Budidaya Ribuan Tanaman Tomat, Bocah SD Ini Mengolahnya Jadi Beragam Produk

Runner up III Puteri Lingkungan Hidup 2021 Syafina Aulia Fitri saat ini sedang berusaha untuk merealisasikan arahan yang telah diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Kota Surabaya. 

Arahan itu terkait dengan pengembangan beragam produk olahan tomat dari proyek budidaya tanaman tomat yang dia laksanakan sejak Februari 2021 lalu. “Saya saat ini sedang menyiapkan ruangan dan alat-alat produksi yang sesuai standar untuk produk olahan tomat,” kata Syafina Aulia Fitri, yang juga siswa SDN Benowo I Surabaya ini.

Sudah lebih dari 2000 tanaman tomat yang dibudidaya oleh bocah 11 tahun ini hingga Oktober 2021. Baginya, melakukan penghijauan adalah salah satu cara untuk melestarikan bumi agar tetap asri. “Penghijauan di sekitar tempat tinggal dengan tanaman produktif perlu digalakkan,” kata Syafina Aulia Fitri menjelaskan alasannya melaksanakan proyek budidaya tanaman tomat.

Ribuan tanaman itu tidak hanya memenuhi rumahnya, tetapi juga kampung tempat tinggalnya. Syafina tidak hanya melibatkan keluarganya dalam budidaya dan merawat ribuan tanaman tomat itu. Dia juga berhasil melibatkan aktif tetangga di kampungnya. 

Syafina aktif mengajak warga kampungnya budidaya tanaman tomat dan mengolahnya menjadi beragam produk makanan/minuman

“Alhamdulillah saya bisa menginisiasi kebiasaan baru menanam dan merawat tomat di kampung tempat tinggal saya. 20 Agustus 2021 juga sudah diresmikan Kampung Tomat di Kampung Benowo Krajan Gang IV RT 3 RW 2 Kota Surabaya,” kata Syafina Aulia Fitri. 

Di Kampung Tomat yang diinisiasi oleh Syafina itu tidak hanya dibudidaya ribuan tanaman tomat. Beragam produk olahan tomat juga diolah. Di antaranya, sabun batang tomat, sabun cair tomat, puding tomat, mi tomat, torakur (tomat rasa kurma), boba tomat, cendol tomat, dan es krim tomat. Produk tersebut dijual Syafina dengan kisaran harga Rp 5 ribu– Rp 10 ribu.

Syafina menjelaskan bahwa budidaya tanaman tomat dia lakukan sejak Maret 2021. Saat mulai budidaya tanaman tomat, ia sempat mengalami kegagalan. Dimana sekitar 1.300 bibit tomat yang ia tanam mati akibat dimakan tikus. Meski demikian, Syafina tak patah semangat dan kembali menanam bibit baru. 

Syafina menginisiasi kampung tempat tinggalnya menjadi Kampung Tomat

“Saya sengaja membudidayakan tomat karena mempunyai banyak manfaat. Salah satunya yakni mengandung banyak vitamin A yang baik untuk kesehatan mata,” jelas Syafina. 

Syafina juga menjelaskan terkait cara membuat minuman cendol tomat yang menyegarkan bagi tubuh. Untuk membuat cendol dari tomat bahan yang diperlukan yakni tomat, epung beras, air, garam, dan bahan pembuat jelly.

Pertama buah tomat yang sudah dicuci, dipotong kecil-kecil dan dihaluskan untuk diambil ekstraknya. “Setelah itu, ekstrak buah tomat dicampur dengan dua gelas air, ditambahkan dengan 4 sendok makan tepung beras, dan sedikit garam,” ujar Syafina.

Di setiap rumah, di kampung Syafina, ada banyak tanaman tomat dirawat

“Lalu masak semua adonan hingga mengental. Setelah itu adonan dicetak seperti pembuatan cendol pada umumnya. Agar lebih seger, cendol tomat bisa ditambahkan es batu, susu, dan gula cair,” jelas siswa yang duduk di bangku kelas V SDN Benowo 1 Surabaya ini.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait tomat yang ia dapatkan dari hasil budidaya, Syafina mengaku jika belum terlalu banyak buah tomat yang tumbuh.

“Untuk satu tanaman hanya sekitar 5-7 buah tomat yang bisa diambil. Jadi belum terlalu banyak, apalagi tanamannya juga masih belum terlalu besar,” ungkapnya.

Syafina juga aktif menanam tomat hasil budidayanya di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Balas Klumprik, Taman Hutan Rakyat Pakal dan Taman Hutan Rakyat Lempung. Ketiga tahura itu berlokasi di Surabaya barat. 

Penulis: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *