SDN Dukuh Kupang I Ubah Lahan Kosong Menjadi Kebun Sekolah

Salah Satu Realisasi tantangan sekolah sadar iklim Surabaya Eco School 2020 adalah memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan tanaman. Hal ini berusaha diterapkan oleh SDN Dukuh Kupang I Surabaya. Lahan seluas 32 M2 yang awalnya bekas pembuangan gragal (sisa pembangunan) diubah menjadi kebun sekolah.

Program tersebut disampaikan oleh guru olahraga Edi Santoso kepada Tunas Hijau saat pembinaan dan evaluasi lapangan Surabaya Eco School 2020, Senin (19/10/2020). Tanaman yang pertama ditanam adalah jenis umbi-umbian yaitu singkong dan ketela pohon. “Awalnya petugas kebersihan kami menanam umbi-umbian, kemudian ketagihan menanam jenis lain,” ujar Edi.

Saat ini total ada 10 jenis tanaman dengan jumlah lebih dari 50 tanaman. Mulai dari umbi, toga, hingga tanaman buah produktif. Ririn Indra Asih adalah orang yag berperan penting dalam pemanfaatan lahan kosong. Salah satu tanaman ikonik yang berhasil ditanam adalah tanaman yodium sebagai alterntif penyembuhan luka dan tanaman pokak.

“Saya tanam disini secara bertahap ada umbi, lidah buaya, yodium, pokak, mangga, pisang mas, dan kopi,” ujar Ririn.

Ririn menuturkan bahwa sebagaian tanaman yang ia tanaman merupakan hasil meminta bibit kepada tetangga rumahnya. Seperti contoh yodium yang ia tanam tiga bulan lalu merupakan hasil dari sumbangan bibit tetangganya. Harapannya kebun yang sudah dikerjakan sejak hampir satu tahun itu bertambah jenis tanamannya.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *