Elang Jawa Menetaskan Telur di Pusat Suaka

Momen langka terjadi di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PPSEJ) Loji, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pasalnya sepasang elang Jawa atau yang dikenal dengan Burung Garuda, menetaskan telur di pusat penangkaran pada awal Juli 2020 ini.

Lahirnya anak elang jawa ini menambah populasi burung langka yang dilindungi, di kawasan konservasi Taman Nasional Halimun Salak. Anakan elang jawa ini menetas secara alami pada 7 Juli 2020 lalu, di kandang pusat suaka satwa di bawah pengendalian Taman Nasional Halimun Salak.

Proses pengeraman telur oleh induk elang jawa hingga menetas, terpantau kamera CCTV milik pusat konservasi. Lahirnya anak burung yang menjadi lambang negara Republik Indonesia ini, merupakan sejarah tersendiri. 

Sebab, elang jawa dikenal sebagai hewan yang terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature atau IUCN. Anak elang jawa ini diketahui dihasilkan dari perkawinan antara Rama (jantan) dan Dygta (betina).

“Kurang lebih dari Februari sampai Juli ini kita pantau CCTV 24 jam, ternyata mereka kawin. Bulan Mei kita menemukan telur di lantai kandang itu di sela pohon. Itu kita pantau terus perkembangannya bagaimana ia mengerami secara alami, alhamdulillah menetas pada 7 Juli,” kata Kepala Taman Nasional Halimun Gunung Salak, Ahmad Munawir.

Hingga saat ini, bayi elang jawa yang baru menetas tersebut masih dirawat secara alami oleh induk. Rencananya burung langka itu akan dilepasliarkan ke alam bebas. Elang jawa adalah spesies endemik, yang hanya terdapat di sepanjang Pulau Jawa. 

Populasi hewan yang menjadi simbol identitas lambang Pancasila ini pun hanya tinggal 300-500 ekor saja. Bahkan ada kecenderungan terus menurun sehingga berhadapan dengan risiko kepunahan.

Karena keadaan tersebut, maka pemerintah menetapkan elang jawa sebagai spesies yang dilindungi. Pada 1993 melalui Keputusan Presiden No. 4 tahun 1993, Elang Jawa ditetapkan sebagai salah satu satwa nasional. (roni)

26 thoughts on “Elang Jawa Menetaskan Telur di Pusat Suaka

  • Juli 20, 2020 pada 08:05
    Permalink

    Nama : Estetia Mustika Shani
    Asal Sekolah: SMP Negeri 61 Surabaya
    No Peserta : 382

    Alhamdulillah, di antara maraknya pembunuhan satwa liar masih tetap ada yang melindungi kehidupan satwa langka. Terima kasih untuk kebaikannya yang telah memberikan contoh baik kepada kita semua untuk selalu melindungi satwa langka. Selamat datang bayi Elang Jawa di alam yang baru? Semoga kehidupanmu selalu terlindungi oleh orang-orang yang bijak, Aamiin. Salam Bumi Pasti Lestari!?????

    Balas
  • Juli 20, 2020 pada 19:36
    Permalink

    Nama : Nisrina Bilqis
    Sekolah : SMPN 6 Surabaya
    No. Peserta : 354
    Proyek : ShantiQ (sampah cantiq)

    Saya sangat senang saat membaca berita ini. Tidak, bahkan ketika baru melihat headline nya saja saya sudah sangat senang. Karena spesies langka yang terancam punah, Burung Garuda yang menjadi lambang pancasila ini bertambah. Saya berharap sekali, kedepannya Elang Jawa ini bisa terus lestari dan populasinya meningkat.

    Balas
    • Agustus 1, 2020 pada 22:32
      Permalink

      Nama: Adhigana Romzi Prawira
      Asal sekolah: SDN Kandangan 2
      Proyek: daur ulang handuk bekas menjadi Pot Bunga
      No Peserta: 75

      Sebaiknya kita melindungi elang jawa, agar terhindar dari kepunahan

      Balas
  • Juli 20, 2020 pada 19:37
    Permalink

    Nama : Nisrina Bilqis
    Sekolah : SMPN 6 Surabaya
    No. Peserta : 354
    Proyek : ShantiQ (sampah cantiq)

    Saya sangat senang saat membaca berita ini. Tidak, bahkan ketika baru melihat headline nya saja saya sudah sangat senang. Karena spesies langka yang terancam punah, Burung Garuda yang menjadi lambang pancasila dasar Negara Indonesia ini bertambah. Saya berharap sekali, kedepannya Elang Jawa ini bisa terus lestari dan populasinya meningkat.

    Balas
  • Juli 20, 2020 pada 19:43
    Permalink

    Nama : Nisrina Bilqis
    Sekolah : SMPN 6 Surabaya
    No. Peserta : 354
    Proyek : ShantiQ

    Saya sangat senang ketika membaca berita ini. Tidak, bahkan hanya dari membaca headlinenya saja saya sudah sangat senang. Mengapa tidak, populasi spesies langka yang terancam punah ini bertambah. Elang Jawa atau Burung Garuda yang menjadi lambang pancasila, dasar Negara Indonesia. Saya berharap sekali kedepannya populasi Elang Jawa ini tetap lestari dan bisa bertambah!!

    Balas
    • Maret 7, 2021 pada 15:40
      Permalink

      Alhamdulillah penangkaran nya berhasil??Salam Bumi Pasti Lestari?

      Balas
      • April 1, 2021 pada 19:29
        Permalink

        Nama : Nabila Dayyana Faliha
        No Peserta. :072
        Judul. :Budidaya Tanaman Pandan
        SDN BUBUTAN 4 SURABAYA

        Semoga Tunas Hijau makin Jaya
        Salam Bumi Pasti Lestari
        Salam Zero Waste

        Balas
  • Juli 26, 2020 pada 10:33
    Permalink

    Nama: Muhammad Ilham
    No Urut: 99
    Proyek: SEK (Es Cream Kelor)
    Asal: SMP Negeri 35 Surabaya

    Menurut saya perlindungan terhadap satwa langka sangatlah terpuji, Terimakasih bagi orang orang yang selalu melindungi satwa langka tersebut, semoga anak cucu kita bisa melihatnya suatu hari nanti

    Balas
  • Agustus 3, 2020 pada 18:43
    Permalink

    sakya anindya
    sdn dukuh menanggal 1
    nomer peserta 38
    proyek : budidaya tanaman lidah buaya

    senang sekali bertambahnya elang jawa atau burung Garuda yg menetas semoga semakin brtambah bnyak agar tidak terjadi kepunahan ….

    salam bumi selalu lestariii

    Balas
    • Maret 30, 2021 pada 08:23
      Permalink

      Semoga Elang Jawa Tetap dilindungi dan jangan sampai punah karena Elang Jawa akan Langka

      I Gusti Agung Laksmi Septanty_160_SMPN 35 Surabaya

      Balas
  • Oktober 7, 2020 pada 10:04
    Permalink

    Semangat terus tunas hijau ilmunya sangat bermanfaat dan bisa di kembangkan di sekitar lingkungan sekitar rumah dan sekolah

    Balas
    • Maret 6, 2021 pada 21:24
      Permalink

      Nama : ZAHROTUL MAULIDIA
      No.Peserta : 196
      Asal.Sd : SDN KAPASARI l SBY

      Saya sangat senang karena di antara banyak nya pembunuhan satwa liar masih ada yang melindungi satwa langka✔️
      Itu adalah salah satu contoh yang baik untuk kita semua agar kita tetap melindungi satwa langak??
      Salam bumi pasti lestari!???

      Balas
  • Maret 6, 2021 pada 17:28
    Permalink

    Dzaki Avaldo Priandrio
    SDN Pakis 5
    No peserta 189
    Saya sangat senang sekali.. Semoga terus bertambah populasi elang jawa

    Balas
  • Maret 7, 2021 pada 18:25
    Permalink

    Ini salah satu hewan favorit saya. Semoga terhindar dari kepunahan.. Ayo bersama-sama menjaga kelestarian hewan langka..
    Nama : Ihsan Rasyad Adinata
    Sekolah : SDN Margorejo 1 Surabaya
    No peserta : 131

    Balas
  • Maret 8, 2021 pada 16:12
    Permalink

    Nabila Dayyana Faliha
    SDN BUBUTAN 4 SURABAYA
    Peserta 072
    Sukses trus Tunas hijau sangat bermanfaat

    Balas
  • Maret 9, 2021 pada 18:02
    Permalink

    Louis JZ
    Peserta 001
    Merlion School
    Mari kita menjaga kelestarian alam dan hewan yang hidup didalamnya!

    Balas
  • Maret 10, 2021 pada 07:38
    Permalink

    Nama : Ghatfan Satria Yudiatra
    Sekolah : SMP Negeri 6 Surabaya
    No. Peserta : 103

    Begitu banyak satwa yang terancam punah, dengan membaca berita ini, saya sangat bersyukur sekali.
    Kita harus tetap menjaga lingkungan dengan tidak melakukan penebangan pohon dan tetap melestarikan hutan dengan melakukan penanaman pohon.
    Dan ini semua akan saya mulai dari diri saya sendiri.

    Balas
  • Maret 25, 2021 pada 21:56
    Permalink

    Berlin Archelle Rose
    No peserta 180
    Dari sdnkalirungkut1
    Terimakasih kakak tunas hijau informasi nya
    tentang Elang Jawa sangat bermanfaat ..

    Balas
  • Maret 29, 2021 pada 12:30
    Permalink

    Nama: Rizqia arifatus aulia
    SDN Kalijudan 1/239
    No peserta: 178
    Alhamdulillah…..burung elang jawa menetas semoga makin bayak bertambah populasinya agar burung elang jawa tdk punah

    Balas
  • Maret 30, 2021 pada 10:51
    Permalink

    Aquila nuris shifa SMPN 11 nomer peserta 10 budidaya daun mint

    Wahh alhamdulillah masih ada yang melindungi walau maraknya perburuan liarr

    Balas
  • Maret 30, 2021 pada 13:36
    Permalink

    Nama:Aybar Oktaviana
    No.peserta:154
    Asal:SDN jambangan 1
    Proyek:Daur ulang sampah warkop

    Elang Jawa merupan species yg di sahkan undang undang menjadi hewan dilindungi.Maka kita seharusnya menjadi generasi bangsa yang mau mengenal,dan menjaga agar elang jawa tidak punah.

    Balas
  • April 2, 2021 pada 20:56
    Permalink

    M Rasyaa Nizam Daj
    231
    Sdn Rungkut Menanggal 1 Surabaya
    “Sobat Jelantah ”
    Terima kasih Tunas Hijaunsudah memberikan pengetahuan kepada kita

    Balas
  • April 4, 2021 pada 16:26
    Permalink

    Nama : Naila Putri Divia
    No peserta : 150
    Asal sekolah : SDN JAJAR TUNGGAL III SURABAYA
    JUDUL PROYEK : Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur
    Saya siap mengikuti seleksi 3 Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2021.

    Balas
  • April 7, 2021 pada 10:22
    Permalink

    Nama : Erina Rahma Putri
    Asal : SDN Kapasari 8 Surabaya
    No urut peserta : 200
    Judul proyek : belajar dari rumah kumpulkan jelantah

    Alhamdullilah burung elang Jawa netaskan telur nya semoga elang Jawa tetap dilestarikan dan selalu di lindungi amin

    Balas
  • Juni 28, 2021 pada 12:04
    Permalink

    Alicia Sukmana
    No.364
    Proyek satu serai Sejuta manfaat
    Peserta pangputlh 2021

    Bersyukur sekali telurnya menetas dengan aman semoga elang Jawa tidak sampai punah..?sedih sekali jika mereka sampai punah..
    Terimakasih informasinya tunas hijau sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan saya
    Salam bumi pasti lestari???
    Salam sadar iklim C

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *