Eka Fadiyah Wati, Pembina Terbaik Pangeran & Puteri LH 2019

SMP Negeri 6 Surabaya menjadi sekolah dengan wakil terbanyak sebagai finalis pada Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup tahun 2019. Sedikitnya ada 10 finalis yang terdiri dari 3 orang finalis pangeran dan 7 orang finalis puteri lingkungan hidup. 

Tiga orang diantaranya berhasil meraih predikat sebagai Runner up I Puteri lingkungan hidup 2019 Khoirota Nurin, Runner up II Puteri Lingkungan Hidup 2019 Ni Nyoman Gayatri, serta Dzaky Surya sebagai Runner Up I Pangeran Lingkungan Hidup 2019.

Kesuksesan SMP Negeri 6 Surabaya menjadi sekolah yang superior dalam beberapa program lingkungan hidup tak lepas dari peran pembina lingkungan hidupnya, yaitu Eka Fadiyah Wati. Sosok pembina lingkungan hidup ini selalu berkarya di manapun dia ditempatkan untuk mengajar. 

Guru yang terkenal energik ini merupakan aktivis lingkungan bahkan sebelum berdinas di SMP Negeri 6 Surabaya. Di sekolah sebelumnya, SDN Ujung IX Surabaya dan SMP Negeri 60 Surabaya Eka Fadiyah berhasil meraih prestasi lingkungan pribadi maupun untuk sekolah.

Eka Fadiyah bersama anak didiknya SMPN 6 Surabaya pada Bersih-Bersih Pesisir Tambak Wedi Surabaya

Fadiyah merasa bahwa ilmu ada untuk diamalkan. “Meng-upgrade kemampuan diri menjadi lebih baik setiap hari perlu terus dilakukan. Bukan hanya ketika belajar di kelas tapi juga dalam pembelajaran menjadikan generasi muda yang lebih peduli dengan lingkungan,” ujar guru yang mengajar mata pelajaran bahasa Inggris ini. 

Menurut Eka Fadiyah, menemukan pribadi yang konsisten dan peduli dengan lingkungan tidak gratis dan secara kebutulan. “Dibutuhkan pribadi yang tegar dan istiqomah agar kegiatan lingkungan tidak sia-sia. Memberikan motivasi dinilai ampuh untuk membangkitkan semangat kader-kader muda,” ujarnya. 

“Jika mungkin tidak bisa dibalas di dunia pasti akan dapat cash back dari Allah SWT suatu saat nanti,” tuturnya. Kalimat itu yang selalu Diyah sampaikan ke anak didiknya.  “Bukan tidak mungkin dengan peduli lingkungan balasannya adalah dikabulkannya doa dan dimudahkan setiap jalan kalian dalam pendidikan,” ujar guru peraih Eco Teacher (Junior) of the Year 2017 ini.

Eka Fadiyah Wati kerap menyampaikan kepada para siswa dan orang tua mereka bahwa banyak hal yang mereka dapatkan selama berkegiatan bersama Tunas Hijau. “Seperti diwawancarai oleh media cetak dan online, bahkan televisi swasta di Indonesia,” terang Eka Fadiyah Wati, yang juga berhasil membawa SMPN 6 meraih prestasi 5 terbaik Surabaya Eco School 2018 dan 2019 ini. 

Eka Fadiyah bersama 10 orang finalis Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 dari SMPN 6 Surabaya saat diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini di kediaman

Di antara keuntungan lain yang kerap kali disampaikan oleh Eka Fadiyah kepada anak didiknya adalah kesempatan mengunjungi tempat yang tidak pernah mereka kunjungi sebelumnya seperti tempat pengolah akhir sampah (TPA) Benowo, dan berinteraksi langsung dengan orang nomer 1 di Surabaya yaitu Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam perjalanan membimbing calon pangeran dan puteri lingkungan hidup, Eka Fadiyah mempunyai beberapa kiat agar berjalan sesuai rencana. “Membangun komunikasi antara murid, walimurid, guru dan sekolah sebagai aksi dan interaksi untuk merealisasikan setiap tahapan pengembangan proyek lingkungan,” terang Eka Fadiyah. 

Dan yang terpenting dari semuanya adalah membiasakan menulis. “Menulis apa yang kita lakukan dan melakukan apa yang kita tulis dengan membuat dokumen dan dokumentasi perjalanan proyek sedetail mungkin,” ujar Eka Fadiyah Wati.

Eka Fadiyah bersama 10 orang finalis Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 dari SMPN 6 Surabaya saat karantina

Salah satu keunggalan dari SMP Negeri 6 Surabaya adalah penentuan proyek lingkungan. Dyah menjelaskan bahwa dalam penentuan proyek didapat dari dua arah, yaitu guru dan siswa. Guru bisa membantu memberikan gambaran tentang ide proyek lingkungan yang bisa dijalankan mereka sesuai dengan kondisi. 

Untuk mendapatkan ide proyek yang beragam, Dyah sangat terbantu dengan kegemarannya membaca buku. “Buku adalah jendela dunia. Membaca buku merupakan cara untuk membuka jendela tersebut agar bisa mengetahui lebih banyak,” terang guru yang juga meraih penghargaan sebagai Guru Pembina Terbaik Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2018 ini.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni 

11 tanggapan untuk “Eka Fadiyah Wati, Pembina Terbaik Pangeran & Puteri LH 2019

  • April 9, 2020 pada 21:45
    Permalink

    Nama: Filzah Putri Naraya
    Sekolah: SDN Kaliasin 7 Surabaya
    No. Peserta 68
    Proyek saya Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna.
    Semangat ya bu Eka Fadiyah Wati karena perjalanan ibu sangat menginspirasi saya dan teman-teman lainnya.

    Balas
  • April 9, 2020 pada 21:53
    Permalink

    Nama :Dimas Dwi Pangestu
    Asal Sklh :SDN RANGKAH I
    No Peserta :169

    Semangat ya bu eka Karena sudah menginspirasi aku tuk semangat mengerjakan proyek ku

    Balas
  • April 9, 2020 pada 22:00
    Permalink

    Nama Elvina Ailsha Hayyu Veronica
    No. Peserta : 66
    Dari : Sdn Kaliasin 7
    Judul Proyek saya ” Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”

    Bu Dyah sangat hebat, keren. Karena apa yang di lakukan beliau sangat menginspirasi bagi kita semua. Untuk lebih semangat dalam melestarikan dan menyelamatkan lingkungan hidup.
    Bu Dyah juga selalu support, membimbing, anak didik untuk ikut serta lomba yang peduli terhadap kelestarian, keselamatan lingkungan hidup.
    Sukses untuk Bu Dyah ..tetap Semangat Bu…Maju Terus Pantang Surut demi kelestarian Bumi.

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    SELALU ZERO WASTE
    DIET PLASTIK

    Balas
  • April 10, 2020 pada 04:04
    Permalink

    Nama:Acha a’isy saarah
    Sekolah:SDN Margorejo 1/403 SBY
    No:136
    Proyek:Kobilak(kopi biji salak)
    Terimakasih guru jasa takkan terlupakan dengan ikut pangput menambah ilmu yang bermanfaat

    Balas
  • April 10, 2020 pada 06:04
    Permalink

    Semangat dan kegigihan ibu Diah patut kita tiru dan keren banget.pengetahuan bu Diah juga sangat banyak sekali. Kita harus menyelamatkan lingkungan kita ini dari masalah sampah. Hebat..semoga bu Diah selalu sukses👍👍.
    SALAM BUMI LESTARI 🌍🌱🌱.
    ZERO WASTE.

    Balas
  • April 10, 2020 pada 08:13
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.
    Sangat luar biasa atas prestasi yang gemilang dari SMPN 6 Surabaya semua itu tidak lepas dari bimbingan semua guru SMP 6 Surabaya terutama ibu Eka Fadiyah sebagai pembina terbaik Pangeran&Puteri Lingkungan Hidup.

    Balas
  • April 10, 2020 pada 11:34
    Permalink

    Nama : Najwa Almira Salsabila
    Sekolah : SDN Rangkah 1 Sby
    No. Peserta : 234
    Proyek Lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

    Upaya Bu Eka Fadiyah sangat menginspirasi baik itu tentang proyek lingkungan hidup maupun tentang kegemaran membaca buku.
    Baru-baru ini aku juga menerbitkan buku cerita karyaku bersama guru pembinaku dan teman-teman.
    Semangat untuk terus berkarya 😊

    Salam Bumi pasti Lestari 🌏🌿🌲☘🌳

    Balas
  • April 10, 2020 pada 17:41
    Permalink

    Nama:Kayla Beby Azari
    No peserta:70
    Asal sekolah: SDN kaliasin 7 Surabaya
    Judul proyek saya adalah pemanfaatan tas kresek menjadi bunga hias
    Semangat ya buat Bu Eka fadiyah Wati
    Karena perjalanan ibu sangat menginspirasi saya dan teman teman dll. SALAM BUMI PASTI LESTARI 🌱🌱🌱

    Balas
  • April 10, 2020 pada 19:55
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla Wahyu Setiawan.
    Sekolah : SDN Pakis V
    No. Peserta : 194
    Proyek : Dari Kertas Bekas Disulap Menjadi Buku Catatan.
    Saya menjadi lebih semangat lagi setelah membaca cerita dari Bu Eka. Cerita Bu Eka dapat menginspirasi saya dan teman teman saya. Bu Eka sangat hebat karena dapat membawa nama baik sekolah tempat ia mengajar dan membawa 10 murid didiknya untuk menjadi Pangeran dan Puteri LH. Semoga saya bisa menjadi seperti Bu Eka, yang bisa melestarikan lingkungan.
    Salam bumi 🌏 pasti lestari 🌳

    Balas
  • April 11, 2020 pada 09:49
    Permalink

    Nama : Anindya Ardhanareswari Kirana
    Kelas : 4 SD
    Asal sekolah : SDN Medokan Ayu ll /615 Rungkut, Surabaya
    No urut : 464
    IG : @anindya.ak
    Judul Proyek : Seribu Keajaiban Kelor
    .
    Setelah saya membaca cerita dari bu Eka, saya sangat salut kepada Bu Eka bisa mendidik muridnya sangat baik hingga di terima oleh Walii kota kita Tri Risma Harini.
    Saya dan teman teman sangat terinspirasi dan semoga saya dan teman teman bisa menjadi guru pembina seperti Bu Eka yang tak perna letih mendidik.
    Semangat ya bu 👌👍
    Salam Bumi Pasti Lestari 🌱 🌿 ☘ 🌱 🌱

    Balas
  • April 18, 2020 pada 20:11
    Permalink

    semangat ya bu Eka tetaplah menjadi pahlawan lingkungan hidup
    salam bumi pasti lestari

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *