Mochammad Affandi, Pangeran “Anti Sedotan Plastik” LH 2019

Di balik perawakannya yang kecil, siswa SMP Negeri 26 Surabaya ini mempunyai tekad yang besar untuk menjaga kelestarian hidup. Mochammad Affandi, namanya. Siswa kelas 8 ini merupakan finalis pangeran lingkungan hidup 2019. 

Dengan proyek “Diet Sedotan Plastik”, Affandi berhasil memberikan edukasi kepada puluhan orang mengenai dampak bahaya penggunaan sedotan plastik. “Pastinya sebelum memberikan edukasi ke orang lain. Kita sudah harus tidak menggunakan sedotan plastik dalam keseharian kita terlebih dahulu. Sehingga orang lain percaya dengan gerakan saya,” ujar Affandi.

Affandi saat sosialisasi Sehat Tanpa Sedotan Plastik

Proyek yang bertajuk kampanye ini dilakukan oleh Affandi dengan cara melakukan aksi dan sosialisasi kepada keluarga, masyarakat sekolah, serta lingkungan rumah. “Saya membagikan sedotan bambu sebagai ganti sedotan plastik. Total saya melakukan sosialisasi sebanyak 80 kali dengan 234 partisipan,” ujar siswa yang hobi desain interior ini. 

Tidak hanya dibagikan secara gratis ke masyarakat, Affandi juga menjual sedotan bambunya kepada masyrakat yang mau membelinya. Dibantu ayahnya, sedotan bambu Affandi merupakan hasil karya sendiri. 

Affandi juga membuat sedotan ramah lingkungan berbahan bambu yang bisa digunakan berulang kali pakai

“Saya bersama keluarga memproduksi sendiri sedotan bambunya. Saya beli bahan dasarnya saja. Sisanya kreasi saya. Kalau orang tua lagi kerja atau keluar kota maka otomatis pembuatan sedotan bambu saya berhenti produksi. Karena saya sendiri belum berani potong bambunya secara langsung,” ujar Affandi. 

Hasil dari penjualan sedotan bambu ia belikan bahan dasar lagi untuk keperluan sosialisasi dan kampanye. “Saya juga menjual sedotan bambu hasil karya sendiri, total selama mengikuti seleksi pangeran dan puteri lingkungan hidup 2019 saya berhasil menjual 1.200 sedotan,”  terang siswa yang beralamat Jalan Balongsari Tama Timur 6G/9.

Penolakan dan penerimaan oleh warga saat dia sosialisasi anti sedotan plastik menjadi sesuatu yang wajar bagi Affandi

Selama menjalankan proyeknya, ia menerima beragam respon masyarakat ketika sosialisasi. Beberapa ada yang setuju dengan ide Affandi dan tidak sedikit yang menolaknya. “Kebanyakan mereka yang menolak adalah para pedagang yang kesehariannya menjual minuman yang ada sedotannya. Meskipun ditolak bahkan marah-marah, paling tidak saya sudah menyampaikan kepada mereka,” ujar Affandi.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

13 tanggapan untuk “Mochammad Affandi, Pangeran “Anti Sedotan Plastik” LH 2019

  • April 12, 2020 pada 15:34
    Permalink

    Nama: Filzah Putri Naraya
    Sekolah: SDN Kaliasin 7 Surabaya
    No. Peserta 68
    Proyek saya Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna
    Semangat buat kak Mochammad Affandi , yang sudah kakak lakukan sangat menginspirasi buat saya dan teman-teman lainnya…

    Balas
  • April 12, 2020 pada 15:40
    Permalink

    Nama : Marsyanda Dewi Cinta Maharani
    Sekolah : SDN Banyu Urip III
    No. Peserta : 382
    Proyek : Daur Ualng Botol Bekas, Tutup Botol, Kain Perca

    Wow keren….semangat untuk kak Affandi, semoga saya bisa mengikuti jejak kak affandi yg diet sedotan plastik dan bisa menyelamatkan bumi kita

    Keren….

    Salam Bumi Pasti Lestari 🌍🌱

    Balas
    • April 12, 2020 pada 16:23
      Permalink

      Nama : Najwa Almira Salsabila
      Sekolah : SDN Rangkah 1 Sby
      No. Peserta : 234
      Proyek Lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

      Usaha Kak Affandi bermanfaat untuk mengurangi sampah plastik. Dan sedotan dari bambu sangat menginspirasi sebagai alternatif sedotan stainless dan ramah lingkungan. Semangat ya kak 😊

      Salam Bumi pasti lestari 🌏🌿🌳🌲☘

      Balas
  • April 12, 2020 pada 16:24
    Permalink

    Nama : Elvina Ailsha Hayyu Veronica
    No. Peserta : 66
    Dari Sdn Kaliasin VII/286
    Judul Proyek ” Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”

    Wow …hebat dan keren.. Kak Affandi mempu menunjukkan kepada dunia untuk mencintai lingkungan ini. Dengan “Diet Sedotan Plastik ” dan mengganti dengan sedotan dari bambu. Karena plastik sulit di urai. Ayoo Kak kobarkan semangat peduli terhadap lingkungan..
    Kalau Bukan kita sebagai generasi muda yang Peduli terhadap keselamatan Bumi Lalu Siapa Lagi…..💪💪👌👌👌

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    SELALU ZERO WASTE👌
    DIET PLASTIK

    Balas
  • April 12, 2020 pada 18:47
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.
    Terima kasih kak Affandi atas inovasinya…edukasi yang telah diberikan kepada kita mengenai dampak pemakaian sedotan baik dari segi kesehatan maupun lingkungan membuat kita sadar. Untuk itu mulai sekarang kita jangan lagi menggunakan sedotan dari plastik dan sekarang telah banyak muncul sedotan dari stainless dan bambu hasil inovasi kak Affandi…terima kasih kak Affandi terus berinovasi…

    Balas
  • April 12, 2020 pada 22:22
    Permalink

    Nama: Dimas Dwi Pangestu
    Asal Sklh:SDN RANGKAH1
    No Peserta:169

    Wow… Sangat keren kak Affandi semangat dan selalu sukses ya
    Salam Bumi Pasti Lestari 🌎🌿🌱🌲🌳

    Balas
  • April 12, 2020 pada 22:41
    Permalink

    Nama : Sabrina Khanza Dewi
    No. Peserta : 410
    Asal Sekolah : SDN Kaliasin 1
    Proyek : Penghijauan Di Lahan Sempit

    Wah saya akan belajar untuk seperti kak Affandi untuk mengurangi penggunaan plastik. Semoga proyek nya selalu berjalan lancar ya kak.

    Balas
  • April 13, 2020 pada 06:40
    Permalink

    Siiip…keren kak fandi. Memang msh banyak orang yang menggunakan sedotan sekali pakai.semoga kegiatan kak fandi bisa juga mengurangi sampah. Semangat kak fandi dan sukses selalu .
    SALAM ZERO WASTE
    BUMI PASTI HIJAU LESTARI🌍🌍🌱🌱

    Balas
  • April 13, 2020 pada 09:33
    Permalink

    Nama : Delima Naira Rafflessia
    No.Peserta : 258
    Asal sekolah : SDN Sidotopo Wetan 2
    Proyek : Pengolahan Diapers Bekas

    Assalamualaikum…Saya setuju tentang proyek kak Affandi,karena banyak masyarakat yg masih menggunakan sedotan plastik,bagi mereka memang ini masalah kecil ,tapi bagi kami yg tahu semua tentang plastik ini dianggap masalah besar yg dapat merusak bumi…Makannya ayo DIET PLASTIK agar BUMI lingkungan tidak kotordan nyaman di lihat..Sekian Dari Saya…TERIMA KASIH..Salam Bumi Pasti Lestari.

    Balas
  • April 13, 2020 pada 09:35
    Permalink

    Nama: Niken Octaria Sidabalok
    Sekolah: SDN Kaliasin 1
    No. Peserta: 490
    Proyek: Pengelolaan Sampah Organic

    Semangat terus buat kak Fandi. Meski pun ditolak orang bahkan dimarah marahi tetap tidak patah semangat. Karena sekarang memang banyak penggunaan sedotan plastik maka aksi yang dilakukan kak Fandi sangat hebat dan membawa pengaruh yang baik untuk masa depan bumi ini. Pokoknya kakak Fandi the best deh….

    Balas
  • April 13, 2020 pada 13:26
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla WS
    Sekolah : SDN Pakis V
    No. Peserta : 194
    Proyek : Dari Kertas Bekas Disulap Menjadi Buku Catatan.

    Kak Fandi sangat hebat sekali, karena bisa membuat orang sadar akan pentingnya mengurangi sedotan plastik. Dengan ini lingkungan kita akan menjadi bersih 🌳 dan kak Fandi juga bisa membuat sedotan yang berbahan dasar bambu. Semoga Kak Fandi sukses selalu dan semoga saya bisa menjadi seperti kak Fandi.
    Salam bumi 🌏 pasti lestari 🌳.

    Balas
  • April 14, 2020 pada 20:10
    Permalink

    Nama: Kayla Beby Azari
    No peserta:70
    Asal sekolah: SDN kaliasin 7 Surabaya
    Judul proyek saya adalah pemanfaatan tas kresek menjadi bunga hias
    Wow… Sangat keren kak Affandi
    Semangat dan selalu sukses ya
    SALAM BUMI PASTI LESTARI 🌱🌱🌱🌱

    Balas
  • April 18, 2020 pada 20:14
    Permalink

    semangat kak untuk mengurangi limbah sampah plastik (sedotan) karena plastik sangat sulit terurai
    salam bumi pasti lestari

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *