Rivansyah Fathur Rozaq, Pangeran “Kopi Biji Pepaya” LH 2019

Pepaya merupakan buah yang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia. Buah yang memiliki khasiat sebagai pelancar sistem pencernaan ini sangat banyak dikonsumsi. Namun, siapa sangka di balik kelezatan buahnya, ada seorang siswa yang memanfaatkan bijinya sebagai bahan dasar minuman kopi. Rivansyah Fathur Rozaq, namanya. Dia akrab disapa Rivan oleh teman sebayanya. 

Siswa SMP Negeri 6 Surabaya ini mengaku mempunyai ide pemanfaatan biji pepaya sebagai kopi berawal dari penjual buah dekat rumah. Pedagang buah keliling selalu menghasilkan limbah berupa kulit dan biji buah. “Seringkali kalau biji pepaya itu buangnya selalu berserakan sehingga saya mempunyai ide apakah biji ini bisa dimanfaatkan kembali. Setelah browsing internet ternyata bisa,” kata Rivan. 

“Ketika saya memberikan sosialisasi kepada pedagang buah reaksi mereka biasa saja. Saya meminta biji pepayanya kepada pedagang buah itu. Daripada dibuang, saya minta biji pepaya itu dikumpulkan untuk saya ambil buat proyek saya,” ujar siswa kelas 9 ini. Meskipun mendapat respon kurang positif, namun ia berhasil mengadopsi pedagang buah di sekitar rumahnya.

Rivand saat memamerkan produknya

Ketika melakukan pembuatan Kopiya (kopi biji pepaya), Rivan mengaku tidak mendapat kendala yang berarti karena cukup mudah. Karena sebelumnya ia sudah belajar dari beberapa artikel dan video tutorial youtube. Untuk cara pembuatan alat dan bahan yang diperlukan yaitu biji pepaya,  hanya lengser besar, kompor, wajan, blender, penyaring, dan wadah kecil.

“Pertama cuci bersih biji papaya. Setelah dicuci keringkan dibawah sinar matahari selama 2-3 hari tergantung cuaca. Setelah kering, sangrai biji pepaya (memasak tanpa minyak hingga berwarna coklat kehitaman),” jelas Rivansyah Fathur Rozaq. 

Proses selanjutnya yaitu diamkan dan tunggu hingga dingin. “Kemudian blender biji pepaya hingga halus. Saring biji pepaya yang telah diblender agar lebih halus lagi dan KOPIYA siap disajikan,” ujar siswa penghobi renang ini.

Rivand didampingi orang tua dan guru pembinanya saat diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini

Salah satu kunci sukses Rivan dalam pengembangan proyeknya adalah peran keluarganya. Menurutnya, peran keluarga sangat membantu dalam kelancaran pengembangan proyek khususnya dalam kegiatan produksi. “Ketika produksi, ibu saya membantu dalam proses sangrai dan blender, sedangkan adik saya membantu menyaring biji papaya tadi,” ujar siswa bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil ini.

Kopi dari biji pepaya hasil produksi Rivan cukup terkenal di kalangan tetangga rumahnya yang beralamat di Jalan Sidotopo Wetan Baru VA. Sudah puluhan orang yang sudah merasakan kopi hasil racikannya tersebut. “Kata mereka enak dan bikin pegal-pegal hilang. Ada juga yang sampai ketagihan dengan kopi biji pepaya ini,” ungkap Rivan.

Ketika menjalankan proyek lingkungan ini, Rivan telah berhasil mencapai target yang sebelumnya ia rencanakan. Menurutnya, ia telah berhasil mengolah sedikitnya 6 kg biji pepaya. Rivan juga sosialisasi kepada lebih dari 50 orang di beberapa kampung dan taman sekitar Sidotopo Wetan. “Alhamdullilah saya dapat penghasilan sebesar 200.000 Rupiah dari penjualan Kopiya,” ujar Rivan.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

5 tanggapan untuk “Rivansyah Fathur Rozaq, Pangeran “Kopi Biji Pepaya” LH 2019

  • Mei 14, 2020 pada 11:55
    Permalink

    Nama:Elvina Ailsha Hayyu Veronica
    No.Peserta: 66
    Dari SDN Kaliasin 7

    Judul Proyek Saya
    “Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”

    Tetap Semangat terus yaa untuk kak Rivansyah dan rajin membuat minuman kopi.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Zero Waste
    Hijaukan Bumiku

    Balas
  • Mei 14, 2020 pada 12:48
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.

    Selamat buat kak Rivansyah atas karya dan inovasinya “Kopi Biji Pepaya” sehingga mendapat penghargaan pangeran LH 2019… Terus berkarya dan berinovasi kak dan tetap menjaga lingkungan dan bumi agar tetap hijau…

    STAY AT HOME

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    ZERO WASTE SELALU
    CINTAI LINGKUNGAN

    Balas
  • Mei 14, 2020 pada 18:11
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla WS
    Sekolah : SDN pakis v
    No. Peserta : 194
    Proyek : Dari Kertas Bekas Disulap Menjadi Buku Catatan

    Selamat untuk kak Rivansyah yang telah menjadi ” Pangeran LH tahun 2019 “.
    Semoga ini menjadi contoh untuk kita semua.

    STAY AT HOME
    Salam Bumi 🌏 Pasti Lestari 🌳

    Balas
  • Mei 16, 2020 pada 18:50
    Permalink

    Nama:Filzah Putri Naraya
    No.Peserta: 68
    Dari SDN Kaliasin 7

    Judul Proyek Saya
    “Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna”

    Tetap semangat ya kak Rivansyah💪👍

    Balas
  • Mei 16, 2020 pada 18:52
    Permalink

    Nama:Filzah Putri Naraya
    No.Peserta: 68
    Dari SDN Kaliasin 7

    Judul Proyek Saya
    “Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna”

    Tetap semangat ya kak Rivansyah💪👍 meskipun dalam situasi seperti sekarang.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *