Pangeran Putri Lingkungan Hidup bak Sekolah “Public Speaking” Dilengkapi Laboratorium Hidup

Oleh : Tri Wahyuningtyas, S.Pd.
Guru Pembina Pangeran Putri LH 2022


Penganugerahan Pangeran Putri Lingkungan Hidup selalu ditunggu-tunggu oleh para pendidik dan peserta didik setiap tahunnya. Tidak terkecuali saya. Sebagai seorang pendidik, saya menunggu saat program ini diluncurkan setiap tahunnya, karena selalu ada banyak hal baru yang bisa dipelajari setiap tahunnya, dan menariknya yang harus belajar hal baru itu bukan hanya siswanya, tetapi gurunya, orang tuanya, kepala sekolahnya, dan masyarakat juga.

Pembelajaran yang baru setiap tahun itu pun bukan hanya melulu tentang cara menjaga lingkungan hidup lebih baik, tetapi juga cara dan strategi mengembangkan proyek, cara berkomunikasi dan melakukan pendekatan ke warga masyarakat, memikirkan inovasi produk dan pengembangan proyek yang harus selalu dinamis dari waktu ke waktu, serta cara untuk selalu menjaga keberlanjutan proyek dan semangat dari semua pihak yang terlibat.

Setelah meraih “Lifetime Achievement Award” untuk Guru Pembina Terbaik di tahun 2021, tidak lantas membuat saya merasa Penganugerahan Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2022 , yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, ini menjadi sesuatu yang ringan dan biasa saja. Buat saya pribadi, Penganugerahan Pangeran Putri Lingkungan Hidup selalu mempunyai tantangan tersendiri di tiap tahunnya.

Menariknya, tantangan itu selalu membuat pembina seperti saya harus benar-benar menyiapkan siswa/siswi yang dipercayakan untuk saya bina dengan jiwa yang tangguh dan tahan banting. Jika siswanya harus tangguh, guru pembina dan orang tuanya harus tangguh juga karena semangat kita pasti akan menular kepada peserta didik yang kita dampingi.

Dua peserta didik yang dipercayakan untuk saya bina, yaitu Callysta Kusuma Azalia dan Husnu Alkaisar Jabbar Tuhardi memulai proyeknya dengan saya dampingi untuk menyusun perencanaan dan target proyek lingkungan hidup seperti biasa. 

Pendampingan yang melekat dengan mencurahkan seluruh pemikiran sangat diperlukan di awal pembinaan Pangeran Putri Lingkungan Hidup. Pemenuhan target dan pencapaian yang besar menjadi prioritas awal, karena pada dasarnya sangat tidak mungkin kita bisa menjalankan proyek yang berdampak tanpa pencapaian yang cukup besar. 

Saat memasuki seleksi tahap awal, kita harus fokus pada ketertiban dan kedisiplinan siswa dalam menjalankan proyek dan menulis laporannya. Menanamkan karakter disiplin, tertib, dan bertanggung jawab ini perlu dilakukan dengan telaten dan tidak kenal lelah. Mengingatkan setiap saat dan mendampingi dengan penuh kesabaran serta bersedia untuk menjawab pertanyaan setiap saat tentulah akan sangat membantu siswa dalam melaksanakan proyeknya. 

Di saat-saat tertentu, baik siswa dan wali murid sering dilanda rasa bosan, ragu, dan lelah. Menjalankan proyek lingkungan hidup dengan segala kegiatannya seringkali membuat semangat naik turun. Sebagai seorang pembina, saya terus berusaha menjaga semangat dalam diri saya agar siswa dan wali murid juga tetap bersemangat. Ketangguhan, konsistenti, dan tahan uji benar-benar akan terbentuk dalam diri para peserta Pangeran Putri Lingkungan Hidup beserta seluruh pihak yang mendukungnya.

Kemampuan berkomunikasi dan cara pendekatan kepada orang-orang yang baru ditemui menjadi pembelajaran tersendiri bagi para peserta Pangeran Puteri Lingkungan Hidup. Callysta Kusuma Azalia muncul dan terlihat nyata bakat dan kemampuan berkomunikasinya setelah beberapa waktu menjalankan proyek lingkungan hidupnya dan harus menghadapi warga masyarakat serta beberapa tokoh yang benar-benar baru ia temui. 

Penganugerahan Pangeran Putri Lingkungan Hidup bak sekolah “public speaking” yang dilengkapi dengan laboratorium hidup yang ada di sekitar peserta. Rasa berani menghadapi segala resiko di hadapan kita juga menjadi pembelajaran tersendiri yang akan menjadi senjata dalam menghadapi kehidupan di masa mendatang. Husnu Alkaisar Jabbar Tuhardi mampu mewujudkan keberanian itu dalam setiap hal yang dia lakukan dan menghadapinya dengan yakin.

Pembelajaran yang sangat berharga berikutnya adalah kemurnian dan ketulusan. Saat siswa, guru, orang tua menyatukan visi dan bertekad untuk memurnikan niat dan melakukan segala sesuatunya dengan tulus, segala jalan terbaik terbuka dengan sangat lebar. 

Pengembangan proyek yang mengedepankan dampak berkelanjutan bagi warga masyarakat dan lingkungan sekitar tentu tidak hanya membutuhkan energi, dan strategi, melainkan juga membutuhkan keikhlasan diri dan kemurnian hati untuk mengabdi bagi negeri serta melestarikan bumi ini. Saat kita melakukan segala sesuatunya untuk kebaikan bersama, maka hasil maksimal juga akan mengikutinya. 

Selamat untuk para penerus bangsa yang telah berhasil menjadi finalis Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2022. Selangkah demi selangkah kalian lalui hingga di titik yang sangat membanggakan ini. Tapi, janganlah jumawa, tidak perlu juga membusungkan dada, karena semakin berisi si padi akan semakin menunduk. 

Tetap rendah hati, luruskan niat diri, bulatkan tekad sekuat hati, tetap pada tujuan yang sejati, yaitu berbuat sesuatu bagi bumi pertiwi. Lakukan dan lakukan terus tanpa berhenti, maka kalian akan melihat pelangi yang berwarna-warni setelah lelah dan peluh yang kalian alami. 

Untuk Kakak-Kakak Tunas Hijau, terima kasih telah menjadi konseptor kegiatan yang sangat luar biasa. Sebagai seorang pendidik, saya pribadi merasa sangat terbantu dalam pembentukan karakter siswa dengan adanya kegiatan yang membutuhkan kesungguhan dan ketangguhan ini. 

Di manapun saya berada, saya berharap tetap bisa melanjutkan apa yang sudah pernah saya mulai, karena awal yang bagus itu luar biasa, tetapi menjaga keberlanjutannya adalah tantangan berikutnya. Mari bersama terus berkarya bagi negeri tercinta, menjaga bersama alam semesta yang adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa. (*)

6 tanggapan untuk “Pangeran Putri Lingkungan Hidup bak Sekolah “Public Speaking” Dilengkapi Laboratorium Hidup

  • Agustus 2, 2022 pada 22:30
    Permalink

    Terima kasih banyak Tunas Hijau Indonesia yang sudah memprakarsai Kegiatan yang super duper Keren…..sukses selalu

    Balas
  • Agustus 2, 2022 pada 23:19
    Permalink

    Congrats Mem Tri 🤗💓
    Terimakasih Tunas Hijau, sudah berperan dalam mengubah Abang Kaisar Menjadi Pribadi yg berkarakter..
    Semangat Berproses 💪
    Salam Kaisar Kelola Sampah Ala Kaisar
    Salam Bumi Pasti Lestari🌍🌴

    Balas
  • Agustus 28, 2022 pada 10:35
    Permalink

    Bismillah..

    Alhamdulillah..

    Terima kasih Tunas Hijau membuat saya lebih mandiri,percaya diri,tanggung jawab dan disiplin..

    InsyaAllah akan bermanfaat untuk masa depan saya..

    Muhammad Raka Nafi’ Fathonah
    SDN Rungkut Menanggal 1
    183
    Budidaya Tanaman Daun Mint

    Balas
  • Agustus 28, 2022 pada 10:36
    Permalink

    Assalamu’ alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

    Bismillah..

    Alhamdulillah..

    Terima kasih Tunas Hijau membuat saya lebih mandiri,percaya diri,tanggung jawab dan disiplin..

    InsyaAllah akan bermanfaat untuk masa depan saya..

    Semangattt

    Muhammad Raka Nafi’ Fathonah
    SDN Rungkut Menanggal 1
    183
    Budidaya Tanaman Daun Mint

    Balas
  • Agustus 30, 2022 pada 22:10
    Permalink

    Luar biasa Kakak-kakak tunas hijau..
    Membuat generasi cilik peduli lingkungan dan membuat anak-anak lebih percaya diri

    Muhammad Raka Nafi’ Fathonah
    SDN Rungkut Menanggal 1
    183
    Budidaya Tanaman Daun Mint

    Balas
  • September 6, 2022 pada 21:58
    Permalink

    Assalamualaikum wr. wb.✨
    Hai sobat hijau!🌿
    Perkenalan nama saya,,
    Nama: Ahmad Imam Syafi’i
    Asal sekolah: SMPN 56 Surabaya
    Judul proyek: BUNSENG (Budidaya Ginseng)
    No urut: 173
    .
    Woww kerenn sekali 🔥🤩
    Generasi cilik sudah diajarkan dengan hal² positif dari lingkungan yang harus kita jaga dan lestarikan 🌴✨
    .
    Salam bumi pasti lestari 🌏🌱
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.