Vianey Olyvia Naifio, Budidaya 1730 Tanaman Okra dan Pemanfaatannya

Siswa kelas 9 SMPN 20 Surabaya ini dikenal pantang menyerah. Dengan proyek lingkungan hidupnya budidaya tanaman okra, dia terus produktif selama pandemi COVID-19. Vianey Olyvia Naifio, namanya.

Pada penyelenggaraan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020, Vianey menyabet penghargaan sebagai finalis puteri lingkungan hidup. Pada tahun 2021, dia meraih prestasi sebagai runner-up III Puteri Lingkungan Hidup 2021.

Vianey mengaku memilih budidaya tanaman okra karena cukup mudah caranya. Tanaman okra juga dikenal dengan banyak manfaatnya. “Di antara manfaatnya untuk menurunkan gula darah, menurunkan kolesterol, mengatasi maag, meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi flu, dan menyehatkan jantung,” kata Vianey Olyvia Naifio.

Pembibitan tanaman okra yang dilakukan oleh Vianey di rumahnya

Selama tahun 2021 ini, Vianey telah membudidaya 1730 tanaman okra. Dia juga mengadopsi 3 kampung okra dan 1 sekolah. “Saya juga membagikan 300 tanaman okra kepada masyarakat dan membuat beragam olahan makanan/minuman dari buah okra,” terang Vianey Olyvia Naifio yang juga berwirausaha menjual benih okra ini.

Tiga kampung okra yang diadopsi oleh Vianey adalah Sambiarum RT 05, Manukan Bhakti dan Candi Lontar. “Semua kampung adopsi tanaman okra itu berlokasi di Surabaya. Sedangkan sekolah binaan tanaman okra saya adalah SDN Manukan Kulon II Surabaya,” ujar siswa yang tinggal di Jl Manukan Loka Surabaya ini.

Beragam olahan buah okra telah diproduksi oleh Vianey dalam dua tahun ini. “Saya berhasil memproduksi sari okra lemon, pudding okra, sabun cuci tangan okra, sari okra original/mix,” terang remaja yang lahir di Surabaya, 6 Agustus 2007 ini.  

1730 tanaman okra dibudidaya oleh Vianey selama tahun 2021

Bagi Vianey, terlibat aktif sebagai peserta Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020 dan 2021 menjadi pengalaman yang luar biasa. “Saya bisa memberikan informasi kepada masyarakat sekitar mengenai manfaat, cara budidaya dan juga cara pengolahan tanaman okra,” tutur putri dari Ignatia Partinah ini. 

Bisa bertemu dengan orang-orang baru, dengan karakter yang berbeda-beda juga menjadi pengalaman yang mengesankan baginya. “Saya juga gembira bisa memiliki banyak teman SD dan SMP se-Surabaya. Banyak teman baru berarti banyak ilmu baru juga,” tambah Vianey.

Selain suka dalam keikutsertaan program pangeran dan puteri lingkungan hidup, Vianey juga merasakan duka. “Saya merasakan sulitnya bersosialisasi secara offline di beberapa kampung, karena masih pandemi tidak diizinkan oleh pengurus RT setempat,” Vianey mengatakan.

Tanaman okra dipilih untuk dibudidaya oleh Vianey karena banyak manfaatnya dan mudah dibudidayakan

Selain itu, keterbatasan lahan di rumah juga dirasakan oleh pelajar penghobi melukis, olahraga, bermain gitar, menyanyi dan berpuisi ini. “Tanaman buah okra bila ditanam di tanah bisa berumur lebih lama daripada yang ditanam di media pot,” pungkas Vianey Olyvia Naifio yang bercita-cita menjadi seorang designer ini.

Penulis: Mochamad Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *