Puasa Mengubah Perilaku Konsumtif 

Binatang predator hanya makan secukupnya, tidak rakus dan setelah makan puasa berhari-hari. Bila predator rakus, maka keseimbangan alam akan terganggu dan predator itu akan mati dan punah. 

Manusia datang/didatangkan ke bumi dimaksudkan untuk memanfaatkan sumber daya itu dan menjaga keseimbangan itu. Dalam perjalanannya manusia menjadi super predator karena hampir semua rantai makanan dilahapnya secara rakus dan berlebih-lebih. Bagaimana agar manusia tidak rakus dan sustainabilitas makanan tetap terjaga? Salah satunya dengan PUASA.

Puasa sesuai syariat yang sesungguhnya yaitu hanya makan 2 kali, yaitu saat sahur dan buka saja. Jadi ada 1 porsi yg disimpan sebagai cadangan makanan di masa depan. Kita hitung saja, umat Islam berpuasa jumlahnya 1 milyar x 30 hari x 1 porsi = 30 Milyar porsi. Bila 1 porsi = 15.000 rupiah, maka yang dicadangkan/dihemat Rp. 450 Triliun. 

Untuk Indonesia, misalnya yang berpuasa 250 juta x 15.000 rupiah x 30 hari = Rp.112,5 triliun. Uang sebanyak ini bisa dipakai untuk beasiswa banyak pelajar karena selama ini anggaran beasiswa dan bantuan sosial (bansos) untuk pendidikan menjadi Rp35,94 triliun tahun 2024. 

Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2024 tanggal 16 Agustus 2023, Presiden Jokowi menegaskan bahwa kemiskinan ekstrem pada Maret 2023 sebanyak 1,12%. Ini sangat banyak. Permasalahan kemiskinan ekstrem juga beririsan dengan prevalensi angka stunting di Indonesia. Hal tersebut juga menjadi isu prioritas yang harus diselesaikan. Nah 1 porsi makanan kita bisa ikut membantu mengurangi kemiskinan dan stunting.

Mari bersama sama kita ubah cara berpuasa kita, dengan hanya makan 2 kali saja dalam sehari dan berniat untuk menjaga ketahanan pangan. Jangan seperti yang sudah berlalu, berbuka puasa seperti balas dendam makan sebanyak-banyaknya. 

Data menunjukkan selama bulan Ramadhan 2023, volume sampah di Surabaya mengalami kenaikan mencapai 100 ton. Data rata-rata masuk TPA (tempat pengolahan akhir sampah) per hari (biasa) 1.602 ton, sedangkan bulan Ramadhan menjadi 1.712 ton per hari.

Allah Subhanahuwata’ala mengingatkan dan memerintahkam melalui Quran Surat Al A’raf 31 : “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. 

Ayo ubah perilaku konsumtif selama ini.Penulis: Amien Widodo

18 thoughts on “Puasa Mengubah Perilaku Konsumtif 

  • Maret 13, 2024 pada 07:33
    Permalink

    Dulu saat buka puasa selalu menyediakan banyak makanan dan minuman yang ujung-ujungnya tidak semua dikonsumsi. Semakin kesini, semakin sadar bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus tapi juga menahan diri untuk tidak mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Secukupnya saja, agar tidak menambah volume sampah makanan serta jumlah sampah secara keseluruhan.
    Sehingga puasa kita tidak hanya memberi efak yang baik bagi tubuh kita tapi juga lingkungan kita.
    Enti Haidaroh ,(087757876745)

    Balas
    • April 4, 2024 pada 08:58
      Permalink

      Nama : Alvaro Tristan Cetta Purnama
      Sekolah : SDN KALIASIN 1/280 SBY
      No. Peserta Pangput LH 2024 : 077
      Proyek : “Biopori (Lubang Resapan Biopori)
      Lubang resapan biopori adalah lubang resapan yang di buat ke dalam tanah berdiameter 10-30 cm dengan kedalaman 60-100 cm bertujuan untuk mengurangi genangan air, mencegah banjir dan menyuburkan tanah di saat kemarau.
      Proyek saya ini menggunakan sampah plastik bekas seperti galon plastik untuk membuat alat resapannya.

      Balas
  • Maret 13, 2024 pada 07:45
    Permalink

    Puasa adalah salah satu cara yang saya lakukan untuk menjadi sehat. Dengan berpuasa maka secara otomatis badan saya berkurang berat badan, dan penyakit pusing yang sering saya alami yang kemungkinan dikarenakan konsumsi makanan yang salah dll akhirnya bisa berkurang.
    Dan puasa membuat pengeluaran saya menjadi sangat berkurang, hal ini pastinya akan sangat bermanfaat bagi saya yang merupakan tulang punggung keluarga. intinya puasa adalah sebuah kunci bagi saya untuk menjadi lebih baik secara fisik dan finansial

    Nama : Nuruz Zakiyah
    No Wa : 085854018028
    Alamat rumah : Desa Sumberdawesari RT 03 RW 06
    Gang buyut gandu No 2 Kec. Grati Kab. Pasuruan kode pos 67184

    Balas
  • Maret 13, 2024 pada 07:53
    Permalink

    Di bulan Ramadhan, kita sebagai umat muslim di wajibkan untuk berpuasa selama sebulan, Arti berpuasa disini bulan hanya tidak makan dan minum di saat setelah terbit matahari sampai terbenam nya matahari, melainkan juga menahan hawa nafsu amarah dan juga menahan hawa nafsu makan yang berlebihan disaat buka puasa, jadi kita hendaknya makan dan minum secukupnya saja saat sahur dan berbuka puasa dan tidak berlebihan jadi secara tidak langsung dapat mengurangi gaya hidup yang konsumtif.
    Saya mempunyai pengalaman sewaktu sahur saya makan makanan yang di goreng seperti nasi goreng…dan ternyata malah menimbulkan haus karena selain mengandung lemak dan kalori yang cukup banyak, makan nasi goreng saat sahur juga bisa membuat tubuh gampang haus.
    Dan juga saat berbuka jika saya makan yang berlebihan akan mengakibatkan kekenyangan dan ngantuk saat beribadah shalat tarawih. Jadi hendaklah makan dan minum secukupnya saat sahur dan berbuka

    Balas
  • Maret 13, 2024 pada 07:55
    Permalink

    Di bulan Ramadhan, kita sebagai umat muslim di wajibkan untuk berpuasa selama sebulan, Arti berpuasa disini bulan hanya tidak makan dan minum di saat setelah terbit matahari sampai terbenam nya matahari, melainkan juga menahan hawa nafsu amarah dan juga menahan hawa nafsu makan yang berlebihan disaat buka puasa, jadi kita hendaknya makan dan minum secukupnya saja saat sahur dan berbuka puasa dan tidak berlebihan jadi secara tidak langsung dapat mengurangi gaya hidup yang konsumtif.
    Saya mempunyai pengalaman sewaktu sahur saya makan makanan yang di goreng seperti nasi goreng…dan ternyata malah menimbulkan haus Karena nasi goreng mengandung lemak dan kalori yang banyak, makan nasi goreng saat sahur bisa membuat gampang haus.
    Dan juga saat berbuka jika saya makan yang berlebihan akan mengakibatkan kekenyangan dan ngantuk saat beribadah shalat tarawih. Jadi hendaklah makan dan minum secukupnya saat sahur dan berbuka

    Balas
  • Maret 13, 2024 pada 08:19
    Permalink

    Puasa Ramadhan memberikan pengalaman belajar yang unik dan menarik bagi saya. Selain menahan lapar dan haus, puasa mengajarkan saya untuk menahan hawa nafsu dan keinginan untuk konsumtif. Dari pengalaman pribadi, saya menyadari bahwa makanan yang berlebihan saat sahur atau berbuka puasa hanya akan membuat saya lelah dan ngantuk saat beribadah tarawih. Hal ini mengajarkan saya untuk makan dan minum secukupnya saja untuk menyeimbangkan antara kebutuhan tubuh dan kewajiban ibadah. Selain itu, puasa juga mengajarkan saya untuk lebih terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan selama bulan Ramadhan. Dengan menjalankan puasa yang benar, tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitar dan mampu merubah perilaku konsumtif menjadi lebih berkelanjutan.
    Gunarno (085725406552)

    Balas
  • Maret 13, 2024 pada 08:48
    Permalink

    Selama puasa saya pantang melihat iklan atau tayangan tentang makanan karena terasa menggiurkan. Selain untuk menahan nafsu makan, juga menahan keinginan untuk membeli makanan. Biasanya saya suka request membuat jajanan untuk berbuka puasa seperti risol mayo atau potato stick. Membuatnya dalam porsi banyak jadi bisa disimpan untuk stok beberapa hari, atau dibagikan ke masjid terdekat. Lebih hemat tapi tetap bermanfaat untuk sesama. Selamat menjalankan ibadah puasa sobat hijau. Semoga bulan Ramadhan ini membuat kita menjadi lebih beriman.

    Raisa Azzahra Praminda
    SDN Pacarkeling V/186 Surabaya
    (087852093399)

    Balas
  • Maret 13, 2024 pada 10:32
    Permalink

    Bagi kami puasa adalah kegiatan yang sangat dirindukan dan dinantikan, banyak hal positif yang kami dapatkan , berkaitan dengan puasa,yang utama dalam hal biaya kebutuhan sehari – hari dengan yang diajarkan riil dengan hidup hemat dan tidak berlebih – lebihan dalam mengkonsumsi makanan dan minuman,di saat biaya kebutuhan pokok selangit ,jadi tidak akan mengeluh karena hikmah dan manfaat puasa luar biasa, Mengajari masyarakat ,yakni umat muslim untuk tidak menjadi konsumtif.

    Balas
    • Maret 13, 2024 pada 19:15
      Permalink

      Puasa sangat indah
      Puasa bulan penuh berkah
      Puasa sehat jiwa raga
      Puasa hilang sedih dan gundah
      Puasa rezeki berlimpah
      Puasa pengeluaran bijaksana
      Puasa sampah konsumtif musnah
      Puasa lingkungan terjaga
      ????????????????????????????????????????????????????????????

      ????Herlina Evelina Fiolina????
      083116137529

      Balas
  • Maret 13, 2024 pada 12:00
    Permalink

    Alhamdulillah..,kita tahun ini bisa bertemu lagi dgn bulan ramadhan.semoga tahun depan kita masih d beri kesempatan lagi…
    Mari menjalan puasa dgn penuh semangat….
    Dgn itu puasa selain menahan lapar….dahaga….tapi jg menahan perbuatan yg gk baik .dgn kita ikut puasa kita jg dapat merasakan saudara2 kita yg sering kelaparan bahkan gk bisa makan ….sulit mencari makanan ,tiap hari menahan lapar.ini perlu jg d ajarkan pada anak2…tentang puasa,& tentang rasa syukur kita pada makanan.karena d luar sana masih banyak teman2 kita yg kelaparan.dgn puasa anak2 jg dpt belajar menahan lapar seperti yg mereka rasakan.
    Bersyukurlah kita….masih bisa makan…berbuka dgn apa yg kita mau.intinya….bersyukur.
    Semoga ibadah2 kita d bln suci ini d terima dan mendapatkan pahala….amiinn…

    Balas
  • Maret 13, 2024 pada 16:18
    Permalink

    Assalamu’alaikum…
    Puasa ramadhan merupakan puasa wajib bagi umat Islam.
    Nah sedikit cerita tentang perjalanan puasa cecil dan bunda..
    Cecil dan bunda saat hari pertama puasa sangat bersemangat sahur untuk pertamakalinya, lalu saat pagi hari cecil dan bunda pergi ke pasar untuk membeli menu makanan dan minuman untuk nanti buka puasa..
    Cecil dan bunda sangat bersemangat membuat makanan bersama…. Tapi sayangnya bunda tidak bisa menemani Cecil untuk berbuka puasa karena bunda sedang kerja..Cecil dan bunda memilih masak sendiri dirumah selain lebih sehat lebih hemat dan mengurangi sampah plastik juga loh..Teman teman jika suka makan dan jajan diluar jangan lupa bawa wadah sendiri dari rumah yaa no plastik pokoknya..makan dan minum secukupnya.
    Selamat menunaikan ibadah puasa

    Nama:Cecilia Farah Calysta
    No WA:087743310812
    Alamat rumah: Jl. Tanjung anom no 14

    Balas
  • Maret 13, 2024 pada 20:04
    Permalink

    Assalamualaikum
    Hakekat puasa menurut saya sebenarnya mengendalikan nafsu bukan membunuh nafsu.salah satunya adalah kepekaan terhadap rasa lapar. Puasa juga mengajarkan kita untuk lebih menghargai makanan.ketika puasa makanan yang biasanya kita anggap sepele menjadi sangat berharga.seperti pisang goreng atau bahkan air putih. Disini kita belajar bahwa sebenarnya betapa kebutuhan pokok manusia itu adalah makan. Dan Di puasa Ramadhan ini seseorang auto akan meraih kegembiraan tersendiri yaitu disaat berbuka puasa atau berhari raya meskipun tanpa harta atau kemewahan..menunjukkan betapa berharganya setiap suapan makanan.Hal ini mengajarkan kita syukur yang luar biasa atas nikmat yang diberikan ALLOH SWT.

    Queen Anneysa Kabeer Lukito

    Balas
  • Maret 14, 2024 pada 08:00
    Permalink

    Berbicara tentang membludaknya sampah, sebenarnya tidak terjadi hanya pada saat bulan Ramadhan saja, sejarah mencatat hampir di setiap kegiatan perayaan (baik itu perayaan kegiatan keagamaan maupun bukan) ditengarai menimbulkan lonjakan sampah yang fantastis, terutama kegiatan yang bersifat serentak dilakukan oleh masyarakat luas.

    Lantas bagaimanakah cara mengendalikannya?
    Tentu saja dengan memberikan edukasi secara terus-menerus dan meluas ke berbagai sasaran (target audience) tentang pengertian apa itu sampah, apa saja jenisnya, bagaimana karakteristiknya, apa dampaknya terhadap lingkungan, apa manfaat dari mengelolanya, apa keuntungannya jika berempati terhadap lingkungan dsb, dan dalam memberikan edukasi hendaknya ada pembedaan cara penyampaiannya, sebaiknya kita lihat siapa target audiencenya, misalnya memberi edukasi kepada anak TK tentu beda dengan memberi edukasi kepada anak SMA, dan tentu berbeda juga saat memberi edukasi terhadap masyarakat yang berkarakter keras dengan masyarakat yang terbuka dalam menerima nasihat, harus ada pendekatan yang berbeda untuk dapat membangun kesadaran yang benar-benar dari dalam hati ♥️
    Kenapa targetnya adalah kesadaran yang benar-benar dari dalam hati? Karena jika rasa kesadaran/empati itu telah benar-benar tertanam dalam hatinya, maka tanpa diawasi, tanpa disuruhpun akan tetap dilakukan dengan gembira dan akan tergerak menularkan kebiasaan baik terhadap lebih banyak lagi orang lain disekitarnya, semangatnya akan terus meluas di masyarakat di yang hatinya terketuk.

    **
    Tentang masalah makanan yang berlebihan, kita tahu sudah menjadi fitrah (tabiat dasar) manusia suka berlebih-lebihan (rakus) dalam hal apa saja. Disinilah pentingnya ada Agama, (mohon maaf karena saya beragama Islam, maka saya membahas tentang Islam). Allah menurunkan firman-Nya berisi tentang peringatan, ancaman, kabar gembira dan sebagai pedoman hidup agar kita semua mempelajari banyak hal tentang kehidupan bahkan semua fenomena yang terjadi pada alam. Di dalam Al-Qur’an Allah melarang kita semua berlebihan-lebihan dalam semua hal & semua aspek kehidupan, termasuk makan dan minum. Allah memerintahkan kepada kita menjauhi semua laranganNya dan menjalankan perintahNya semampunya, dalam artian penekanannya adalah pada larangan, kita dituntut menjauhi semua laranganNya, contohnya Allah melarang kita membuat kerusakan dimuka bumi dan Allah juga melarang menyakiti diri sendiri & orang lain tentu saja kita dapat menarik arti yang luas dalam hal ini, maka semua hal yang menimbulkan kerusakan adalah terlarang (haram) dan kita semua wajib berupaya keras menjauhinya (meskipun itu tidak mudah). Sedangkan untuk menjalankan perintahNya adalah semampunya, inilah sisi keindahanNya Tuhan pencipta kita semua sang Maha Pengasih dan Penyayang, Allah tahu kita dilahirkan dengan takdir yang berbeda dengan kemampuan yang berbeda pula ♥️

    ***
    Dalam memberikan edukasi (tentang sampah, tentang lingkungan maupun hal lainnya) terhadap masyarakat luas juga di butuhkan kesabaran, ada proses juga ada waktu yang dibutuhkan untuk melihat suatu perubahan… Di dalam proses juga tidak bisa dipastikan seperti grafik yang trendnya naik terus keatas, alasan utamanya adalah karena kita manusia biasa yang terkadang Istiqomah taat… sadar… terkadang juga banyak lupa dan salah… kita sering berpendapat tidak mengapa sesekali mumpung momentnya pas… mumpung liburan… mumpung perayaan… mumpung lagi ngumpul dengan orang-orang yang kita cintai… dan sebagainya… Oleh karena itu dibutuhkan lebih banyak lagi orang-orang yang bersemangat mengedukasi untuk tetap terus-menerus memberi nasihat dan memberi tauladan.
    (Tauladan lebih utama dari nasihat)

    Jika penyampaian edukasi kita tepat, diharapkan pesan akan diterima di masyarakat dengan nilai kesadaran yang tinggi yang akhirnya masyarakat akan berjuang keras melawan kebiasaan yang telah melekat dan mungkin telah menjadi karakter (ini tidak mudah), tapi hati yang telah bertekad kuat akan terus berusaha untuk konsisten meskipun terkadang juga rasa malas menyerang. Untuk para edukator jangan pelit apresiasi terhadap masyarakat tipe seperti ini, agar semangat di masyarakat terus meningkat ♥️
    (Dalam hal ini saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kakak-kakak Tunas Hijau ID yang telah terus-menerus bersemangat dalam mengedukasi masyarakat luas perihal kelestarian lingkungan… Terimakasih Kak, telah banyak sekali ilmu yang saya dapat semenjak mengikuti program Tunas Hijau ID)

    **
    Selanjutnya perihal Puasa, Allah memerintahkan kita semua berpuasa agar menjadi orang yang bertaqwa.
    Dalam menjalankan ibadah puasa kita semua wajib mengikuti dan menjalankan rukun dan syaratnya agar ibadah puasa tersebut menjadi “sah” atau diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

    Yang pertama adalah “Niat”, niat berpuasa adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bukan karena niat yang lainnya, dalam banyak bahasan ulama, kita telah sering diwanti-wanti dalam hal ini, “Niat” adalah penilaian utama dalam Islam baru rukun dan syarat yang lainnya (mohon maaf saya tidak bermaksud menggurui dalam hal ini, tetapi menyampaikan yang haq adalah kewajiban kita semua agar ilmu bisa meluas di semua lapisan masyarakat).
    Mohon maaf, jadi kita berpuasa agar hemat makanan atau mungkin agar kurus, atau mungkin agar sesutu tercapai maka puasa tersebut keluar dari rukun dan syarat yang telah ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan buat kita beragama Islam, Allah melarang kita beribadah kepada selain Allah, Niat kita menunjukkan kepada siapa kita beribadah meskipun secara dzahir yang di kerjakan sama, bahasa mudahnya sangat berbeda jauh antara ikhlas dengan tidak ikhlas meskipun kegiatannya sama.

    **
    Kembali ke permasalahan sampah di bulan Ramadhan, mari kita meningkatkan kesadaran diri dan orang-orang terdekat kita untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan, buat para edukator tetap semangat dalam meluaskan edukasinya dan jangan lupa bersabar dalam menghadapi masyarakat yang yang tentunya dari background yang berbeda-beda…
    Dan buat kita semua jangan lupa untuk saling mendoakan dalam kebaikan, karena hidayah sepenuhnya adalah milik Allah, sekeras apapun kita berusaha menasihati jika Allah tidak melembutkan hatinya, maka nasihat akan sulit untuk diterima meskipun dia adalah orang yang paling kita cintai (Pernah mendengar kisah nabi yang anaknya justru menentangnya? kita akan berpikir kok bisa? Itulah tanda bahwa hidayah adalah milik Allah, tapi bukan berarti terus malah malas berusaha menasihati, kita diwajibkan menyeru dalam kebaikan dan menyerahkan hasilnya kepada Allah)

    .

    Yang terakhir, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika komentar saya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan mungkin dianggap terlalu melebar kemana-mana… Mohon dimaafkan njih…
    Saya meyakini ini adalah suatu kewajiban yang harus disampaikan sebagai tanda saling menyayangi dalam iman yang sama… Saestu tidak ada niatan untuk menyerang, protes ataupun berdebat…

    Semoga Ramadhan tahun ini dan seterusnya kita berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi, semakin mendekat kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang pada akhirnya semoga semua kehidupan akan menjadi lebih baik… Baarakallahu fiikum…
    Aamiin Allahumma Aamiin…

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

    Balas
  • Maret 14, 2024 pada 10:23
    Permalink

    Puasa adalah kesempatan kita memperbaiki diri dan meraih ampunan untuk diri kita.. Alhamdulillah sujud syukur kita bisa berjumpa dengan hari ramadhan ????????…tetapi jika kita semua ibadah hanya karena ramadhan sungguh ia telah pergi berlalu..tetapi jika kita karena Allah..maka takkan ada yang berubah meskipun Ramadhan telah usai dan pergi..
    Puasa hanya 1%untuk menahan diri kita untuk tidak makan dan minum ..99% sisanya untuk membawa hati kita dan jiwa kita semakin dekat dengan Allah ????????❤️❤️..selamat menjalan ibadah puasa untuk semua yang sedang menjalankannya..

    Balas
  • April 4, 2024 pada 09:38
    Permalink

    Puasa menjadikan kita menjadi lebih
    sehat dan meningkatkan ketakwaan.

    Nama : Achmad Al Farizy
    Sekolah : SDN Wonokusumo VI/45 Surabaya
    Nomor Peserta : 341
    Proyek lingkungan yang dikembangkan: *Kripik Pak Eko* (Kreasi Apik Pakai Ecobrick)
    Sebuah inovasi untuk mengurangi sampah plastik dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

    Balas
  • April 5, 2024 pada 13:25
    Permalink

    Pada bulan puasa perbanyak ibadah kepada ALLAH SWT. Pada bulan ini mari kita perbaiki diri dan meraih ampunan.

    Nama peserta: Najwa Elmira Mutiara Ramadhani
    Asal sekolah: SMPN 23 Surabaya
    No urut peserta: 760
    Judul proyek: Bucin (Budidaya cincau)

    Balas
  • April 5, 2024 pada 14:52
    Permalink

    Nama : Mocha Brilliant Adelia
    No Peserta : 122
    Asal Sekolah : SDN Kandangan 1 Surabaya
    Judul proyek : SO menjadi EE

    Dibulan Ramadhan ini kita sebagai muslim bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan ketakwaan.
    Q.S Al-baqarah: 183 bahwa Puasa di bulan Ramadhan merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat muslim agar mereka bertakwa. Ibadah puasa juga merupakan rukun islam yang ke-4

    Balas
    • April 5, 2024 pada 16:26
      Permalink

      Memang betul berpuasa mengingatkan manusia untuk tidak bersifat konsumtif. Kita diajarkan untuk menahan hawa nafsu apapun.
      Nama : Areta Alfu Qomaroo Ulumuddin
      Sekolah : SDN Jemurwonosari I/417 Surabaya
      Nomer peserta : 100
      Nama proyek: Budidaya Bunga Telang. Dengan menanam bunga Telang dobel manfaatnya, satu lingkungan menjadi hijau asri . Dua manfaat kesehatan karena kandungan flavonoid yang bersifat ????antioksidan.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *