Enam Orangutan Dilepasliarkan Pasca Rehabilitasi

Balai KSDA Kalimantan Barat bersama Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) dan didukung oleh Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Ketapang kembali melakukan pelepasliaran 6 (enam) individu orangutan di TNBBBR wilayah kerja Resort Mentatai, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Nanga Pinoh, Pontianak, 26 Juni 2023.

Keenam individu orangutan yang dilepasliarkan ini merupakan orangutan yang dititipkan untuk dirawat di Balai KSDA Kalbar di Pusat Rehabilitasi Orangutan YIARI Ketapang dengan rentang waktu tahun 2012 hingga tahun 2020.

Pelepasliaran orangutan ini merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian satwa liar dilindungi, serta pemulihan populasi orangutan di alam. Selain itu, kegiatan ini menjadi puncak dari penyelamatan orangutan yang dimulai dari proses rehabilitasi sampai pada tahap mengembalikan orangutan ke habitatnya di alam.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, RM Wiwied Widodo dalam keterangannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam upaya pelestarian orangutan yang merupakan salah satu satwa endemik Kalimantan.

“Upaya memulangkan orangutan ke habitat aslinya dengan kondisi kesehatan satwa yang baik, perilaku dan sifat keliarannya yang sudah kembali normal merupakan proses yang panjang dan tentunya tidak mudah. Sudah sepatutnya kita sebagai manusia untuk tidak memelihara dan memenjarakan orangutan dalam kandang hanya karena keegoisan semata. Biarkan mereka hidup bebas untuk menjaga keseimbangan di alam” jelasnya.

Rangkaian kegiatan pelepasliaran dimulai sejak dari lokasi rehabilitasi YIARI Ketapang pada tanggal 22 Juni 2023, sampai tanggal 26 Juni 2023 saat dimana ke-enam individu orangutan dilepasliarkan di lokasi pelepasliaran. Ke-enam individu orangutan yang dilepasliarkan terdiri dari 1 (satu) individu jantan dan 5 (lima) individu betina.

Sebelum dilakukan pelepasliaran, semua individu orangutan tersebut telah selesai menjalani proses rehabilitasi, kajian medis, dan perilaku sehingga dapat dipastikan semuanya dalam kondisi sehat dan siap untuk dilepasliarkan.

Selaras dengan hal tersebut Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Andi Muhammad Kadhafi, dalam keterangannya menyampaikan jika Pelepasliaran 6 (enam) individu Orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara Balai KSDA Kalimantan Barat selaku management authority pengelolaan tumbuhan dan satwa liar dengan Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR), serta didukung oleh Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

“Pelepasliaran kali ini merupakan yang kesekian kalinya sejak tahun 2016. Hingga saat ini telah berhasil dilepasliarkan sebanyak 69 (enam puluh sembilan) individu orangutan hasil rehabilitasi di kawasan ini. Melalui kegiatan ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan sebaran populasi orangutan di habitat alaminya khususnya di TNBBBR,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan jika salah satu capaian penting dari hasil pelepasliaran adalah termonitornya kelahiran 5 (lima) individu orangutan di kawasan ini. Hal ini mengindikasikan bahwa TNBBBR merupakan salah satu habitat yang sesuai untuk orangutan hingga mereka mampu beradaptasi bahkan bereproduksi. Selanjutnya ia pun mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak terkait hingga kegiatan pelepasliaran ini berjalan lancar. Melalui dukungan para pemangku kepentingan pula kami akan berupaya terus menjaga kelestarian Orangutan Kalimantan yang saat ini berstatus Sangat Terancam Punah khususnya di dalam kawasan TNBBBR.

“Mari kita bersama menjaga kelestarian satwa liar dilindungi, kelestarian hutan berikut isinya demi anak cucu kita,” serunya.

“Budi”, satu-satunya orangutan jantan yang dilepasliarkan berumur ± 11 (sebelas) tahun, merupakan orangutan yang berasal dari hasil penyelamatan di daerah Kubing, Dusun Sawah Sempurna, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang. “Budi” telah menjalani proses rehabilitasi sejak bulan Desember 2014. Sedangkan lima individu orangutan betina yang dilepasliarkan adalah “Tulip”, “Bianca”, “Jamilah”, “Faini”,  dan “Covita”.

“Tulip” orangutan peliharaan warga di Jl. H. Agus Salim No. 7 Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Orangutan “Tulip” diperkirakan berumur ± 13 tahun dan telah menjalani proses rehabilitasi sejak 5 April 2012.

Orangutan “Bianca”, merupakan orangutan betina berumur ± 7 tahun berasal dari hasil penyelamatan Balai KSDA Kalimantan Barat di daerah Desa Randau Jungkal Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang pada tanggal 5 Oktober 2016. “Jamilah”, merupakan orangutan betina berumur ± 9 tahun berasal dari daerah Sandai Kabupaten Ketapang dan telah dititiprawatkan di Pusat Rehabilitasi YIARI Ketapang sejak 24 Februari 2016.

Orangutan betina ke-empat yang dilepasliarkan adalah orangutan “Faini”, orangutan betina berumur ± 10 tahun ini berasal dari daerah Desa Randau Jekak, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. Orangutan ini diselamatkan BKSDA Kalimantan Barat karena terjadi interaksi negatif antara manusia dengan orangutan pada tanggal 17 Desember 2015. Sedangkan orangutan “Covita” merupakan orangutan betina berumur ± 6 tahun hasil penyelamatan BKSDA Kalimantan Barat di Desa Krio Hulu, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang pada tanggal 29 Agustus 2020.

Sebelum rangkaian kegiatan pelepasliaran, BKSDA Kalimantan Barat telah mendapatkan persetujuan dari Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: S.374/KKHSG/PSG2/KSA.2/06/2023 perihal Rekomendasi Pelepasliaran 0rangutan.

Dipilihnya TNBBBR SPTN Wil I Nanga Pinoh Resort Mentatai menjadi lokasi pelepasliaran karena kondisi kawasan dan hutannya sesuai dengan tipe habitat untuk orangutan, serta mempunyai kelimpahan pohon pakan untuk orangutan yang mencukupi. Walaupun aksesibilitas menuju lokasi pelepasliaran cukup berat, di sisi lain kondisi tersebut menguntungkan bagi keamanan ke-enam individu orangutan yang dilepasliarkan.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, RM Wiwied Widodo, dalam keterangan penutupnya menyampaikan, “Melalui pelaksanaan kegiatan pelepasliaran orangutan di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya ini, kita berharap orangutan yang sampai saat ini masih menyandang status konservasi Critically Endangered (CR) menurut data IUCN dapat meningkat populasinya serta terjaga kelestariannya di alam”.(*)

35 thoughts on “Enam Orangutan Dilepasliarkan Pasca Rehabilitasi

  • Juli 3, 2023 pada 10:38
    Permalink

    Keren, pasti sulit membuat orang hutan hidup seperti di alam liar. Semoga populasi orang hutan bertambah banyak. Begitu juga tanaman sirih cinaku, semoga semakin banyak.

    Raisa Azzahra Praminda
    No.310
    SDN Pacarkeling V Surabaya
    Budidaya sirih cina

    Balas
    • Juli 12, 2023 pada 19:05
      Permalink

      Mari kita bersama menjaga dan melindungi satwa liar beserta isinya. Agar satwa liar dan hutan tidak punah dan tetap lestari demi masa depan anak dan cucu kita nanti.

      Nama: Callista Putri Arini
      Nomor peserta:076
      Judul proyek: Budidaya tanaman kunyit
      Sekolah:SDN Dukuh Menanggal 1/424 Surabaya.

      Balas
    • Juli 28, 2023 pada 17:56
      Permalink

      Kita harus bisa melindungi, agar hewan tidak lekas punah. Kita harus busa menjaga dan melestarikan tanpa harus menyakiti.

      Nama : ida farida
      Asal sekolah : SMPN 58 SURABAYA
      Nomer peserta : 1126
      Judul proyek : Mengolah sampah anorganik menjadi kerajinan

      Balas
  • Juli 3, 2023 pada 12:28
    Permalink

    Keren,Orangutan menjadi satwa liar yang harus dilindungi karena banyak memberikan manfaat bagi alam dan manusia.. Semoga populasi orang hutan bertambah banyak.

    Nama: kartika maulidia ayu putri
    Sekolah: smpn 12 surabaya
    No peserta: 576
    Judul proyek: Rampas cangkang telur

    Balas
  • Juli 3, 2023 pada 23:25
    Permalink

    Dengan tidak membunuh dan memelihara hewan liar,serta merusak hutan, kita sudah ikut serta menjaga ekosistem di alam.

    Bilqis April Wahyudiyah Azzahra
    SDN PACARKELING I/182 Surabaya
    No.peserta : 232
    Proyek Budidaya tanaman sambung nyawa

    Balas
  • Juli 4, 2023 pada 10:41
    Permalink

    Semoga tidak ada lg kekejaman thd satwa, mereka berhak utk hidup

    Putu Deana Sathya Kayana
    SDN Menanggal 601 Surabaya
    No peserta 139

    Balas
  • Juli 4, 2023 pada 21:48
    Permalink

    Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki kelebihan dibanding makhluk lainnya, sebaiknya Kita menggunakan kelebihan ini dengan bijaksana dan sebaik2nya. Jangan merusak dan menyakiti makhluk lain.

    Peserta Pangeran & Putri Lingkungan Hidup 2023
    Nama: Muhammad Aldo Suprapto
    Kelas 8 / SMP Negeri 1 Surabaya
    No.Peserta 309
    Judul Proyek: LURCANGLUR
    ( Lulur Cangkang Telur )

    Balas
  • Juli 5, 2023 pada 09:36
    Permalink

    Orang utan adalah satwa liar, sehingga harus kita lindungi untuk menjaga ekosistem di alam

    Nama : Naysella Aurila Yahya
    No Peserta : 508
    Sekolah : SMP Negeri 1 Kota Kediri

    Balas
  • Juli 8, 2023 pada 09:50
    Permalink

    orang utan merupakan hewan liar, dengan melindungi dan menjaga hewan liar seperti orang utan, sama saja seperti kita menjaga ekosistem alam kita

    Nama: Adrina Putri Nabilah Lutfi
    No peserta: 760
    Asal sekolah: SMPN 23 Surabaya
    Judul proyek: budidaya telang

    Balas
    • Juli 23, 2023 pada 14:37
      Permalink

      Terima kasih sudah melindungi orang utan.. , apalagi orang utan banyak diburu..

      Nama : Kenes Pradipta Andrea Puspa
      No. : 884
      Sekolah: SMPN 35 SURABAYA
      Nama proyek : Roma Milan Candle

      Balas
  • Juli 8, 2023 pada 15:02
    Permalink

    Pelepasliaran orangutan merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian satwa liar yang perlu dilindungi untuk pemulihan populasi orangutan di alam.

    Balas
  • Juli 8, 2023 pada 18:43
    Permalink

    Semoga kedepannya bisa bertambah lg pelepasan orang utan,agar populasi mereka tdk punah dan bs berkembang biak lbh banyak

    Zidan Rizky Ardiansyah
    SDN Perak Utara lll/ 60
    No.peserta : 215

    Balas
  • Juli 8, 2023 pada 20:41
    Permalink

    Kita harus melindungi orang hutan karena orang hutan adalah hewan yang langkah agar hewan tersebut tidak punah

    Nama: Azifatul Nabil Uliya
    Nomor peserta: 1176
    Asal Sekolah: SMP Negeri 9 Surabaya
    Judul projek: Mengolah sampah organik menjadi pupuk POC

    Balas
  • Juli 12, 2023 pada 09:21
    Permalink

    Orangutan adalah satwa liar yang dilindungi. Semoga degan pelepasan orangutan ke habitatnya, populasinya bisa meningkat sehingga kelestarian Orangutan tetap terjaga

    Balas
  • Juli 14, 2023 pada 11:22
    Permalink

    Apresiasi untuk kaka kaka yg sdh membantu jalannya pelepasan Orangutan stlh masa rehabilitasi,. terimakasih tunas hijau atas waktunya

    Elvira Maulidia Diva Prasojo
    SMP Negeri 21 Surabaya
    690
    Budidaya Bunga Sepatu Si Cantik yg Lezat dan Berkhasiat

    Balas
  • Juli 19, 2023 pada 07:50
    Permalink

    Orang Utan adalah hewan liar yang harus dilindungi
    Dengan melepaskan Orang Utan salah satu upaya untuk melestarikan Satwa liar yang dilindungi

    Iqbal Fajar Khrisna Reyhan Halim
    No Peserta : 446
    SMP Negeri 28 Surabaya
    Judul Proyek : Pemanfaatan Lahan Sempit untuk Pembudidayaan Pohon Kelor

    Balas
  • Juli 19, 2023 pada 20:56
    Permalink

    Bebas…. bebas…. Pelepasliaran orangutan ini merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian satwa liar dilindungi serta pemulihan populasi orangutan di alam.
    Saya anjungi jempol upaya memulangkan orangutan ke habitat aslinya dengan kondisi kesehatan satwa yang baik perilaku dan sifat keliarannya yang sudah kembali normal ,karena ini merupakan proses yang panjang dan tentunya tidak mudah, sudah sepatutnya Kita sebagai manusia untuk tidak memelihara dan memenjarakan orangutan dalam kandang hanya karena keegoisan semata ,biarkan mereka hidup bebas untuk menjaga keseimbangan di alam.

    Muhammad Abril Rizky Illahi
    No Peserta: 345
    SMP NEGERI 12 SURABAYA
    Proyek lingkungan Hidupku: Pemanfaatan Limbah Kulit Kacang Hijau (Tumpi) Menjadi Pupuk Organik

    Balas
  • Juli 20, 2023 pada 10:20
    Permalink

    Tujuan utama dari melepaskan orangutan setelah proses rehabilitasi adalah untuk mengembalikan mereka ke habitat asli mereka dan mendukung konservasi populasi orangutan yang terancam punah. Proses rehabilitasi ini biasanya dilakukan pada orangutan yang telah mengalami kehilangan habitat atau dievakuasi dari situasi yang tidak aman, seperti hasil perdagangan ilegal, penangkapan liar, atau pemusnahan hutan.

    Berikut adalah beberapa tujuan dari pelepasliaran orangutan pasca rehabilitasi:

    Konservasi Populasi: Dengan melepaskan orangutan kembali ke alam liar, populasi orangutan di habitat alaminya dapat dipulihkan dan dipertahankan. Ini mendukung upaya konservasi untuk menjaga kelangsungan hidup spesies yang terancam punah ini.

    Pelestarian Habitat: Orangutan merupakan spesies yang penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Dengan melepaskan mereka kembali ke habitat alami, mereka akan membantu dalam penyebaran biji-bijian yang penting untuk regenerasi hutan.

    Kesejahteraan Individu: Orangutan yang telah melewati proses rehabilitasi memperoleh keterampilan dan kemampuan alami yang memungkinkan mereka bertahan hidup di lingkungan alam liar. Pelepasliaran memberi mereka kesempatan untuk hidup dengan bebas dan alami, yang mendukung kesejahteraan mereka sebagai individu.

    Pengembangan Pengetahuan: Studi dan pemantauan tentang orangutan yang telah dilepasliarkan memberikan wawasan berharga tentang perilaku, adaptasi, dan tantangan yang mereka hadapi di lingkungan alam liar. Informasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan program rehabilitasi di masa depan dan konservasi spesies lainnya.

    Edukasi dan Kesadaran: Pelepasliaran orangutan dapat menjadi momen penting dalam meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya konservasi alam dan perlindungan satwa liar. Hal ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mengedukasi masyarakat tentang ancaman terhadap orangutan dan peran penting dalam upaya konservasi.

    Namun, perlu diingat bahwa pelepasliaran orangutan harus dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan yang ketat. Proses pelepasliaran harus mempertimbangkan kondisi dan kesiapan individu orangutan, serta memastikan bahwa area pelepasliaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka untuk bertahan hidup secara alami. Juga, pemantauan berkelanjutan diperlukan setelah pelepasliaran untuk memastikan bahwa orangutan beradaptasi dengan baik dan dapat hidup dengan bebas di habitat alami mereka.

    Balas
  • Juli 21, 2023 pada 19:42
    Permalink

    Pembebasan liat orang utan ini adalah langkah yang bagus untuk upaya pelestarian satwa dan juga pemulihan populasi satwa.

    Balas
  • Juli 22, 2023 pada 20:16
    Permalink

    Kita sebagai manusia harus melindungi hewan liar seperti orang utan agar tidak punah dan bukan membunuh/memburunya.

    Nama:Muhammad Bayu Panji Saputra
    No:141
    Sekolah: SDN NGINDEN JANGKUNGAN I
    Proyek:Diapers Waste (Mengolah limbah popok

    Balas
  • Juli 22, 2023 pada 20:39
    Permalink

    Luar biasa…. says setuju sekali. Dengan tidak membunuh orang utan, memulangkan mereka ke habitat aslinya, maka kita ikut menjaga keseimbangan alam. Mereka berhak untuk hidup di habitatnya.

    Nama : Fatimah Maulidya
    No. Peserta : 470
    Asal Sekolah :
    SDN WONOKUSUMO 6/45
    Judul proyek : Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Santik

    Balas
  • Juli 23, 2023 pada 23:51
    Permalink

    Orang Utan adalah hewan liar yang harus dilindungi
    Dengan melepaskan Orang Utan salah satu upaya untuk melestarikan satwa liar yang dilindungi

    Iqbal Fajar Khrisna Reyhan Halim
    No Peserta : 447
    SMP Negeri 28 Surabaya
    Judul Proyek : Pemanfaatan Lahan Sempit untuk Pembudidayaan Pohon Kelor

    Balas
  • Juli 25, 2023 pada 18:19
    Permalink

    Semua makhluk harus dicintai dan disayangi termasuk hewan memang harus dilindungi demi kelestarianny.hindarkan dr org2 yg tdk bertanggung jawab.
    Eno wahyu kamagading (234) SDN pacarkeling 1/182 surabaya

    Balas
  • Juli 26, 2023 pada 14:00
    Permalink

    Kita sebagai manusia untuk tidak memenjarakan orangutan dalam kandang hanya karena keinginan, biarkan mereka hidup bebas untuk menjaga ekosistem alam.
    Nama: Ayu Sintia Nengseh
    Sekolah: SMP AL-ISLAH
    Proyek: Budidaya Bunga Telang
    No. Peserta: 486

    Balas
  • Juli 28, 2023 pada 12:57
    Permalink

    Semangat selalu dalam menjaga dan melestarikan bumi ini, terus berkrya di tahap ketiga pangput lh 2023

    Bayu Adji Prasetya
    Nomor peserta 285
    Judul proyek : *Pembuatan pupuk organik cair dari cangkang telur*
    Putra Lingkungan Hidup 2023

    Balas
  • Juli 28, 2023 pada 17:28
    Permalink

    RAINA ARFALISHA SHANUM
    Calon Pangput No. Peserta 176
    SDN Ketabang 1/288 Surabaya
    “BUDIDAYA TANAMAN CABE RAWIT”

    Tulip, Bianca, Jamilah, Faini, dan Covita adalah bukti nyata bahwa satwa liar tetap harus dilindungi dan dilestarikan. Jangan biarkan keegoisan manusia mengalahkan hak hidup satwa liar ini. Mari kita jaga kelestarian hutan berikut isinya, demi anak cucu kita dan keberlangsungan keseimbangan alam. Cintai Bumi Kita, maka Bumi pun akan Mencintai Kita.

    Balas
  • Juli 28, 2023 pada 22:27
    Permalink

    Selain melakukan pelestarian satwa juga perlu kesadaran masyarakat agar tidak merusak habitat mereka, sehingga mereka tidak kehilangan rumah. Semoga satwa langka tidak punah dan tetap lestari

    Nama : Michayla Tasya Kustria
    Sekolah: SMPN 26 SURABAYA
    No peserta: 786
    Judul proyek: Budidaya Kemangi

    Balas
  • Juli 29, 2023 pada 18:59
    Permalink

    Semoga dengan dilepasnya 6 orang utan ke alam liar, populasi satwa orang utan dapat tetap lestari, dan tidak punah, tidak lupa juga kita sebagai manusia tidak boleh merusak habitat mereka

    Nama : Samuel Wisely P.
    No : 523
    Sekolah : SMPN 35 Surabaya
    Judul proyek : ecosoap

    Balas
  • Juli 29, 2023 pada 19:34
    Permalink

    Dengan ini kita bisa menjaga dan melestarikan orang utan karena orang utan adalah salah satu satwa yang hampir punah.

    Syafira maulidya
    Smp Al islah Surabaya
    490
    Budidaya bunga rosella

    Balas
  • Juli 29, 2023 pada 20:03
    Permalink

    Dengan pelepasan ini orangutan dapat kembali ke habitat nya dan sudah tidak terkurung lagi disini kita melakukan pelestarian orang utan karena orang utan adalah salah satu satwa yang hampir punah

    Nama : Diandra Anindya Putri
    Sekolah : SMPN 12 Surabaya
    Nomer Peserta: 568
    Judul Proyek : Cairan Ajaib Serbaguna

    Balas
  • Juli 29, 2023 pada 21:09
    Permalink

    Orang utan adalah salah satu satwa yang di lindungi oleh negara, akan tetapi masih banyak manusia yang tak peduli akan hal itu. Dalam kegiatan pelepasan orang utan seperti ini semoga bisa menjaga dan melestarikan orang utan dan tidak ada kepunahan.

    Nama: Nadya Reyhana Rochma
    Asal Sekolah: SMPN 25 Surabaya
    Nomor peserta: 782
    Judul Proyek: JELITA (Jelantah Multi Guna)

    Balas
  • Juli 29, 2023 pada 22:06
    Permalink

    Keputusan yang sangat tepat untuk melepaskan orangutan, mereka juga makhluk hidup seperti kita. Kita harus saling mengasihi kepada sesama?

    Nama : Allya Sefna Putri
    No. Peserta : 554
    Asal Sekolah : SMPN 12 Surabaya
    Judul Proyek : Pemanfaatan Daun Kelor menjadi Masker Organik

    Balas
  • Juli 29, 2023 pada 23:48
    Permalink

    Semoga dengan dilepasnya 6 orang utan ke alam liar, populasi satwa orang utan dapat tetap lestari, dan tidak punah, kita sebagai manusia tidak boleh merusak habitat mereka harus saling mengasihi kepada sesama

    Nama : Kartika maulidia ayu putri
    No. Peserta : 576
    Asal Sekolah : SMPN 12 Surabaya
    Judul Proyek: Rampas cangkang telur

    Balas
  • Juli 30, 2023 pada 18:39
    Permalink

    Keputusan yang sangat mantap, karena orang utan juga mahluk hidup, jadi berhak untuk menikmati dunia luar

    Balas
  • Juli 30, 2023 pada 18:43
    Permalink

    Keputusan yang sangat mantap, karena orang utan juga mahluk hidup, jadi ia berhak untuk menikmati dunia luar

    Nama: AZIZAH KHAIRINNISWAH
    Sekolah: SMPN 42 SURABAYA
    No. Urut: 972
    Judul poryek : BUDIDAYA LIDAH BUAYA

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *