Cecilia Farah Calysta, Budidaya Ribuan Lidah Mertua dan Mengolahnya

Bocah kelas 5 SDN Wonorejo VI Surabaya ini sangat risih bila melihat sampah tidak pada tempatnya. Di mana pun dia berada, apa pun aktivitasnya, dia akan segera memindahkan sampah yang tidak pada tempatnya ke tempat sampah. Cecilia Farah Calysta, namanya. 

Bocah yang suka nge-vlog ini bahkan gemar melakukan aksi membersihkan selokan di sekitar rumah tempat tinggalnya dari sampah non organik. “Aksi membersihkan selokan dari sampah non organik ini saya lakukan selama September hingga November 2021,” kata Cecilia Farah, Runner-up V Puteri Lingkungan Hidup 2021 ini.

Aksi membersihkan selokan itu dilakukan Cecil saat sore hari. “Biasanya setelah pembelajaran daring dan mengerjakan tugas sekolah. Satu sampai dua kali dalam seminggu,” tambah bocah yang tinggal bersama ibunya di Jalan Pandegiling Tengah no 15, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya ini.

Cecil saat membersihkan selokan sekitar rumahnya

Aksi membersihkan selokan itu lebih sering dilakukan Cecil sendirian. Pernah juga dilakukan bersama teman-temannya di sekitar rumahnya. “Kalau pas hujan, teman-teman banyak yang ikut. Gak dimarahi orang tuanya. Kalau tidak hujan, teman-teman dimarahi orang tuanya karena bajunya kotor kena air selokan,” terang Cecil.

Cecilia Farah Calysta, finalis puteri lingkungan hidup 2021 dari SDN Wonorejo VI Surabaya, termasuk penghuni baru di Pandegiling Tengah. Sejak belum genap sebulan pindah ke kampung ini, Agustus 2021, dia sudah mampu menghijaukan perkampungan padat penduduk itu. 

“Budidaya tanaman sansevieria adalah proyek lingkungan hidup saya,” katanya. Tanaman sansevieria, atau tanaman lidah mertua, adalah hasil pembibitan yang dilakukan oleh Cecil di sekolah dan di rumahnya. “Jumlah tanaman sansevieria yang sudah saya kembangbiakkan 2046 tanaman,” ujar anak semata wayang dari Muchlisah ini.

Cecil sedang membudidaya tanaman sansevieria

Cecil juga berhasil memanfaatkan tanaman sansevieria hasil budidayanya menjadi banyak produk. Yaitu, hand sainitizer, sabun cair, sabun batang, sampo, tonik rambut, stik keju, stik bawang, disenvektan, pupuk organik, teh herbal dan sabun cuci piring. 

“Saya juga mengolah tanaman sansevieria menjadi rempeyek, pudding, lulur, pengharum ruangan, dan masker anti polutan,” tutur siswa yang suka bersepeda, memasak, berenang dan jalan-jalan ini. Beragam produk olahan itu sudah dia jual berdasarkan pesanan.

Untuk bisa mengembangbiakkan lebih dari 2000 tanaman sansevieria itu bukanlah hal mudah bagi Cecil. “Tantangannya, untuk stek daun dan menunggu tunas baru sekitar 1-2 bulan. Tanaman sanseviera kalau beli harganya mahal. Jadi Cecil memperbanyak dengan stek,” jelasnya.

Cecil bersama Ketua RT tempat tinggalnya sedang mensosialisasikan tanaman sansevieria. Nampak di depannya adalah beragam produk olahan sansevieria yang dia produksi

Sering pindah rumah tempat tinggal juga menjadi tantangan tersendiri bagi Cecilia Farah Calysta dalam mengembangkan proyeknya budidaya tanaman sansevieria ini. “Pindah rumah berarti harus berusaha mencari dukungan baru dan mengenalkan kampung baru,” ujarnya.

Beragam produk olahan berbahan sansevieria berdasarkan studi literatur yang dia dapat dari internet. “Saya didampingi bunda dan guru pembina Bu Rizka Elma Karunia. Jadi tidak asal buat. Tapi ada hasil penelitiannya. Sekolah juga membantu uji lab,” Cecilia menambahkan.

Cecil sangat aktif mengikuti aksi membersihkan Pantai Kenjeran di sekitar Benteng Kedung Cowek Surabaya

Penulis: Mochamad Zamroni

7 tanggapan untuk “Cecilia Farah Calysta, Budidaya Ribuan Lidah Mertua dan Mengolahnya

  • Maret 25, 2022 pada 10:08
    Permalink

    Assalamualaikum Wr Wb
    Saya Yasmin Febriana Effendy Dari SMPN 25 Surabaya nomer Peserta 216.
    Siap mengikuti seleksi 1 Pangeran Dan puteri lingkungan Hidup 2022.

    Kita bisa mencontoh pemanfaat nya tanaman yang bisa di daur ulang kembali

    Terimakasih
    Wassalamualaikum Wr wb
    Salam Bumi pasti Lestari 🌏🌱

    Balas
  • Maret 25, 2022 pada 11:45
    Permalink

    Sukses terus buat Cecilia proyek kamu bagus bangetttt dan menginspirasi

    Balas
  • Maret 26, 2022 pada 01:14
    Permalink

    assalamualaikum …nama saya verlita anggraini putri no peserta no 268 d
    engan proyek limbah cangkang telur..sukses sllu ya dengan tanaman lidah mertuanya

    Balas
  • Maret 26, 2022 pada 06:51
    Permalink

    Muhamad Damar Ahsan Ghazali_smpn17sby_045
    Wah, hebat sekali! Bisa membudidayakan 2046 sansevieria! Semoga sukses selalu dan bisa menjadi contoh bahwa menanam tanaman atau pepohonan itu mudah dan bisa dilakukan di rumah dengan modal yang sedikit.

    Balas
  • Maret 27, 2022 pada 20:10
    Permalink

    Wow hebat bisa membudidayakan tanaman lidah mertua sampai 2046 tanaman dan membuat kampung menjadi hijau…. Semoga menjadi inspirasi anak jaman now

    AFFANDIENY WAHADZAA WICAKSONO SDN Banyu Urip 3/364 Surabaya
    4B/3
    No. Peserta 017

    Balas
    • Maret 30, 2022 pada 08:06
      Permalink

      Keren Cecil👏🏻👍🏻
      Semangat slalu yaa..
      Salam bumi, pasti lestari👌🏻

      Alya Carissa Rizky Salsabila
      SDN Margorejo 1 Surabaya
      No.peserta : 318

      Balas
  • Maret 29, 2022 pada 20:24
    Permalink

    Luar biasa kak Cecil, sangat menginspirasi saya.

    Kleinhovia Gorgha Sidabutar
    SDN Medokan Semampir 1 Surabaya
    Nomor peserta 115

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.