Jovita Yumnasybila Inkeputri, Finalis Puteri Lingkungan Hidup 2019

Siswa SDN Kaliasin I Surabaya ini termasuk anak yang awalnya tidak suka dengan buah terong. Dia kemudian membudidayakan tanaman terong di pekarangan rumah dan sekolah. Dia pun membuah variasi olahan buah terong menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak seusianya. Jovita Yumnasybila Inkeputri, namanya.

Dengan proyek budidaya tanaman terong yang dia laksanakan lebih dari 6 bulan, banyak yang sudah dihasilkan. “Saya sudah menanam dan membagikan sekitar 150 tanaman terong selama 6 bulan. Saya juga berhasil menjual sekitar 200 produk olahan terong,” kata siswa kelas 5 SDN Kaliasin I Surabaya ini.

Dari penjualan sekitar 200 produk olahan terong itu, dia mendapatkan penghasilan sekitar Rp. 650.000. “Produk olahan terong olahan saya banyak dipesan untuk snack box ulang tahun teman adik saya. Banyak juga yang repeat order karena ternyata anak-anak suka olahan terong saya,” terang siswa yang tinggal di Jl. Raya Bendul Merisi ini.

Jovita menjelaskan bahwa di antara alasannya melaksanakan proyek budidaya tanaman terong ini adalah banyaknya khasiat dan manfaat dari terong. “Saya juga ingin mengajak masyarakat, utamanya anak-anak untuk lebih menyukai terong dan membudidayakannya,” kata Jovita yang lahir di Surabaya, 26 Mei 2009. 

Jovita bersama adiknya saat tanam pohon di tanggul Bosem Wonorejo Surabaya, 5 Januari 2020. Kedua orang tuanya selalu ikut serta

Di antara khasiat terong, khususnya terong ungu, adalah membantu mengurangi risiko munculnya penyakit jantung, mampu mengontrol kadar gula darah, menurunkan berat badan, membantu mencegah kanker, menjaga kadar kolesterol, menjaga kesehatan hati dan menjaga kesehatan otak.

Bagi Jovita, proyek budidaya tanaman terong ini juga untuk memberikan solusi kepada masyarakat agar tetap bisa menghijaukan sekitar tempat tinggal meskipun minim pekarangan. “Budidaya tanaman terong bisa dilakukan dengan tanbulampot atau tanaman buah dalam pot atau polibag,” terang penghobi menari, menggambar dan membaca ini.

Banyak yang sudah dilakukan Jovita dalam proyeknya ini. Di antaranya, melakukan sosialisasi manfaat budidaya terong kepada banyak orang. “Saya sering sosialisasi kepada masyarakat dengan menggunakan komik yang saya buat,” tutur Jovita Yumnasybila Inkeputri. 

Dia juga sering mengajak warga sekitarnya menanam bersama. Bagi-bagi biji atau benih tanaman terong juga sering dia lakukan. “Saya minta warga yang menerima benih tanaman terong di pekarangannya,” katanya.

Jovita bersama adik dan kedua orang tuanya, serta guru pembina lingkungan SDN Kaliasin I saat diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini di kediamannya

Varian olahan makanan berbahan terong yang berhasil dibuat Jovita dibantu mamanya adalah brownies terong lumer, muffin terong, eskrim terong, makaroni schotel terong dan lasagna terong. “Untuk pemasaran online biasanya saya lakukan melalui akun instagram @dapur_lezat_mamajo,” terang Jovita.

Penulis: Mochamad Zamroni

Satu tanggapan untuk “Jovita Yumnasybila Inkeputri, Finalis Puteri Lingkungan Hidup 2019

  • Maret 29, 2020 pada 11:08
    Permalink

    Terimakasih banyak Tunas Hijau.. banyak sekali ilmu dan pengetahuan baru dibidang Lingkungan Hidup yang saya dapatkan..

    Semoga sukses selalu untuk Tunas Hijau dan kakak-kakak pembina semuanya.. 😊🤗🤗🙏🙏

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *