Shinta Rahmawati, 13 Tahun Pengabdian Lingkungan Hidup

13 tahun yang lalu, sebelum gerakan peduli lingkungan segencar sekarang, guru ini sudah mulai aktif dalam berkegiatan lingkungan hidup berkelanjutan. Kecintaan dan kepeduliannya yang membuatnya aktif sebagai pembina lingkungan hingga sekarang. Ialah Shinta Rahmawati, guru yang kini menjadi pembina lingkungan hidup di SDN Rangkah VI Surabaya.

Tahun 2007, ketika Shinta ditunjuk sebagai tim kreatif lingkungan hidup SDN Kandangan III Surabaya, adalah pertama kalinya dia memulai gerakan lingkungan hidup. “Saya mulai kenal dengan Mas Roni dan Mas Bram Tunas Hijau yang sering saya ajak diskusi waktu itu,” ujar Shinta Rahmawati. 

Menurutnya, perkenalan antara dirinya dengan lingkungan hidup membuat kegiatan sebagai guru semakin menyenangkan. Alasan utama Shinta Rahmawati masih konsisten dengan gerakan lingkungan adalah untuk kelestarian bumi sebagai tempat kehidupan. 

“Bumi kita hanya satu dan gak bakalan kita pindah. Sehingga perlulah kita jaga jangan sampai rusak karena perilaku kita sekecil apapun kepedulian kita terhadap lingkungan akan berpengaruh terhadap masa datang,” kata Shinta Rahmawati.

Shinta saat memanfaatkan cangkang telur untuk pembibitan tanaman di SDN Rangkah VI

Shinta menceritakan perjuangannya membuat SDN Rangkah VI Surabaya menjadi sekolah zero waste. Ia mengaku membutuhkan usaha lebih untuk mewujudkannya. Namun dengan komitmen rekan guru lainnya, upaya menjadikan sekolahnya bebas sampah plastik menjadi lebih mudah. 

“Saya memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada para pedagang. Saya memberikan modal mereka dua lusin gelas. Saya ajak mereka menghitung keuntungan ketika tidak menggunakan plastik,” ujar guru bahasa Inggris ini.

Hasil perjuangan Shinta dan rekan guru untuk menjadikan sekolah zero waste membuahkan hasil. Hal ini dapat dilihat dari kebiasaan warga sekolah dan sampah yang dihasilkan oleh kantin SDN Rangkah VI Surabaya. 

“Sebelum kami lakukan sosialissasi, sampah selalu penuh. Tapi sekarang, setelah pedagang kantin paham, ternyata sampah berkurang 90%. Pernah saya iseng timbang sampah plastik sekolah ternyata sehari 3 kg,” ujar guru yang hobi berkebun ini.

Shinta bersama siswa kader lingkungan hidup SDN Rangkah VI saat pengumpulan jelantah

Shinta juga dikenal sebagai guru yang penuh karya kreatif. Salah satu hasil karyanya adalah merubah lahan kosong sekolah menjadi taman hidup yang penuh tumbuhan. “Pertama saya menanam cincau dan ternyata hasilnya teduh,” ujar Shinta. 

Keberhasilan menanam cincau membuatnya ketagihan menanam tanaman lain. Tanaman lavender, labu madu, hingga berbagai tanaman toga pun ditanam oleh Shinta. Bahkan tanaman terong mencapai 40 tanaman yang hampir setiap pekan panen. 

“Beberapa tanaman yang kami tanam di taman hidup menarik perhatian wali murid. Bahkan ada yang sampai membelinya. Tanaman yang sering dibeli adalah tanaman buah tin dan labu madu,” ujar guru pernah menjadi sosok Pendidikan Jawa Pos pada tahun 2016 ini. 

Shinta menuturkan bahwa seluruh tanaman tersebut dibeli dari hasil penjualan minyak jelantah yang dikumpulkan di sekolah. “Hasil penjualan jelantah dan penjualan tanaman kami kembalikan untuk perawatan taman. Jadi uang itu kembali untuk kebutuhan program lingkungan,” imbuh Shinta. 

Taman tersebut dipercantik oleh bola sepak siswa yang dicat warna-warni dan digantungkan di atas taman sehingga menimbulkan kesan estetik.

Gerakan peduli lingkungan, menurut Shinta, berawal dari cinta yang timbul melalui pembiasaan sehari-hari. “Kalau anak-anak sudah punya rasa cinta, dia tidak akan berpaling. Saya percaya sekarang mereka dapat pengalaman suatu saat dia akan menggunakan pengalaman itu,” ujar guru yang mulai berdinas di SDN Rangkah VI Surabaya sejak 2015 ini.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

5 tanggapan untuk “Shinta Rahmawati, 13 Tahun Pengabdian Lingkungan Hidup

  • Mei 15, 2020 pada 14:33
    Permalink

    Nama:Elvina Ailsha Hayyu Veronica
    No.Peserta: 66
    Dari SDN Kaliasin 7

    Judul Proyek Saya
    “Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”

    Semangat terus yaa…Bu.Shinta dan tetap semangat.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Zero Waste
    Hijaukan Bumiku

    Balas
  • Mei 15, 2020 pada 14:40
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek: “Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna”.

    Sosok seorang pendidik yang sangat peduli terhadap lingkungan patut kita junjung tinggi,itulah guru kita ” Ibu Shinta Rahmawati”. Beliau sangat cinta dan peduli terhadap lingkungan disekitarnya terutama dilingkungan dimana beliau mengajar, selain itu juga beliau sangat kreatif sehingga kita patut belajar dari beliau…

    STAY AT HOME

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    ZERO WASTE SELALU
    CINTAI LINGKUNGAN

    Balas
  • Mei 15, 2020 pada 14:42
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek: “Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna”.

    Sosok seorang pendidik yang sangat peduli terhadap lingkungan patut kita junjung tinggi,itulah guru kita ” Ibu Shinta Rahmawati”. Beliau sangat cinta dan peduli terhadap lingkungan disekitarnya terutama dilingkungan dimana beliau mengajar, selain itu juga beliau sangat kreatif sehingga kita patut belajar dari beliau…

    STAY AT HOME

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    ZERO WASTE SELALU
    CINTAI LINGKUNGAN

    Balas
  • Mei 15, 2020 pada 18:50
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla Wahyu Setiawan
    Sekolah : SDN pakis v
    No. Peserta : 194
    Proyek : Dari Kertas Bekas Disulap Menjadi Buku Catatan.

    Sukses terus untuk Bu Shinta dan semangat .

    STAY AT HOME
    Salam Bumi 🌏 Pasti Lestari 🌳

    Balas
  • Mei 16, 2020 pada 18:54
    Permalink

    Nama:Filzah Putri Naraya
    No.Peserta: 68
    Dari SDN Kaliasin 7

    Judul Proyek Saya
    “Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna”

    Wah saya sangat kagum dengan Bu Shinta dalam menjaga dan merawat lingkungan….
    Tetap semangat ya Bu…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *