Achadijat, Kepala “Zero Waste” SDN Semolowaru IV

SDN Semolowaru IV Surabaya menjadi sekolah yang dua tahun berturut-turut mampu merealisasikan diri sebagai sekolah zero waste. Penghargaan Sekolah Zero Waste 2018 dan 2019 diterima sekolah ini dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Penghargaan Sekolah Zero Waste adalah penghargaan khusus bagi sekolah di Kota Surabaya yang berhasil meniadakan penggunaan kemasan non organik sekali pakai pada makanan/minuman yang dijual/disajikan di sekolah. Penghargaan ini diprakarsai oleh Tunas Hijau.

Bagi Kepala SDN Semolowaru IV Surabaya Achadijat, sekolah adalah rumah kedua bagi warganya. “Berbagai aktifitas dilakukan di sekolah. Belajar dan bermain, tentunya. Sekolah juga menyediakan kantin untuk menunjang aktifitas dengan berbagai macam makanan dan minuman yang harus sehat dan minim sampah,” kata Achadijat.

Minuman yang disajikan di kantin SDN Semolowaru IV Surabaya tanpa kemasan plastik sekali pakai

Sebelumnya, kantin sekolah peserta Surabaya Eco Ranger ini selalu menghasilkan banyak sampah plastik kemasan makanan dan minuman sekali pakai. “Sejak Oktober 2018, kantin SDN Semolowaru IV sudah menjelma menjadi kantin tanpa sampah plastik wadah makanan minuman,” kata kepala sekolah kelahiran Surabaya, 14 Mei 1961 ini.

Sejak Oktober 2018 itu, minuman yang dijual di kantin sekolah adalah minuman fresh tanpa kemasan sekali pakai. Kebijakan yang pertama direalisasikan Achadijat adalah mewajibkan murid dan guru membawa tumbler. Tujuannya untuk mengurangi sampah plastik kemasan minuman sekali pakai.

“Alhamdulilah semua siswa nurut. Wali murid juga setuju, karena ini juga program dan anjuran dari Walikota Surabaya Bu Risma,” terangnya. Achadijat lalu merealisasikan kebijakan kantin zero waste bertahap dengan waktu yang cukup singkat. Dia mengaku sering melihat youtube penerapannya di negara-negara lain.

Dalam tiga hari himbauan, penjual kantin sadar dan sudah meniadakan kemasan plastik sekali pakai. Kantin sekolah menyiapkan gelas berulang kali pakai untuk minumannya. Menunya setiap hari juga berganti agar murid tidak jenuh.

Seluruh siswa dan guru SDN Semolowaru IV Surabaya juga diharuskan membawa tumbler sendiri

“Murid jadi tidak bosan dan senang jajan di kantin sekolah daripada di luar,” ungkap kepala sekolah yang tinggal di Jl Pacarkembang III/81 Surabaya ini.

Roicha, penjual yang sudah 6 tahun berjualan di kantin SDN Semolowaru IV, mengaku sangat senang telah ikut serta mengurangi sampah plastik. Meskipun, menurutnya, awal memulainya susah. 

“Mulainya itu agak susah, tapi sekarang sudah terbiasa. Apalagi dampaknya yang disampaikan sama bapak kepala sekolah. Ya saya nurut. Apalagi ini juga anjuran dari Bu Walikota,” terangnya.

Achadijat berharap sekolah-sekolah lainnya turut berupaya aktif untuk mengurangi produksi sampah plastik. “Mari teman-teman kepala sekolah, kita ciptakan sekolah tanpa kemasan plastik sekali pakai pada makanan dan minuman di kantin, karena sudah sangat banyak dampak buruk sampah plastik bagi lingkungan,” pesan Achadijat. 

Penulis: Mochamad Zamroni 

13 tanggapan untuk “Achadijat, Kepala “Zero Waste” SDN Semolowaru IV

  • April 6, 2020 pada 19:28
    Permalink

    Bagus buat siswa sedini mungkin diajari tanpa limbah plastik.

    Salam bumi pasti lestari

    Balas
  • April 6, 2020 pada 19:31
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla WS
    Sekolah : SDN Pakis V
    No peserta : 194

    Patut diacungi jempol 2 bpk kepseknya bisa membuat sekolahnya menjadi zero waste. Mampu mengajak warga sekolahnya meninggalkan plastik sekali pakai. Harus kita contoh itu. Salam Bumi 🌏 Pasti Lestari 🌳

    Balas
    • April 6, 2020 pada 20:09
      Permalink

      Nama : Najwa Almira Salsabila
      Sekolah : SDN Rangkah 1 Sby
      No. Peserta : 234
      Proyek Lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

      Usaha Zero Waste juga sudah diterapkan di sekolahku. Di kantin sekolahku juga disediakan gelas dan kotak makan yang bisa dipakai berulang kali atau murid-murid bisa membawa tumbler dan kotak makan pribadi.
      Semoga usaha Bpk. Achadijat dapat memotivasi sekolah lain untuk menjadi Zero Waste sehingga mengurangi polusi di lingkungan kita.
      Salam bumi pasti lestari…

      Balas
  • April 6, 2020 pada 19:45
    Permalink

    Nama : Elvina Ailsha Hayyu Veronica
    No.Peserta : 66
    Dari : Sdn Kaliasin 7
    Judul Proyek ” Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna’

    Sosok Pak Achadijat kepala sekolah Sdn Semolowaru IV, sungguh Luar biasa. Karena bapak mampu membuat sekolah yang dipimpin menjadi sekolah yang Zero Waste dalam 2 tahun berturut. Semoga Kerja Keras, kreatifitas, inovasi, serta semangat dalam mencintai Lingkungan Hidup. Bisa menjadikan contoh Siswa siswi serta kami semua.
    Sukses untuk Bapak Achadijat

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    SELALU ZERO WASTE
    CINTAI LINGKUNGAN
    HIJAUKAN BUMIKU
    DIET PLASTIK

    Balas
    • April 6, 2020 pada 21:00
      Permalink

      Siiip…mantaapp…di sekolah aku juga selalu membawa tumbler dan tepak makan..di kantin sekolah juga tidak menggunakan plastik sekali pakai..jadi kantin sekolahku sudah melaksanakan zero waste..karena kantinku menggunakan tempat yang bisa dipakai berkali-kali.
      SALAM BUMI LESTARI &
      ZERO WASTE

      Balas
  • April 6, 2020 pada 20:26
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.
    Selamat kepada SDN Semolowaru IV Surabaya yang mendapat penghargaan 2 tahun berturut turut dari wali kota Surabaya yang menjadi sekolah Zero Waste…hal itu tidak lepas dari peran serta guru guru terutama kepala sekolah yaitu Bapak Achadijat yang mempu mengharumkan sekolah SDN Semolowaru IV di dunia pendidikan…

    Balas
  • April 6, 2020 pada 21:57
    Permalink

    Nama : Marsyanda Dewi Cinta Maharani
    No. Peserta : 382
    Sekolah : SDN Banyu Urip III
    Proyek : Daur Ulang Botol Bekas, tutup Botol, Kain Perca

    Usaha Zero Waste juga sudah diterapkan di sekolahku. Di kantin sekolahku juga disediakan gelas dan kotak makan yang bisa dipakai berulang kali atau murid-murid bisa membawa tumbler dan kotak makan pribadi.
    Semoga usaha Bpk Achadijat dapat memotivasi sekolah lain untuk menjadi Zero Waste sehingga mengurangi polusi di lingkungan kita.

    Salam Bumi Pasti Lestari 🌍🌱

    Balas
  • April 6, 2020 pada 21:59
    Permalink

    Nama: Filzah Putri Naraya
    Dari sekolah SDN Kaliasin 68
    No. Peserta 68
    Proyek Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna.
    SDN Semolowaru IV Surabaya menjadi sekolah yang dua tahun berturut-turut mampu merealisasikan diri sebagai sekolah zero waste. Penghargaan Sekolah Zero Waste 2018 dan 2019 diterima sekolah ini dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Selamat ya. Sukses selalu pak Achadijat.

    Balas
  • April 6, 2020 pada 22:25
    Permalink

    Nama:Dimas Dwi Pangestu
    Asal Sklh:SDN RANGKAH1
    No peserta:169

    Pantut kita kasi jempol atas karena bisa menjadikan sekolahnya zero waste

    Balas
  • April 7, 2020 pada 08:36
    Permalink

    Nama: Niken Octaria Sidabalok
    Sekolah: SDN Kaliasin 1
    No. Peserta:490
    Proyek: Pengelolaan Sampah Organic

    Patut kita hargai semangat dari pak Achadijat untuk mengurangi sampah plastik. Sama juga seperti sekolah saya. Tumbler harus dibawa, di kantin tiada plastik. Semoga anak anak tidak hanya melakukan di sekolah saja, dirumah juga

    Balas
  • April 8, 2020 pada 08:31
    Permalink

    Nama: Kayla Beby Azari
    No peserta:70
    Asal sekolah: SDN kaliasin 7 Surabaya
    Judul proyek saya adalah pemanfaatan tas kresek menjadi bunga hias
    Patut kita kasih jempol atas karena bisa menjadi sekolahanya Zero waste
    SALAM BUMI PASTI LESTARI 🌱🌱🌱

    Balas
  • April 8, 2020 pada 13:03
    Permalink

    Nama : Ryendra Wahyu Dhewanata Iswanto
    Sekolah : SDN Gubeng 1
    No Peserta : 53
    Proyek : Mengolah Kembali Sampah Plastik
    Siiip…mantaapp…di sekolah aku juga selalu membawa tumbler dan tepak makan..di kantin sekolah juga tidak menggunakan plastik sekali pakai..jadi kantin sekolahku sudah melaksanakan zero waste..karena kantinku menggunakan tempat yang bisa dipakai berkali-kali.
    SALAM BUMI LESTARI &
    ZERO WASTE

    Balas
  • April 18, 2020 pada 19:59
    Permalink

    semangat ya pak untuk tetap mempertahankan gelar zero waste
    salam bumi pasti lestari

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *