Ayo Realisasikan Keluarga Sadar Iklim 2020

Surabaya Eco School 2020, yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya mengangkat tema “Climate Action on Pandemi”. Pada tahun kesepuluh program ini, Tunas Hijau mengajak keluarga-keluarga Surabaya, khususnya melalui keluarga siswa, keluarga guru, atau keluarga karyawan sekolah Surabaya, untuk merealisasikan Keluarga Sadar Iklim 2020.

Keluarga Sadar Iklim 2020, adalah aksi nyata bersama keluarga sebagai upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Adapun poin-poin aksi Keluarga Sadar Iklim 2020 adalah sebagai berikut yang dilakukan dengan melibatkan keluarga warga sekolah di rumah:

1. Pengurangan sampah kemasan produk, diantaranya dengan membeli produk dalam kemasan besar daripada saset/kecil, atau menghindari konsumsi produk dengan       kemasan sekali pakai; 

2. Pengurangan sampah plastik tas belanja sekali pakai, diantaranya dengan selalu menghindari kresek saat belanja dan membawa tas belanja non plastik yang bisa digunakan berulang kali;

3. Pemilahan sampah non organik berdasarkan jenisnya ditindaklanjuti dengan pengolahan secara tuntas. Pengolahan secara tuntas berarti bisa dengan menjualnya/ menyumbangkannya kepada pemulung atau pengepul atau bank sampah terdekat. Diantara jenis sampah non organik adalah sampah kaleng, plastik dan kertas; 

4. Pengomposan sampah organik. Bisa dilakukan dengan menggunakan keranjang takakura, tong komposter aerob, atau lubang resapan biopori;

5. Mengumpulkan jelantah/minyak goreng bekas di rumah kemudian disetor ke bank sampah;

6. Sosialisasi pengumpulan jelantah kepada keluarga sekitar;

7. Pemanfaatan lahan kosong dan/atau sempit di rumah dengan pohon pelindung dan/atau sedikitnya tanaman dalam pot;

8. Ajakan Zero Waste keluarga di sekitar;

9. Mengikuti, dan/atau memprakarsai aksi bersih-bersih sampah    di sekitar;

10. Aksi pembuatan lubang resapan biopori di rumah dan   sekitarnya;

11. Aksi hemat energi di rumah

12. Mengajak keluarga lain di sekitar rumah aksi hemat energi, olah sampah, menanam pohon dan membuat lubang resapan biopori;

13. Mengikuti, dan/atau memprakarsai aksi penanaman pohon di lahan kosong sekitar.

Semua foto dokumentasi aksi diunggah (posting) melalui instagram dengan menyertakan tagar #SurabayaEcoSchool2020 #keluargasadariklim2020 #namasekolah_namasiswa atau #namasekolah_namaguru #namasekolah

Aksi realisasi diharapkan dilakukan sesering mungkin dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyak unggahan foto aksi melalui instagram juga akan semakin baik. 

Selanjutnya, bagi keluarga yang telah berhasil merealisasikan semua poin Keluarga Sadar Iklim 2020 ini pada Oktober hingga pekan ketiga November 2020, akan mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

Tiga Keluarga Sadar Iklim 2020 Terbaik jenjang SD dan SMP juga akan ditentukan untuk mendapatkan penghargaan khusus.

Realisasi Keluarga Sadar Iklim dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Yaitu dengan selalu memakai masker saat berinteraksi dengan orang lain, menjaga jarak fisik lebih dari 1,5 meter dengan orang lain, dan sering mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun.

Penulis: Mochamad Zamroni

Keterangan foto: Keluarga Tristan Kesyandria Ali Pasha, Keluarga Zero Waste Terbaik 2019 dan 2020. Tristan juga Pangeran Lingkungan Hidup 2020 SMP

6 tanggapan untuk “Ayo Realisasikan Keluarga Sadar Iklim 2020

  • Oktober 13, 2020 pada 10:28
    Permalink

    Program ini sangat menarik

    Balas
  • Oktober 13, 2020 pada 10:55
    Permalink

    Kita bisa meniru yg di anjurkan oleh warga masyarakat untuk menjaga lingkungan

    Balas
  • Oktober 13, 2020 pada 15:51
    Permalink

    Kalau banyak yang melakukan bumi pasti selamat.
    Salam bumi pasti lestari

    Balas
  • Oktober 13, 2020 pada 21:54
    Permalink

    Kita wajib meniru apa yg telah dilakukan mereka semangat menjaga bumi agar tetap lestari

    Balas
  • Oktober 20, 2020 pada 07:12
    Permalink

    Sangat cocok

    Balas
  • Oktober 20, 2020 pada 08:25
    Permalink

    Mari kita menjga bumi kita, dalam membuang samapah, menanam pohon dan lain lain agar kita dan generasi kita bisa merasakan nikmatnya dalam manfaat maupun bergaul dengan alam.
    Ay kalo bukan kita yang memulai siapa lagi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *