Wisata Religi Masjid Al Jabbar, Ikon Baru Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat

Masjid Raya Al-Jabbar, atau yang juga dikenal dengan Masjid Terapung Gedebage adalah sebuah masjid yang berada di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 2017 di atas danau buatan dan baru selesai proyek pembangunannya pada tahun 2020. Masjid ini diarsiteki oleh Ridwan Kamil.

Masjid Raya Al Jabbar ini menjadi perhatian usai viral di media sosial.  Di antaranya karena kolam di tempat ibadah itu dijadikan tempat bermain anak-anak. Akibat pengunjung yang membludak, banyak sampah berserakan di sekitar masjid yang baru diresmikan pada 30 Desember 2022 ini. Setelah diresmikan, Masjid Al Jabbar langsung banyak didatangi pengunjung.

Ada yang berkunjung untuk wisata religi. Ada pula yang berkunjung karena penasaran ingin melihat kemegahan masjid ini. Peristiwa anak-anak bermain dan berenang di kolam Masjid Al Jabbar sendiri terjadi pada Minggu (1/1), di mana itu adalah momen liburan sehingga ramai pengunjung yang datang.

Ridwan Kamil yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua DKM Masjid Raya Al-Jabbar, melihat peristiwa itu wajar, tapi tidak akan tinggal diam untuk menyikapi permasalahan tersebut.

Foto-foto: Mulki Salman

“Satu, ini hal baru. Dua, ramai sekali. Lebih baik ramai sekali daripada tidak ramai. Ini masalahnya karena ramai sekali, makanya tadi dirapatkan, diperbaiki akan ada papan pengumuman,” kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Senin (2/1/2023).

“Bakal ada woro-woro pasukan agar tidak buang sampah sembarangan dan tidak main air di tempat yang bukan seharusnya. PKL (liar) ditertibkan, kampanye kebersihan dan lain-lain,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Masjid Al Jabbar ini merupakan ikon baru Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat. Tak heran banyak warga yang ingin melihat langsung rumah ibadah umat Muslim tersebut, mengingat Provinsi Jawa Barat pun mayoritas penduduknya beragama Islam.

Masjid Al Jabbar berdiri kokoh di tengah kolam retensi, sehingga akan tampak seperti mengapung di atas danau ketika air kolam mencapai batas permukaan. Masjid ini juga dilengkapi empat buah menara dengan menara tertinggi memiliki tinggi mencapai 99 meter.

Ada museum seluas 11.238,20 meter persegi di lantai dasar masjid ini. Masjid Raya Al Jabbar sendiri memiliki total luas mencapai 21,799,20 meter persegi. Pembangunan masjid ini memakan biaya sekitar Rp 1 triliun.

Wisata religi ke masjid ini akan membuat pengunjung terkesan karena fasilitasnya. Masjid Al Jabbar memiliki beberapa fasilitas, antara lain plaza, selasar, ruang shalat mezzanine, dan ruang shalat utama.

“Paling mencuri perhatian adalah adanya museum Nabi, kemudian masyarakat juga dapat menikmati taman yang bisa dijadikan lokasi wisata religi. Belum ada yang seperti ini, baik eksterior maupun interior, karpet saja dari Turki,” jelas Sekretaris Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, Iwan Suwanagiri.

Foto-foto: Mulki Salman

Yang spesial dari tempat ini adalah, fasad Masjid Al Jabbar terbuat dari kaca yang tersusun menyerupai sisik ikan. Jumlah kaca yang dibutuhkan pun mencapai 6.136 lembar. Masjid ini didesain 99 x 99 meter tanpa tiang.

Luas area perencanaan Masjid Raya Al Jabbar sendiri mencapai 26 hektare dengan area tapak bangunan 2,9 hektare. Sedangkan luas area kolam atau danau, mencapai 6,930 hektare dan luas plaza, parkir, serta area hijau, mencapai 11,163 hektare.

Masjid ini mampu menampung hingga 33 ribu jemaah. Mengusung nama Al Jabbar yang berasal dari salah satu Asmaul Husna yang artinya Maha Perkasa, Ridwan Kamil berharap filosofi desain masjid ini bisa mengembalikan masa kejayaan Islam dalam ilmu pengetahuan.

Penulis: Zamroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *