OLah Sampah Pasar SDN Banjarsugihan V

Poin realisasi sekolah sadar iklim salah satunya adalah mengolah sampah organik di sekolah hingga panen. SDN Banjarsuihan V Surabaya menjadi salah satu sekolah yang konsisten mengolah sampah organik untuk diolah menjadi kompos. Sampah tersebut didapatkan dari daun yang berada di sekolah dan diluar sekolah.

Sampah organik di sekolah terdiri dari daun-daun tanaman yang berada di halaman sekolah. Sampah organik dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos. Sehingga tidak ada sampah organik yang dikirim keluar sekolah. Tentunya hal tersebut mendukung gerakan sekolah sadar iklim. Dikarenakan salah satu penyebab perubahan iklim adalah produksi sampah yang tidak terolah dengan baik.

Pengolahan sampah organik SDN Banjarsugihan V Surabaya juga menyasar sampah sayur yang berada di pasar. Sampah tersebut diolah menggunakan media keranjang takakura.

“Kebetulan sekolah kami bersebelahan dengan pasar tradisional. Sehingga kami berinisiatif untuk mengolah sampah organik yang ada dipasar untuk dijadikan pupuk kompos,” ujar Robi Raja selaku penanggung jawab keranjang takakura.

Kompos takakura setengah jadi

Ketika pemantauan serta evaluasi lapangan Surabaya Eco School 2020 oleh tim Tunas Hijau, Robi menunjukkan hasil dari pengolahan sampah organik dari pasar. Menurutnya pengolahan sampah menggunakan keranjang takakura sangat efektif jika mengolah sampah sayuran atau sisa makanan.

“Untuk takakura kami fokuskan pengolahan sampah sayur sudah terlihat hasilnya. Akhir bulan insyaAllah sekolah kami panen,” ujar Robi

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *