Ni Nyoman Gayatri Larasita Dewadata, Puteri “Aloevera” 2019

Ni Nyoman Gayatri Larasita Dewadata, atau yang akrab disapa Laras, ialah sosok siswa yang pantang menyerah. Pada Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2018, dia menjadi finalis puteri lingkungan hidup 2018 SMP. 

Setahun kemudian, dengan proyek lingkungan yang sama, yaitu Adopsi Kampung Daya (Lidah Buaya), dia berhasil meraih Runner-up 2 (juara III) Puteri Lingkungan Hidup 2019 SMP. Kampung Wiguna Tengah Surabaya menjadi kampung utama yang dia adopsi untuk budidaya tanaman aloevera atau lidah buaya. 

Dalam proyek itu, Laras mengajak seluruh warga kampung untuk budidaya tanaman aloevera atau lidah buaya. Dia juga mengajak masyarakat kampung itu untuk memanfaatkan tanaman alovera itu dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya sosialisasi aloevera kepada 1.972 orang warga, menanam 1.213 aloevera dan memberikan 997 aloevera  kepada warga di perumahan tempat umum, dan sekolah,” terang Laras yang lahir pada 12 Maret 2005 ini. Dia juga mengajak warga untuk menerapkan keluarga zero waste dan mengelola jelantah warga kampung adopsinya.

Beragam produk perawatan tubuh berbahan aloevera yang diproduksi Laras dan dijual online

Alasan utama Laras mengikuti ajang penganugerahan pangeran dan puteri lingkungan hidup adalah terinspirasi dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Ia berpendapat bahwa sosok perempuan pertama Walikota Surabaya itu sebagai role model pahlawan perempuan pada era modern ini. 

“Bu Risma dengan penuh keikhlasan merawat Kota Surabaya. Mengelola Kota Surabaya ini dalam segala aspek. Tidak hanya sampah dan penghijauan,” ujar siswi kelas 9 SMP Negeri 6 Surabaya ini. Dengan pengelolaan kota yang sangat serius itu, menurut Laras, Walikota Risma diundang ke beberapa negara untuk mendapatkan apresiasi.

Dari sekian banyak kompetisi yang tersedia, pilihannya jatuh kepada Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup. Bukan kompetisi lainnya. Ternyata Laras mempunyai alasan tersendiri yaitu tantangan untuk konsisten. Menurutnya, lomba lingkungan hidup lain itu hanya sekali selesai.

Laras dan papanya sedang mengelole komposter cair di rumah

“Saya lihat pangeran dan puteri lingkungan ini sebagai kompetisi kebaikan yang berkelanjutan. Bahkan saya baca dari beberapa referensi bahwa program lingkungan hidup yang berkelanjutan ini juga mampu mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonominya,” ujar siswi yang lahir di Surabaya ini.

Hal yang paling membuat Laras tertantang adalah proses menuju seorang puteri lingkungan hidup. Bahkan seleksi untuk mengikuti kompetisi ini dimulai dari sekolahnya. “Ada screening untuk calon peserta dari SMPN 6 Surabaya. Jadi setiap kelas mengeluarkan calon masing-masing,” terang Laras. 

Nah disitu kami diseleksi dulu di sekolah. Kalau lolos seleksi sekolah, maka kami diperkenankan mendaftar. “Saya lolos seleksi sekolah saja sudah bersyukur banget,” ujar putri ketiga dari empat bersaudara pasangan I Made Ardana dan Ni Ketut Sukarni.

Laras bersama guru pembina lingkungan hidup SMPN 6, kakak dan mamanya saat diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini di kediaman

Lain di sekolah, lain juga di rumah. Laras beserta keluarga sudah mempunyai peran masing-masing dalam upaya pelestarian lingkungan melalui proyek adopsi kampung lidah buaya. “Di rumah, saya dan papa bertugas membuat pupuk kompos, sedangkan mama mempersiapkan tanamannya,” ujar Laras. 

Hal menarik dan paling diingat oleh Laras adalah bagaimana ia menjadi seorang yang mandiri dalam mengambil keputusan ketika karantina finalis. “Saya belajar banyak dari karantina terutama mengenai pengelolaan lingkungan hidup di Surabaya,” imbuhnya.

Dari pengembangan proyek yang ia jalankan selama kurang lebih 1,5 tahun bersama sekolah dan keluarganya, Laras mampu menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Semuanya berbahan aloevera.

Laras bersama papanya saat bersih-bersih Pesisir Tambak Wedi Surabaya, September 2019

“Dari budidaya aloevera, saya beserta keluarga membuat pupuk cair dari komposter, teh lidah buaya, sabun lidah buaya, cheese stick aloe vera, dan hand sanitizer,” terang siswi yang mempunyai hobi membaca dan menanam ini. Hasil produk itu dia kembangkan dengan tetangga dengan respon yang sangat baik. 

Mengenai kelanjutan proyeknya usai penganugerahan, ia menjawab dengan mantab bahwa akan melanjutkan proyek di kampung tempat tinggalnya. “Saya akan terus mengembangkan proyek saya di Wiguna Tengah Surabaya. Saya juga akan adopsi kampung halaman keluarga di Bali,” tutup Laras.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

26 thoughts on “Ni Nyoman Gayatri Larasita Dewadata, Puteri “Aloevera” 2019

  • Maret 27, 2020 pada 18:19
    Permalink

    Semangat terus kak Laras untuk menjaga lingkungan disekitar

    Balas
  • Maret 27, 2020 pada 18:25
    Permalink

    Semoga kita tetap tabah dan tidak berputus asa untuk menjadi Pangeran dan Puteri LH.
    Aurellia
    SDN PAKIS V
    No peserta 194

    Balas
  • Maret 27, 2020 pada 18:40
    Permalink

    Nama: Niken Octaria Sidabalok
    No. Peserta:490
    Asal Sekolah: SDN KALIASIN 1
    Proyek: Pengelolaan Sampah Organic
    Saya jadi tambah semangat untuk menjalani proyek dan saya juga mendukung kak Laras. Kata kata emas byat kak Laras:”Janganlah henti untuk menyayangi bumi karena bumi butuh kasih sayang mu. Be like a star and you can do it save the world

    Balas
    • Maret 27, 2020 pada 19:13
      Permalink

      Saya jadi lebih semangat lagi dengan membaca perjuangan kak Laras untuk menjadi Pangeran dan Puteri LH. Semoga saya bisa menjadi seperti kak Laras……Meskipun dlm keadaan gawat Corona kita harus tetap semangatttt
      Aurellia
      SDN PAKIS V
      No peserta 194

      Balas
      • Maret 28, 2020 pada 14:59
        Permalink

        Nama : Psa Agustin Maheswari
        Asal Sekolah : SDN Dukuh Menanggal 1/424
        Nomor Peserta : 34
        Nama Proyek : MASKISANG (Masker Kulit Pisang)

        Artikel yg sangat menginspiratif… setelah membaca nya saya jadi tergugah… dan semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan hidup, juga jadi pingin sekali bagaimana ya rasanya bertemu Ibu Walikota yakni Ibu Risma…. Hmmm seneng banget kali ya…

        Balas
  • Maret 27, 2020 pada 18:47
    Permalink

    Nama : Sabrina Khanza Dewi
    No. Peserta : 410
    Asal sekolah : SDN Kaliasin 1 Surabaya
    Proyek : Penghijauan Di Lahan Sempit
    Wah…. Semangatku jadi naik nih. Semoga saja saya bisa seperti kak Laras. Bisa mengolah satu macam barang menjadi berbagai macam. Saya akan berusaha untuk menghijaukan bumi ini. Satu kalimat untuk kak Laras. Janganlah berhenti untuk menyayangi bumi, karena bumi ini butuh perawatan darimu.

    Balas
    • Maret 27, 2020 pada 19:07
      Permalink

      Nama:Cahaya Lintang Kayla
      No.Perserta:408
      Proyek:Pemberdayaan bank sampah
      Semangat ku semakin besar untuk menjadi yg terbaik.semoga aku bisa jadi seperti kak Laras.Kak Laras sangat hebat karna bisa mengolah satu macam bahan menjadi berbagai macam barang.Aku akan semangat untuk mencapai target target ku.Dan berusaha menghijaukan bumi . Karna bumi butuh istirahat . Istirahat bumi itu muda kok . Cara nya adalah mengurangi penggunaan kendaraan bermotor , Menanam pohon , Dan Lain Lain loh . Muda kan , ayo kita peduli lingkungan dan menghijaukan bumi.

      Balas
      • Maret 28, 2020 pada 16:48
        Permalink

        Nama: Archie Rahadian Muhammad
        Asal sekolah: SMP Negeri 61 Surabaya
        No. Peserta: 177
        Proyek saya adalah Pemanfaatan Lahan Sempit untuk Budidaya TOGA
        Semangat terus yah, Kak Laras dan terus kembangkan proyek Kak Laras agar sukses kedepannya, saya berharap bisa meniru seperti Kak Laras.

        OK!!
        SALAM BUMI PASTI LESTARI
        ZERO WASTE TERUS

        AYO, KITA BERKARYA DAN BERPRESTASI DENGAN PROYEK LINGKUNGAN HIDUP!

        Balas
  • Maret 27, 2020 pada 19:08
    Permalink

    Nama : Hening hidayah
    No. Peserta : 396
    Asal sekolah : SDN Kapasari 8
    Proyek : Ecobriek

    Semangat kak Laras semoga makin sukses kaka jadi inspirasi buat saya .
    Salam Bumi Pasti Lestari????

    Balas
  • Maret 27, 2020 pada 19:11
    Permalink

    Nama :kireina bella cindera mazela bilqis
    Sekolah:sdn kandangan 1/121 surabaya
    Judul proyek:penghijauan

    Saya senang dengan proyek saya tetapi saya tidak punya lahan yang luas tetapi saya akan tetap semangat seperti kakak laras yang pantang menyerahh dan saya juga ingin seperti kakak laras.dan buat kakak laras “janganlah berhenti untuk menyayangi bumi mu karena bumimu butuh perawatan mu”.

    Semangatt buat kakak laras

    Balas
  • Maret 27, 2020 pada 19:13
    Permalink

    Nama : Hanni Nurnabila Alyxia
    No. Peserta : 128
    Asal Sekolah : SDN Manukan Kulon 2/499
    Judul Proyek : Pemanfaatan Tutup Botol Bekas Menjadi Bunga

    Semangat Untuk Kakak Laras, Semoga Makin Sukses?.

    Balas
  • Maret 27, 2020 pada 19:37
    Permalink

    Nama : Gyzcha Akhilla Zammyanti
    No. Peserta : 486
    Asal Sekolah : SDN Kapasari V
    Judul Proyek : S2KP5 (Minuman Sereh Sehat SDN Kapasari V

    Semangat Kak Laras Semoga makin sukses.
    Kakak menjadi inspirasi bagi saya.
    Salam Bumi Pasti Lestari ???

    Balas
  • Maret 27, 2020 pada 21:25
    Permalink

    Nam:Filzah Putri Naraya
    Sekolah:SDN Kaliasin 7 Surabaya
    No. Peserta 68
    Proyek: Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi aneka Barang yang Berguna.
    Semangat ku jadi tambah karena adanya sifat kakak yang tidak mudah menyerah.
    Semoga aku jadi seperti kakak juga ya.

    Balas
  • Maret 28, 2020 pada 09:58
    Permalink

    Wahh…Semangatku semakin tinggi nih,gara gara aku lihat perjuangan? kak Laras yang sangat mencintai bumi?.
    Semoga saja saya bisa seperti kak Laras,bisa mengolah satu macam barang menjadi berbagai macam barang.
    Aku akan untuk mencontoh kepedulian kak Laras dengan bumi dan lingkungannya???.Saya juga akan berusaha untuk menghijaukan kembali bumi kita????.Satu pesan untuk kak Laras,kak Laras harus meningkatkan semangat?kak Laras yah,jangan sampai semangat kak Laras jadi menurun,pertahankan semangat kak Laras yah?.

    Balas
  • Maret 28, 2020 pada 12:26
    Permalink

    Kita sesama manusia tidak boleh saling iri .. walaupun kak Laras sudah menjadi Runner Up Kita harus menghormatinya ? sukses terus buat kak laras .. ?
    Dinda Kezia
    Sdn Pakis 3

    Balas
    • Maret 28, 2020 pada 16:14
      Permalink

      Nama:Khanza Aurellya Anggraeni
      Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya
      No peserta:72
      Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.
      Luar biasa kak Laras…..semangat kak Laras yang luar biasa membuat saya terinspirasi dengan kerja kerasnya yang mencintai bumi agar selalu hijau dan menjaga sesuai dengan kemampuannya. Contohnya kak Laras membudidayakan Aloevera sehingga sangat terasa manfaatanya apalagi saata ini adanya virus corona karena Aloevera salah satu bahan pokok pembuatan hand sanitizer.

      Balas
  • Maret 28, 2020 pada 15:39
    Permalink

    Nama Kayla Beby Azari
    No peserta 70
    Judul proyek adalah pemanfaatan tas kresek menjadi bunga hias
    Semangat dan pantanv menyerah ya kak.
    SALAM BUMI PASTI LESTARI ???

    Balas
  • Maret 28, 2020 pada 16:15
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya
    No peserta:72
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.
    Luar biasa kak Laras…..semangat kak Laras yang luar biasa membuat saya terinspirasi dengan kerja kerasnya yang mencintai bumi agar selalu hijau dan menjaga sesuai dengan kemampuannya. Contohnya kak Laras membudidayakan Aloevera sehingga sangat terasa manfaatanya apalagi saata ini adanya virus corona karena Aloevera salah satu bahan pokok pembuatan hand sanitizer.

    Balas
  • Maret 28, 2020 pada 16:38
    Permalink

    Nama: Archie Rahadian Muhammad
    Asal sekolah: SMP Negeri 61 Surabaya
    No. Peserta: 177
    Proyek saya adalah Pemanfaatan Lahan Sempit untuk Budidaya TOGA
    Semangat terus yah, Kak Laras dan terus kembangkan proyek Kak Laras agar sukses kedepannya, saya berharap bisa meniru seperti Kak Laras.

    OK!!
    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    ZERO WASTE TERUS

    AYO, KITA BERKARYA DAN BERPRESTASI DENGAN PROYEK LINGKUNGAN HIDUP!

    Balas
    • Maret 28, 2020 pada 23:07
      Permalink

      Nama:Revalana Davilla Rosadi
      No peserta:120
      Sekolah:SDN KERTAJAYA lX/215
      Judul proyek:Utility kencur

      Selamat untuk kak Laras! Apa yang di cita citakan tercapai juga, insyaallah aku akan meneruskan jejak kak laras, congratulations!!??

      Salam bumi pasti lestari!!
      ZERO WASTE!!

      Balas
  • Maret 28, 2020 pada 17:33
    Permalink

    NAMA : ELVINA AILSHA HAYYU VERONICA
    NO. 66
    DARI : SDN KALIASIN VII/286
    PROYEK SAYA
    PEMANFAATAN SAMPAH NON ORGANIK MENJADI SESUATU YANG BERGUNA
    Semangat terus ya..kak..Apa yang kakak lakukan bisa menjadi contoh bagi generasi muda.

    SALAM BUMI PASTI LESTARI…!!!
    SELALU ZERO WASTE…!!!
    NO.PLASTIK…!!!

    Balas
  • Maret 29, 2020 pada 22:48
    Permalink

    Nama : Marsyanda Dewi Cinta Maharani
    No.Peserta : 382
    Sekolah : SDN Banyu Urip III
    Proyek : Dalang Botbe Tutol Kaper ( daur ulang, botol bekas, tutup botol, kain perca )

    semoga saya bisa meniru semangat kak laras untuk menjadi pangputlh 2020, saya berharap dengan adanya kegiatan pangputlh 2020 ini semoga bumi dapat terselamat dari sampah plastik

    tetap zero waste dimana pun dan kapan pun kita berada

    Salam Bumi Pasti Lestari ??

    Balas
  • Maret 30, 2020 pada 22:06
    Permalink

    Nama:Naylendra Wibianshah
    Sekolah:SDN Pakis V
    No. Peserta:143

    Semoga semua peserta pangeran dan putri lingkungan hidup 2020 memiliki semangat yang sama seperti kak laras

    Balas
  • April 18, 2020 pada 18:12
    Permalink

    semangat terus ya kak lanjutkan terus proyek ini agar bumi tetap lestari

    Balas
  • April 18, 2020 pada 18:16
    Permalink

    semangat terus ya kak lanjutkan proyek ini lestarikan bumi ini

    Balas
  • Juni 2, 2023 pada 08:58
    Permalink

    Saya Rayshiva Purnomo dari SDN DUKUH MENANGGAL I /424 SURABAYA dengan no peserta 55.

    Semangat kak Laras untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *