Muhammad Happy Ikmal, Pangeran “Mikro Organisme Lokal” LH 2019 SMP

Pengolahan sampah organik menjadi kompos kini semakin banyak diterapkan. Pemukiman, perkantoran, sekolah, dan pasar semakin banyak yang mengolah sampah organiknya menjadi kompos (padat atau cair). Namun, Muhammad Happy Ikmal, siswa kader lingkungan hidup SMPN 15 Surabaya ini memilih membuat mikro organisme lokal (MOL) sebagai proyeknya.

Melalui proyek mikro organisme lokalnya ini, Muhammad Happy Ikmal berhasil meraih prestasi sebagai Runner up III Pangeran Lingkungan Hidup 2019 SMP pada Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 SMP.

Program tersebut diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya, serta didukung oleh PT Dharma Lautan Utama dan Hotel Mercure Grand Mirama. 

Happy Ikmal aktif dalam aksi lingkungan hidup bersama tim lingkungan hidup Permata Hijau 15 SMPN 15 Surabaya

Happy Ikmal mengaku sudah mempelajari cara pembuatan MOL sebelum seleksi penganugerahan dilaksanakan. “Pada tahun 2018, saya mendapat ilmu dari guru saya untuk membuat berbagai macam aneka pupuk. Mulai dari yang padat hingga cair. Termasuk cara membuat cairan untuk membantu mempercepat proses pembusukan sampah organik atau MOL,” ujar Happy Ikmal.

Bagi Happy Ikmal, membuat MOL tidak terlalu sulit. “Untuk membuat mikro organisme lokal atau MOL hanya butuh konsisten. MOL ini juga mempunyai manfaat yang luar biasa yang luar biasa bagi tanaman. Karehna di rumah saya juga cukup banyak tanaman yang perlu diberi pupuk,” ujar siswa yang hobi bermain sepak bola.

Untuk membuat mikro organisme lokal (MOL), Happy Ikmal menggunakan media nasi sisa. “Nasinya dikepal berbentuk bola dan didiamkan selama 4-5 hari hingga keluar jamur. Kemudian diberi air secukupnya dan diberi 5 sendok gula. Setelah tercampur, nasinya dihancurkan. Kemudian difermentasi lagi 2-3 hari. Nah, airnya yang disaring. Cairannya itulah MOL,” terang Happy Ikmal

Happy Ikmal didampingi guru pembinanya saat diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini di kediaman

Happy Ikmal menceritakan awal mula dirinya jatuh cinta pada kegiatan lingkungan hidup berawal dari keluarga. Di rumah saya banyak terdapat tanaman. Happy bertugas menyiram dan memberi pupuk. 

“Dari keluarga, saya sudah terbiasa peduli lingkungan. Kemudian, di sekolah, saya mengikuti organisasi lingkungan hidup Permata Hijau 15,” terang Happy Ikmal. Bersama Permata Hijau 15, Happy banyak melakukan aksi lingkungan hidup. Ada aksi mengolah sampah organik, pembuatan lubang resapan biopori dan lainnya,” ujar siswa yang beralamat di Jalan Tambak Wedi Baru 8.

Ada banyak tantangan yang dialami Happy Ikmal dalam melaksanakan proyeknya. “Teman-teman saya sering menganggap remeh. Mereka sering berkata bahwa yang saya lakukan seperti umumnya dilakukan anak SD,” kata Happy. Namun, dia bersyukur karena mendapat dukungan dari SMP Negeri 15 Surabaya dan keluarganya.

Happy Ikmal sering terlibat dalam aksi membersihkan pesisir Tambak Wedi Surabaya

Selama Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019, Happy Ikmal berhasil memproduksi lebih dari 50 botol cairan mikroorganisme lokal. “Saya biasanya menyediakan 2 botol di rumah dan 5 botol di sekolah. Kalau habis, saya re-stock lagi,” terang Muhammad Happy Ikmal. 

Happy Ikmal juga sering sosialisasi ke masyarakat dan warga sekolah lain. Dia sosialisasi mikro organisme lokal itu di kampung Kapas Gading Madya 2A, kampung Kapas Gading Madya 4, dan kampung Dukuh Setro 4. “Saya juga sosialisasi ke pasar tradisional dan sekolah sekitar,” pungkas Happy Ikmal.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

13 tanggapan untuk “Muhammad Happy Ikmal, Pangeran “Mikro Organisme Lokal” LH 2019 SMP

  • April 8, 2020 pada 05:50
    Permalink

    Semangat terus kak .

    Salam bumi pasti lestari

    Balas
  • April 8, 2020 pada 06:18
    Permalink

    Nama : Najwa Almira Salsabila
    Sekolah : SDN Rangkah 1 Sby
    No. Peserta : 234
    Proyek Lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

    Proyek kak Happy sangat menginspirasi. Nasi sisa yang biasanya terbuang percuma bisa dimanfaatkan menjadi pupuk/MOL yang berguna, sehingga mengurangi sampah organik.
    Salam bumi pasti lestari.

    Balas
  • April 8, 2020 pada 06:31
    Permalink

    Nama : Hening hidayah
    Asal sekolah : SDN Kapasari 8
    Peserta : 396
    Proyek : Ecobrik

    Assalamualaikum…
    Trimakasih kaka yg sudah berbagi ilmu dan pengalamannya saya jadi tambah ilmu lagi ,ternyata apa yg kaka kerjakan banyak manfaatnya karena banyak orang bila ada siisa nasi biasanya di masukan tong sampah
    Ternyata sisa nasi bisa di olah menjadi yg apa kaka lakukan trimakasih semoga kaka makin sukses
    Salam bumi pasti lestari🌍🏝

    Balas
  • April 8, 2020 pada 06:44
    Permalink

    Nama: Filzah Putri Naraya
    Sekolah: SDN Kaliasin 7 Surabaya
    No. Peserta 68
    Proyek saya Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna.
    Wah, proyek kakak sangat menginspirasi saya dan teman-teman lainnya, karena kakak bisa mengurangi sampah organik yaitu mengolah nasi menjadi pupuk/MOL.

    Balas
  • April 8, 2020 pada 06:45
    Permalink

    Nama : Elvina Ailsha Hayyu V
    No. Peserta : 66
    Dari : Sdn Kaliasin 7
    Judul Proyek ” Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”

    Happy artinya” senang atau bahagia. Pas banget dengan apa yang sudah di lakukan oleh Kak Happy yaitu Senang memperdulikan, kelestarian dan keselamatan lingkungan hidup, yaitu mengurangi sampah organik. Dengan mengolah sisa nasi menjadi menjadi sebuah pupuk / MOL.
    Sukses Terus Untuk kak Happy.

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    SELALU ZERO WASTE
    DAUR ULANG SAMPAH
    DIET PLASTIK

    Balas
  • April 8, 2020 pada 06:49
    Permalink

    Nama : Sabrina Khanza Dewi
    Asal sekolah : SDN Kaliasin 1 Surabaya
    No. Peserta : 410
    Proyek : Penghijauan Di Lahan Sempit

    Sangat menginpirasi kak Happy yang menggunakan kembali nasi yang sudah terbuang menjadi pupuk organik, dengan itu kita mengurangi sampah organik. Dan juga terimakasih kak Happy yang sudah berbagi ilmu.

    Balas
  • April 8, 2020 pada 08:09
    Permalink

    Hebat kak Happy Ikmal,aku bisa meniru kebiasaan kakak di rumah,karena di rumah ku juga banyak tanaman. Ok kak terima kasih ilmunya,aku akan mencoba untuk mempraktekkannya. Semoga kak Happy Ikmal sukses selalu.
    SALAM BUMI LESTARI & ZERO WASTE
    🌍🌍🌱🌱🌿🌿

    Balas
  • April 8, 2020 pada 09:42
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.
    Selamat buat kak Happy Ikmal atas prestasi yang diraihnya yang mengelola sampah organik menjadi kompos semoga bermanfaat bagi kita semua…

    Balas
    • April 8, 2020 pada 14:07
      Permalink

      Nama : Marsyanda Dewi Cinta maharani
      No. Peserta : 382
      Sekolah : SDN Banyu Urip III
      Proyek : Daur Ulang Botol Bekas, Tutup Botol, Kain Perca

      Happy artinya” senang atau bahagia 😊. Pas banget dengan apa yang sudah di lakukan oleh Kak Happy yaitu Senang memperdulikan, kelestarian🌱 dan keselamatan lingkungan hidup😷, yaitu mengurangi sampah organik♻. Dengan mengolah sisa nasi menjadi menjadi sebuah pupuk / MOL.
      Sukses Terus Untuk kak Happy👍.

      SALAM BUMI PASTI LESTARI🌍🌱
      SELALU ZERO WASTE👍
      DAUR ULANG SAMPAH♻
      DIET PLASTIK👌

      Balas
    • April 8, 2020 pada 20:59
      Permalink

      Nama :Dimas Dwi Pangestu
      Asal sklh :SDN RANGKAH I
      No peserta :169

      Selamat buat kak Happy atas prestasinya,
      Yang mengolah nasi menjadi pupuk

      Balas
  • April 8, 2020 pada 14:06
    Permalink

    Nama : Marsyanda Dewi Cinta maharani
    No. Peserta : 382
    Sekolah : SDN Banyu Urip III
    Proyek : Daur Ulang Botol Bekas, Tutup Botol, Kain Perca

    Happy artinya” senang atau bahagia 😊. Pas banget dengan apa yang sudah di lakukan oleh Kak Happy yaitu Senang memperdulikan, kelestarian🌱 dan keselamatan lingkungan hidup😷, yaitu mengurangi sampah organik♻. Dengan mengolah sisa nasi menjadi menjadi sebuah pupuk / MOL.
    Sukses Terus Untuk kak Happy👍.

    SALAM BUMI PASTI LESTARI🌍🌱
    SELALU ZERO WASTE👍
    DAUR ULANG SAMPAH♻
    DIET PLASTIK👌

    Balas
  • April 8, 2020 pada 18:04
    Permalink

    Nama: Niken Octaria Sidabalok
    Sekolah: SDN Kaliasin 1
    No. Peserta: 490
    Proyek: Pengelolaan Sampah Organic

    Hai kak! Ternyata kita punya proyek yang sama ya… Saya juga mengajak orang lain untuk mengelola sampah organic jadi pupuk kompos. Ternyata sulit untuk berbuat baik, apalagi sama orang yang jijik sama sampah. Padahal kan sampah itu hasil dari kegiatan kita sendiri. Kakak pasti pernah mengalami kesulitan kan untuk mengajak orang di sekitar membuat pupuk kompos? Itu karena mereka jijik sama sampah alasannya karena bau, banyak kotoran. Berarti kakak termasuk orang hebat sudah mau mengelola sampah organic. Mungkin orang di sekitar kita itu nggak tahu kalau sampah organic menghasilkan gas mentana yang dapat mempercepat global warming. Semoga kakak tidak berhenti sampai titik ini ya… Semangat dan ingatlah bumi ini perlu kasih sayang kakak😊

    Balas
  • April 18, 2020 pada 20:07
    Permalink

    banyak sisa makanan ( buah dan sayur) yang dapat digunakan untuk membuat kompos

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *