Great Barrier Reef Kehilangan Lebih dari 50 Persen Karangnya

Para ilmuwan mendapati bahwa Great Barrier Reef di Australia telah kehilangan lebih dari separuh populasi karangnya antara 1995 dan 2017.

Dikutip melalui voaindonesia.com, para peneliti di ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies menyatakan bahwa pemutihan karang, yang terjadi sewaktu karang-karang itu menyingkirkan alga (ganggang) yang hidup di dalam jaringannya, terjadi di seluruh spesies dan spesimen karang dari segala usia.

Pemutihan karang dipicu oleh meningkatnya suhu lautan yang disebabkan terutama oleh perubahan iklim.

Para peneliti juga mendapati bahwa kenaikan suhu laut yang memecahkan rekor pada tahun 2016 dan 2017 memicu peristiwa pemutihan massal yang menyebabkan lebih sedikit anak karang dan lebih sedikit karang besar dewasa yang berkembang biak, sehingga mengancam kemampuan terumbu karang itu untuk memulihkan diri.

Salah satu penulis laporan penelitian itu menyatakan terumbu karang itu mengalami pemutihan paling ekstensif pada Maret tahun ini, terutama di bagian selatan.

Great Barrier Reef membentang sepanjang 2.300 kilometer di pesisir timur laut Australia dan menjadi habitat berbagai jenis makhluk laut, membuatnya menjadi ekosistem terumbu karang terbesar di dunia. Kawasan ini disebut sebagai Situs Warisan Dunia oleh Organisasi Kebudayaan, Sains dan Budaya PBB, UNESCO, pada tahun 1981. 

Terumbu karang menjadi salah satu indikator dari perubahan iklim. Kenaikan suhu rata-rata muka bumi, termasuk juga di lautan, membuat terumbu karang memudar warnanya. Umumnya terumbu karang didapati penuh warna. (roni)

Foto via: instagram.com/masterreefguides

Photo by: Pablo Cogollos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *