Refleksi Gerakan Lingkungan Hidup pada Hari Pendidikan Nasional

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. Perkembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perjuangan Ki Hajar Dewantara. Dirinya merupakan sang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Pahlawan Nasional yang dihormati sebagai Bapak Pendidikan Nasional. 

Dalam dunia pendidikan modern seperti saat ini, menuntut seluruh masyarakat sekolah memiliki soft skill sebagai penunjang kehidupan yang berkerlanjutan. Salah satu soft skill tersebut adalah peduli lingkungan hidup beserta aksi nyata dalam tujuan menjaga kelestarian dan keserasian alam. 

Kota Surabaya adalah salah satu barometer gerakan pendidikan lingkungan hidup yang dimulai dari sekolah. Berbagai program tersebut ialah Surabaya Eco School, wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur, Penganugerahan Pangeran Puteri Lingkungan Hidup, Eco Pesantren, Surabaya Smart City, dan masih banyak program lainnya.

Beberapa pegiat lingkungan Surabaya memberikan makna penting serta refleksi dari gerakan peduli lingkungan hidup pada peringatan Hari Pendidikan Nasional  2020. Andajani, salah satunya. Guru SMP Negeri 40 Surabaya ini sudah 11 tahun mengabdikan diri pada pendidikan lingkungan hidup. 

Dia merasa bahwa gerakan lingkungan hidup adalah pembentukan karakter spriritual siswa. “Gerakan peduli lingkungan adalah perwujudan pengabdian kepada Tuhan,” katanya. Andajani menambahkan bahwa pendidikan lingkungan hidup juga tertuang dalam Al-Quran surat Ar-Ruum ayat 41. 

“Jadi pembentukan karakter spiritual tidak hanya masalah ibadah kepada Allah SWT, melainkan juga alam semesta dan seisinya yang diciptakan Allah SWT untuk kemaslahatan umat manusia. Sama halnya ketika mengajarkan anak-anak didik untuk membaca Quran, dan mendirikan sholat 5 waktu,” ujar Andajani. 

Gerakan lingkungan hidup merupakan investasi masa depan, khususnya bagi siswa yang kelak melanjutkan kepemimpinan negeri ini. Hal ini disampaikan oleh Asti Susilaningsih, guru pembina lingkungan hidup SDN Kaliasin VII Surabaya. Menurutnya, dengan berbekal pendidikan lingkungan hidup, anak akan mengetahui pentingnya merawatdan menyelamatkan. 

“Oleh karena itu mari kita tanamkan gerakan lingkungan hidup kepada anak-anak sedini mungkin dimulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Sehingga anak-anak dari kecil hingga dewasa nantinya akan terbiasa merawat bumi kita tercinta ini. Tentunya dengan aksi nyata berkelanjutan,” ujar Asti.

Gerakan lingkungan hidup juga terkenal dengan gerakan yang sangat kompleks karena mencakup berbagai aspek kehidupan di masyarakat. Dengan gerakan peduli lingkungan hidup yang berkelanjutan sebagai wujud bahwa manusia sebagai mahluk sosial yang peduli dengan seluruh alam. 

Masudianto, guru pembina lingkungan hidup SDN Jajar Tunggal III Surabaya menyampaikan hal senada, bahwa pendidikan lingkungan hidup penting untuk hidup yang berkelanjutan. “Pendidikan lingkungan hidup harus diterapkan di masyarakat mulai dari usia dini,” tutur Masudianto. 

“Sebuah tujuan dasar dari pendidikan lingkungan adalah untuk membuat individu dan masyarakat memahami sifat kompleks alam dan lingkungan dibangun dihasilkan dari interaksi aspek biologi, fisik, sosial, ekonomi, dan budaya mereka, dan memperoleh pengetahuan, nilai-nilai, sikap, dan keterampilan praktis untuk berpartisipasi dalam cara yang bertanggung jawab dan efektif dalam mengantisipasi memecahkan masalah lingkungan,” tambah Marsudianto. 

Selain itu, menurut Marsudianto, sekolah harus bisa mengajak dan memperkenalkan terhadap siswa/siswi dalam memahami kondisi alam dan masalah alam saat ini. “Para siswa harus dibangun kesadarannya untuk lebih peka terhadap kondisi alam saat ini,” kata Masudianto, guru SDN Jajar Tunggal III. 

Harus dimulai dengan yang sederhana. “Dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan di sekolah. Kemudian siswa membawa hal baik ke rumah, maka tidak mustahil hal baik tentang lingkungan hidup akan semakin baik,” tambah Masudianto. 

Menurut Ratih Indrawati, guru pembina lingkungan SMP Al-Islah Surabaya, refleksi gerakan lingkungan hidup pada Hari Pendidikan Nasional adalah kita mampu menanamkan kepedulian lingkungan dari diri sendiri, sehingga kita akan mampu merealisasikannya kepada masyarakat sekitar. 

Output-nya adalah aksi dan gerakan nyata melestarikan bumi. Menurutnya ada 4 poin utama mengapa peduli lingkungan sangat penting bagi dunia pendidikan. Pertama, merupakan masa awal sebagai anak yang hendak tumbuh menjadi manusia dewasa, yang diharapkan ketika dewasa mereka dapat berperan aktif dalam lingkungan. 

Kedua, menumbuhkan kesadaran individu sejak dini, semangat dan rasa peduli lingkungan. Ketiga, dalam dunia pendidikan mempunyai masa waktu yang cukup berinteraksi. Keempat, masa usia sekolah merupakan masa-masa yang mudah untuk ditanamkan pola pikir peduli lingkungan.

Dalam penerapan pendidikan lingkungan hidup yang dimanifestasikan ke dalam gerakan nyata. Maka poin penting bagi guru adalah sebagai tauladan bagi seluruh siswanya. Penerapan memberi contoh yang baik merupakan cara paling ampuh untuk mengaktifkan kesadaran siswa dalam peduli lingkungan. “Sehingga tercipta kebiasan-kebiasan baik yang terbentuk di sekolah,” kata Sri Hijrayanti, guru pembina lingkungan SDN Kandangan III Surabaya. 

“Tidak hanya dengan berorientasi dengan teori saja, tetapi tindakan dan perbuatan juga harus kita ajarkan kepada anak didik kita, untuk selalu  merawat, menjaga dan melindungi, serta peduli pada lingkungan yang ada sekitar,” ujar Sri Hijrayanti. 

Dengan seperti itu, anak-anak didik kita bisa memberikan wawasan yang luas dan memberi nasehat kepada mereka yang tidak peduli lingkungan. “Adanya edukasi lingkungan hidup pada dunia pendidikan akan membuka mata mereka semua di sekitarnya,” ujar Sri Hijrayanti.

Pandangan lain mengenai gerakan lingkungan hidup disampaikan oleh Ahmad Effendi, guru pembina lingkungan SDN Banyu Urip III Surabaya. Menurut guru Agama Islam ini, pendidikan lingkungan itu menjadi wadah untuk praktek dan menumbukan karakter siswa. 

“Akan tumbuh karakter kemandirian, percaya diri, keikhlasan, daya juang, kepemimpinan, wirausaha, memberi manfaat, menghargai teman, peduli, ulet, telaten, menangani masalah, sabar, patuh, tidak jijikan, bekerja sama, bahkan berbisnis semua bisa ditemukan dalam pendidikan lingkungan hidup,” jelas Ahmad Effendi.

“Dan tiadalah Kami mengutus engkau, kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. QS. Al-Anbiya’ 107. Ayat ini bersifat universal bukan hanya untuk Nabi Muhammad SAW, tetapi semua manusia,” ujar Ahmad Effendi. 

Sehingga, menurutnya, siapapun yang menyelamatkan lingkungan adalah rahmat bagi alam semesta. “Di sini siswa juga terdidik untuk khoirunnas anfa’uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya,” jelas Ahmad Effendi.

“Secara tidak langsung, siswa dididik untuk praktek ‘HUBBUL WATHAN MINAL IMAN’, cinta tanah air bagian dari iman. Berbuat sesuatu untuk menjaga lingkungan adalah salah satu cara merealisasikan bentuk cinta kita kepada tanah air. Ini adalah bentuk kesadaran,” kata Ahmad Effendi. 

Apalah arti hidup tanpa kesadaran, menurutnya. “Tanpa kesadaran, kita seperti manusia yang berjalan tapi tidur kesadarannya. Melek tapi jiwanya ngelindur. Buang sampah sembarangan itu nglindur. Walaupun orangnya berjalan tapi kesadarannya nglindur,” ujar Ahmad Effendi, guru SDN Banyu Urip III. 

Ahmad Effendi juga menambahkan bahwa “Laqad kaana lakum fii rasuulillahi uswatun hasanatun liman kaana yarjuullaha wal yaumil aakhira wa zakarallaha kashiiraan. (QS – Al Ahzab 21)”.

“Rasulullah Muhammad SAW itu teladan. Beliau juga peduli lingkungan. Beliau senantiasa menganjurkan hemat air. Jadi karena kita mengaku umat beliau, maka kita wajib mencontohnya. Ini juga kita temukan di pendidikan lingkungan,” jelas Ahmad Effendi.

Gerakan lingkungan hidup di sekolah tidak bisa dipisahkan antara peran kolaborasi antara siswa dan wali murid. Hal ini disampaikan oleh Hindajati, guru pembina lingkungan hidup SMP Negeri 41 Surabaya. 

“Siswa mengajak belanja orang tua, menjelaskan manfaat membawa tas sendiri. Berbelanja tidak membeli bentuk kemasan kecil, pengurangan kantong kresek. Seiring perkembangan usia, anak hendaknya diajak berperan aktif menjadi pelaku,” ujar Hindajati. 

Hindajati juga menambahkan bahwa muatan pembelajaran lingkungan hidup dapat terintegrasi dengan semua mata pelajaran di sekolah melalui mata pelajaran IPA. “Melalui Pendidikan Agama Islam yang mengajarkan hendaknya manusia sebagai khalifah melestarikan ciptaan Allah dan mapel  yang lainnya,” jelas Hindajati. 

Harapannya, siswa tidak hanya memiliki pengetahuan dan ketrampilan pada pelestarian lingkungan sekitar. “Perilaku dan sikap siswa diharapkan mencerminkan kecintaan pada lingkungan, sehingga mau ikut merawat, melestarikan bahkan mencegah kerusakan bumi tercinta ini,” pungkas Hindajati, guru SMPN 41 Surabaya.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

7 tanggapan untuk “Refleksi Gerakan Lingkungan Hidup pada Hari Pendidikan Nasional

  • Mei 3, 2020 pada 14:45
    Permalink

    Masya Allah, ulasaan Hardiknas dalam pembentukan karakter siswa melalui program lingkungan hidup yang sarat dengan makna & pesan. Jika saja semua lapisan masyarakat di dunia pendidikan menerapkan/mengaplikasikan/mewujudkan yang tertuang dalam QS. Al – Anbiya’: 107, QS. Al – Ahzab: 21, QS. Ar – Ruum: 41, sebagai kata kunci pentingnya membentuk karakter hidup peduli dan ramah lingkungan. Niscaya, In Syaa Allah planet bumi kita akan selalu sehat. Begitu pun dengan penduduknya.

    Balas
  • Mei 3, 2020 pada 15:31
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.

    Selamat hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020…jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru, salah satunya adalah lingkungan karena lingkungan merupakan salah satu investasi masa depan kita sebagai generasi penerus,dengan berbekal pendidikan lingkungan hidup kita akan mengetahui betapa pentingnya memelihara dan menyelamtkan bumi. Itulah makna dari hari Pendidikan Nasional…

    STAY AT HOME

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    ZERO WASTE SELALU
    CINTAI LINGKUNGAN

    Balas
    • Mei 5, 2020 pada 11:09
      Permalink

      Nama : Najwa Almira Salsabila
      Sekolah : SDN Rangkah 1 Sby
      No. Peserta : 234
      Proyek Lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

      Pendidikan karakter memang sangat dibutuhkan di era globalisasi ini. Pendidikan karakter dapat dibentuk salah satunya melalui pendidikan lingkungan. Dengan pendidikan lingkungan menumbuhkan rasa untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga mengurangi kerusakan di bumi ini. Oleh karena itu Gerakan Lingkungan Hidup sangat diperlukan dalam mendidik murid sekolah.

      Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020
      Salam Bumi 🌏 Pasti Lestari 🌲☘🌳🌿

      Balas
  • Mei 3, 2020 pada 15:41
    Permalink

    Lingkungan adalah sumber penghidupan bagi semua makhluk hidup di bumi. Sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk melestarikan, menyelamatkan lingkungan hidup. Mari Kita sebagai pendidik, panutan anak anak, bisa memberi tauladan yang baik dari hal yang kecil, seperti selalu membawa T2, membuang sampah pada tempatnya, mematikan kran dan masih banyak lagi. Serta selalu menanamkan membekali sikap kepedulian lingkungan ke anak didik.
    salam bumi pasti lestari👌👌👌👌👌

    Balas
  • Mei 3, 2020 pada 18:44
    Permalink

    Nama:Acha A’isy Saarah
    Asal sekolah:SDN Margorejo1
    No:136
    Proyek:Kobilak(kopibijisalak)
    Selamat Hari Pendidikan Nasional Menuntut ilmu mulailah usia dini carilah ilmu walau kenegri cina.

    Balas
  • Mei 3, 2020 pada 19:00
    Permalink

    Nama : Elvina Ailsha Hayyu Veronica
    No. Peserta : 66
    Dari : Sdn Kaliasin 7
    Judul Proyek : Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”

    Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020. Ayo kita semua jadikan guru dan sekolah sebagai salah satu tempat kita menimba segala bidang ilmu. Salah satu bentuk ilmu yang sangat diperlukan oleh semua masyarakat yaitu sikap kepedulian , mencintai serta menyelamatkan lingkungan sebagai tempat tinggal kita semua dari tumpukkan sampah.
    Terima Kasih untuk semua Bapak Ibu Guru semua yang telah mengenalkan, mendidik , memberi contoh untuk selalu mencintai Lingkungan Hidup.
    Mari kita “Peringati Hari Pendidikan Nasional” dengan selalu melestarikan, dan menyelmatkan
    Selamat Hari Pendidikan Nasional.

    STAY AT HOME

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    SELALU ZERO WASTE
    DIET PLASTIK

    Balas
  • Mei 5, 2020 pada 12:09
    Permalink

    Nama: FILZAH PUTRI NARAYA
    Sekolah : SDN KALIASIN 7
    No. Peserta : 68
    Proyek Lingk : PEMANFAATAN BARANG BEKAS MENJADI ANEKA BARANG YANG BERGUNA.
    Saat nya diet sampah
    Zero waste…
    kurangi sampah dengan mendaur ulang sampah….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *