SDN Wonokromo III Surabaya Bersihkan Endapan Selokan Sekitarnya

Perubahan iklim, sebagai dampak semakin memburuknya pemanasan global, di antaranya ditandai dengan semakin tidak menentunya musim hujan. Hujan sporadis juga sering menyertai musim hujan. Sebagai antisipasi, melalui program “Sekolah Sadar Iklim” Surabaya Eco School 2020, sekolah Surabaya diajak untuk membersihkan selokan sekolahnya.

SDN Wonokromo III Surabaya pun memperhatikan serius selokan di sekitarnya. Mereka membersihan endapan saluran air atau selokan di sekitar sekolah. “Daerah sini memang sering banjir ketika hujan, namun biasanya hanya sesaat saja kemudian surut kembali. Paling lama genangan sekitar 2-3 jam,” kata Tri Astuti, guru wali kelas 4. 

Menurut Tri Astuti, endapan saluran air di depan sekolah memang jarang dibersihkan.  Di antara penyebabnya ialah saluran air yang ditutup beton. Kepada Tunas Hijau, Tri Astuti mengatakan bahwa pembersihan endapan selokan di depan sekolah telah dilaksanakan Sabtu (10/10/2020). 

“Tiga orang yang turut serta dalam kegiatan tersebut adalah karyawan kebersihan serta karyawan keamanan sekolah,” ujar Tri Astuti saat pembinaan dan evaluasi lapangan Surabaya Eco School 2020 di sekolahnya, Senin (12/10/2020). 

Oleh 3 orang karyawan sekolah itu, penutup beton saluran air dapat dibuka. “Petugas kebersihan mendapati banyak sekali endapan lumpur di saluran air. Dalam waktu sebentar saja mereka mampu mengangkat endapan air sebanyak setengah mobil pick-up,” jelas Tri Astuti, guru SDN Wonokromo III.

Endapan saluran air yang telah diangkat tidak dibuang. Mereka berencana memanfaatkannya. “Endapan saluran air akan kami keringkan sampai dua hari, kemudian kami campur dengan kompos untuk media tanam di sekolah. Semoga sesuai dengan yang kami harapkan,” tambah Tri Astuti.

Pembersihan saluran air dapat mencegah genangan air ketika hujan serta memperlancar air mengalir. “Semoga tidak akan lagi terjadi banjir di daerah ini saat hujan lebat. Pembersihan endapan selokan ini juga tanggung jawab sekolah sebagai bagian dari masyarakat untuk menciptakan kampung yang bersih,” ujar Wasto, karyawan kebersihan SDN Wonokromo III.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *