Yuni Media Istutik, Pembina Lingkungan Hidup SDN Kaliasin VII

SDN Kaliasin VII Surabaya berhasil mengantarkan siswanya, yaitu Revand Rayza Davinza Dinatare, menjadi finalis sekaligus runner up IV pangeran lingkungan hidup 2019.

Program Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya serta didukung PT Dharma Lautan Utama, Hotel Mercure Grand Mirama dan Berita Anak Surabaya.

Ialah Yuni Media Istutik, salah satu pembina lingkungan hidup SDN Kaliasin VII Surabaya yang konsisten mendampingi siswa melaksanakan proyek lingkungannya seperti Revand. Bu Yuni, begitu dia biasa disapa para siswanya, juga aktif melaksanakan program lingkungan di SDN Kaliasin VII.

Bertugas di Kalpitu, julukan SDN Kaliasin VII Surabaya, sejak tahun 2005, membuat guru satu ini memahami karakteristik sekolahnya secara fisik dan sumberdaya manusianya. Yuni terjun sebagai guru pembina lingkungan sejak 2014, sejak workshop Surabaya Eco School. 

Yuni saat mendampingi siswa kader lingkungan hidup SDN Kaliasin VII Surabaya menyetorkan sampah di Bank Sampah Induk Surabaya

Ia mengaku keinginan untuk bergiat dalam lingkungan hidup terinsiprasi dari gerakan beberapa sekolah yang berhasil membangun karakter siswa melalui pendidikan lingkungan. Tahun 2019, ia bersama Asti, yang juga guru pembina lingkungan Kalpitu ditunjuk sebagai guru pembina pangeran dan puteri lingkungan. 

“Untuk menuntun siswa menjadi pribadi yang peduli lingkungan itu tidak mudah, karena kita sebagai guru harus memberi contoh sebelumnya. Memberi mereka pengertian dari hati ke hati dan yang paling penting tidak asal suruh. Memilih siswa dalam mengikuti seleksi pun harus benar-benar yang memiliki konsiten yang tinggi,” ujar Yuni.

Langkah pertama dalam melakukan pembinaan kepada siswanya adalah dengan memetakan permasalahan sehingga menemukan proyek lingkungan yang cocok dan sesuai dengan siswa. Sehingga, ketika siswa melaksanakan proyeknya tidak menemukan kesulitan yang berarti. 

“Seperti contohnya mereka melihat permasalahan apa yang terjadi di sekolah atau di rumah. Ketika mereka berhasil menemukan, maka selaku pembina mengajak mereka untuk menemukan solusi yang selanjutnya dieksekusi menjadi proyek,” ujar guru yang memiliki satu puteri ini.

Yuni bersama Asti, pembina lingkungan hidup SDN Kaliasin VII, saat mendampingi kader lingkungan grebek pasar tradisional

Berbagai tantangan ia hadapi bersama rekan-rekan guru lainnya ketika menjadi penanggung jawab lingkungan hidup. “Karakteristik siswa di SDN Kaliasin VII adalah sangat pemalu ketika berada di depan umum,” ujar Yuni Media Istutik. 

Umumnya siswa SDN Kaliasin VII, menurut Yuni, mempunyai daya nalar dan pikir yang baik namun malu untuk speak up. “Sehingga sering kali dalam pembinaan kami fokuskan agar siswa berbicara lugas di depan umum. Kalau itu berhasil insyaAllah output yang dihasilkan juga bagus,” ujar guru yang beralamat di Perum Permata Sukodono Raya Sidoarjo ini. 

Kunci untuk menjadi pembina lingkungan adalah keikhlasan. Hal itulah yang berusaha Yuni terapkan ketika menjadi pembina pangeran dan puteri lingkungan. Di antaranya dengan menunda kepulangan ke rumah setiap harinya. 

“Konsekuensi jadi pembina adalah terlambat pulang ke rumah 2-3 jam setiap harinya. Apalagi rumah saya yang berada di Sukodono kalau p.p. ke sekolah 24 kilometer. Belum lagi ketika ada tugas mendadak seperti mendampingi mereka dalam lanjutan pengembangan proyeknya, mau tidak mau kita harus keluar biaya sendiri. Tapi semua tidak terasa berat kalau kita ikhlas mengabdi,” ujar wali kelas VB ini. 

Selain menjadi pembina pangeran dan puteri lingkungan hidup di sekolah, Yuni juga menjadi ibu sekaligus pembina lingkungan karena puterinya yang duduk di kelas V juga menjadi peserta puteri lingkungan hidup 2020. 

“Saya ikutkan anak saya si Elvina Ailsha dalam seleksi pangeran dan puteri lingkungan. Saya ajarkan kepada dia tentang kiat-kiat hidup peduli lingkungan baik di sekolah maupun di rumah. Jadi ketika berada di rumah saya bermitra dengan dia untuk pengembangan proyek. Seru juga. Jadi kalau di rumah berkegiatan lingkungan,” ujar Yuni.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

13 tanggapan untuk “Yuni Media Istutik, Pembina Lingkungan Hidup SDN Kaliasin VII

  • April 23, 2020 pada 02:09
    Permalink

    Nama Elvina Ailsha Hayyu Veronica
    No. Peserta : 66
    Asal ” SDN KALIASIN 7
    Judul ” Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Bergun

    Tetap Semangat Ya Bu

    STAY AT HOME
    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    SELALU ZERO WASTE

    Balas
    • April 24, 2020 pada 16:08
      Permalink

      Tetap semangat bu yuni semoga sukses selalu..
      SALAM BUMI HIJAU LESTARI🌍🌍🌳🌳
      &ZEROWASTE👌👌

      Balas
  • April 23, 2020 pada 03:39
    Permalink

    Nama:Acha a’isy saarah
    Asal sekolah:SDN Margorejo 1
    No:136
    Proyek:Kobilak (kopi biji salak)
    Tetap semangat ya Bu,Semoga puterinya jadi juara.

    Balas
  • April 23, 2020 pada 05:29
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.

    Semangat yang berdedikasi tinggi ada pada Ibu Yuni sebagai pembina LH SDN Kaliasin VII Surabaya.Beliau sangat disiplin dan sabar dalam mendidik kami sebagai siswa khususnya sebagai peserta Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020.Terima kasih Bu Yuni tetap semangat.

    Balas
    • April 23, 2020 pada 07:20
      Permalink

      Nama:Niken wibisono
      No.peserta:74
      Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya
      judul proyek:PEMANFAATAN STIK JELY DI SEKOLAH MENJADI BARANG YANG BERGUNA
      tetap Semangat ya bu
      STAY AT HOME
      SALAM BUMI PASTI LESTARI

      Balas
  • April 23, 2020 pada 09:06
    Permalink

    Nama: Filzah Putri Naraya
    Sekolah: SDN Kaliasin 7 Surabaya
    No. Peserta 68
    Proyek saya Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna.
    Tetap Semangat ya Bu Yuni dalam perduli lingkungan.

    Balas
  • April 23, 2020 pada 10:47
    Permalink

    Lanjut dan Tingkatkan dengan Penuh Semangat Kalpitu…!
    Salam Zero Waste Teruus…

    Balas
  • April 23, 2020 pada 12:00
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla WS
    Sekolah : SDN Pakis V
    No. Peserta : 194
    Proyek : Dari Kertas Bekas Disulap Menjadi Buku Catatan.
    Tetap semangat Bu Yuni.
    Salam bumi 🌏 pasti lestari 🌳

    Balas
  • April 23, 2020 pada 12:26
    Permalink

    Nama : Najwa Almira Salsabila
    Sekolah : SDN Rangkah 1 Sby
    No. Peserta : 234
    Proyek Ling : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

    Salut kepada Bu Yuni yang bersemangat untuk mendidik murid-muridnya peduli dengan lingkungan. Semoga pengorbanan Bu Yuni selama ini membuahkan hasil yang diinginkan.
    Semangat bu 😊

    Salam Bumi 🌏 Pasti Lestari 🌳☘🌿

    Balas
  • April 23, 2020 pada 16:47
    Permalink

    Nama Dimas Dwi Pangestu
    Asal Sklh SDN RANGKAH1
    No Peserta 169
    Salut sama ibu Yuni patut diacungi jempol atas

    Balas
  • April 26, 2020 pada 10:07
    Permalink

    Nama: Niken Octaria Sidabalok
    Sekolah: SDN Kaliasin 1
    No. Peserta: 490
    Proyek: Pengelolaan Sampah Organic

    Semangat terus ya Ibu Yuni. Semoga usahanya tidak sia sia. Dulu kakakku juga pernah sekolah di SDN Kaliasin VII dan katanya ibu sangat baik dan disiplin. Semoga anak anak juga bisa menerapkan cinta lingkungan seperti ibu Yuni

    Balas
  • Mei 8, 2020 pada 09:19
    Permalink

    Terima Kasih atas doa, serta supportnya. Mari kita bersama – sama untuk melestarikan dan menyelamatkan lingkungan hidup.

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    HIJAUKAN BUMIKU

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *