Areya, Sosialisasi di Tempat Praktek Dokter

Salah satu realisasi Surabaya Eco School 2020 yang bertema “Climate Action on Pandemic” adalah keluarga sadar iklim. Para individu atau warga sekolah ditantang untuk melakukan aksi sadar iklim bersama keluarga masing-masing. Aksi tersebut tertera dalam 13 poin realisasi  keluarga sadar iklim 2020. Keluarga terbaik I keluarga sadar iklim SMP Adalah Areya Kesyandriya.

Siswa SMP Negeri 6 Surabaya ini dikenal aktif dalam merealisasikan aksi keluarga sadar iklim. Siswa ini memulai aksinya pada 21 oktober dengan grebek pasar didekat rumahnya. Areya beserta keluarga mempunyai media pengomposan dengan menggunakan media larva maggot.  Sehingga keluarga Areya sudah tidak menghasilkan sampah organik rumah tangga.

Realisasi tantangan nomor 11 mengenai aksi hemat energi. Rupanya keluarga Areya sudah terbiasa untuk melakukan hemat energi seperti menampung air wudhu, memanfaatkan air leri, dan penggunaan alat elektronik secara terbatas.

Pemanfaatan lahan koson di Rumah Areya

“Kebetulan kami sekeluarga sebagai pemeluk agama Islam sehingga kami melakukan wudhu setiap kami akan melakukan ibadah,” ujar Areya. Menurutnya setiap hari ia bisa menampung lebih dari 10 liter air. Air tampungan air wudhu tersebut digunakan untuk siram tanaman yang terdapat dirumahnya.

Areya juga mampu memanfaatkan lahan kosong atau sempit sebagai penghijauan. Dia memanfaatkan lahan sempit dengan membuat kreasi aquaponik yaitu sistem hidroponik dengan yang digabung dengan budidaya lele.

Selain menanam ia juga berhasil memanfaatkan botol bekas yang sudah tidak terpakai. “Saya memanfaatkan botol bekas untuk menanam kangkung sedangkan untuk nutrisi saya dapatkan dari kotoran lele,” lanjutnya.

Keluarga Areya sangat aktif dalam mengikuti bersih-bersih Pesisir Tambak Wedi, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, yang diprakarsai oleh Tunas Hijau Indonesia.  Menurutnya keikutsertaan dirinya beserta keluarga sebagai bentuk realiasi keluarga sadar iklim poin 9 yaitu mengikuti dan/ memprakarsai aksi bersih-bersih sampah di sekitar.

“Total saya sudah mengikuti 6 kali kegiatan bersih-bersih pantai tambak wedi bersama keluarga. Aksi tersebut sangat menyenangkan karena saya lakukan bersama keluarga,” ucap Areya.

Areya beserta keluarga melakukan bersih pantai tambak wedi

Selain untuk keluarga sendiri, Areya juga mengajak keluarga lain untuk merealisasikan tantangan keluarga sadar iklim. Orang tua Areya adalah dokter yang membuka praktek dirumah.

Uniknya ia melalukan realiasasi poin ke-8 dengan cara melakukan sosialisasi kepada kepada keluarga pasien yang berkunjung di rumahnya. “Saya memberikan sosialiasi kepada pasien dan keluara yang datang ke tempat praktek orangtua saya. Salah satu yang sering saya sosialisasikan adalah program pengomposan,” tutup Areya.

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Penyunting: Mochamad Zamroni

3 tanggapan untuk “Areya, Sosialisasi di Tempat Praktek Dokter

  • Maret 25, 2021 pada 21:22
    Permalink

    Berlin Archelle Rose
    No peserta 180
    Dari sdnkalirungkut1
    Keren kak Areya
    Patut dicontoh ini ..

    Balas
  • Maret 29, 2021 pada 11:15
    Permalink

    Semangat terus teman,,,,,
    Nama: Eveline Anuriyadin
    No: 290
    Sekolah: SDN Nginden Jangkungan 1/247 Surabaya
    Salam bumi pasti lestari

    Balas
  • Maret 29, 2021 pada 21:52
    Permalink

    Semangat terus kak Areya, dimanapun berada tetap melakukan aksi untuk menyelamatkan lingkungan
    Salam bumi pasti lestari
    Salam sadar iklim

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *