Tristan Kesyandria Ali Pasha, Keluarga Zero Waste Terbaik I 2019 SMP

Tristan Kesyandria Ali Pasha ialah kader lingkungan hidup SMP Negeri 41 Surabaya. Siswa yang akrab disapa Tristan ini aktif sebagai penggerak Surabaya Eco School 2019. Mendapatkan tugas sebagai pengelola bank sampah di sekolah, membuatnya memahami manajemen sampah non organik yang dihasilkan oleh sekolahnya. 

“Salah satu tugas utama bank sampah adalah ngumpulin sampah,” kata Tristan. Seperti mengambil setoran minyak jelantah per kelas. “Juga mencatat pengumpulan sampah non-organik yang dikumpulkan oleh siswa,” tambah Tristan Kesyandria Ali Pasha. 

Menurutnya, menjadi penanggung jawab bank sampah harus sabar dan telilti karena melibatkan pembukuan dan pengukuran sampah di sekolah. “Menjadi pengelola bank sampah sekolah adalah kesempatan berharga,” ujar Tristan.

Tristan bersama keluarganya saat berliburan ke Pulau Bali awal tahun 2020. Mereka berkampanye zero waste dalam perjalanan ke Bali ini

Dia mengaku aktif dalam kegiatan lingkungan hidup diawali dari teman-teman sebaya yang juga aktif sebagai kader lingkungan. Selain itu, ketertarikan Tristan juga didasari oleh komentar temannya kalau kegiatan lingkungan itu seru. 

“Saya sering diajak melakukan penyuluhan ke SD sekitar sekolah,” terang Tristan. Kegiatan lain yang dia suka adalah ketika grebek pasar. Dua hal itu menjadi alasan utamanya ikut kader lingkungan SMPN 41 Surabaya dengan nama The Ant ini.

Salah satu tantangan Surabaya Eco School 2019 adalah merealisasikan pola hidup zero waste bersama keluarga. SMP Negeri 41 Surabaya berusaha merealisasikan keluarga zero waste kepada seluruh kader lingkungannya. 

Keluarga Tristan dalam pemberitaan Jawa Pos – Metropolis

Dia ketika itu diberikan arahan oleh Hinda, guru pembina lingkungan hidup SMPN 41, mengenai realisasi keluarga zero waste. Di dalamnya terdapat beberapa poin yang harus dilaksanakan. “Setelah saya pelajari ternyata tidak susah,” ungkap Tristan.

Sesampainya di rumah, ia berusaha mengedukasi keluarganya mengenai realisasi keluarga zero waste. Menurutnya, memberikan edukasi kepada keluarga sangat mudah. “Keluarga saya selalu mendukung kegiatan positif apapun,” ujar Tristan. Alhasil realisasi keluarga zero waste di keluarga Tristan tidak mengalami kendala yang berarti. 

“Alhamdulillah ayah, bunda, dan adik saya sangat mendukung konsep keluarga zero waste,” tutur putera pasangan Rudi Hemanto dan Ery Yuliana.

Belanja di pasar tradisional juga dilakukan Tristan bersama keluarganya dengan zero waste

Ada satu poin keluarga yang ternyata sudah diterapkan sejak lama, yaitu membawa tumbler dan tepak makan sendiri ketika berpergian. Yang paling sering diterapkan juga sebelumnya adalah membawa kantong belanja sendiri non kresek. 

Keluarga Tristan merupakan salah satu keluarga yang melaksanakan seluruh poin Keluarga Zero Waste 2019. Pertama, upaya pengurangan sampah kemasan produk dan membeli dalam kemasan besar. Kedua, upaya pengurangan tas plastik dengan membawa kantong belanja sendiri. 

Di rumahnya, Tristan mengolah sampah non-organik berdasarkan jenisnya. “Saya sediakan 4 tempat sampah terpisah, yaitu sampah botol, organik, sachet, dan sampah kertas,” kata Tristan. Khusus untuk sampah botol, dia tukar dengan tiket Suroboyo Bus. 

Keluarga Tristan juga mengolah sampah organik. Keluarga ini bahkan sudah tidak mengirim sampah organik keluar rumah. “Kami olah sampah organik dengan keranjang takakura dan lubang resapan biopori,” ujar siswa yang bercita-cita menjadi dokter ini.

Pemanfaatan lahan kosong juga dilakukan Tristan bersama keluarganya di rumah. “Saya menanam dengan menggunakan media pot, barang bekas atau botol bekas yang saya gantung,” ungkap siswa kelas 8 ini. Media tanam talang bekas juga digunakan Tristan di atas dinding kamar mandi.

Tristan beserta keluarga aktif menyebarkan gerakan keluarga zero waste kepada masyarakat umum melalui kampanye. “Kami sekeluarga sudah kampanye zero waste di mall, pasar tradisional, dan Panti Asuhan Mahabaturrosul,” terang Tristan. Saat sosialisasi, dia sekaligus membagikan tas ramah lingkungan dan tepak makan berulang kali pakai.

Konsep keluarga zero waste akhirnya sudah menjadi kebiasaan Tristan beserta keluarganya. Keluarganya berkomitmen untuk terus melakukan zero waste sampai kapanpun. “Sampai sekarang kebiasaan zero waste itu masih tetap diterapkan keluarga kami. Alhamdullilah saya merasakan manfaat baiknya,” tutup Tristan.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

6 tanggapan untuk “Tristan Kesyandria Ali Pasha, Keluarga Zero Waste Terbaik I 2019 SMP

  • Mei 11, 2020 pada 09:54
    Permalink

    Nama:Acha A’isy Saarah
    Asal sekolah:SDN Margorejo1
    No:136
    Proyek:Kobilak(kopibijisalak)

    Semangat kak patut dicontoh.Salam bumi pasti lestari

    Balas
  • Mei 11, 2020 pada 10:19
    Permalink

    Nama:Elvina Ailsha Hayyu Veronica
    No.Peserta: 66
    Dari SDN Kaliasin 7

    Judul Proyek Saya
    “Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”

    Selamat ya kak Tristan telah menjadi Keluarga Zero Waste terbaik l 2019 SMP. Tetap Semangat ya dan dan perbanyaklah melakukan kegiatan Keluarga Zero Waste.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Selalu Zero Waste
    Hijaukan Bumiku

    Balas
    • Mei 13, 2020 pada 03:04
      Permalink

      Nama : Najwa Almira Salsabila
      Sekolah : SDN Rangkah 1 Sby
      No. Peserta : 234
      Proyek Lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

      Selamat buat Kak Tristan dan keluarga sebagai Keluarga Zero Waste I 2019. Sangat menginspirasi dan terus berkarya ya Kak untuk mengurangi sampàh demi kelestarian bumi ini.

      Salam Bumi 🌏 Pasti Lestari 🌲☘🌳🌿

      Balas
    • Mei 14, 2020 pada 08:46
      Permalink

      Nama:Filzah Putri Naraya
      No.Peserta: 68
      Dari SDN Kaliasin 7

      Judul Proyek Saya
      “Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna”

      Semangat kak Tristan Kesyandria Ali Pasha, lanjutkan untuk memelihara lingkungan agar bersih. Dan selamat karena kakak sudah menjadi Keluarga Zero Waste terbaik 1 2019 SMP…

      Balas
  • Mei 11, 2020 pada 12:28
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.

    Selamat buat kak Tristan yang meraih “Keluarga Zero Waste” 2019…pemanfaatan sampah menjadi barang berguna telah dilakukan oleh keluarga kak Tristan. Mari kiya jaga lingkungan dan bumi dari sampah…

    STAY AT HOME

    SALAM BUMI PASTI LESTARI
    ZERO WASTE SELALU
    CINTAI LINGKUNGAN

    Balas
  • Mei 11, 2020 pada 20:48
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla WS
    Sekolah : SDN Pakis V
    No. Peserta : 194
    Proyek : Dari Kertas Bekas Disulap Menjadi Buku Catatan.

    Selamat ya kak Tristan dan keluarganya, yang telah terpilih menjadi ” Keluarga Zero Waste terbaik I tahun 2019 “.
    Ayo kita terus melakukan kegiatan zero waste dalam kehidupan sehari hari.

    STAY AT HOME
    Salam Bumi 🌏 Pasti Lestari 🌳

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *