Elza Wahyu Ramadhani, Olah Kulit Telur untuk Pasta Gigi

Kulit telur butuh waktu lebih lama untuk terurai secara alami bila dibandingkan dengan jenis sampah organik lainnya. Berlatar belakang hal itu, Elza Wahyu Ramadhani berinisiatif mengolah kulit telur menjadi pasti gigi yang kaya manfaat untuk kesehatan gigi. Produk buatan Elza ini bernama Pagi Dulur (Pasta Gigi dari Kulit Telur).

Elza, sapaan Elza Wahyu Ramadhani, ialah peserta Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020 dari SMPN 61 Surabaya. Hingga seleksi IV program yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya ini, Elza telah mengadopsi 9 pedagang makanan di sekitar rumahnya. 

“Saya mengadopsi penjual martabak Kharisma, penjual martabak Eiffely, penjual martabak Tegal, penjual nasi pecel, 2 penjual gorengan, penjual penyetan, penjual tahu tek, dan penjual nasi goreng. Mereka berjualan di sekitar rumah saya,” kata siswa kelahiran Surabaya, 20 September 2006 ini.

Kulit telur yang terkumpul dicuci dan dikeringkan sebelum diolah lebih lanjut

Sejak Februari 2020, Elza juga telah berhasil mengumpulkan dan mengolah 1.198 butir kulit telur. “Saya berhasil menjual 79 buah pasta gigi secara online maupun offline. Pembeli produk pasta gigi saya berasal dari Surabaya barat, Surabaya pusat, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, dan Yogyakarta,” ujar penghobi menari ini.

Sosialisasi pengolahan kulit telur kepada masyarakat juga gencar dilakukan oleh Elza. “Saya telah sosialisasi proyek kepada 1.226 orang,” terang kader lingkungan yang bercita-cita menjadi dokter ini. Dia pernah sosialisasi di Mall BG Junction, SDN Sememi I, SDN Sememi II, SDN Klakahrejo I, SDN Keputran I, sekitar rumah dan pertemuan PKK.

Selain memanfaatkan limbah kulit telur untuk pasta gigi, Elza juga mengembangkan proyeknya sebagai media tanam dan pupuk. “Sebagai media tanam, saya menanam kacang hijau, bawang, cabai, bibit pepaya, dan sawi,” ujar siswa yang tinggal di Jalan Bandarejo I Surabaya ini.

Penumbukan kulit telur dilakukan secara manual oleh Elza.

Elza merasakan cukup banyak tantangan dalam mengembangkan proyek lingkungan hidupnya selama pandemi. “Pemasaran agak sulit apalagi saat pandemi. Saya tidak bisa langsung berpromosi secara fisik di kerumunan orang banyak,” tutur putri pasangan Hariyanto dan Etik Ismawati ini.

Keterbatasan alat produksi pasta gigi dari kulit telur juga dirasakan oleh Elza. “Proses produksi masih manual menggunakan alat tradisional berupa tumbuk. Perlu waktu lebih lama untuk bisa menumbuk kulit telur agar bisa sehalus produksi pabrik,” jelas Elza Wahyu Ramadhani.

Elza mengaku bahwa ide proyek pemanfaatan kulit telur untuk produksi pasta gigi ini berasal dari dirinya sendiri. “Awalnya, saya melihat banyaknya limbah kulit telur dari pedagang yang dibuang di sekitar rumah. Akhirnya muncul pertanyaan enaknya dibuat apa. Baru saya muncul ide dengan membuka google seputar kulit telur,” terang Elza.

Dia menerangkan bahwa kulit telur mengandung banyak manfaat. “Di antara kandungan kulit telur adalah sangat bagus untuk kesehatan gigi dengan kalsium tinggi yang terdapat pada kulit telur,” terang Elza. Strontium, fluorida, magnesium, selenium, dan protein yang sangat penting untuk kesehatan tulang dan gigi juga terdapat pada kulit telur.

Pemanfaatan kulit telur untuk media tanam juga dilakukan oleh Elza

Cara pengolahan pasta gigi dari kulit telur cukup mudah dilakukan. Pertama, kulit telur yang telah ia kumpulkan dari pedagang martabak dibersihkan dan dicuci hingga bersih. “Selanjutnya kulit telur yang telah dibersihkan, dikeringkan dan direbus sekitar 20 menit untuk menghilangkan bau amis pada telur,” jelas Elza.

Setelah itu, kulit telur dihaluskan dengan cara ditumbuk. Kalau kulit telurnya sudah halus, tinggal dicampur dengan bahan lain. “Untuk takarannya bubuk kulit telur 1 sendok, gula halus 1 sendok, soda kue sepucuk sendok makan, gliserol, dan perasa papermint,” kata alumni SDN Klakahrejo I Surabaya ini.

Takaran itu untuk pasta gigi 30 gram. “Bisa awet hingga 2 bulan,” jelas Elza Wahyu Ramadhani. Untuk pasta gigi ukuran 30 gram tersebut, Elza menjualnya dengan harga cukup terjangkau, yakni 3 ribu rupiah saja per botolnya. Untuk pasta giginya dia akan menambah variasi lemon. Sebelumnya sudah ada variasi peppermint dan green tea.

Selain memanfaatkan kulit telur untuk bahan pasea gigi dan media tanam, Elza juga menggunakan kulit telur sebagai pupuk. “Untuk pupuk, kulit telurnya dihaluskan terus dicampur tanah,” kata Elza. Dia berharap tidak ada lagi kulit telur yang dibuang ke tempat sampah.

Penulis: Mochamad Zamroni

17 thoughts on “Elza Wahyu Ramadhani, Olah Kulit Telur untuk Pasta Gigi

    • Agustus 7, 2020 pada 12:37
      Permalink

      Terima kasih bu rita

      Balas
      • Agustus 7, 2020 pada 12:45
        Permalink

        terimakasih, ayo selalu semangat untuk mengubah hal kecil menjadi bermanfaat. Salam bumi pasti lestari

        Balas
  • Juli 3, 2020 pada 09:14
    Permalink

    Nama:Elvina Ailsha Hayyu Veronica
    No.Peserta 66
    Dari SDN Kaliasin 7

    Judul Proyek Saya
    “Pemanfaatan Sampah Non Organik Menjadi Sesuatu Yang Berguna”

    Tetap Semangat??….ya Kak Elza untuk mengolah Kulit Telur Menjadi Pasta gigi….Sukses terus….????

    Balas
    • Agustus 7, 2020 pada 12:44
      Permalink

      Aamiin, terimakasih dek semangat juga??

      Balas
  • Juli 3, 2020 pada 09:17
    Permalink

    Nama:Acha A’isy Saarah
    Asal:sdn margorejo1
    No:136
    Proyek:Kobilak
    Keren ,semangat terus kak

    Balas
    • Agustus 7, 2020 pada 12:49
      Permalink

      Terimakasih, semangat juga yaa untuk kita semua

      Balas
  • Juli 3, 2020 pada 12:43
    Permalink

    Nama: Filzah Putri Naraya
    Sekolah: SDN Kaliasin 7 Surabaya
    No.peserta: 68
    Judul proyek: Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna.
    Kak elza hebat, tetap semangat ya kak dalam meneruskan proyek nya,,,

    Balas
    • Juli 3, 2020 pada 12:58
      Permalink

      Nama : FAHRIZAL AZHAR
      No peserta : 33
      Sekolah : SDN Dukuh menanggal 1 /424
      Judul Proyek : Budidaya kelor / teh dalor rempah

      Semangat kak elza dalam proyeknya…..semoga bisa mengikuti jejak kak elza

      Balas
  • Juli 3, 2020 pada 13:53
    Permalink

    Nama:Khanza Aurellya Anggraeni.
    Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya.
    No peserta:72.
    Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna.

    Saya sangat senang melihat proyek kakak Elza. Semua bisa menjadi inspirasi buat saya untuk mengenal lagi arti sampah…karena sebagian orang tidak menghiraukan sampah tapi di tangan kakak Elza kulit telur bisa menjadi barang uang bernilai jual tinggi. Semangat terus ya kak… Semoga semua usaha kakak menjadi kebanggaan kakak pribadi dan keluarga…

    Balas
    • Agustus 7, 2020 pada 12:42
      Permalink

      terimakasih, ayo selalu semangat untuk mengubah hal kecil menjadi bermanfaat. Salam bumi pasti lestari

      Balas
      • September 17, 2023 pada 15:36
        Permalink

        keren ?? limbah kulit telur menjadi pasta gigi, bisa menghemat beli pasta gigi dong hihihi.

        Balas
  • Juli 3, 2020 pada 21:30
    Permalink

    Nama : Aurellia Salsabilla WS
    Sekolah : SDN Pakis V
    No peserta : 195
    Judul proyek : dari kertas bekas disulap menjadi buku catatan

    Hebat kak Elza ayo teruskan untuk mengubah hal2 yg terbuang mjd barang yg bisa digunakan lagi. Kita jaga bumi kita tetap lestari

    Balas
    • Agustus 7, 2020 pada 12:39
      Permalink

      Terima kasih, ayo kita sama-sama semangat terus

      Balas
  • Agustus 7, 2020 pada 12:45
    Permalink

    Semangat juga dek??

    Balas
  • April 17, 2022 pada 09:34
    Permalink

    Assalamualaikum wr wb
    Nama: Ayunda Maghfiroh
    Asal Sekolah: SDN KAPASAN III/145 SURABAYA
    No Peserta: 082
    Judul Proyek: Daur ulang kain perca
    Semangat terus kak untuk mengupulkan cangkang telur dan membuat produknya, Jangan pernah putus asa untuk menghijaukan dan melestarikan lingkungan
    Salam bumi lestari, Terima kasih
    Wassalamualaikum wr wb

    Balas
  • September 17, 2023 pada 15:39
    Permalink

    keren ?? limbah kulit telur jadi pastagigi, bisa menghemat beli pasta gigi. Ayok majukan indonesia dengan membeli PAGI DULUR.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *