Dzaky Surya, Pangeran “Pot Styrofoam” LH 2019

Styrofoam merupakan bahan yang tidak bisa terurai sampai kapanpun. Namun, di tangan siswa SMP Negeri 6 Surabaya, styrofoam bekas mempunyai nilai jual tinggi. Dzaky Surya, atau yang akrab disapa Dzaky, adalah creator pemanfaatan styrofoam bekas. 

Proyek lingkungan yang ia laksanakan, yaitu polifoam atau pot dari styrofoam, mampu mengantarkan Dzaky Surya meraih Runner Up II Pangeran Lingkungan Hidup 2019 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya, serta didukung oleh PT Dharma Lautan Utama dan Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. 

Proyek Dzaky berawal dari analisa sederhana ketika ia berada di rumah. Ide membuat pot dari styrofoam adalah gagasan ketika ia melihat banyaknya sampah styrofoam dalam suatu acara di kampungnya. 

“Awal mula saya memilih proyek tersebut dikarenakan pada waktu itu di kampung saya dan di kampung tetangga sering mengadakan acara istighosah, musyawarah, dan arisan. Pada saat itu di tempat sampah dipenuhi dengan styrofoam bekas wadah makanan dan kardus wadah roti,” ujar Dzaky Surya.

Dzaky Surya saat mengajak tetangganya mengolah sampah styrofoam menjadi pot

Dzaky mengaku mendapatkan ilmu untuk mengubah sampah styrofoam menjadi pot adalah berawal dari keisengan dia berselancar di internet. Ia menemukan sebuah artikel dalam situs forum berita tentang daur ulang sampah styrofoam. 

“Saya belajar dari internet mengenai cara pembuatannya serta dibantu oleh pembina saya di sekolah. Akhirnya saya berhasil membuat pot dari bahan styrofoam. Meskipun sempat gagal awalnya,” ujar lelaki yang hobi bermain bola ini.

Caranya cukup mudah. Tinggal potong styrofoam menjadi potongan kecil. “Kalau kurang kecil, bisa memakai blender. Siapkan pasir dan semen dengan perbandingan 2:3 dan dicampur dengan air,” terang Dzaky Surya. 

Kemudian masukkan styrofoam tadi ke dalam adonan. “Kalau bisa styrofoam lebih dominan agar pot ringan. Kemudian masukkan ke dalam cetakan pot setelah nanti kering baru dipoles dan dihias sesuai keinginan kita,” ujar siswa SMP Negeri 6 Surabaya ini.

Dzaky didampingi ibunya dan guru pembina lingkungan hidup SMPN 6 Surabaya saat diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini di kediaman

Menurutnya, kemudahan untuk membuat polyfoam terbukti mampu diikuti oleh keluarga dan tetangganya. Dzaky dan mamanya berkolaborasi untuk mengajak tetangganya. 

“Saya dan mama mengajarkan ke tetangga terdekat untuk melakukan sosialiasi serta pembuatan pot dari styrofoam bersama dan warga sangat antusias. Bahkan beberapa tetangga ikut menyumbangkan sampah styrofoam yang mereka punya,” ujar siswa yang tinggal di Jalan Undaan Wetan II/6 Surabaya ini.

“Total ada 2540 sampah styrofoam yang berhasil saya ubah menjadi pot. Juga 5 styrofoam bekas alat eletkronik seperti kulkas dan tv,” terang Dzaki. Dalam proses pengembangan proyek lingkungannya ia sempat mengalami kenyataan pahit bahwa dirinya dicap sebagai pemulung oleh teman sebayanya. 

Beberapa kegagalan juga mewarnai perjalanan mengikuti seleksi pangeran dan puteri lingkungan. Tetapi ia mampu membuktikan dengan berhasil menjadi Runner Up II Pangeran Lingkungan Hidup 2019 SMP.

Rencana Dzaky pasca penganugerahan pangeran dan puteri lingkungan hidup adalah memberikan ilmunya kepada adik kelasnya. Ia berharap kepada adik kelasnya mampu mengikuti langkah untuk peduli lingkungan. 

“Saya tetap mengumpulkan sampah styrofoam untuk saya berikan ke adik kelas saya yang mengikuti seleksi Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020. Selain itu saya juga menjadi pendamping mereka dalam pengembang proyeknya,” ucap siswa kelahiran Surabaya, 4 Desember 2004 ini.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni 

11 tanggapan untuk “Dzaky Surya, Pangeran “Pot Styrofoam” LH 2019

  • April 13, 2020 pada 05:25
    Permalink

    Nama:Acha a’isy sarah
    Asal sekolah:SDN Margorejo 1
    No:136
    Proyek:Kobilak (kopi biji salak)
    Bagus kak proyeknya sekarang lagi banyak yang menggunakan styrofoam sangat merugikan bumi

    Balas
  • April 13, 2020 pada 06:21
    Permalink

    Hebat kak Dzaky bisa mengurangi jumlah sampah styrofoam dan mengajak warga untuk memanfaatkan menjadi barang yang berguna, kak Dzaky pasti juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk warga nantinya..sukses terus kak Dzaky.
    SALAM ZERO WASTE
    BUMI PASTI HIJAU LESTARI🌍🌍🌱🌱

    Balas
  • April 13, 2020 pada 06:24
    Permalink

    Nama : Sabrina Khanza Dewi
    Asal sekolah : SDN Kaliasin 1
    No. Peserta : 410
    Proyek : Penghijauan Di Lahan Sempit

    Saya baru tahu kalau ternyata Styrofoam itu bisa dimanfaatkan sebagai pot tanaman, jadi nggak perlu beli pot pot lagi deh, kita bisa lebih hemat uang, terinspirasi banget dari kak Dzaki, saya akan memanfaatkan barang bekas dirumah saya dengan sebaik baiknya. Terimakasih. Semoga proyek kakak terus berlanjut ya.

    Balas
  • April 13, 2020 pada 07:16
    Permalink

    Nama : Elvina Ailsha Hayyu V
    No. Peserta : 66
    Dari : Sdn Kaliasin 7

    Judul Proyek ” Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”

    Hebat , keren, menginspirasi sekali , Kak Dzaky mampu memberikan Contoh bagi kita semua untuk mengurangi sampah. Dengan memanfaatkan sampah Non Organik. Kak Dzaky mampu memanfaatkan sterofoam menjadi pot yang indah. Keren ..Saat ini saya juga memanfaatkan sampah bungkus mnyak goreng dll utk pot, serta daur ulang menjadi sesuatu yang berguna
    Kak Dzaky hebat, keren ..tetap semangant Kak Dzaky

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    SELALU ZERO WASTE
    DAUR ULANG SAMPAH
    DIET PLASTIK

    Balas
  • April 13, 2020 pada 08:32
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.
    Inovasi Tang sangat luar biasa dari kak Dzaky yang mengolah styrofoam menjadi pot…sampah styrofoam banyak kita jumpai di warung makan dan rumah tangga karena styrofoam salah satu pengganti kertas bungkus…nah atas inovasi kak Dzaky styrofoam bisa dimanfaatkan kembali dan bahkan menjadi nilai jual yang tinggi…selamat buat kak Dzaky.
    Terima kasih.

    Balas
  • April 13, 2020 pada 08:40
    Permalink

    Nama: Filzah Putri Naraya
    Sekolah: SDN Kaliasin 7 Surabaya
    No. Peserta 68
    Proyek saya Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna.
    Wah kakak hebat, karena kakak mengolah styrofoam menjadi pot. Proyek kakak sangat menginspirasi sekali bagi saya dan teman-teman lainnya..

    Balas
  • April 13, 2020 pada 09:42
    Permalink

    Nama: Niken Octaria Sidabalok
    Sekolah: SDN Kaliasin 1
    No. Peserta: 490
    Proyek: Pengelolaan Sampah Organic

    Waw…. Sangat menarik ya… Ternyata styrofoam bisa dijadikan pot ya. Saya sangat senang karena kak Dzaky bisa mengurangi sampah yang tidak bisa diurai. Pokoknya kakak jangan patah semangat untuk mengurangi sampah styrofoam dan kakak pasti bisa. You can do it kak Dzaky👍

    Balas
    • April 13, 2020 pada 13:48
      Permalink

      Nama : Najwa Almira Salsabila
      Sekolah : SDN Rangkah 1 Sby
      No. Peserta : 234
      Proyek Lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

      Proyek kak Dzaky sangat bermanfaat. Yang semula tidak tau styrofoam bekas mau diapakan, sekarang jadi tau bisa dibuat pot yang berguna. Semoga dapat mengurangi sampah yang ada di lingkungan kita dan kita bisa mengikuti jejak kak Dzakiy. Semangat😊

      Salam Bumi 🌏 Pasti Lestari ☘🌲🌳🌿

      Balas
  • April 13, 2020 pada 13:36
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla WS
    Sekolah : SDN Pakis V
    No. Peserta : 194
    Proyek : Dari Kertas Bekas Disulap Menjadi Buku Catatan.

    Kak Dzaky sangat hebat sekali, sebab bisa mengubah styroform menjadi pot. Semoga saya bisa menjadi seperti kak Dzaky yang bisa peduli dengan lingkungan sekitar kita.
    Salam bumi 🌏 pasti lestari 🌳

    Balas
  • April 15, 2020 pada 20:00
    Permalink

    Nama :Dimas Dwi Pangestu
    No Peserta: 169
    Asal Sklh : SDN RANGKAH1

    Kak Dzaky hebat banget ,karena bisa merubah Styrofoam menjadi pot patut dikasih jempol

    Balas
  • April 18, 2020 pada 20:18
    Permalink

    styrofoam sulit sekali terurai dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengurainya. mari kita kurangi penggunaan styrofoam
    salam bumi pasti lestari

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *