Waspada Angin Puting Beliung! Ini Tanda-Tanda, Karakteristik dan Proses Terjadinya

Angin puting beliung termasuk bencana yang cukup sering terjadi di Indonesia. Menurut Rendy Irawadi, Koordinator Bidang Observasi/PMG Muda – BMKG Juanda, di Provinsi Jawa Timur, misalnya, pada tahun 2022, telah terjadi sebanyak 78 bencana angin puting beliung.  

“Pada tahun 2022, angin puting beliung terjadi di Madura, Gresik, Surabaya, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. Ada lima kejadian angin puting beliung yang cukup merusak di Gresik, di Surabaya, kemudian di Bondowoso, Situbondo kemudian di Banyuwangi,” kata Rendy Irawadi pada Webinar Seri#166 “Mitigasi Bencana Angin Putting Beliung” yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau pada Sabtu (16/12/2023).

Ditambahkan oleh Rendy Irawadi bahwa kejadian bencana angin puting beliung menurun jumlahnya pada tahun 2023. “Kejadian angin puting beliung itu menurun tetapi intensitasnya yang merusak mengalami peningkatan. Tercatat ada 11 kejadian angin puting beliung yang merusakkan terjadi di Lamongan, Tuban, Pasuruan, Malang dan Banyuwangi,” tamba Rendy Irawadi.

Rendy menjelaskan bahwa angin puting beliung adalah angin kencang yang bergerak memutar berasal dari awan komunius dengan kecepatan lebih dari 35 knot atau 64 km/jam dalam waktu yang singkat. Angin puting beliung terjadi dalam durasi yang singkat kurang lebih 10 menit sampai 15 menit.

Angin puting beliung sangat berbeda dengan angin tornado mungkin. “Angin tornado itu dapat terjadi berhari-hari dengan luasan cakupan kejadian atau luasan geraknya itu cukup jauh hampir berpuluh-puluh kilometer kadang sampai melintasi negara bagian,” jelas Rendy Irawadi, Koordinator Bidang Observasi/PMG Muda – BMKG Juanda.

Pada umumnya angin puting beliung terjadi pada musim peralihan atau masa pancaroba yaitu dari musim kemarau ke musim hujan ataupun sebaliknya. Angin puting beliung sering terjadi di siang hari ataupun sore hari.

Tanda-tanda akan terjadinya angin puting beliung adalah sebagai berikut:

  • Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.
  • Udara mulai pagi hari sudah terasa panas serta cukup terik dan gerah.
  • Umumnya mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
  • Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan CB.
  • Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri, ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat karena hembusan angin.
  • Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri.
  • Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan lebat tiba-tiba. Bila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.
  • Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada masa pancaroba, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun akan diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.
Rendy Irawadi, Koordinator Bidang Observasi/PMG Muda – BMKG Juanda

Katakteristik angin puting beliung adalah sebagai berikut:

  • Puting beliung merupakan dampak ikutan dari awan Cumulonimbus (CB) tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting beliung
  • Kehadirannya belum dapat diprediksi karena sifatnya yang sangat lokal.
  • Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal. 
  • Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacum cleaner.
  • Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.
  • Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah.

Proses Terjadinya Angin Puting Beliung:

Proses terjadinya angin puting beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba pada siang hari suhu udara panas, pengap dan awan hitam mengumpul, akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertical. 

Selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan tinggi menghembus kepermukaan bumi secara tibatiba dan berjalan secara acak.

Penyebab terjadinya angin puting beliung adalah udara panas dan udara dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting beliung.

Dampak Terjadinya Angin Puting Beliung:

  • Rusaknya rumah dan infrastruktur suatu daerah 
  • Dapat menimbulkan korban jiwa manusia 
  • Rusaknya kebun-kebun warga 
  • Kerugian material 
  • Banyaknya puing-puing dan sampah yang terbawa angin puting beliung dan berserakan 
  • Terganggunya kegiatan ekonomi

Upaya Pengurangan Risiko Angin Putting Beliung:

  • Kenali bulan-bulan pancaroba di wilayah tempat tinggal kita
  • Cepat berlindung atau menjauh dari lokasi kejadian, mengingat fenomena tersebut sangat cepat  
  • Menghindar dari pepohonan tinggi yang rapuh karena biasa tertimpa pohon, dan cari tempat yang aman
  • Bila kita di dalam rumah hindari berdiri dekat jendela yang terbuat dari bahan kaca. 
  • Matikan segera aliran listrik dan peralatan elektronik lainnya, juga matikan kompor yang menyala
  • Jika anda sedang mengedarai mobil, segeralah berhenti dan tinggalkan kendaraan anda serta carilah tempat perlindungan terdekat yang dianggap aman

Penulis: Zamroni/TunasHijauID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *