Tanpa Media, SDN Gunungsari I Berhasil Panen Kompos

Realisasi sekolah sadar iklim pada Surabaya Eco School 2020 “Climate Action on Pandemi”  salah satunya adalah melakukan pengolahan sampah organik di sekolah hingga panen. SDN Gunungsari I Surabaya mempunyai cara unik untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Meskipun terkendala oleh tidak adanya media pengomposan namun ditangan Heri sebagai petugas kebersihan mampu mengolah sampah daun.

Sekolah yang minimalis namun dipenuhi oleh tanaman rindang seperti glodokan, mangga, sawo, dan pisang membuat sampah organik SDN Gunungsari I sangat melimpah. Melihat potensi tersebut, Heri berinisiatif mengolah sampah organik menjadi kompos berbekal pengalamannya ketika di kampung halaman.

Pengomposan Tanpa Media SDN Gunungsari I Surabaya

“Sampah kami kumpulkan di satu tempat dan kami tutup menggunakan terpal. Setiap ada sampah kami tumpuk diatasnya,” ujar Heri ketika menjelaskan bagaiamana pembuatan kompos tanpa media. Selain itu, perawatan agar kompos tetap lembab menjadi faktor penting keberhasilan kompos.

Tidak sampai 3 bulan, kompos buatannya di sekolah siap dipanen. Hasilnya tidak jauh ketika menggunakan tong komposter aerob. Menurutnya, ketiadaan media bukan penghalang untuk mengolah sampah organiknya. “Cukup dengan cara sederhana saja. Pokoknya konsisten dalam pengolahannya. InsyaAllah jadi,” ujar heri.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *