SMPN 51 Ubah Lahan Kosong Menjadi Kebun Mini

Pemanfaatan lahan kosong sebagai salah satu realisasi sekolah sadar iklim Surabaya Eco School 2020. Beberapa sekolah mulai menggarap lahan kosong yang terdapat di sekolah. SMPN 51 Surabaya berhasil menciptakan kebun sayur dan buah di sekolah. Berbekal lahan bekas pengunaan kantin yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan menjadi kebun sekolah.

Kebun tersebut digarap awal tahun 2020 oleh guru pembina lingkungan serta petugas kebersihan. Dengan luas 4×7 meter terdapat berbagai tanaman sayur dan buah.

“Tanaman sayur terdiri dari kangkung, bayam, tomat, dan cabai. Sedangkan tanaman buah ada jambu air, ciplukan dan belimbing,” ujar Badarudin selaku tata usaha sekolah.

Tanaman Tomat di Kebun Sekolah

Kebun SMPN 51 sudah beberapa kali panen yaitu cabai serta kangkung. Panen kangkung sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Tanah dari kebun sekolah merupakan tanah bekas galian endapan sungai sehingga sangat subur dan cocok digunakan untuk bercocok tanam. Namun rencananya kebun tersebut akan dibongkar dan ditata ulang.

Menurut Badarudin pembuatan kebun terkesan terburu-buru sehingga kurang tertata rapi. Banyak tanaman yang mencar dan asal tumbuh di kebun tersebut. Ketika kunjungan evaluasi lapangan Surabaya Eco School 2020 tim Tunas Hijau Rabu (21/10) terihat kebun sangat asri namun kurang tertata rapi.

“Rencana akan kami bentuk bedengan sehingga tanaman dapat tertata rapi. Bisa diseusaikan dengan jenisnya seperti, tanaman sayur sendiri dan tanaman buah sendiri,” ungkap Badarudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *