Corina, Harimau Sumatera yang Berhasil Dievakuasi

Seekor harimau sumatera diketahui terjerat di areal konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) di Pelabuhan, Sabtu (28/3/2020). Tiga hari berselang, kondisi satwa berjenis kelamin betina itu berangsur pulih dan sudah dievakuasi.

Lokasi baru terhadap satwa dilindungi itu adalah Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PRHSD), Sumatra Barat (Sumbar). Proses evakuasi itu selesai dilakukan Senin (30/3/2020) sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat ini, harimau naas itu tengah mendapatkan perawatan intensif. Sebab, kaki kanan depannya mengalami luka serius. Butuh waktu sekitar 2 sampai 3 jam sampai harimau tersebut mau keluar dari kandang angkut yang digunakan untuk evakuasi ke kandang observasi di PRHSD.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan bahwa kondisi harimau itu kini cenderung membaik. Harimau itu sudah menunjukkan agresivitas dan sifat keliarannya. Harimau itu juga sudah mau makan dan minum.

“Kami sepakat dengan tim medis. Untuk 2 sampai 3 hari ini, belum akan dilakukan medical check up keseluruhan terhadap harimau tersebut,” ujar Suharyono, Selasa (31/3), dikutip dari riau.haluan.co. 

Setelah nanti kondisinya lebih baik, tenang, tidak stres, tidak dehidrasi dan stabil, menurut  Suharyono, baru akan dilakukan medical check up untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari harimau itu.

Dia kemudian memaparkan kondisi harimau itu saat ditemukan. Menurutnya, harimau betina biasanya tidak punya teritori tertentu. “Biasanya ada betina, ada jantan juga. Informasi yang kami terima dari karyawan yang melaporkan pertama kali ke kami, dan dari petugas-petugas di lapangan, pada saat harimau betina terjerat, ada satu ekor harimau lagi yang menunggu di situ,” terang dia.

“Artinya, di wilayah itu masih ada harimau lain yang mungkin hidup bersama dengan harimau yang kita evakuasi itu,” sambung Suharyono. Dia membeberkan bahwa tim medis akan melakukan observasi intens terhadap harimau yang dievakuasi itu.

“Kita menunggu kesembuhan kakinya. Kita berharap bisa disembuhkan karena lukanya cukup serius, lukanya sampai ke tulang. Kata dokter atau ahlinya, semoga masih ada jaringan yang bisa menyambungkan ke bagian telapak kaki, sehingga bisa sembuh,” imbuh Suharyono.

Harimau itu ditemukan dalam keadaan terjerat Sabtu (28/3/2020), sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, manajemen PT RAPP melaporkan adanya harimau yang terjerat ke tim BBKSDA Riau.

Harimau pertama kali ditemukan oleh pekerja lapangan di Blok Meranti, tepatnya di sempadan sungai atau kanal Sangar Blok Meranti. Atas laporan itu, tim pun dikerahkan untuk turun ke lokasi melakukan penyelamatan pada hari itu juga.

Tim diberangkatkan dari Kota Pekanbaru dengan membawa peralatan lengkap, termasuk kandang evakuasi. Sementara tim medis yang kebetulan saat peristiwa terjadi sedang berada di lokasi lain dalam rangka menangani harimau suspect, juga diminta bergeser ke lokasi harimau terjerat di konsesi HTI PT RAPP.

Setelah lengkap, tim rescue, tim medis, dibantu tim dari PT RAPP berkumpul di Estate Meranti untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Pada Minggu (29/3) sekitar pukul 10.00 WIB, tim bergerak ke lokasi harimau terjerat. Jaraknya sekitar 60 kilometer dari titik kumpul, dengan melewati jalur darat.

Baru sekitar pukul 11.30 WIB, tim tiba di pinggir kanal. Tak berhenti sampai di situ, tim harus kembali melanjutkan perjalanan melewati kanal sejauh 2 kilometer, dengan waktu tempuh 15 menit. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 500 meter, dengan waktu tempuh 30 menit.

Tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB, tim langsung bergerak untuk melakukan pembiusan, guna melepaskan tali jerat. Berselang 40 menit kemudian, harimau malang itu berhasil dievakuasi dari lokasi.

Harimau tersebut mengalami luka medis di bagian kaki kanan depan. Lukanya cukup serius, dan diperkirakan sudah terjerat selama 3 hari.

“Harimau Sumatera yang terjerat ini berjenis kelamin betina, berusia remaja, diperkirakan 3 sampai 5 tahun, panjang badang 170 centimeter, dengan berat sekitar 85 sampai 90 kilogram,” pungkas Suharyono.

Tanpa menunggu lama, tim langsung berangkat dari Estate Meranti PT RAPP, menuju ke PRHSD pada Minggu (29/3/2020) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Hewan mamalia tersebut dibawa serta.

Kini, satwa dilindungi telah memiliki nama, yaitu Corina. Hal ini sebagai pengingat, bahwa harimau itu terjerat di saat dunia sedang disibukkan dengan berita tentang mewabahnya virus corona atau Covid-19. (roni)

14 tanggapan untuk “Corina, Harimau Sumatera yang Berhasil Dievakuasi

  • April 3, 2020 pada 14:45
    Permalink

    Kita luangkan waktu juga buat harimau karna dia juga makhluk ciptaan Allah kita harus jaga dan melindunginya.

    Salam bumi pasti lestari

    Balas
  • April 3, 2020 pada 14:50
    Permalink

    Nama: Filzah Putri Naraya
    Sekolah: SDN Kaliasin 7 Surabaya
    No. Peserta 68
    Proyek saya Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna.
    Jadi kita harus menjaga hewan,dan bukan untuk diburu karena hewan juga makhluk hidup seperti manusia. Sesama makhluk hidup kita harus saling menjaga satu sama lain.

    Balas
    • April 3, 2020 pada 21:35
      Permalink

      Nama: Kayla Beby Azari
      No peserta:70
      Asal sekolah: SDN kaliasin 7 Surabaya
      Judul proyek saya adalah pemanfaatan tas kresek menjadi bunga hias.
      Sungguh hebat mereka pergi ke Sumatera saat waktu di karantina.
      Harimau Sumatera adalah hewan yang hampir punah.
      SALAM BUMI PASTI LESTARI 🌱🌱🌱

      Balas
  • April 3, 2020 pada 15:01
    Permalink

    Nama : Elvina Ailsha Hayyu Veronica
    No.Peserta : 66
    Dari Sdn Kaliasin VII / 286
    Judul Proyek
    “Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”

    Salut dan sungguh pekerjaan yang mulia yang bisa di contoh oleh anak anak muda Indonesia, seperti yang di lakukan oleh para tim rescue dan tim medis. Mereka sangat peduli dengan keselamatan satwa . Apalagi harimau merupakan salah satu satwa yang dilindungi oleh pemerintah. Nama harimaupun sangat mudah diingat yaitu corina. Semoga harimau corina cepat sembuh dan sehat kembali.
    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    ZERO WASTE
    LINDUNGI SATWA

    Balas
  • April 3, 2020 pada 15:36
    Permalink

    Nama: Pertiwi Eka Putri Handayani
    Sekolah: SDN Tanah Kalikedinding 1/251 Surabaya
    No peserta: 274
    Proyek: Budidaya Kelor Magic di Lahan Sempit

    Sungguh sangat hebat dalam menyelamatkan satwa seperti 🐅 disaat situasi sedang disibukkan dengan salah satu wabah Penyakit yaitu Virus Corona.
    Semangat selalu dalam menyelamatkan satwa Indonesia.

    Balas
  • April 3, 2020 pada 16:19
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.
    Harimau Sumatra adalah salah satu harimau yang dilindungi Negara karena harimau tersebut hampir punah jadi kita harus menjaganya dan tidak boleh membunuhnya…

    Balas
  • April 3, 2020 pada 16:37
    Permalink

    Nama Dimas dwi Pangestu
    No peserta 169
    Asal sklh SDN RANGKAH I

    Harimau Sumatra adalah slah satu harimau yg dilindungi Negara karena harimau itu hampir punah

    Balas
  • April 3, 2020 pada 16:40
    Permalink

    Nama : Najwa Almira Salsabila
    Sekolah : SDN Rangkah 1 Sby
    No. Peserta : 234
    Proyek Lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

    Peristiwa yang terjadi terhadap harimau Corina akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Salut buat tim Konservasi Riau yang berupaya menyelamatkan hewan langka tersebut. Semoga adanya UU yang tegas dengan sanksi yang berat bagi pemburu liar dapat meminimalisir perburuan liar demi keanekaragaman hayati dan keseimbangan Rantai Makanan/Jaring-jaring Makanan Ekosistem di hutan. Agar anak cucu kita di masa depan masih menjumpai binatang langka ini.
    Save animals in our earth !

    Balas
  • April 3, 2020 pada 16:43
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla WS
    Sekolah : SDN Pakis V
    Nom peserta : 194
    Proyek : Dari Kertas Bekas Disulap Menjadi Buku Catatan.

    Kita harus menjaga populasi fauna, agar tidak punah. Kita harus menjaganya bukan memburunya. Hanya demi uang kita rela memburu fauna fauna yang ada di Indonesia, sehingga semakin berkurang jumlahnya. Mulai saat ini kita harus menjaga populasi fauna yang ada di Indonesia, agar ekosistem tetap terjaga.
    Salam bumi 🌏 pasti lestari 🌳

    Balas
  • April 3, 2020 pada 16:47
    Permalink

    Nama Dimas dwi Pangestu
    No peserta 169
    Asal sklh SDN RANGKAH I

    Sungguh hebat mereka untuk pergi ke Sumatera saat waktu di karantina.
    Harimau Sumatera adalah hewan yg hampir punah karena itu kita tidak boleh membunuhnya

    Balas
  • April 3, 2020 pada 16:48
    Permalink

    Nama Dimas dwi Pangestu
    No peserta 169
    Asal sklh SDN RANGKAH I

    Sungguh hebat mereka untuk pergi ke Sumatera saat waktu di karantina.
    Harimau Sumatera adalah hewan yg hampir punah.

    Balas
  • April 4, 2020 pada 21:48
    Permalink

    Kasihan banget Corina..semoga kakinya cepat sembuh,dan bisa dikembalikan lagi ke habitatnya.

    Balas
  • April 18, 2020 pada 19:47
    Permalink

    harimau sumatra adalah salah satu satwa yang hampir punah seharusnya kita ikut membantu menjaga kelestariannya dengan cara membiarkan harimau hidup di habitatnya .
    salam bumi pasti lestari

    Balas
  • April 19, 2020 pada 10:03
    Permalink

    Semoga corina segera sembuh dan sehat agar segera dikembalikan di habitatnya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *