Tri Wahyuningtyas, Eco Teacher of the Year 2023 & Lifetime Achievement Pembina Duta LH 2021

Guru SDN Jemur Wonosari I Surabaya ini selalu melaksanakan dengan serius tugas kepadanya. Tidak terkecuali tugas sebagai pembina lingkungan hidup dan pembina pangeran putri lingkungan hidup. Tri Wahyuningtyas, namanya. Dia peraih penghargaan Eco Teacher (Elementary) of the Year 2023 Surabaya Eco School dan Lifetime Achievement Pembina Pangeran & Putri (Duta) Lingkungan Hidup 2021.

Sejak awal program Surabaya Eco School digelar oleh Tunas Hijau dan Pemerintah Kota Surabaya pada tahun 2011, Tri Wahyuningtyas, S.Pd, yang akrab disapa Mam Tri oleh murid-murid dan rekan kerjanya, selalu terlibat aktif di dalam tim Surabaya Eco School di sekolah. 

Menurutnya, dari tahun ke tahun program ini selalu membawa warna baru di sekolah-sekolah di Surabaya yang mau bergerak. “Mengikuti Surabaya Eco School benar-benar melatih individu-individu sebagai warga sekolah, juga tim di sekolah secara keseluruhan untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,” kata Tri Wahyuningtyas. 

Tri Wahyuningtyas di Rumah Maggot SDN Jemur Wonosari I

Surabaya Eco School tahun 2023 merupakan tahun ke 12 keterlibatan Tri Wahyuningtyas dalam tim Surabaya Eco School di sekolah tempatnya mengajar. Sekaligus tahun kedua bagi guru kelahiran Kediri, 2 Mei 1981 ini untuk bekerja sama dengan tim Surabaya Eco School SDN Jemur Wonosari I/417. 

Di tahun pertama keikutsertaan SDN Jemur Wonosari I/417, yang akrab dengan sebutan JWS 1, berhasil membawa pulang 11 piala untuk individu, tim yel-yel dan jingle, serta tim Surabaya Eco School sekolah. 

“Pada tahun 2023, Surabaya Eco School kami awali dengan melaksanakan workshop internal warga sekolah baik untuk semua guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, wali murid, dan juga seluruh siswa,” terang Tri Wahyuningtyas.

Workshop internal ini, menurut Tri, dilaksanakan bertahap agar masing-masing pihak mendapatkan pemahaman yang tepat tentang tujuan pelaksanaan program dan memahami tugas masing-masing dalam tim. 

Warga SDN Jemur Wonosari I diajak aktif menjaga keberlangsungan Rumah Maggot yang beroperasi sejak Desember 2023 ini

“Setelah workshop internal, nampak sekali bahwa semangat setiap individu dalam tim membara. Di saat itulah, kami menyusun target dan berdiskusi untuk membuat berbagai langkah jitu agar target tercapai dengan cepat, mudah, dan berdampak bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar,” Tri menambahkan. 

Tim Eco School JWS 1 begitu optimis dengan berjalannya Surabaya Eco School 2023 akan membuat sekolah menjadi makin konsisten dalam pendidikan lingkungan hidup dan berbagai aksi nyatanya. “Tim yang dibentuk di SDN Jemur Wonosari I/417 pun bergerak sesuai dengan bagiannya masing-masing,” tutur Tri. 

“Usulan, kreasi, ide, dan inovasi pun disumbangkan oleh semua warga sekolah. Termasuk juga dari siswa dan wali murid. Bahkan masyarakat sekitar sekolah dan TK binaan pun memberikan beberapa masukan untuk keberlanjutan program Surabaya Eco School di sekolah,” tutur Tri. 

Baginya, melaksanakan aksi nyata bersama seluruh warga sekolah menjadi tantangan tersendiri dalam Surabaya Eco School. Dia menjelaskan bahwa saat tim berdiskusi dan bertekad untuk mengajak wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6, sempat terjadi pro dan kontra karena sebagian dari kami pesimis yang hadir dalam kerja bakti akan relatif sedikit.

Pembinaan lingkungan hidup kepada taman kanak-kanak di sekitar kerap dilakukan oleh tim SDN Jemur Wonosari I

“Sempat ada saran untuk menunjuk saja perwakilan wali murid untuk ikut serta dalam kerja bakti,” ujarnya. Namun, sebagian dari tim JWS 1 yakin bahwa undangan yang menyeluruh akan lebih menunjukkan keterbukaan sekolah terhadap partisipasi seluruh wali murid dalam program ini. 

“Dan sungguh kami bahagia dan bangga melihat antusiame wali murid yang hadir dalam kerja bakti. Bukan hanya jumlah kehadiran yang relatif besar namun partisipasi mereka dalam aksi nyata benar-benar patut diacungi jempol,” kata Guru Penggerak Angkatan 6 ini. 

Dalam lomba penyerta Surabaya Eco School yaitu Lomba Yel-yel dan Jingle Lingkungan Hidup, SDN Jemur Wonosari I/417 pun terlibat sangat aktif. Dari awal keikutsertaan Lomba Yel-Yel, Tri Wahyuningtyas mendorong seluruh warga sekolah untuk terlibat dalam pembuatan kostum yel-yel. 

“Maka, diadakanlah donasi sampah non organik berupa bungkus detergen dan botol bekas yang kemudian diolah oleh wali murid, guru, dan tenaga kependidikan yang ada di SDN Jemur Wonosari I,” dia menerangkan. 

Lahan kosong yang mengelilingi SDN Jemur Wonosari I dimanfaatkan untuk penghijauan yang menjadi proyek Putri Lingkungan Hidup 2023 Aisyah Avicena

Mereka datang secara bergantian ke sekolah untuk mengerjakan kostum yel-yel dengan bergotong royong hampir setiap hari selama lebih dari 1 bulan. “Benar-benar perwujudan kolaborasi yang sangat apik antara pihak sekolah dan wali murid,” tuturnya. Kekuatan kolaborasi inilah yang membawa SDN Jemur Wonosari I/417 bertahan di posisi Juara 1 Lomba Yel-Yel Eco School 2022 dan 2023. 

Buat seorang Tri Wahyuningtyas, kata-kata saja tidak cukup untuk menggerakkan seluruh warga sekolah. “Teladan selalu bersuara lebih keras dari sekedar kata-kata,” Tri Wahyuningtyas berujar. 

Dalam berbagai kegiatan seperti latihan yel-yel, latihan jingle, kerja bakti, pengelolaan sampah organik, donasi sampah non organik, grebek pasar, pembuatan aksi inovatif dan kreatif, dan berbagai kegiatan lainnya, Mam Tri selalu terlibat langsung dengan mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan yang ada.

Semangatnya yang membara ditunjukkan dengan keikutsertaan dalam berbagai kegiatan dengan senyum dan tawa bahagia. “Semangat itu menular ke siswa, dan ke siapapun yang kita temui,” kata Mam Tri. 

Tri Wahyuningtyas aktif memberi keteladanan kepada warga SDN Jemur Wonosari I dalam implementasi program lingkungan

Dorongan dan motivasi dari pimpinan juga menjadi kekuatan tersendiri bagi Ibu dari seorang putri bernama Gracia Trifosa Hedda Anindita ini. Semua program yang telah direncanakan tentu telah didiskusikan dengan matang dengan Sunyoto, S.Pd, Kepala SDN Jemur Wonosari I/417. 

Setelah mendapatkan ijin dari pimpinan, Mam Tri melanjutkan dengan meminta masukan dan pendapat dari teman sejawat untuk lebih mematangkan semua rencana yang telah dibuat.  “Proses ini tentu membuat seluruh guru dan tenaga kependidikan di SDN Jemur Wonosari I menjadi lebih akrab dan makin sehati dalam bersama-sama melestarikan lingkungan,” tutur Tri Wahyuningtyas. 

Saat komposter sekolah semua dalam kondisi yang telah penuh, istri dari Didik Subiyanto, drh, ini mulai menyampaikan kepada pimpinan sekolah untuk mengupayakan pengurai sampah organik yang lebih efektif. 

“Tujuannya adalah agar bisa berkontribusi lebih terhadap pengelolaan sampah organik di sekolah dan masyarakat sekitar sekolah,” terang Tri Wahyuningtyas. Setelah berkoordinasi dan mengumpulkan segenap daya dan upaya yang ada di sekolah, maka berdirilah pengurai sampah organik yang baru di SDN Jemur Wonosari I yaitu Rumah Maggot. 

Dalam sehari, Rumah Maggot ini bisa menguraikan 40 – 50 kg sampah organik dari warga sekolah dan warga masyarakat sekitar sekolah. “Rumah Maggot ini juga menjadi media pembelajaran yang efektif bagi siswa untuk memahami pentingnya bertanggung jawab atas sampah organik kita,” tutur guru yang juga peraih penghargaan Lifetime Achievement Pembina Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2021. 

Baginya, keterlibatan wali murid yang luar biasa, kolaborasi semua warga sekolah, dan gerakan aksi nyata bersama ini terwujud berkat program yang luar biasa yang digagas oleh Tunas Hijau Indonesia, yaitu Surabaya Eco School. 

Bahkan, menurutnya, pendidikan lingkungan hidup di sekolah bukan lagi hanya sekedar teori-teori, melainkan perbuatan nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar. 

Hal tersebut sungguh terwujud nyata di SDN Jemur Wonosari I/417 Surabaya. “Bahkan hasil budidaya tanaman sekolah yang ada di sekitar sekolah pun telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Bukankah demikian konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara,” dia menerangkan. 

Bahwa pendidikan yang holistik, dimana murid atau peserta didik dibentuk menjadi insan yang berkembang secara utuh meliputi olah rasio, olah rasa, olah jiwa dan olah raga melalui proses pembelajaran dan lainnya yang berpusat pada murid dan dilaksanakan dalam suasana penuh keterbukaan, kebebasan, serta menyenangkan. 

Hal ini, menurutnya, seiring dengan empat pilar pendidikan menurut UNESCO yaitu learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together

“Rumah dibangun dengan batu bata. 

Rumah besar di dekat jalan raya. 

Mari semua berkontribusi nyata.

Bagi pendidikan di Kota Surabaya dan Indonesia.

“Senyum pertanda hati yang ceria

Hati yang ceria menumbuhkan asa

Terima kasih Tunas Hijau Indonesia

Untuk program SES dan Pangeran Putri Lingkungan Hidup yang luar biasa,” pungkasnya. (*)

13 thoughts on “Tri Wahyuningtyas, Eco Teacher of the Year 2023 & Lifetime Achievement Pembina Duta LH 2021

  • Maret 1, 2024 pada 23:44
    Permalink

    Pembina yang luar biasa, baik hati, cantik, ramah, supel, giat, semangatnya dan cintanya terhadap lingkungan sangat patut di acungi jempol patut di jadikan contoh yg baik. Sukses terus buat mam tri
    Eno wahyu kamagading
    Putri7 lingkungan hidup 2023
    Sdn pacarkeling 1/182 surabaya

    Balas
  • Maret 2, 2024 pada 04:22
    Permalink

    Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali kepada Allah telah mempertemukan saya dengan guru pembina yang multitalent serta memiliki banyak ide cemerlang ♥️

    Mulai dari awal keikutsertaan saya langsung dibimbing dan diarahkan, semula saya proyek yang “hanya mudah saya kerjakan dan mudah saya budidayakan di lahan yang tandus” tapi beliau mengarahkan “ini tidak fokus” “harus satu tanaman agar fokus dan jelas apa yang menjadi proyeknya”, lalu setelah saya cerna itu betul sekali, dan beliau juga mengarahkan saya agar memilih tanaman berkayu, tanaman yang bermanfaat dan bukan tanaman hias ♥️

    Saya sangat kagum dengan banyaknya ide-ide cemerlang dari guru pembina saya yang sekaligus guru kelas saya di kelas 6B Mam Tri Wahyuningtiyas, saya mudah mengembangkan proyek saya dengan banyaknya bantuan ide beliau, saya ingat waktu itu saya diberi beberapa saran tanaman untuk dibudidayakan seperti Asem Jawa, saya berpikir itu keren sekali bisa lewat biji, tapi sayangnya di lingkungan saya tinggal saya tidak mudah mendapatkannya, sampai akhirnya bertemu mengkudu yang tumbuh liar di tanah tandus dan bebatuan, saya mengajukan kepada beliau, saya bilang tapi baunya tidak enak Mam, dengan pengalaman tinggi beliau memberikan solusi dengan mantab dan penuh semangat “itu yang harus kita pelajari nanti”

    Saya jadi ikut bersemangat dan mencari banyak informasi mengenai mengkudu, setiap memulai langkah dan tahapan saya berkonsultasi kepada beliau, saya senang sekali ada banyak nasehat ide-ide baru dalam setiap tahapan, banyaknya revisi yang membuat karya semakin cemerlang ♥️

    Mam Tri juga terbiasa menilai dengan detil aku sangat suka sekali, waktu seleksi tahap pertama kami peserta didiknya dibimbing membuat media promosi yang unik dan menarik, beliau menyarankan agar kami membuat mading tiga dimensi, alhasil karya kami bertiga Galang, Khalissa dan aku menjadi sangat menarik saat itu ♥️

    Beberapa tahapan selanjutnya pun beliau mengarahkan kami dengan ide-ide cemerlang serta detil yang kita tahu hanya dimiliki oleh guru kompeten, saya sangat bersyukur dan saya yakin ini bukanlah suatu kebetulan, hal baik ini sudah Tuhan siapkan untukku.

    Bukan hanya ide saja, saya yang lahir dari keluarga sederhana dan penuh keterbatasan, di support penuh oleh guru pembina saya, beliau Mam Tri Wahyuningtiyas membantu saya mencarikan sponsor untuk membantu pengembangan proyek saya dari keluarga anak didik beliau yang dulunya juga mengikuti ajang kompetisi bergengsi Penganugerahan Pangeran Putri lingkungan hidup dan masing-masing meraih Juara 1, Maasyaa Allah maturnuwun sanget kepada keluarga kak Marcell dan keluarga mbak Callysta semoga Allah membalas kebaikan njenengan semua dengan ribuan kebaikan dan berlimpah, semoga sehat selalu sekeluarga dan semakin sukses ♥️

    **
    Dalam mengembangkan proyek bukan hanya kemudahan yang saya hadapi, kendala keras juga saya hadapi, menangis sudah banyak saya alami apalagi karakter saya memang mudah menangis, tapi guru pembina saya Mam Tri Wahyuningtiyas tak putus asa dalam memberikan support penuh kepada saya dan keluarga saya, beliau dan dibantu bapak kepala sekolah memberikan dukungan penuh agar saya terus bersemangat mengembangkan proyek semaksimal mungkin.

    ***
    Banyak sekali cerita seru saat pengembangan proyek saya, suka duka menjadi warna yang menyempurnakan perjuangan kami, saya sangat berterimakasih kepada guru pembina saya… Maturnuwun sanget Mam… Saya ingin menuliskan emoji menangis yang banyak sekali, sayangnya emoji masih belum bisa disini…

    Sekali lagi Maturnuwun sanget njih Mam… Jasa – jasa mam Tri sungguh banyak sekali kepada pengembangan proyek ini, semoga Mam Tri sekeluarga sehat selalu dan semakin sukses karirnya, adek Ocha semoga semakin sukses sekolahnya… I love adek Ocha…
    Sekali lagi Maturnuwun sanget njih Mam… ♥️♥️♥️

    **
    Karena saya mengetahui suka duka mengembangkan proyek itulah, saya bertekad ingin membantu adek-adek kelas saya semampu saya…
    Terutama dia yang juga ada keterbatasan… ah aku ingin menangis lagi…
    Aku sudah banyak dibantu banyak orang, telah banyak merepotkan guru pembina saya, kepala sekolah dan seluruh Bapak Ibu guru SDN JEMUR WONOSARI 1 SURABAYA, juga teman-teman dan wali murid (Maturnuwun sanget mama Erlang), sekarang saya sudah menyelesaikan lomba dan meraih juara 1 Putri lingkungan hidup tahun 2023, maka kini saatnya aku bersungguh-sungguh membantu peserta Pangput yang baru secara maksimal sesuai kemampuan saya dan juga lagi mumpung saya masih belum lulus, saya sangat berharap semoga tahun ini JWS1 Pangeran dan Putri meraih juara 1 dan semua calon dari JWS1 berhasil mendapatkan JUARA..
    Semoga Allah memudahkan…
    Aamiin Allahumma Aamiin ????

    Selamat berjuang teman-teman..
    Yang nurut ya sama Mam Tri ♥️
    Tetaplah kompak… Ingatlah kita satu tim yang saling menguatkan dengan tujuan yang sama yaitu membawa nama baik sekolah SDN JEMUR WONOSARI 1 SURABAYA

    ***
    Yang terakhir seperti kebiasaan yang kami sukai dari guru pembina kami Mam Tri Wahyuningtiyas, izinkan saya menuliskan yel-yel untuk tim PangPut JWS 1…

    Pangeran Putri lingkungan hidup tahun 2024!!!
    JWS 1 JUARAAAAA!!!!
    ♥️♥️♥️♥️♥️

    Salam,
    Aisyah avicena rl
    Anak didik Mam Tri Wahyuningtiyas
    Putri lingkungan hidup tahun 2023SD
    Eco Student of The Year tahun 2023SD

    .

    .

    .

    Mohon maaf kalau komentar saya terlalu banyak… Saya terlalu bersemangat #emoji maaf

    Balas
    • Maret 2, 2024 pada 06:07
      Permalink

      Mam Tri is The Best, dengan keikutsertaan di SES memang JWS I memiliki warna yang berbeda utamanya pendidikan karakter yang diajarkan Ki Hajar Dewantara bisa tercover berkat bimbingan dan konsistensi beliau, semoga JWS I selalu dapat mempertahankan Juara yang di dapat dengan bukti pada tahun 2022 memperoleh 11 piala dan meningkat perolehannya menjadi 14 piala, lebih susah mempertahankan daripada memperolehnya…JWS I SUKSES…JWS I JUARA…. SUNYOTO, S.Pd KS SDN JEMUR WONOSARI I/417 SURABAYA????????

      Balas
    • April 7, 2024 pada 17:19
      Permalink

      Siapa yang tidak mengenal mam Tri Wahyuningtyas beliau yang selalu konsisten dalam membina anak didiknya sehingga memperoleh penghargaan dari Tunas Hijau sebagai:
      Eco Teacher of the Year 2023 & Lifetime Achievement Pembina Duta LH 2021 Selamat mam Tri semoga tidak pernah lelah dalam membimbing anak2 zaman now,semoga bisa selalu berkarya memberi yang terbaik buat bumi tercinta,semangat n sukses selalu mam
      by. Nama Verlita Anggraini Putri
      Sekolah Smpn 19 surabaya
      No peserta 720
      Judul Proyek Pemanfaatan Limbah
      Cangkang Telur
      Saya sudah mengolah limbah cangkang telur sebanyak 3,400 kg dengan jumlah keseluruhan proyek 14,4 ton

      Balas
  • Maret 2, 2024 pada 06:13
    Permalink

    Amazing story, as always

    Balas
  • Maret 2, 2024 pada 07:31
    Permalink

    Wouw keren lanjutkan mam Tri, warga JWS1 selalu mendukung kegiatan cinta lingkungan, bumi bersih dari sampah dan oksigen mengalir dengan indahnya
    Salam bumi ????

    Balas
  • Maret 2, 2024 pada 08:22
    Permalink

    Assalamualaikum

    Perkenalkan Nama saya Siti Romlah,Ibu dari Galang Pangeran II LH 2023.

    Awal pertemuan dengan mem Tri itu pada waktu kelas 5,beliau sebagai wali kelas anak saya,meminta dukungan untuk mengikut sertakan Galang dalam lomba Asah terampil tingkat SD,dan Alhamdulillah berhasil mencapai posisi juara III dengan judul Cerdas MIPA dari bahan bekas Di singkat ( Cari ban bekas ),waktu itu patner nya bersama Fifi teman sekelas anak saya.

    Beliau guru pembimbing yang cerdas,disiplin dan tegas

    Selang beberapa bulan kemudian,mem Tri mengajak Galang untuk ikut serta dalam perlombaan PANGPUT dengan judul Maggot sebagai Pakan ternak penanganan sampah organik,yang pada akhirnya juga Alhamdulillah membuah kan hasil sebagai juara Pangeran II ???? ???? ???? ????

    Beliau guru pembimbing yang penuh dengan ide cemerlang,mendobrak pintu kesuksesan

    “SEJARAH” bagi SDN JEMUR WONOSARI 1 SURABAYA

    SEJARAH ….karena pertama kali ikut Ajang LH,dalam hal ini PANGPUT langsung berhasil menjadi juara 1 untuk Aisyah Sebagai Putri LH 2023,dan Galang Sebagai Pangeran II LH 2023

    ya kata SEJARAH… itulah kata kata yang terngiang di telinga saya,dan menjadikan nya cambuk untuk terus mendukung kegiatan Galang

    Terus berkarya dan berinovasi mem Tri untuk kegiatan yang lain…. SEHAT selalu dan bahagia bersama putri tersayang Ocha dan keluarga.

    Salam bumi pasti lestari

    Walaikumsalam

    Balas
  • Maret 2, 2024 pada 08:30
    Permalink

    Mom Tri, seorang guru multi talenta dan multi semangat otot kawat balung Wesi ide cemerlang, saya hanya bisa geleng geleng kepala ,ingin menyertai sepak terjangnya ternyata ngos ngosan
    Mom Tri, kehadiranmu di JWS 1 bagaikan matahari ,semangatmu mensukseskan program tunas Hijau membangunkan kami akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup
    Sosokmu mendampingi generasi muda untuk pedulikan lingkungan patut jadi kebanggaan
    Semoga selalu sehat mom Tri
    I love you
    I proud of you so much
    God bless you

    Balas
  • Maret 2, 2024 pada 10:15
    Permalink

    Sungguh pengabdian luar biasa dari Ibu Tri telah memberikan pembiasaan positif kepada peserta didik terutama berkenaan dengan kecintaan dengan lingkungan hidup. Hal ini tentunya akan menjadi modal peserta didik untuk menjadi insan yang cinta akan lingkungan sekitarnya di masa depan. Sukses selalu untuk ibu Tri dan juga para peserta didik di SDN Jemur Wonosari I

    Balas
  • Maret 2, 2024 pada 10:37
    Permalink

    Hebat sekali….keren …terkesan dan penasaran juga,kesan pertama yang saya rasakan waktu pertama kenal beliau ” mam Tri ” sebut anak saya .
    Semakin hari dan setelah jauh mengenal beliau.Kesan saya kok jadi berubah….. ternyata beliau gak sepenuhnya seperti itu.
    Berbagai bimbingan, metode, target,visi,serta tips tips yang diberikan mam Tri kepada Galang dalam mewujudkan ide nya selama pelaksanaan proyek lingkungan tidak kaleng-kaleng.begitu terstruktur cermat dan terukur.
    Ternyata beliau begitu luar biasa.
    Semangat yang tinggi sampai mampu terduplikasi ke anak didik yang di dampingi nya.
    Dinamika, susah,senang, keringat, airmata dan emosi, lengkap semua diramu dan diharmonisasi kan ….
    Akhirnya terlahir lah prestasi gemilang…
    Membawa harum nama baik sekolah,siswa didik, keluarga dan lingkungan….
    Terimakasih Mam Tri
    Kepala sekolah
    Seluruh guru
    Dan warga sekolah SDN
    JWS 1
    Warga masyarakat JWS

    Balas
  • April 1, 2024 pada 21:45
    Permalink

    Nama : Stephani Dwi Puspa Anggun Pratiwi
    Sekolah : SMPN 3 SURABAYA
    No Peserta : 850
    Judul Proyek : ASI ULIB IGP ( Fermentasi Sisa Kulit Buah Isok Gawe Opo Ae )

    Saya memilih proyek Eco Enzyme, karena 70% sampah yang terbuang di TPA adalah sampah organik dan sisanya (30%) adalah sampah non organik.

    Balas
  • April 5, 2024 pada 10:12
    Permalink

    Perkenal kan saya arifah salah satu peserta pangput dengan no.urut 745 dan asal sekolah smpn 23 surabaya
    Judul proyek saya budidaya daun kelor

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *