Dino Avrillian Woko Syahputra, Runner-up 1 Pangeran LH 2019 SD

Sampah plastik menjadi masalah global masyarakat di seluruh dunia. Banyaknya sampah plastik yang dihasilkan masyarakat di sekitar, mengundang keprihatinan siswa SDN Banyu Urip III Surabaya. Dia pun menggagas cara unik yang bisa dilakukan untuk menjadikan sampah plastik sebagai pengganti isian boneka. 

Dino Avrillian Woko Syahputra, nama siswa itu. Pada Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 itu dia terpilih sebagai Runner-up 1 Pangeran Lingkungan Hidup 2019 SD. Penganugerahan itu diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya, serta didukung oleh PT Dharma Lautan Utama dan Hotel Mercure Grand Mirama. 

Pada penganugerahan itu, Dino membuat proyek EDO, yaitu Eco Doll. EDO ini adalah boneka yang tidak lagi diisi dakron. “EDO atau Eco Doll proyek saya adalah boneka yang tidak lagi diisi dakron atau kapas, tetapi diisi dengan sampah plastik,” ujar Dino Avrillian Woko Syahputra. 

Beberapa EDO atau Eco Doll yang tidak berisi dakron atau kapas, melainkan sampah plastik

Proyek itu bermula saat Dino melihat banyaknya sampah plastik di perairan Indonesia. “Sampah plastik juga terus banyak menghiasi kawasan pesisir. Tidak terkecuali pesisir Kenjeran, Kota Surabaya. Termasuk juga di Tambak Wedi,” terang Dino, siswa kelas 6 ini.

Dino juga sering mendapati sampah plastik di saluran air dan sungai di sekitarnya. “Sampah plastik yang di pesisir itu sebelumnya dibawa melalui aliran air sungai. Sekeliling rumah dan sekolah juga masih banyak sampah plastik,” terang Dino.

Namun, Dino menyadari bahwa menggunakan sampah plastik untuk bahan Eco Doll karyanya bukanlah solusi utama mengolah sampah. “Pengolahan sampah plastik harus diawali dengan meminimalkan produksi sampah plastik,” kata siswa SDN Banyu Urip III ini.

Diantara cara meminimalkan produksi sampah plastik, menurut Dino, adalah selalu membawa dan menggunakan tumbler untuk wadah minuman. “Setiap kali membeli minuman sebaiknya menggunakan tumbler yang kita bawa. Hindari juga minum menggunakan sedotan plastik,” saran Dino Avrillian Woko Syahputra.

Upaya meminimalkan sampah plastik juga terus digeloran oleh Dino kepada warga SDN Banyu Urip III. “Di sekolah saya juga sudah tidak lagi menggunakan wadah makanan dan minuman dari plastik sekali pakai,” kata Dino. Dia juga terus mengajak adik kelasnya untuk membiasakan membawa tumbler dan menghindari konsumsi makanan berkemasan plastik sekali pakai.

Penulis: Shovi Audinia Hardiyanti

Penyunting: Mochamad Zamroni

Fotografer: Richi Razak 

28 thoughts on “Dino Avrillian Woko Syahputra, Runner-up 1 Pangeran LH 2019 SD

  • Maret 29, 2020 pada 17:28
    Permalink

    Saya sangat setuju dengan mengolah sampah plastik untuk sesuatu yg berguna agar kota kita menjadi bersih dan tdk tercemar dgn sampah plastik

    Balas
  • Maret 29, 2020 pada 17:28
    Permalink

    Nama : Sabrina Khanza Dewi
    Asal sekolah : SDN Kaliasin 1 Surabaya
    No. Peserta : 410
    Proyek : Penghijauan Di Lahan Sempit
    Wah ternyata bisa ya membuat boneka dengan isi dalam sampah plastik, baru tahu saya.
    Oh iya saya juga sudah melakukan aksi yang sama, seperti membawa kotak makan dan tumbler sendiri kesekolah, membeli minuman menggunakan botol sendiri / Tumbler, dan juga pergi berbelanja menggunakan kantong belanjaan sendiri. Ini adalah beberapa contoh kegiatan yang bisa saya lakukan bersama dengan keluarga saya. Sekian dulu dari saya.

    Balas
    • Maret 29, 2020 pada 18:04
      Permalink

      Nama:kinaryoshi qaidah ufairah
      Asal sekolah:sdn sawahan VI/343 sby
      No peserta:246
      Proyek saya mengenai teknik budidaya ikan dengan aquaponik.
      Saya kagum dengan aksi kak dino dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi olahan yg bermanfaat..seperti proyek sy jga..sy jga memakai sampah anorganik seperti botol bekas dan gelas bekas yg sy jadikan tempat pengganti netpot..dan menggunakan lahan tembok sebelah rmah menjadi tmpat utk tanaman hidroponik sy..sy sllau membawa tepak makan dan tumbler dsekolah tak lupa jga kalau berpergian bersama keluarga..dan sllau zerowaste?salam bumi pasti lestari?

      Balas
    • Maret 29, 2020 pada 18:31
      Permalink

      Nama:Filzah Putri Naraya
      Sekolah:SDN Kaliasin 7 Surabaya
      No. Peserta 68
      Proyek saya Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang yang Berguna.
      Wah kak Dino selamat ya,ean semoga sukses selalu y kak, teruskan ya.

      Balas
    • Maret 29, 2020 pada 20:22
      Permalink

      Nama : Psa Agustin Maheswari
      Asal Sekolah : SDN Dukuh Menanggal 1/424
      Nomor Peserta : 34
      Nama Proyek : MASKISANG ( Masker Kulit Pisang)

      Menarik sekali kakak artikel ini, karena itu juga yang saya lakukan di hari hari saya. Hal ini sesuai dengan program R3, diantaranya adalah Reduce yakni kegiatan mengurangi sampah dengan jalan :
      1. Selalu memakai tupper ware ketika membeli makanan
      2. Selalu membawa tumbler minum
      3. Selalu membawa tas ramah lingkungan ketika belanja bahan pokok
      4. Selalu mensosialisasikan bahaya nya sampah plastik
      Demi bumi selalu lestari…… ?
      Demi bumi selalu hijau…. ?
      Mari kita galaknya gerakan Reduce… ???

      Balas
    • Maret 29, 2020 pada 22:20
      Permalink

      Saya sangat mensetujui proyek kakak supaya bumi kita tidak tercemari oleh plastik dan plastik tersebut diolah menjadi barang yang lebih berguna.
      Semangat kak untuk mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna.

      Balas
  • Maret 29, 2020 pada 17:29
    Permalink

    Perkenalkan aku Niken Octaria Sidabalok dari SDN Kaliasin 1 No. Peserta 490 Proyek Pengelolaan sampah organic. Saya adalah peserta Puteri lingkungan hidup. Saya kagum dengan kak Dino. Semangatnya untuk menyayangi bumi dan menjadi pangeran lingkungan hidup tidak ada yang dapat menandungi. Ia berusaha untuk membasmi plastik dari bumi. Pesanku buat kak Dino: “Jangan berybah. Tetaplah menjadi kak Dino yang menyayangi lingkungan dan menyayangi bumi. Saya mendukung 100% supaya kamu tidak berhenti begitu saja. I’m know you can do it??.”

    Balas
  • Maret 29, 2020 pada 17:38
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.
    Saya sangat kagum dengan kak Dino yang memanfaatankan sampah plastik sebagai pengganti dakron atau kapas untuk isi dari EDO atau Eco Doll.
    Salam Bumi Pasti Lestari.

    Balas
  • Maret 29, 2020 pada 17:43
    Permalink

    Nama: ELVINA AILSHA HAYYU VERONICA
    No.urut: 66
    Dari SDN KALIASIN 7

    JUDUL PROYEK SAYA
    “PEMANFAATAN SAMPAH NON ORGANIK MENJADI SESUATU YANG BERGUNA”

    Sangat Kreatif dan Inovatif.
    Dapat menjadi motifasi saya dan siswa lain,untuk selalu mencintai dan peduli terhadap kelestarian Lingkungan. Salah satunya dengan selalu mengurangi penggunaan sampah plastik atau mendaur ulang sampah.
    Ayoo…saatnya kita Diet Plastik
    Saatnya Mendaur Ulang Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna
    Ingat Sampah Bisa menjadi Rupiah loo…

    SALAM BUMI PASTI LESTARI…!!!
    SAATNYA NO PLASTIK…!!!
    SELALU ZERO WASTE…!!!

    Balas
    • Maret 29, 2020 pada 22:21
      Permalink

      Saya sangat mensetujui proyek kakak supaya bumi kita tidak tercemari oleh plastik dan plastik tersebut diolah menjadi barang yang lebih berguna.
      Semangat kak untuk mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna.Dan juga hasil yang sudah kakak buat jangan lupa untuk dibagikan ke semua warga ya?

      Balas
  • Maret 29, 2020 pada 17:59
    Permalink

    Nama: Kayla Beby Azari
    No peserta:70
    Asal sekolah: SDN kaliasin 7 Surabaya
    Judul proyek saya adalah pemanfaatan tas kresek menjadi bunga hias.
    Tetap semangat ya kak Dino dan pantang menyerah kak Dino.
    Zero waste terus ???
    SALAM BUMI PASTI LESTARI ???

    Balas
  • Maret 29, 2020 pada 18:00
    Permalink

    Wah,sangat menarik sekali proyek kak Dino,aku jadi ingin mencoba membuatnya. Tadinya aku membuat boneka tangan dari flanel dan dakron,tapi setelah membaca kisah kak Dino aku jadi lebih bersemangat lagi untuk mengikuti kegiatan pangeran putri lingkungan hidup seleksi 3,karena di sini aku mendapatkan banyak pengetahuan dan ilmu tentang lingkungan hidup,aku akan mempraktekkan membuat boneka tangan dari plastik juga dan menginformasikan kepada saudara dan teman teman untuk tidak membeli makanan yang berkemasan plastik sekali pakai..dan menggunakan sedotan yg bisa di pakai berulang ulang…terima kasih kakak karena sudah menginspirasi kegiatanku..semoga bumi ini semakin hijau lestari.

    Balas
  • Maret 29, 2020 pada 18:08
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla Wahyu Setiawan
    Sekolah : SDN Pakis V
    No. Peserta : 194
    Proyek : Dari Kertas Bekas Disulap Menjadi Buku Catatan.

    Saya sangat kagum dengan kak Dino, sebab mempunyai sebuah ide yang sebelumnya tidak terpikir, yaitu mengganti isi boneka (kapas) dengan sampah plastik. Membeli minuman juga membawa Tumbler sendiri dan tidak menggunakan sedotan. Itu harus kita contoh…

    Kita harus bisa seperti kak Dino yang melestarikan lingkungan dengan cara menghindari sampah plastik. Dengan berkurangnya sampah plastik lingkungan kita menjadi asri, sejuk, dan bersih??.
    Serta bumi kita menjadi hijau kembali dan bebas dari sampah.
    Salam bumi? pasti lestari?.

    Balas
  • Maret 29, 2020 pada 18:34
    Permalink

    Nama: Archie Rahadian Muhammad
    Asal sekolah: SMP Negeri 61 Surabaya
    No. Peserta: 177
    Judul proyek saya adalah Pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya TOGA.
    Memang betul sampah plastik tidak dapat diurai/susah diurai. Saya harap Dino bisa terus berjuang mengurangi sampah plastik dan saya akan membantu mengurangi sampah plastik seperti sobat Dino saya akan juga membantu mengurangi sampah plastik
    Seperti yang saya lakukan saat ini jika saya menjumpai plastik saya masukan botol mineral bekas untuk dijadikan ecobrick.
    Tapi jangan lupa kalau ada lahan di rumah bertanam TOGA yaaa….
    SAMPAH PLASTIK BRANTAS PLASTIK
    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    ZERO WASTE TERUS

    Balas
    • Maret 29, 2020 pada 20:25
      Permalink

      Nama:RINO DWI NUR CAHYA
      Sekolah:SDN GUBENG 1
      No:51
      Proyek:MENANAM TANAMAN
      Ayo kawan kita mengurai sampah plastik dengan cara memakai tambler dan tepak makan.Ibu saya jualan es tidak memakai plasti tetapi memakai gelas dan saya kalau jajan di luar saat waktu istirahat saya tidak memakai plasti saya memakai tepak makan.Di sekolah saya juga melarang masuk dengan membawa plastik.Kalau saya pada waktu membeli roti di supermarket saya selalu membawa tas untuk tidak memakai plastik.

      JANGAN LUPA TIDAK MEMAKAI SAMPAH PLASTIK.PAKAILAH TEPAK MAKAN,TAMBLER,DAN TAS UNTUK BELANJA.TERIMAH KASIH

      Balas
  • Maret 29, 2020 pada 18:39
    Permalink

    NAMA : ELVINA AILSHA HAYYU
    NO : 66
    SDN KALIASIN VII/286

    PROYEK SAYA
    ” PEMANFAATAN SAMPAH NON ORGANIK MENJADI SESUATU YANG BERGUNA”

    Sangar kreatif dan inovatif. Dapat menjadi motivasi saya dan teman teman lain, untuk selalu mencintai, peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup. Selain itu selalu mengurangi penggunaan sampah plastik yang sulit di urai..juga rajin mendaur ulang sampah, menjadi sesuatu yabg berguna, ataupun menjual ke bank sampah.
    …Saatnya Diet Plastic…
    SALAM BUMI PASTI LESTARI…!!!
    SELALU ZERO WASTE…!!!

    INGAT DULUNYA SAMPAH SEKARANG MENJADI RUPIAH…

    Balas
  • Maret 29, 2020 pada 18:46
    Permalink

    NAMA : ELVINA AILSHA HAYYU
    NO. URUT : 66
    SDN KALIASIM VII/286

    PROYEK SAYA
    ” PEMANFAATAN SAMPAH NON ORGANIK MENJADI SESUATU YANG BERGUNA”

    Sangat kreatif dan sangat inovatif. Dapat menjadi motivasi saya dan teman teman lain untuk selalu mencintai terhadap kelestarian lingkungan hidup. Dengan cara mengurangi penggunaan plastik, ataupun mendaur ulang sampah non organik menjadi sesuatu yang berguna. Atau bisa juga dijual ke bank sampah.

    Saatnya Diet Plastik ..

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    SELALU ZERO WASTE

    Balas
    • Maret 29, 2020 pada 18:54
      Permalink

      Nama : Najwa Almira Salsabila
      Sekolah : SDN RANGKAH 1 SBY
      No. Peserta : 234
      Proyek Lingk : Budidaya Ginseng Jawa
      Mengenai masalah sampah plastik bisa kita kurangi dengan memakai tumbler dan kotak bekal yang bisa dipakai berkali-kali, menggunakan tas belanja sendiri dari bahan ramah lingkungan, memakai sedotan stainless, dll. Usaha kak Dino utk mengurangi sampah sangat menginspirasi. Semangaatt ?

      Balas
    • Maret 29, 2020 pada 22:21
      Permalink

      Nama : Dimas Dwi Pangestu
      Sekolah :SDN RANGKAH 1 SBY
      No peserta : 169
      Suatu ide yang patut di banggakan dan di tiru untuk generasi penerus, sebab tanpa kita- kita yang perduli dengan lingkungan siapa lagi???Ayo kita giatkan program 3R (reduce/ mengurangi),(reuse/menggunakan kembali),(recycle/mendaur ulang sampah)
      Mari kita sukseskan keluarga zero waste??

      Balas
  • Maret 29, 2020 pada 19:52
    Permalink

    Nama : NAUFAL ARIF RAMADHAN
    NO PESERTA :83
    Asal sekolah : SDN KAPASAN v/ 147
    Proyek : BERWIRAUSAHA DENGAN mengumpulkan minyak jelantah
    Mengenai sampah plastik yg menjadi masalah orang.diseluruh dunia yg harus kita kurangi dengan cara membeli makanan dengan membawa tempat makan sendiri .kita juga membiasakan kalau belanja disupermarket membeli.produk.yg lebih.besar.AGAR.sampah.tidak.menumpuk.dan.membawa tas ramah lingkungan.Karena.sampah plastik.tidak.bisa.diurai di tanah apalagi kalau makanan panas.yg dimasukan.plastik.itu berbahaya karena.tercampur.zat.yg berbahaya bagi.tubuh …apalagi.kalau terkena.arus terus terbawa air.biota laut.pasti.terkena.imbasnya..contohnya:penyu memakan sampah plastik dikira makanan ternyata sampah plastik.selain.sampah plastik kurangilah.penggunaan.sedotan sterefoam dgn.mengganti.yg bisa dipakai berulang ulang kali.dan.ramah lingkungan:contohnya:sedotan.dari.bambu/stainles,atau memakai.tempat makan.Untuk.pengganti sterefoam dan.plastik…
    MARILAH KITA MENJAGA BUMI KITA
    SALAM.BUMI PASTI.LESTARI
    SEKIAN DARI.PENJELASAN.SAYA KURANG LEBIHNYA MOHON.MAAF
    ASSALAMUALAIKUM wr.WB
    SALAM hangat :
    NAUFAL JR DARI.SDN.KAPASAN V/147

    Balas
  • Maret 29, 2020 pada 23:07
    Permalink

    Nama : Marsyanda Dewi Cinta Maharani
    No.Peserta : 382
    Sekolah : SDN Banyu Urip III
    Proyek : Dalang Botbe Tutol Kaper ( daur ulang botol bekas, tutp botol, kain perca )

    mengenai sampah plastik yang dapat merusak keseimbangan alam ayo kita bersama sama mendaur ulang sampah plastik yg menjadi masalah untuk bumi hal kecil dan remeh seperti ini dapat menyelamatkan bumi kita jika di lakukan secara bersama sama.

    Contoh kegitan yg dapat menyelamatkan bumi kita :
    – menjadikan sampah plastik menjadi karya yang bermanfaat dan mamiliki nilai jual
    -penghijauan di lahan sempit
    -tidak membuang sampah sembarangan
    -tidak mengkonsumsi sampah plastik yang sekali pakai dan juga membawa tumbler dan tempat makan kemana pun dan kapan pun

    yuk bersama sama kita selamatkan bumi kita ini dari sampah plastik. nyampah plastik iku ora asik

    Salam Bumi Pasti Lestari ??

    Balas
  • Maret 30, 2020 pada 13:24
    Permalink

    Nama=Nesya Indah Sasi Kirana
    Sekolah=SDN NGAGEL1
    No.peserta=454
    Proyek=Simol

    Sangat keren sekali.
    Betul-betul menginspirasi aku.
    Aku baru mulai mendaur ulang botol plastik untuk dijadikan pot.
    Insyaallah pelan-pelan aku akan mengikuti jejak kak Dino.

    SALAM BUMI……PASTI LESTARI??

    ZERO…ZERO WASTE???

    Balas
  • Maret 30, 2020 pada 14:04
    Permalink

    Nama : ryendra wahyu Dhewanata Iswanto
    Sekolah : SDN Gubeng 1
    No Peserta : 53
    Proyek : mengolah kembali sampah plastik
    Saya sangat setuju dengan mengolah sampah plastik untuk sesuatu yg berguna agar kota kita menjadi bersih dan tdk tercemar dgn sampah plastik

    Balas
  • Maret 30, 2020 pada 15:02
    Permalink

    Nama: Achmad Faiz Dany Ramadhan
    No peserta:79
    Asal sekolah: SDN kapasan V
    Proyek: Daur ulang samapah bungkus menjadi tempat pensil
    Assalamualaikum wr wb
    Wahh kak Doni sangat kreatif sekali dalam mengurang sampah plastik. saya salut sama kakak. Insyaallah saya akan mencoba membuat daur ulang seperti kak Doni. Tetap semangat ya kak Doni dan peserta yg mengikuti pangput di tahun ini walaupun ada yg tidak lolos di sleksi dua ini bagi yg tidak lolos tetap jaga lingkungan kita bersama sama
    I Love You yg sudah menjaga lingkungan denga baik
    Awali semua dengan Bismillah
    Dan Akhiri semua dengan Alhamdulillah

    Salam hangat
    Achmad Faiz Dany Ramadhan
    Dari SDN kapasan V dan jangan lupa follow Instagram aku Faiz. Dany.79
    Aku sangat bangga terhadap kalian
    Saya akhiri dengan
    Wassalamu’alaikum wr wb
    Goodbye

    Balas
  • Maret 30, 2020 pada 16:21
    Permalink

    Nama: Nada Auliya Mu’tanaroh
    Asal sekolah: SDN Wonokusumo V/44
    No peserta: 292
    Judul proyek: Samitah (Sabun Minyak Jelantah)
    Saya kagum dengan karya kakak untuk mengurangi sampah plastik.
    Kita juga harus mengoperasionalkan kekereativan utuk meminimalisir penggunaan plastik yang semakin pesat.
    Saya juga sudah berupaya mebatasi penggunaan plastik dengan menggunakan tumbler dan tepak makan sendiri untuk membeli makanan.
    Sebagai pelajar bangsa mari kita bersatu dengan segenap kekreativan membebaskan bumi dari sampah plastik.
    Spirit teman teman! Zero Waste?! Save earth?!

    Balas
  • Maret 30, 2020 pada 22:36
    Permalink

    Nama:Naylendra wibianshah
    Sekolah:SDN Pakis V Surabaya
    No. Peserta:143
    Judul program:Bank sampah plastik
    Proyek kak dino sangat cemerlang . Yang dimana boneka yang berisi kapas berubah berisi plastik , sehingga penggunaan kapas berkurang dan menumpuknya sampah plastik berkurang

    Balas
  • Maret 31, 2020 pada 08:57
    Permalink

    Nama : Athaya Khansaa Aurelia
    No pangput : 482
    Sekolah : SDN Medokan Ayu II / 615 Surabaya
    Proyek : jahe si hangat, nikmat, berkhasiat
    Ig : athayaka264
    Saya sangat setuju, untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Yuk bawa tumbler dan tempat makan saat kita berpergian untuk meminimalkan penggunaan sampah plastik sekali pakai. Itu untuk kebersihan lingkungan kita.
    Salam zero waste, salam bumi pasti lestari

    Balas
  • April 18, 2020 pada 18:44
    Permalink

    mengurangi limbah plastik dengan memanfaatkan plastik tersebut menjadi barang yang lebih bermanfaat. yuk kita kurangi sampah plastik agar bumi kita tetap lestari.
    salam bumi pasti lestari

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *