Alexis Edward Andriano, Pangeran “Alang-Alang” LH 2019 SD

Bagi sebagian besar orang, alang-alang atau ilalang atau rumput liar hanya dianggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu. Maka, biasanya, tanaman liar itu dicabut dan dibuang. Tidak demikian dengan yang dilakukan oleh Alexis Edward Andriano.

Siswa yang akrab dengan sapaan Alexis ini memanfaatkan alang-alang menjadi jamu yang sangat berkhasiat. “Saya mengolah tanaman alang-alang atau rumput liar ini menjadi jamu,” kata Alexis Edward Andriano, siswa SDN Sememi I Surabaya.

Alexis dengan tanaman alang-alang yang siap dicuci untuk selanjutnya dimasak

Pemanfaatan alang-alang menjadi minuman herbal ini menjadi proyek lingkungan hidup yang berhasil mengantarkan Alexis sebagai finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2019 SD. Pada program tahunan ini, semua peserta beradu proyek lingkungan hidup yang mereka laksanakan berkelanjutan.

Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya, PT Dharma Lautan Utama, Berita Anak Surabaya dan Hotel Mercure Grand Mirama.

Mengenai pemanfaatan alang-alang menjadi herbal, Alexis mengaku sudah memproduksi banyak. “Saya sudah beberapa tahun mengolah alang-alang menjadi jamu. Ada beberapa orang juga yang masih berlangganan sampai sekarang,” kata siswa yang hobi bermain dan belajar musik ini.

Jamu olahan akar alang-alang rasa jahe dan gula batu produksi Alexis, siswa SDN Sememi I Surabaya

Menurutnya, minuman olahan alang-alang ini terbukti menyembuhkan sakit kencing batu. “Minuman olahan alang-alang ini juga berkhasiat mengatasi gangguan susah buang air besar, struk dan kram pada tangan,” terang Alexis, putra pasangan Edy Warsito dan Linda Sri Indriani ini.

Alexis menjelaskan bahwa bagian tanaman alang-alang yang dimanfaatkan adalah akarnya. “Aku pake linggis klo ambil dibantu mama sama papa. Akar alang-alang di dalam tanah itu panjang. Setelah itu akarnya dicuci lalu dimasak,” terang siswa kelahiran Surabaya, 24 April 2008 ini.

Ada dua rasa jamu olahan akar alang-alang yang dihasilkan oleh Alexis. “Awalnya hanya jamu rasa gula batu. Kemudian kami kembangkan baru jamu rasa jahe,” tutur siswa yang tinggal di Jalan Sememi Jaya VI/15 Benowo Surabaya.

Alexis didampingi ibunga (mengenakan batik) dan guru pembinanya saat diterima oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini di kediaman

Tidak sedikit juga yang hanya membeli akarnya saja yang dikemas sekali seduh. Dia menjelaskan bahwa proses pembuatannya sangat mudah. “Cukup masak air hingga mendidih, lalu dimasukkan bahan-bahannya,” jelas Alexis. Proses masak sampai pengemasan membutuhkan waktu sekitar 1 jam.

Alexis sudah menjual 17 ball minuman olahan akar alang-alang ini. “Satu ball berisi 140 botol volume 250 ml,” kata Alexis. Produksi minumal herbal Alexis kini bertambah dengan olahan kunyit asem seiring dengan pandemi global Covid-19.

Sementara itu, Alexis juga berhasil meraih penghargaan khusus lingkungan hidup pada penyelenggaraan Family Cleanup 2019 di Pesisir Tambak Wedi Surabaya. Penghargaan yang diraih dengan kategori Keluarga Dengan Anggota Terbanyak SD.

Penulis: Mochamad Zamroni

11 tanggapan untuk “Alexis Edward Andriano, Pangeran “Alang-Alang” LH 2019 SD

  • April 13, 2020 pada 05:33
    Permalink

    Nama:Acha a’isy saarah
    Asal sekolah:SDN Margorejo I
    No:136
    Proyek:Kobilak(kopi biji salak)
    Jamu herbal alang alang ide bagus kak ak suka sama jamu,karna manfaatnya bagi kesehatan.

    Balas
  • April 13, 2020 pada 06:20
    Permalink

    Nama : Sabrina Khanza Dewi
    Asal sekolah : SDN Kaliasin 1
    No. Peserta : 410
    Proyek : Penghijauan Di Lahan Sempit

    Saya baru tahu ternyata ada tanaman liar yang dapat dimanfaatkan untuk jamu, yaitu alang alang. Juga jika ditambahkan jahe, maka bisa menghindari Virus Covid – 19 ini. Sekian dulu.

    Balas
  • April 13, 2020 pada 06:32
    Permalink

    Semangat buat kak Alexis,aku juga pernah minum jamu dari alang-alang tapi untuk panas dalam,orang jawa bilangnya jamu adem-adem karena katanya bagus buat pencernaan dan demam juga,kebetulan yang membuat ramuan buyut ku. Ok kak alexis semoga sukses ya dengan minuman jamunya.
    SALAM SEHAT & BUMI PASTI HIJAU LESTARI🌍🌍🌱🌱.

    Balas
  • April 13, 2020 pada 07:30
    Permalink

    Nama : Elvina Ailsha Hayyu V
    No. Peserta : 66
    Dari Sdn Kaliasin VII/ 286

    Judul Proyek : “Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”

    Sangat Inovatif, menginspirasi, Salut dan hebat sekali Kak Alexis. Bagi orang orang alang hanya rumput pengganggu aja. Tapi di tangan Kak Alexis Alang alang di olah menjadi jamu herbal. Tetap semangat ya Kak Alexis. Dan terus produksi ya kak..
    Semangat terus Kak Alexis

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    SELALU ZERO WASTE
    HIJAUKAN BUMIKU

    Balas
  • April 13, 2020 pada 08:45
    Permalink

    Nama: Filzah Putri Naraya
    Sekolah: SDN Kaliasin 7 Surabaya
    No. Peserta 68
    Proyek saya Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna.
    Sangat Inovatif, menginspirasi, saya salut dengan kakak. Menginspirasi bagi saya dan teman-teman lainnya….

    Balas
  • April 13, 2020 pada 08:52
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.
    Tidak semua orang dapat mengolah tumbuhan liar atau Alang-Alang menjadi obat herbal tapi beda dengan kak Alexis yang mempu mengolah tumbuhan Alang-Alang menjadi minuman herbal…ini baru inovasi yang cemerlang apalagi saat ini masa pandemi covid 19 sangat cocok dikembangkan…selamat buat kak Alexis yang meraih pangeran Lingkungan Hidup 2019.

    Balas
  • April 13, 2020 pada 09:50
    Permalink

    Nama: Niken Octaria Sidabalok
    Sekoah: SDN Kaliasin 1
    No. Peserta: 490
    Proyek: Pengelolaan Sampah Organic

    Hebat kak Alexis dapat mengolah Alang alang menjadi jamu. Tidak semua orang mau mengolah alang alang menjadi jamu. Kakak jangan menyerah ya… Karena mungkin jamunya bisa meningkatkan imun tubuh kita dan dapat mencegah covid-19 yang sedang menerpa negara kita sekarang. Kakak Alexis the best deh dan pasti bisa

    Balas
  • April 13, 2020 pada 13:44
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla WS
    Sekolah : SDN Pakis V
    No. Peserta : 194
    Proyek : Dari Kertas Bekas Disulap Menjadi Buku Catatan.

    Ternyata Alang Alang ( rumput liar ) ini bisa menjadi bahan baku pembuatan jamu. Kak Alexis sangat hebat, bisa mengolah tanaman liar menjadi jamu. Semoga saya bisa menjadi seperti kak Alexis.
    Salam bumi 🌏 pasti lestari 🌳

    Balas
  • April 13, 2020 pada 13:59
    Permalink

    Nama : Najwa Almira Salsabila
    Sekolah : SDN Rangkah 1 Sby
    No. Peserta : 234
    Proyek Lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

    Wah upaya kak Alexis patut diacungi jempol.
    Alang-alang yang semula merupakan gulma/tanaman pengganggu ternyata akarnya bisa diolah menjadi jamu yang bermanfaat bagi kesehatan ya. Sangat menginspirasi.
    Semoga usaha kak Alexis dapat terus berkembang.

    Salam Bumi 🌏 Pasti Lestari 🌿🌳🌲☘

    Balas
  • April 15, 2020 pada 20:04
    Permalink

    Nama : Dimas Dwi Pangestu
    No Peserta : 169
    Asal Sklh : SDN RANGKAH1

    Kak Alexis hebat bisa mengolah tanaman liar menjadi jamu

    Salam Bumi Pasti Lestari 🌎🌿🌱🌲🌳

    Balas
  • April 18, 2020 pada 20:23
    Permalink

    Alang-alang yang selama ini terabaikan ternyata memiliki manfaat yang dapat digunakan sebagai obat bagi manusia. Semangat terus ya kak Alexis.
    Salam bumi pasti lestari

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *