Muhammad Farel Febriansyah, Pangeran “Tanaman Sirih” LH 2019

Pada program Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019, SDN Sememi I Surabaya berhasil mengantarkan sebanyak 4 wakil yang terdiri dari 3 pangeran dan 1 puteri. Satu di antaranya, Muhammad Farel Febriansyah, berhasil menjadi runner-up II pangeran lingkungan hidup 2019 SD.

Siswa yang akrab disapa Farel ini melaksanakan proyek budidaya dan pemanfaatan tanaman daun sirih sebagai jamu. Penetapan tanaman sirih sebagai bahan utamanya dikarenakan di rumahnya terdapat tanaman sirih yang tidak termanfaatkan dan hanya sebagai penghias rumah. 

“Sirih adalah tanaman yang tumbuh merambat. Di rumah saya tanaman ini merambat di dinding dan di batang batang pohon,” ujar Farel. Penentuan proyek budidaya dan pemanfaatan tanaman sirih ini berawal dari cerita kedua orangtuanya mengenai sejuta manfaat tanaman sirih.

Farel dengan proyek budidaya dan pemanfaatan tanaman sirih saat Grand Final Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019

Karena dinilai banyak manfaatnya, maka Farel dengan serius memulai proyeknya. “Orangtua saya menceritakan mengenai manfaat tanaman sirih yaitu mengatasi gangguan pencernaan, mengobati asam urat, mengatasi keputihan, menurunkan depresi, hingga dapat meredakan batuk,” ujar siswa kelas 5 ini.

Kelihaiannya dalam membuat jamu daun sirih tidak perlu diragukan. Bahkan Farel sangat hafal step by step cara pembuatan jamu sirih sebagai produk utamanya. Untuk sekali pembuatan dibutuhkan bahan lain 300 gram kunyit kupas. 

“Kemudian ambil dan campurkan dengan 5 lembar daun sirih dan 3 sendok makan asam jawa. Rendam bahan dengan air hangat. Tambahkan jeruk nipis sesuai selera dan gula aren. Dan jadilah jamu daun sirih buatan saya,” ujar siswa yang hobi badminton ini. 

Farel didampingi guru pembinanya (kiri) dan orang tuanya saat diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini di kediaman

Selain budidaya tanaman sirih, Farel juga sosialiasi mengenai cara pembuatan jamu sirih ke tetangganya. “Ada 10 tetangga yang sekarang bisa membuat jamu daun sirih sendiri setelah saya melakukan sosialiasi dan mini workshop ke mereka,” ujar siswa yang beralamat di Jalan Sememi Jaya 5B Surabaya.

“Saya banyak terbantu oleh kehadiran orangtua saya, misalnya mengangkat air hasil rebusan. Selain itu ayah juga membantu ketika saya melakukan sosialiasi ke tetangga saya. Semua saling bekerja sama untuk pengembangan proyek saya,” tutup Farel.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

5 tanggapan untuk “Muhammad Farel Febriansyah, Pangeran “Tanaman Sirih” LH 2019

  • April 30, 2020 pada 04:32
    Permalink

    Nama : Elvina Ailsha Hayyu Veronica
    No. peserta : 66
    Dari : Sdn Kaliasin 7
    Judul Proyek : ” Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna ”

    Selamat Ya Kak Farell menjadi Run Up II dalam penganugerahan pangeran lingkungan hidup 2019. SEmoga Aku Bisa menjadi seperti Kak Farell. Tetap semangat ya kak , tentunya tetap budidaya sirih dan tetap produksi jamu sirihnya.
    Sukses Terus Ya Kak…

    STAY AT HOME

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    SELALU ZERO WASTE
    DIET PLASTIK
    HIJAUKAN BUMIKU
    Karena jamu sirih banyak manfaatnya. Sukses terus ya Kak Farell.

    Balas
    • April 30, 2020 pada 10:56
      Permalink

      Nama : Filzah Putri Naraya
      No. peserta : 68
      Dari : Sdn Kaliasin 7
      Judul Proyek : ” Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna”
      Wah kak Muhammad Farel Febriansyah hebat, selamat ya kak atas keberhasilan nya…

      Balas
    • Mei 2, 2020 pada 20:13
      Permalink

      Nama:Acha a’isy saarah
      Asal sekolah:SDN Margorejo1
      No:136
      Proyek:Kobilak(kopibijisalak)
      Semangat ya.

      Balas
  • April 30, 2020 pada 05:46
    Permalink

    Nama : Najwa Almira Salsabila
    Sekolah : SDN Rangkah 1
    No. Peserta : 234
    Proyek Lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

    Wah hebat Kak Farel, Selamat Juara Runner Up II Pangput LH 2019. Proyek Kak Farel sangat menginspirasi, yaitu Jamu daun sirih yang banyak manfaatnya.
    Terus budidaya dan produksi jamunya ya Kak. Semangat

    Salam Bumi 🌏 Pasti Lestari 🌲🌿🌳☘

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *