Praktik Baik Kurikulum Merdeka dalam Lomba Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2023 

Kurikulum Merdeka memiliki kaitan yang erat dengan Lomba Duta Lingkungan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2023 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya, serta didukung oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dan PT Dharma Lautan Utama.

Ini karena salah satu aspek penting dari Kurikulum Merdeka adalah memberikan kebebasan kepada sekolah dalam merancang kurikulum mereka sendiri sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi lokal. Dalam konteks pendidikan lingkungan, ini dapat menciptakan peluang yang baik untuk mengintegrasikan proyek lingkungan ke dalam kurikulum.

Berikut keterkaitan Kurikulum Merdeka berhubungan dengan lomba proyek lingkungan:
1. Fokus pada Pembelajaran Berbasis Proyek:
Kurikulum Merdeka dapat mendorong pendekatan pembelajaran yang berpusat pada proyek, di mana siswa aktif terlibat dalam proyek-proyek lingkungan yang praktis. Dalam lomba yang disebut “Pangput 2023” ini, siswa memilih 1 proyek terkait isu lingkungan hidup. Sehingga siswa SD dan SMP bisa menjadi bagian dari pendekatan ini, di mana siswa bekerja sama dalam tim untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek lingkungan hidupnya.

2. Pengembangan Keterampilan Praktis:
Pangput 2023 dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan praktis seperti analisis lingkungan, perencanaan proyek, manajemen sumber daya, dan kolaborasi tim. Ini sejalan dengan pendekatan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Mayfrina Aisyahrani, finalis putri lingkungan hidup 2023 dari SDN Kebonsari I Surabaya dengan project pengolahan sampah organik untuk eco enzym.

3. Penilaian Holistik:
Kurikulum Merdeka mengedepankan penilaian holistik, yang dapat mencakup aspek psikomotorik dan afektif. Dalam Pangput 2023 ini, memungkinkan penilaian yang lebih menyeluruh terhadap perkembangan siswa, termasuk dampak proyek mereka pada lingkungan dan kesadaran mereka terhadap isu-isu lingkungan.

4. Keterlibatan Komunitas:
Dalam konteks proyek lingkungan, kerja sama dengan komunitas lokal seringkali sangat penting.

Kurikulum Merdeka dapat mendorong sekolah untuk terlibat secara aktif dengan komunitas dalam merencanakan dan melaksanakan proyek lingkungan. Pangput 2023 ini, juga bisa menjadi sarana untuk mempromosikan partisipasi komunitas, sekolah, masyarakat, kelurahan, kecamatan, dan komunitas masyarakat lainnya untuk bersama-sama, mempengaruhi dan melakukan aksi bersama dalam upaya pelestarian lingkungan.

5. Pendidikan Lingkungan yang Berkelanjutan:
Kurikulum Merdeka dapat memungkinkan sekolah untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum secara berkelanjutan, bukan hanya sebagai kegiatan sekunder. Ini membantu menciptakan kesadaran lingkungan yang lebih dalam dan berkelanjutan di kalangan siswa.

Dengan demikian, Kurikulum Merdeka selaras dengan Pangput 2023, mengembangkan inisiatif proyek lingkungan yang berdampak positif, memotivasi siswa untuk berperan aktif dalam pelestarian lingkungan, dan menghasilkan solusi nyata untuk masalah lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat dan lingkungan pada umumnya.

Penulis: Sri Yuniati, S.Pd
Kepala SDN Kebonsari I Surabaya

6 thoughts on “Praktik Baik Kurikulum Merdeka dalam Lomba Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2023 

  • Oktober 4, 2023 pada 13:30
    Permalink

    Benar sekali Ibu guru… dari mengikuti perlombaan Penganugerahan Pangeran Putri lingkungan hidup ini, saya menjadi lebih paham dengan berbagai ilmu baru dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari…
    Meskipun awalnya terasa berat, karena dipraktikkan sehari-hari yang semula berat berubah menjadi kebiasaan baik…

    Dan semoga kebiasaan baik ini dapat terus saya bawa dan saya tularkan terus menerus sampai ke masa depan Insyaa Allah… Aamiin Allahumma Aamiin…

    Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada kakak-kakak Tunas hijau yang telah banyak membimbing kami semua selama ini…

    **
    Btw keren banget sobatku Mayfrina dengan proyeknya Eco enzim…

    AISYAH AVICENA RL
    SDN JEMUR WONOSARI 1 SURABAYA

    Balas
  • Oktober 4, 2023 pada 17:26
    Permalink

    Keren sekali ibu Yuni ?
    Mengikuti perlombaan duta lingkungan ini saya mendapatkan banyak pengalaman.

    Dan apa yang saya lakukan untuk proyek saya, sekarang itu sudah menjadi kebiasaan saya.

    Makin peduli akan lingkungan, makin percaya diri dalam komunikasi dan sosialisasi, makin bertambah wawasan juga ilmu-ilmu yang bermanfaat. Kedekatan dan kekompakan keluarga makin erat, menambah teman dan saudara. Dukungan guru, teman dan sekolah yang luar biasa ?

    Semua kami lakukan dengan hati senang, niat tulus untuk lingkungan. Dan saya berharap bisa menjadi orang yang bermanfaat dan meng inspirasi orang-orang disekitar juga teman-teman yang lain untuk lebih peduli pada lingkungan.

    Kebonsari 1…
    Bisa… Bisa… Bisa…
    Mayfrina Aisyahrani

    Balas
  • Oktober 8, 2023 pada 13:24
    Permalink

    Bagus sekali bu Sri Yuniati paparan nya memang benar kurikulum Merdeka sangat sejalan dengan proyek Lingkungan Hidup yang Tunas Hijau selenggarakan.. Terimakasih kakak 2 Tunas Hijau Proyek nya sangat sejalan dan membantu kurikulum di sekolah

    Iqbal Fajar Khrisna Reyhan Halim
    SMP Negeri 28 Surabaya
    No Peserta : 447
    Judul Proyek : Pemanfaatan Lahan Sempit Untuk Pembudidayaan Pohon Kelor

    Balas
    • Oktober 10, 2023 pada 10:57
      Permalink

      Kurikulum merdeka memang selaras dengan proyek lingkungan hidup yang Tunashijau selenggarakan,kita di ajarkan untuk terjun langsung mulai dari cara bersosialisasi ke masyarakat,cara pengolahan produk, dan sebagainya.

      BILQIS APRIL WAHYUDIYAH AZZAHRA
      SDN Pacarkeling I/182
      No : 232
      Budidaya tanaman sambung nyawa

      Balas
      • Oktober 12, 2023 pada 13:43
        Permalink

        Keren sekali SDN Kebonsari dan mayfrina, selamat mendapat juara 2 dalam lomba putri lingkungan hidup semoga kedepannya lebih baik dan lebih baik lagi

        Balas
  • Oktober 11, 2023 pada 20:03
    Permalink

    Tepat sekali, Ibu.
    Kurikulum merdeka belajar menciptakan sebuah ruang kebebasan bereksplorasi dalam pelaksanaan pembelajaran. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat menjadi jembatan untuk menggencarkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan melalui pendidikan berbasis lingkungan.

    Semangat bergerak, untuk pendidikan lebih baik.

    Salam lestari lingkungan hidup

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *