Amunisi Baru Rumah Kompos SDN Rungkut Menanggal I

SDN Rungkut Menanggal I Surabaya merupakan sekolah yang memulai Surabaya Eco School 2020 sejak tahun 2019. Konsistensi kepala sekolah dan pembina lingkungan membuat sekolah selalu berada dalam urutan 5 terbaik dalam dua tahun terakhir. Kunci keberhasilan SDN Rungkut Menanggal I Surabaya adalah melakukan aksi lingkungan secara rutin setiap hari. Aksi tersebut meliputi pengomposan, penghijauan, kebersihan sekolah, dan realisasi keluarga sadar iklim.

Pengomposan sekolah yang beralamat di Jalan Rungkut Barata IX No. 3 memiliki poin tertinggi karena berhasil membuat rumah kompos dilengkapi dengan mesin pencacah daun. Selama program Surabaya Eco School 2020 sekolah ini berhasil membuat kompos sebanyak 1000 Kg. Produksi kompos yang sangat besar digunakan untuk keperluan penghijauan baik dilakukan diluar sekolah dan didalam sekolah. Selain penggunaan pribadi sekolah ini juga  menjual sebagian produksi komposnya ke warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Pembuatan lubang biopori baru sekolah ini juga berhasil memperoleh nilai tertinggi dari sekolah lainnya dengan membuat 110 lubang biopori baru diarea sekolah. Pembuatan lubang biopori difokuskan berada pada parit dan saluran air. Pengerjaan 110 lubang tersebut tidak dilaksanakan sehari selesai namun bertahap selama program Surabaya Eco School 2020. Fokus pembuatan biopori dikarenakan pihak sekolah ingin meresapkan air hujan sebanyak-banyaknya kedalam tanah.

Penambahan tanaman baru sebagai bentuk realisasi sekolah sadar iklim adalah melakukan pembibitan sedikitinya 500 tanaman baru. Tanaman tersebut berjenis sayuran yaitu cabai, terong dan tomat. Selain itu, juga melakukan pembibitan tanaman rosella.

Tanam bersama SDN Rungkut Menanggal I

Menurut Kepala Sekolah SDN Rungkut Menanggal I Surabaya, Ika Suci Rahayu, mengatakan bahwa sekolahnya ingin merealisasikan semua tantangan Surabaya Eco School 2020 secara maksimal baik disekolah ataupun dirumah masing-masing. Sehingga realiasasi kegiatan lingkungan disekolah dan dirumah berjalan seimbang.

Realisasi keluarga sadar iklim 13 poin berhasil dijalankan oleh 2 guru dan 2 siswa. Pencapaian realisasi tersebut sangat luar biasa karena dijalankan ketika masa pandemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *