Webinar Seri#122 “Waspada Ancaman Tsunami” Sabtu (11 Maret 2023)
Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan (“tsu” berarti lautan, “nami” berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi. Atau adanya aktivitas vulkanik dan tanah longsor.
Tsunami merupakan peristiwa alam sebagai akibat posisi tektonik Indonesia yang terletak di kawasan tektonik aktif karena ditekan oleh tiga lempeng bumi yaitu lempeng Indo-Australia di bagian selatan, lempeng Euro-Asia di bagian utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur.
Berdasarkan kejadian tsunami di Indonesia tahun 1629-2014 ada 174 tsunami, sebagain besar diakibatkan karena gempa dan beberapa diakibatkan longsor dan akibat gunung berapi.
Tsunami paling besar di Indonesia yang tercatat dalam sejarah adalah tsunami akibat meletusnya gunung Krakatau (1883) dimana gelombang tsunami mencapai 30 m dan menelan korban 36.000 jiwa.
Kejadian tsunami yang juga membawa korban jiwa dan material yang tidak sedikit, yaitu tsunami di Flores pada 1992 menyebabkan 2150 orang tewas dan hilang. Begitu juga tsunami di Banyuwangi 1994 ada 238 orang tewas. Di Biak 1996 menyebabkan 60 orang tewas dan 134 orang hilang.
Tsunami Aceh merupakan bencana yang paling mematikan pada awal abad XXI juga bermula dari Indonesia pada tanggal 26 Desember 2004, sebuah gempabumi besar terjadi di dalam laut sebelah barat Pulau Sumatra.
Gempabumi ini memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 283.000 jiwa di sebelas negara dan menimbulkan kehancuran hebat di banyak kawasan pesisir di negara-negara yang terkena.
Jumat tanggal 11 Maret 2011 Jepang dihantam gempa M 9,0 dan diikuti tsunami yang dahsyat, rusaknya infrastruktur, kebakaran hebat, dan rusaknya intalasi nuklir. Jumlah korban tsunami Jepang 15.800 orang tewas akibat tsunami, dan hampir setengah juta warga mengungsi. Sampai saat ini masih sekitar 40.000 lebih warga masih tidak bisa pulang ke rumah di Fukushima dan sekitarnya, karena terdampak kontaminasi radioaktif.
Gempa dan tsunami Jepang ini mirip dengan yang terjadi di Aceh tahun 2004, tapi beda jumlah korbannya, Jepang 15.800, Indonesia lebih dari 10 kalinya. Menurut data Bank Dunia, ada 169.000 jiwa korban meninggal dari Indonesia, sementara total keseluruhan korban mencapai 230.000 jiwa di negara-negara terdampak.
Kenapa jumlah korban tsunami di Indonesia sangat banyak dibandingkan dengan Jepang? Apa sebabnya? Ayo bergabung dengan Webinar Seri#122 “Waspada Ancaman Tsunami” pada 11 Maret 2023 pukul 12.00 – 15.00. Pendaftaran gratis melalui tautan . Webinar ini akan menghadirkan 4 narasumber sangat berkompeten, yaitu:
1. Ir. Harkunti Pertiwi Rahayu, Ph.D. dengan topik “Belajar dari Tsunami Jepang 2011”
– Ketua Umum Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI)
– Dosen Institut Teknologi Bandung
2. Dr. Daryono, S.Si, M.Si dengan “Potensi Tsunami di Indonesia”
– Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
3. Ibnu Rusydi S.Si, M.Sc “Belajar dari Tsunami Aceh 2004”
– Dosen Teknik Geologi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
– Pengelola laman melek bencana https://www.ibnurusydy.com/
4. Dr. Ir. Udrekh, S.E., M.Sc. dengan topik “Antisipasi Bencana Tsunami”
– Direktur Pemetaan dan Evaluasi Resiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Setiap peserta terdaftar akan mendapatkan e-sertifikat. 8 e-sertifikat reguler webinar Tunas Hijau ID bisa ditukar dengan 1 e-sertifikat 64JP.
Khusus bagi peserta terdaftar pada webinar ini dan yang merealisasikan tugas pasca webinar akan mendapatkan 1 e-sertifikat 32JP.
Penulis: Dr. Ir. Amien Widodo, M.Sc.
Penyunting: Mochamad Zamroni
Tsunami kenangan yang sangat-sangat tidak bisa dihilangkan dari ingatan ini. Semoga kejadian itu tidak akan terulang lagi????????????
Dengan adanya kegiatan positif ini semoga berdampak besar bagi masyarakat trutama kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan.
Kita harus menjaga lingkungan agar tidak terjadi tsunami
Kita harus menjaga lingkungan agar tdk terjadi tsunami
Salah satu cara menanggulangi tsunami adalah menjaga kebersihan lingkungan dan bertanggung jawab menjaga lingkungan.
Untuk mencegah bahaya tdunami kita harus menjaga lingkungsn.
Kurangnya pengetahuan tentang tsunami atau gempa yang kurang siaga
Webinar ini sangat bermanfaat dalam rangka menyebarkan informasi pentingnya waspada terhadap bencana alam yang datangnya tidak dapat dipastikan demi keselamatan bersama dan mengurangi korban jiwa akibat bencana alam tersebut.
Terima kasih
Nama : Nanda Surya Pratama Rizky
No Urut : 351
Sekolah : SMPN 12 SURABAYA
Webinar ini sangat bermanfaat dalam rangka menyebarkan informasi pentingnya waspada terhadap bencana alam yang datangnya tidak dapat dipastikan demi keselamatan bersama dan mengurangi korban jiwa akibat bencana alam tersebut.
Dengan adanya webinar ini, kita jadi tau bahwa kita harus selalu waspada bila terjadi tsunami. Dan, kita jadi tahu bagaimana penanganan saat kita terkena bencana tsunami. Semoga webinar ini bisa mengedukasi kita semua. Aamiin..
special thanks to : tunas hijau
nama : mutiara triandyta
asal : smpn 18 sby
no urut : 648
judul proyek : KSBB (kangkung sahabat botol bekas)
Webinar ini sangat membantu kita untuk mewaspadai adanya tsunami dan bagaimana cara penanganannya,terima kasih atas tunas hijau yang sudah membuat artikel tersebut.
Syafira maulidya
No peserta 490
smp al islah surabaya
Webinar ini sangat bermanfaat mengenai waspada terhadap tsunami
Nama : Achmad Al Farizy
Sekolah : SDN Wonokusumo VI/45 Surabaya
Nomor Peserta : 341
Proyek lingkungan yang dikembangkan: *Kripik Pak Eko* (Kreasi Apik Pakai Ecobrick)
Sebuah inovasi untuk mengurangi sampah plastik dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.