Jelantah di Tengah Pandemi

Semenjak diberlakukannya belajar dari rumah akibat pandemi COVID-19 berimbas kepada banyak vakumnya aksi peduli lingkungan di sekolah. Namun, beberapa sekolah masih terus aktif. Di antaranya SDN Banjar Sugihan I Surabaya. Program tersebut adalah pengumpulan minyak jelantah oleh warga sekolah.

Hal tersebut bermula ketika salah satu wali kelas mendapat pesan dari walimurid yang sedang bingung menyetor jelantahnya. Sejak saat itu, SDN Banjar Sugihan I berinisiatif tetap melakukan pengumpulan jelantah. Tidak hanya siswa, beberapa guru juga aktif menyetor jelantah yang sudah dikumpulkan di rumah. 

“Karena mereka sudah terbiasa menampung minyak jelantah di rumah masing-masing, secara otomatis kebiasan itu tetap berlangsung meskipun siswa tidak hadir di sekolah,” ujar Sri Wahyuni, pembina lingkungan hidup SDN Banjar Sugihan I Surabaya. Terlihat minyak jelantah tersimpan rapi di ruang guru ketika Tunas Hijau ID melakukan evaluasi lapangan di sekolah ini, Kamis (1/10/2020).

Para siswa datang ke sekolah didampingi orang tuanya untuk menyerahkan jelantah yang sudah dikumpulkan. Meskipun intensitas serta kapasitas menurun, tetapi beberapa siswa tetap secara berkala menyetor jelantahnya. Hal tersebut dituturkan oleh penjaga sekolah, Sutaji. “Saya kan selalu di sekolah. Setiap minggu selalu ada siswa datang membawa jelantah. Paling sedikit 3 siswa bahkan lebih,” ujar Sutaji.

Jelantah yang terkumpul semenjak pandemi belum terjual karena belum memenuhi jumlah minimum liter untuk pengambilan jelantah oleh Bank Sampah Induk Surabaya. “Masih sedikit yang terkumpul karena yang setor juga sedikit. Semoga ini menjadi istiqomah kami dalam aksi lingkungan di tengah pandemi,” ujar Sri Wahyuni.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *