sudah minim di sekolah Kami) karena sekolah Kami sudah membiasakan membawa Tumbler dan tempat makan dan bekal dari rumah sehingga sampah an organik di sekolah Kami sudah sangat minim.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:02
    Permalink

    Tanggapan kami tentang “Wirausaha Lingkungan Hidup Ecopreneur 2020 Dimulai” di sekolah kami yaitu SDN Kaliasin VII Surabaya salah satunya dengan pengolahan sampah stik jelly menjadi hasil karya menarik dan memiliki nilai estetik tinggi untuk dijual kembali.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:04
    Permalink

    Alhamdulillah, kami dari sdn sememi 2 sby dapat ikut serta dalam kegiatan eco preneur 2020. Meskipun sekolah kami masih baru, kami siap mendukung kegiatan kebersihan lingkungan. Semoga sdn sememi 2 sby dapat berperan aktif, dalam menjaga kebersihan lingkungan.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:05
    Permalink

    Dinamika pengolahan sampah di SDN Pakis VIII Surabaya, tidak terlalu sulit karena sekolah kami sudah termasuk sekolah zero waste, dimana pemakaian kantong plastik tidak diperbolehkan. Di kantin para penjual juga tidak boleh menjual makanan dengan kemasan plastik, sebagai gantinya para penjual menyediakan daun pisang.
    Peran serta para siswa dan warga sekolah sangatlah penting, karena kesadaran mereka akan dampak buruk sampah plastiklah maka program tersebut dapat terlaksana dengan baik.
    Hal-hal yang disukai dari program tersebut adalah sekolah kami bebas dari sampah plastik yang berserakan.
    Hal-hal yang menjadi kendala, terkadang sampah plastik yang terdapat di sekolah kami berasal dari para pedagang di luar sekolah kami.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:05
    Permalink

    selamat pagi echopreneur tunas hijau,terima kasih dah mengundang sekolah kami Sdn Jambangan 1unt ikut acara workshop echopreneur 2020 yang bertempat di Smpn 12 Surabaya ini…dalam pemgelolahan sampah di sekolah kami sdh cukup terkendali kami.punya lubang LSO,Komposter,Takakura dan bank sampah…kantin disekolah kami juga sudah bebas dari plastik…alhamdullilah kedepan kami akan lebih berusaha lagi mengiatkan kegiatan ini dan merangkul para pedagang didepan sekolah kami untuk.ikut zerowaste….

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:09
    Permalink

    Saya dari SDN JAMBANGAN 1 nama saya
    Muhammad Rasyid Al hakim untuk sampah di sekolah kami sudah cukup terkendali yang kami inginkan para pedagang di sekolah kami mereka mau ikut zerowaste bukan tidak mungkin tapi kita akan berusaha

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:10
    Permalink

    SDN Pradah Kalikendal I sudah menerapkan program zerowaste. Untuk pengolahan sampah di SDN Pradah Kalikendal I memang belum dilakukan secara optimal. Sampah non organik yang ada sebagian besar masih masuk ke bank sampah untuk dijual, belum diolah secara mandiri menjadi produk daur ulang. Masih banyak kendala untuk proses daur ulang sampah. Sedangkan untuk sampah organik, sudah ada proses pengolahannya baik melalui takakura maupun tong aerob. Dalam proses pengolahannya melibatkan semua warga sekolah sesuai dengan kelompok kerja masing-masing, sehingga dapat menumbuhkan kekompakan dan kerukunan diantara warga sekolah. Tetapi masih ada sedikit kendala yang kami rasakan yaitu waktu. Semoga kedepan nanti, kendala tersebut dapat teratasi. Pada Ecopreneur 2020 ini, SDN Pradah Kalikendal I siap kembali beraksi dengan tetap mengedepankan zerowaste.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:10
    Permalink

    Pengolahan sampah di sekolah kami, biasa kami lakukan pada saat hari jumat.
    Hari jumat kegiatan kami adalah memilih Dan memilah kertas di bank sampah serta mengumpulkan minyak jelanta perkelas.
    Senangnya kami dapat berkumpul Dan saling berbagi serta kami baru mengenal tentang lingkungan.
    Sebelnya adalah waktu teman teman membuat kotor kelas kami…
    Semoga kami bisa terus cinta dengan lingkungan
    Famalia syarifah siswa kelas 5 sdn kebonsari 1

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:11
    Permalink

    Kegiatan pengolahan sampah di SDN Sememi I melibatkan semua warga sekolah baik dari komite, wali murid, kepala sekolah, guru dan siswa semua sangat antusias dalam kegiatan tersebut. Mulai grebek sampah pasar karena sekolah kita dekat dengan pasar. Hasil grebek sampah diolah menjadi takakura dan komposter. Kegiatan grebek sampah dilakukan setiap hari jumat setelah senam bersama. Serta setiap hari sabtu kita mengumpulkan minyak jelantah. Mari kita gerakkan program zero waste…..

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:12
    Permalink

    Sdn sememi 2 sby telah melaksanakan kebersihan lingkungan dengan kegiatan, pemilahan sampah, operasi semut, dan pengomposan.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:15
    Permalink

    Siswa SDN Margorejo 1 siap berkompetisi dalam program ecopreneur.
    Bazar perdana akan kami laksanakan pada tanggal 1 Februari 2020, yang rencana nya akan diadakan setiap awal bulan.
    Siswa dan guru juga sudah rutin mengumpulkan sampah dan minyak jelantah setiap hari Jumat.
    Pemilahan sampah dilakukan bersama-sama di sekolah.
    Selain itu, kegiatan Jumberling (Jumat bersih lingkungan) juga kami laksanakan secara rutin setiap hari Jumat.
    Kami, keluarga besar SDN Margorejo 1 selalu berupaya menjaga lingkungan agar tetap lestari.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:18
    Permalink

    Tanaya SDN Pakis VIII
    Untuk pengolahan sampah plastik disekolah saya SDN Pakis VIII sudah merupakan sekolah zerowaste, jadi tidak ada sampah plastik.
    Untuk pengolahan sampah organik sekolah kami mengolahnya menjadi pupuk kompos yg baru” ini kami tim THS sekolah melakukan.
    Hal yg saya sukai dari kegiatan ini saya mendapatkan pengalaman yg berharga.
    Hal yg tidak saya sukai terkadang saya harus menasehati dan mencatat teman teman yg terkadang masih ada yg membawa sampah plastik dari rumah

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:19
    Permalink

    Nama saya Alexis Edward Andriano saya pernah mengikuti pangeran dan putri lingkungan. Saya masuk 30 besar di kegiatan pangput 2019. Banyak sekali kegiatan yang saya lakukan. Saya membuat produk unggulan jamu alang2 yang mempunyai banyak khasiat yang sedikit orang tau. Serta kegiatan lingkungan yang lainnya. Saya sangat mencintai sekolah saya sehingga saya ingin melihat sekolah saya bebas dari sampah. Untuk duka ada beberapa teman saya yang kurang peduli terhadap lingkungan. Tapi itu tidak membuat saya patah semangat

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:28
    Permalink

    Pengolahan sampah di SDN pradah kali kendal 1 yang saya adalah Pengolahan sampah di takakura maupun tong aerob. dalam proses pengolahannya dilakukan semua warga sekolah sesuai dengan kelompok kerja masing masing sehingga kami menjadi saling mengenal dan tambah rukun diantara warga sekolah. SDN pradah kali kendal 1 sudah menerapkan progam zerowaste. Setiap hari kami membawa kotak makan dan Tumbler. sekolah kami tidak mengijinkan penggunaan sampah plastik karena sekolah kami bebas sampah plastik.

    Balas
    • Januari 28, 2020 pada 09:49
      Permalink

      Salah satu bukti nyata SDN Tembok Dukuh mendukung gerakan zerowaste adalah dengan mendirikan bank sampah.
      Barang dari bank sampah tersebut akan dipilah oleh anak-anak, sebagian akan dijual ke bank sampah dan sebagian lagi akan di daur ulang menjadi barang yang bernilai ekonomis.

      Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:29
    Permalink

    SDN MARGOREJO 1
    Alhamdulillah pengolahan sampah di SDN Margorejo 1 sudah berjalan dengan lancar. Meskipun masih ada satu dua anak yang menggunakan plastik.
    Setiap hari Jumat anak-anak disuruh membawa minyak jelantah dan setiap hari Jumat selalu melaksanakan kegiatan JumBerling (Jumat bersih lingkungan) kegiatan ini menyangkut semua kegiatan bersih”. Ada sebagian anak yg tetap di dalam kelas untuk membersihkan kelas nya, ada juga yg dikirim ke halaman untuk membersihkan halaman sekolah. Kegiatan menyapu halaman, menanam tanaman, mengganti tanaman yang rusak dengan yg masih bagus, membersihkan daun” yg kering dan daun yg sudah gugur. Setiap hari Jumat sekolah kami selalu melaksanakan kegiatan NgoBar (ngosek bareng) kegiatan ini bergilir dan bergantian dari kelas 6 sampai 5
    Sekolah SDN Margorejo 1 setiap awal bulan selalu melakukan kegiatan BAZAR (sebulan sekali).
    SDN Marsaa! Bisa bisa bisa yes
    MARGOREJO 1..ZERO WASTE TERUSS!

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:32
    Permalink

    Nama saya Mahadiyyah dari SDN PAKIS 8
    Di sekolah saya SDN PAKIS 8 teman teman saya sudah tidak ada yang membawa kemasan plastik dari rumah karena sekolah saya termasuk sekolah Zero Waste, jika ada yang membawa sampah plastik maka akan di catat namanya dan jika sering mengulangi akan di panggil dan di nasehati oleh guru.
    Yang saya sukai dari kegiatan ini sekolah saya menjadi lebih bersih.

    Balas
    • Januari 28, 2020 pada 10:00
      Permalink

      Di sekolah kami SDN BENOWO 1 telah melakukan pengolahan sampah dengan baik. Seperti tersedianya tong-tong sampah sesuai jenisnya di tiap2 kelas. Setelah melalui pemilahan sampah tersebut, sampah2 organik akan dimasukkan ke takakura & biopori untuk menghasilkan pupuk kompos. Adanya kantin sehat yg sudah tidak menggunakan plastik sekali pakai. Setiap istirahat siswa siswi mengumpulkan sampah2 ke bak sampah besar.

      Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:35
    Permalink

    Sampah adalah masalah global yang perlu penanganan khusus. Di SDN Tanah Kalikedinding I/251 Surabaya pengolahan sampah dibedakan menjadi 2 yaitu sampah organik dan anorganik. Yang organik kita olah menjadi kompos melalui beberapa media yaitu komposter, tong aerob, takakura, dan biopori . Sedang yang non organik kita pilah sesuai jenisnya. Misalnya kaleng, botol plastik, kardus, minyak jelantah dan barang bekas lainnya. Semua sampah anorganik yang dapat kita olah menjadi kerajinan kita manfaatkan dengan baik. Yang tidak bisa kita oleh kita jual ke bank sampah kota Surabaya. Untuk bulan ini saja sudah ada tabungan sebesar Rp. 860.000,- di bank sampah Surabaya yang belum diambil.

    Nah sebenarnya sampah kalau kita ramut maka akan memghasilkan dana yang cukup besar. Inilah kegiatan yang sangat positif bagi generasi milenial. Untuk tahun 2019 kompos yang dapat dipanen adalah 800 Kg. Minyak jelantah yang terkumpul mencapai 1000 liter lebih.

    Semoga sekolah kalian sukse yaaa gaessss 💐💐💐💐💐

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:36
    Permalink

    Kami anak anak di SDN MARGOREJO 1
    sudah melakukan kegiatan JUMBERLING, MENGUMPULKAN JELANTAH DAN NGOBAR (ngosek bareng) di TOILET dengan baik dan rutin. apa itu JUMBERLING? JUMBERLING adalah jumat bersih lingkungan. SDN MARSA melakukan JUMBERLING dengan cara memetik daun daun kering, menanam tumbuhan TOGA, dan menyiram – nyiram tumbuhan. Setiap hari saat masuk kelas, anak anak yang bertugas piket pagi akan membersihkan kelas dengan menyapu dan mengepel.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:43
    Permalink

    Halo namaku Badar Iqbal dari SDN pakis 8. Pengolahan sampah organik di sekolahku dijadikan sebagai pupuk kompos, sekarang ini tim hidroponik disekolahku sedang memulai membuat kompos. Semoga kompos nya bisa bemanfaat bagi tanaman disekitar sekolahku.

    Balas
    • Januari 29, 2020 pada 09:08
      Permalink

      Salam bumi pasti lestari…..
      Tak terasa sudah , saya dan Tim Lingkungan Hidup SMPN 11 Surabaya melewati program Surabaya Eco School 2019. Kini saatnya saya dan Tim LH SMPN 11 siap bertarung pengelolaan lingkungan hidup sekaligus berwirausaha di bidang lingkungan hidup. Di SMPN 11 Surabaya, terdapat berbagai potensi yang bisa dimanfaatkan dan dikelola menjadi sebuah produk untuk setiap challenge Eco Preneur 2020 . Berbagai potensi itu adalah tanaman gingseng yang biasa kami kelola menjadi pentol , botok, mie gingseng dan lain lain, selain itu ada juga tanaman sinom untuk jamu sinom ala sprnxi, hasil tanaman hidroponik untuk es krim dan lele untuk pecel lele. Banyak sekali potensi yang bisa dimanfaatkan yang ada di SMPN 11 Surabaya.
      Dan dalam menjalani Eco Preneur ini , saya dan Tim LH SMPN 11 siap untuk mensukseskan dan menjadi unggulan dalam kompetisi “Eco Preneur 2020”
      Dan terima kasih banyak saya ucapkan kepada Dinas Pendidikan Surabaya dan Tunas Hijau Indonesia telah memberikan kesempatan bagi saya,Tim LH SMPN 11, dan sekolah kami untuk berlomba-lomba menuju kebaikan berbuah pahala untuk menyelamatkan alam dan berwirausaha di bidang lingkungan memanfaatkan berbagai potensi yang ada di SMPN 11 Surabaya.
      Kita hanyalah manusia yang tidak sempurna, yang selalu bergantung pada alam. Sehingga Tuhan menciptakan kita dari alam dan suatu saat kita juga akan kembali ke alam.

      Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:46
    Permalink

    Semua warga sekolah berperan aktif dalam mengolah sampah yang ada di sekolah.
    Sudah terbagi sesuai dengan pokja masing-masing.
    Masih ada satu dua anak yang masih belum aktif

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:47
    Permalink

    Selamat pagi gaesss……. Aza Karunia Ramadhani. Sekarang saya masih kelas 3A di SDN Tanah Kalikedinding I/251 Surabaya. Saya baru pertama kali ikut workshop ecopreneur ini. Saya sangat senang ikut kegiatan ini. Nah sekarang saya cerita tentang pengolahan sampah di sekolah saya. Banyak sampah dari daun-daun tanaman yang ada di sekolah di olah menjadi pupuk organik. Kami dibantu oleh gardener dan guru pembina linglungan. Kemudian setiap bulan kami mengumpulkan minyak jelantah atau kardus supaya tidak dibuang disembarang tempat. Untuk tahun ini ada kegiatan kelas zero waste. Yaitu kelas yang mengumpulkan minyak jelantah dan sampah organik terbanyak akan mendapat reward danbtentu saja kelasnya harus bebas dari sampah plastik atau sampah lainnya. Untuk kelas saya dapat mengumpulkan sampah anorganik sebanyak 30 liter minyak jelantah dan 53 kg kardus. Nah itulah program di sekolahku gaesss.

    Balas
    • Januari 28, 2020 pada 09:59
      Permalink

      Kegiatan horkshop ini sangat bermanfat sekali bagi anak” untuk menjadi pengusahan cilik yang sangat kompentensi

      Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:57
    Permalink

    Pengelolaan lingkungan di sekolah kami yaitu SDN KEDUNG COWEK 1 sudah berjalan namun untuk pengelolaan sampah sisa makanan masih belum optimal perlu di giatkan kembali

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 09:58
    Permalink

    Alhamdulillah kegiatan pengelolaan sampah di SDN Kedung Cowek 1/253 sudah berjalan khususnya pemilahan sampah non organik. Di sekolah kami ada program pengumpulan sampah kardus, buku bekas, dan botol plastik bekas setiap dua minggu sekali yaitu pekan ke 2 dan 4, kami juga memiliki program pengunpulan minyak horeng bekas setiap hari sabtu. Hasil dari pengelolaan sampah nonorganik kami gunakan sebagai modal kegiatan lingkungan di sekolah. Namun akhir-akhir ini pengelolaan sampah organik masih belum optimal dan perlu digiatkan kembali. Termasuk pengelolaan sampah sisa makanan maupun sampah daun.

    Balas
    • Januari 28, 2020 pada 10:14
      Permalink

      Sekolah kami saat ini bebas dari sampah plastik sekali pakai. jika kita membeli makanan di luar sekolah sampahnya tidak boleh memasuki area sekolah,membawa tumbler dan sampah harus di bawa pulang .

      Balas
  • Januari 28, 2020 pada 10:02
    Permalink

    Kegiatan horkshop ini sangat bermanfat sekali bagi anak” untuk menjadi pengusahan cilik yang sangat kompentensi

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 10:04
    Permalink

    Alhamdulillah sdn airlangga 1 surabaya telah mengolah sampah menjadi daur ulang yang sangat bermanfaat seperti botol botol bekas bisa di buat meja tempat untuk menaruh tanaman, dll. Ada juga pengolahan sampah dengan menggunakan takakura, setiap siswa membawa minyak jelantah dan seluruh siswa dan guru guru sudah membawa tumbler dan kotak makan setiap harinya. Sdn airlangga 1 surabaya juga sekolah yang sebagai bank sampah di sekitar sehingga sampah plastik yang ada dirumah dibawa ke sekolahan untuk di daur ulang. Okey itulah program program di sekolahan kami. Terima kasih

    Balas
    • Januari 29, 2020 pada 08:24
      Permalink

      Saya Herfansyah Putra Al Akbar perwakilan dari Tim TwosixJirowes. Alhamdulillah saya telah diberikan kesempatan untuk dapat mengikuti kegiatan workshop ecopreneur ini. Dengan adanya kegiatan ini, saya dan teman-teman yang lain dapat menambah pengetahuan tentang kewirausahaan ini. Kalau di sekolah kami sudah banyak sekali hal yang telah di ecopreneur-kan. Salah satu yang paling menarik ada abon mangga, di sekolah kami sangat banyak sekali pohon mangga, jadi dari beberapa organisasi dan juga bimbingan dari beberapa guru telah bekerja sama untuk membuat abon mangga tersebut. Abon mangga tersebut dapat digunakan sebagai camilan.

      Balas
  • Januari 28, 2020 pada 10:10
    Permalink

    Saya julio dari sdn Airlangga 1 di sekolahku terdapat kegiatan hidroponik dan tunas hijau dan itu bisa mengajarkan kita untuk lebih dekat dengan alam dan lingkungan sekitar terimah kasih

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 10:23
    Permalink

    Hi teman-teman nama saya Diva Nur Ainia. Hari ini saya akan menceritakan tentang pengolahan sampah di sekolah saya. Sekolah saya mempunyai Bank sampah. Bagaimana cara mengolah sampahnya?. Bank sampah mendapat botol plastik, kardus dan jelantah dari teman-teman , yang menemukan botol plastik dari sekitar rumahnya . Dari mana minyak jelantah nya?. Kita mendapatkannya dari teman-teman yang mengumpulkan minyak jelantah dari ibu nya. Kenapa kita mengumpulkan botol plastik, minyak jelantah dan kardus?. Dari pada merusak lingkungan, kenapa kita tidak menggunakan kembali sampah-sampah tersebut menjadi barang yg berguna dan menguntungkan? Bukankah lebih baik menggunakan kembali dari pada membuang. Jadi kita tidak boleh mencemari lingkungan dengan sampah-sampah kita. Sekian itu komentar saya tentang pengolahan sampah plastik. Terima kasih.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 12:51
    Permalink

    Nama Saya Aisyah Gendis D saya dari sekolah SDN DR SUTOMO 1 saya senang sekali karena adanya progam Tunas Hijau Eco Preneur karena bisa untuk mengajak semua masyarakat surabaya untuk tidak memakai sampah plastik.
    Sekolah saya sudah berusaha untuk tidak memakai sampah plastik lagi karena warga sekolah sudah akan apa akibatnya jika sampah plastik bisa merusak lingkungan alam.
    Salam bumi pasti lestari! Zero waste

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 12:52
    Permalink

    Hai teman2 nama saya Troy hermantoro putra saya adalah guru pembina program lingkungan hidup di SDN SUKOMANUNGGAL 3 Surabaya. Saya akan membagi pengalaman saya bersama tmn2 guru dan anak2 binaan saya dalam mengatasi samapah plastik di sekolah kami. Tak lepas dari peran para guru yang tidak ada hentinya menjelas kan tentang pentingnya zero waste karena dengan mengurangi menggunaan dan pembuangan sampah pelastik akan banyak manfaatnya seperti : meringan kan beban petugas kebersihan karena berkurang nya volume sampa di sekolah dan menyelamat kan bumi ini dari samapah yang tidak bisa di urai tersebut.
    Setiap hari akan selalu d ingat kan k anak2 agar tidak membeli makanan berkemasan pelastik d luar sekolah, wajib membawah tumbler dan tepak makan k sekolah, kantin sekolah hanya melayani anak2 yang membawa tumbler n tepak makan, kantin sekolah kami tidak menggunakan makanan2 dan minuman berkemasan. Dan Alahamdulillah sekolah kami mendapat penghargaan zero waste dari tunas hijau pada tahun 2019. Sekian cerita dari saya semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

    Balas
  • Januari 28, 2020 pada 13:11
    Permalink

    Haloo… Nama saya Kirana dari SDN Medokan Ayu I/270 Rungkut Surabaya. Teman-teman, di sekolahku sampah telah berusaha di tangani. Yaitu dengan dipilah antara Sampah organik dan anorganik. Sampah yang organik berusaha diolah menjadi kompos. Sampah anorganik yang berupa botol dikumpulkan oleh Pokja Sampah.
    Selain itu, setiap hari jumat teman-teman ku dengan sukarela dan penuh kesadaran membawa botol plastik, kardus bekas dan jelantah sisa penggorengan. Ini dimaksudkan agar kita tidak membuang sampah sembarangan. Program ini telah berlaku lama kurang lebih setengah tahun yang lalu. Barang-barang bekas tersebut setelah terkumpul akan kita jual pada pengepul dan hasilnya digunakan untuk santunan pendidikan teman-teman ku yang kurang mampu.
    Alhasil, program ini telah berjalan. Tetapi yang menjadi masalah kita belum memiliki tempat penyimpanan khusus barang-barang tersebut. Sehingga ketika pengepul belum datang tumpukan barang-barang tersebut akan menjadi pemandangan baru yang kurang sedap di mata.

    Balas
    • Januari 29, 2020 pada 08:13
      Permalink

      Saya mochammad salah satu perwakilan dari tim #twosixjirowes . sedang melakukan kegiatan workshop ecoprenuer di smpn 12 surabaya,
      Tim #twosixjirowes melakukan banya kegiatan lingkungan salah satunya mengolah sampah organik maupun an organik ,sampah organik dan food waste kita olah jadi pupuk organik yang hasil panennya kita jual dan disebarkan di tanaman area sekolah.sedangkan sampah an organik kita olah jadi beragam kerajinan seperti kertas kita olah jadi mawar harapan untuk kita jual saat event tertentu,minyak jelantah kita olah jadi sabun mijel dan lilin mijel.kita juga mengolah hasil panen tanaman kita disekolah seperti mangga yang kita olah jadi abon mangga maupun jus atau manisan mangga.jika kita hanya mengolah isinya saja tidak sampah akhirnya itu bukan suatu hal yang keren tapi sangat pecundang,kita berharap apa yang kita lakukan menjadi hadiah bagi bumi kita tercinta.

      Balas
  • Januari 29, 2020 pada 08:07
    Permalink

    Alhamdulillah.. Semangat Twosix Jirowes dalam melakukan pengolahan sampah saat ini semakin membara! Kami meminimalisir sampah, mengolah yang ada dan kami juga sangat berusaha berwirausaha dalam penjualan produk hasil olahan sampah. Thx for Tunas Hijau! Tetap semangat melakukan aksi untuk bumi tercinta💚

    Balas
  • Januari 29, 2020 pada 08:28
    Permalink

    Assalamualaikum,
    Saya Keysha dari SMP Negeri 11 Surabaya, saya juga mengikuti kegiatan workshop eco preneur 2020 di SMP Negeri 12 Surabaya. Dinamika pengelolaan di lingkungan sekolah saya adalah pemilihan limbah organik maupun anorganik, pengumpulan minyak jelantah, mendaur ulang kertas, mengumpulkan sampah pasar untuk komposter, pengelolaan limbah oleh seluruh warga di SMP Negeri 11 Surabaya.

    Balas
  • Januari 29, 2020 pada 08:32
    Permalink

    Assalamualaikum Wr.Wb perkenalkan nama saya Adam Permana Sigid dari SMPN 11 Surabaya.
    Dinamika pengololahan di lingkungan sekolah saya adalah pemilihan sampah organik dan anorganik, pengumpulan jelantah, pengolahan limbah organik seperti kompos, mendaur ulang kertas yang tidak dipakai,grebek pasar dll. Pengololaan lingkungan melibatkan seluruh warga sekolah yaitu diantaranya guru, siswa,orang tua,terutama juga osis dan tim lingkungan hidup.

    Sekian dari saya
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Balas
  • Januari 29, 2020 pada 08:32
    Permalink

    Assalamualaikum Wr.Wb perkenalkan nama saya Abiyyu Akhromahu Bilhuda dari SMPN 11 Surabaya. Dinamika Pengelolaan Di lingkungan sekolah saya adalah Pemilahan Sampah Organik Dan Anorganik , Pengumpulan Jelantah, Pengelolaan limbah organik seperti kompos,Mendaur ulang kertas yang tdk dipakai ,Grebek Pasar dll. Pengolahan lingkungan melibatkan seluruh Warga Sekolah yaitu diantaranya Guru ,Siswa Dan Orang Tua, Terutamanya Juga Osis Dan Tim Lingkungan Hidup.

    Setiap Hari senin sekolah saya membawa Sampah Pasar dari hasil grebek pasar dengan Orang tua, Setiap Hari jumat membawa Sampah Kering / Minyak Jelantah. Kemudian Sampah Kering Yg dikumpulkan akan dipilah dan dijual ke pengepul. Dan Hasil penjualan akan digunakan sebagai aksi lingkungan.

    Sekian Dari Saya Terimakasih
    Wassalamualaikum Wr.Wb

    Balas
  • Januari 29, 2020 pada 08:33
    Permalink

    Pengolahan sampah di SMPN 11 Surabaya terus dilakukan. .Pengolahan sampah melibatkan semua warga sekolah. Tidak hanya siswa namun juga melibatkan orang tua siswa.
    .
    Sampah kering dan minyak jelantah ada jadwal rutin , dua Minggu sekali saat Jumat bersih.

    Sementara sampah organik diolah dengan sampah pasar. Grebek pasar melibatkan semua siswa dan orang tua di pasar dekat tempat tinggal mereka.
    Suka dukanya.
    Untuk sampah daun memerlukan waktu yang lama.
    Sampah kering kertas kita olah menjadi kertas daur ulang
    Untuk jenis plastik kita jual untuk menunjang kegiatan lingkungan.

    Balas
  • Januari 29, 2020 pada 08:53
    Permalink

    Kalau disekolah saya kegiatan menglah sampah, dimulai dari memilah sampah oraganik dan non organik. Untuk sampah oraganik kita olah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah non organiknya kita kumpulkan di bank sampah, seperti koran, kardus, minyak jelantah dll. Pengumpulan tersebut tidak hanya kami lakukan di lingkungan sekolah saja, tapi kita juga melakukannya di luar lingkungan sekolah juga. Korannya biasanya akan kami jadikan mawar harapan, sedangkan minyak jelantahnya kami olah menjadi menjadi lilin dan sabun dari minyak jelantah.

    Balas
  • Januari 29, 2020 pada 09:42
    Permalink

    Selamat pagi semua…
    Perkenalkan nama saya mourine dari SMPN 61 surabaya. Menurut saya kegiatan workshop hari ini sangat bermanfaat karena kita bisa lebih mengerti tentang menjual jelantah,pemisahan kertas,dan lain-lain.

    Disekolah kami sering melakukan grebek pasar, pengumpulan minyak jelantah,pemilahan kertas,takakura,hidroponik.

    Kami biasanya melakukan pengumpulan minyak jelantah seminggu sekali, lalu kami menjual nya ke bank sampah. Lalu kami juga grebek pasar untuk mengambil sisa bahan makanan dan mengelolahnya menjadi pupuk kompos.

    Sekian dari saya terima kasih
    Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

    Balas
  • Januari 29, 2020 pada 11:33
    Permalink

    Selamat pagi semua,salam bumi pasi lestari🍀

    Perkenalkan nama saya Ananda Maulana dari SMPN 28 SURABAYA.Menurut saya workshop ini sangat bermanfaat karena kita bisa belajar lebih dalam tentang wirausaha yang berbasis ramah lingkungan.

    Kami biasanya setiap seminggu sekali tepatnya pada hari jumat melakukan pengumpulkan minyak jelantah dan kertas kertas bekas tidak terpakai untuk didaur ulang dan dijual,yang minyak jelantah akan kita jual ke bank sampah yang kertas akan kita olah menjadi kertas baru lagi.Kita juga biasanya mengumpulkan bahan sisa makanan yang ada dikantin dan mengolahnya menjadi pupuk kompos.

    Sekian dari saya kurang lebihnya mohon maaf,terimakasih.

    Balas
  • Januari 30, 2020 pada 17:56
    Permalink

    Dinamika pengolahan sampah di SDN Rungkut Menanggal 1/582 Surabaya yaitu sudah dilakukan pengolahan sampah organik dan non organik. Pengolahan sampah organik diproses menjadi pupuk pada Takakura (untuk sampah sisa makanan dan sayuran), Biopori (untuk sampah daun dan sisa sayuran), dan Komposter Aerob (untuk sampah daun dan sisa sayuran). Pengolahan sampah non organik, setelah sampah non organik di kumpulkan di Bank Sampah sekolah kemudian dipilah untuk dijadikan barang layak pakai dan layak jual, untuk sampah yang tidak dapat digunakan untuk bahan kerajinan dijual ke Bank Sampah Induk Kota Surabaya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *