Keingintahuan (Curiosity) Membuatmu Hidup dan Paham Kehidupan

Keingintahuan terhadap sesuatu akan membantu seseorang untuk belajar dan bertahan hidup. William James (psikolog), menyebutkan rasa ingin tahu merupakan dorongan menuju kognisi yang lebih baik. Kognisi merupakan segala hal yang berkaitan dengan upaya mendapatkan pemahaman, pengetahuan, kesadaran, dan pengolahan informasi yang berlangsung di dalam pikiran seseorang.

Gusti Allah menantang kita untuk mempelajari lebih jauh tentang bencana seperti yang tersurat dalam QS. Al-Hadid Ayat 22: “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah”.

Ayat tersebut tidak menyebutkan bahwa negara ini akan terkena bencana apa, seberapa luas dan seberapa besar korbannya serta kapan terjadinya. Setiap umatnya pun tidak disebutkan akan terkena bencana apa.

Beberapa bencana tersurat dalam Al Quran dan bisa menjadi pelajaran bagi kita, diantaranya banjir besar zaman Nabi Nuh, hujan batu zaman Nabi Luth, udara panas diikuti kekeringan Zaman Nabi Hud, dan gempa zaman Nabi Shaleh serta banyak lagi.

Rasa keingintahuan terhadap sesuatu banyak tertulis dalam hadits, diantaranya HR. Imam Abu Dawud: “Sesungguhnya obat dari ketidak tahuan adalah bertanya”. (Hasan, HR Abu Dawud: 336, Ibnu Majah: 572, dan lainnya), HR. Turmudzi : “Barangsiapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah, hingga ia pulang” dan H.R.Ibnu Majah “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.”.

Berarti kita harus mencari tahu bahaya apa saja yang ada di sekitar kita, yang mengancam dan bisa menjadi bencana (musibah) bagi manusia. Harapannya muncul ide dan upaya untuk mengurangi risiko bencana.

Beberapa negara telah menemukan dan membuat bangunan tahan gempa, pondasi untuk mengurangi goncangan gempa, alat alat peringatan dini dsb. yang bermanfaat bagi masyarakat dunia. Bukankah ini impian kita semua?. Seperti sabda Nabi dalam HR Thabrani: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab, ‘Yaitu, orang yang paling bermanfaat bagi manusia.”

Penulis: Amien Widodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *