Belajar dari Gempa Jogja 27 Mei 2006

Delapan belas tahun yang lalu, tepatnya pada 27 Mei 2006 jam 05.53 WIB terjadi gempa skala M5,9 berlangsung kurang dari 1 menit telah menghancurkan ratusan ribu rumah di Daerah Istimewa Jogjakarta dan Klaten Jawa Tengah. Laporan pemerintah menyebutkan bahwa tercatat ada 5.760 orang meninggal dunia, 29.277 orang luka berat, dan 7.863 orang luka ringan.

Kemudian, lebih dari satu juta orang menjadi pengungsi di tempat-tempat penampungan sementara. Kerugian fisik terutama dialami oleh warga masyarakat yang kehilangan rumah yang roboh/rusak berat atau tidak layak huni sebanyak 175.671 unit (wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta) dan 104.084 unit (wilayah Jawa Tengah). Kerugian ekonomi diperkirakan sekitar Rp 29.1 triliun.

Beberapa saksi mata mengatakan bahwa sesaat sebelum rumah mereka roboh, terdengar suara gemuruh diikuti air sumur mereka tergoncang goncang sampai muncrat muncrat ke permukaan tanah dan beberapa air sumur hilang airnya berganti dengan pasir.

Lain lagi dengan saksi yang ada di luar rumah mereka saat di sawah, melihat langsung tanah yang mereka injak goyang goyang dan diputar putar sehingga kepala jadi pusing, terlihat tanah bergelombang mendekati dia dan terlemparlah dia sejauh 1 meter. Katanya tanah itu bergelombang seperti gulungan kapet yang digoyangkan.

Banyaknya korban meninggal, korban luka luka dan banyaknya rumah yang roboh rata dengan tanah menimbulkan kepanikan massal. Ternyata kepanikan massal tidak berhenti pada pagi itu, kepanikan massal terjadi adanya isu tsunami yang akan terjadi 4 jam kemudian, masyarakat Yogya panik dan kacau balau.

Masyarakat yang luka-luka ikut berlarian sehingga nampak mengenaskan. Ini terjadi karena kurangnya pengetahuan mereka tentang gempa dan tsunami. Aparat dan akademisi mencoba mencegah mereka agar tidak takut tapi tetap tidak digubris.

Pelajaran penting dari gempa Jogja bahwa GEMPA tidak membunuh tapi BANGUNAN roboh bisa. Ratusan ribu rumah roboh, ribuan rumah rusak. Roboh rata dengan tanah dan membunuh sebagian besar orang yang ada di dalamnya serta menyebabkan cacat permanen.

Namun, banyak juga rumah yang masih utuh dan menyelamatkan orang orang yang ada di dalamnya. Rumah rumah yang roboh sebagian besar merupakan rumah bata tanpa tulangan, sedangkan rumah yang tidak ambruk rumah tembok yang berstruktur tulangan dan balok.

Keberadaan jalur Sesar Opak yang aktif memberi pelajaran pentingnya mengetahui jalur sesar aktif yang ada suatu daerah. Kota kota yang dilewati sesar aktif disarankan untuk berbenah melakukan pemetaan ancaman gempa dan dampaknya sehingga bisa disusun standard bangunan di setiap zonasi rawan gempa tersebut.

Penulis: Amien Widodo

54 thoughts on “Belajar dari Gempa Jogja 27 Mei 2006

  • Mei 28, 2024 pada 15:27
    Permalink

    Pembelajaran buat kita semua, apabila ada bencana gempa, kita tidak perlu panik, tetapi sigap dan tanggap…. dan apabila rumah atau tempat tinggal kita di lalui jalur sesar, baiknya kita membangun rumah yang kokoh.
    Semoga kita selalu dilindungi dari segala bencana….

    Nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
    Sekolah SMPN 35 Surabaya
    Judul Proyek Budidaya Rosella
    No Peserta 888

    Balas
  • Mei 28, 2024 pada 15:31
    Permalink

    Kita sebagai generasi muda, memang harus mempunyai pengetahuan untuk langkah bagaimana gempa melanda, semisal dari sekolahan tidak diberitahu untuk cara melindungi diri dan keluarga saat gempa melanda, kita harus browsing sendiri di internet, untuk mencari info, apabila kita sudah tahu kita harus mensosialisasikan ke teman-teman, agar teman-teman bisa melindungi diri dan keluarga saat gempa. Untuk bangunan rumah sebaiknya memakai atap baja ringan atau galvalum. Sekian komentar dari saya. Terima kasih.
    Nama : Bisma Saputra
    Kelas : 4 SD
    No peserta : 107
    Sekolah : SDN. Karah III Surabaya
    Nama Proyek : penggunaan pestisida nabati dari kulit bawang merah dan putih.

    Balas
    • Mei 28, 2024 pada 16:01
      Permalink

      Dari Gempa kita belajar!!
      jika ada gempa maka jangan panik dan harus sigap dan tanggap, lalu cepat cepat ke luar rumah dan mencari tempat yang aman dan tak ada gedung gedung besar dan rumah.

      Sekian. Terima kasih.

      Nama:Aisshiren dwi wulan sari
      Nomer peserta: 1040
      Sekolah: SMPN 53 Surabaya
      Budidaya: Lidah buaya

      Balas
  • Mei 28, 2024 pada 15:46
    Permalink

    Setiap musibah kita jadikan pelajaran,maka kita harus menjaga lingkungan dan alam kita untuk mencegah musibah itu terjadi. Yuk ajak teman, saudara dan org sekitar kita untuk belajar menjaga dan mencintai lingkungan serta kebersihan.
    Eno Wahyu kamagading
    SDN pacarkeling 1/182 surabaya
    Putri7 LH2023

    Balas
  • Mei 28, 2024 pada 16:16
    Permalink

    .Assalmualaikum…..bismillah semoga kita semua dijauhkan dari apa yang tidak kita inginkan dan s3moga kita semuanya selamat dimanapun kita berada,rezeki ajal,maut ( Qadar ) sudah tertulis di “lauhul Mahfudz ” sejak kita berada didalam kandungan ,takdir ini juga bisa berubah dengan adanya firman allah dalam surah al a’raf ayat 39 ” Allah menghapus dan menetapkan apa yang dia kehendaki” s3muanya memang sudah tertulis tapi klo allah sudah menghendaki kun fayakun apa boleh buat kita tidak satupun selamat dari yang allah kehendaki… dari itu selama kita masih bisa diberi kesempatan untuk yang lebih baik lagi bagaimna tidak, buat lah yang terbaik buat orang lain dan diri kita sendiri….jadi menurut saya hal / upaya yang saya lakukan mengingat gempa…
    1 .mendirikan bangunan sesuai aturan baku ( tahan gempa)
    2 kenali lokasi bangunan tempat tingga
    3 periksa penggunaan listrik dan gas
    4 kenali jalur evakuasi
    5 siapkan peralatan p3k,makanan instan, senter
    6 tempatkan perabotan ketempat proporsional
    7 catat no penting
    ketika terjadi:
    1 berlindung dibawah meja untuk menghindari barang 2yang mungkin jatuh
    2 tetap lindungi kepala dan segera menuju kelapangan terbuka
    3 hindari menggunakan lift dan eskalator
    4 jangan berdiri dideket tiang,pohon/sumber listrik / gedung yang mungkin roboh
    gempa memang tidak bisa mematikan… tapi klo bangunannya sampai roboh itu yang beresiko mematikan jadi… bersiap siaplah sedini mungkin… ok
    by… verlita anggraini putri
    smpn 19 surabaya
    no peserta 720
    proyek Utilization Of Egg Shell Waste

    Balas
  • Mei 28, 2024 pada 16:30
    Permalink

    terima kasih artikelnya sangat berguna bagi kita krn kita membutuhkan banyak pengetahuan tentang bencana, harus tetap waspada di manapun berada apalagi di jalur sesar aktif.
    Nama : ABDIE PUTRA DARMAWAN
    Sekolah : SDN SAMBIKEREP 2
    No urut : 277
    Proyek : pemanfaatan sampah organik menjadi kompos

    Balas
    • Mei 28, 2024 pada 17:17
      Permalink

      ini adalah pelajaran untuk kita agar kita bisa tetap bersabar jika terjadinya bencana alam, namun kita juga tidak boleh semena mena pada bumi agar tidak terjadi bencana ini

      Nama: Regina Hanindyah Putri
      Nomor Peserta: 1180

      Balas
      • Mei 29, 2024 pada 22:37
        Permalink

        Keren sekali artikel yang sangat mengedukasi bahwa kita harus selalu menjaga bumi kita tetap selalu terjaga

        Nama: Nevan Azka Fiardy
        Sekolah: SMPN 1 SBY
        No. Peserta: 361

        Proyek Nevan adalah organic waste bank, mengubah sampah menjadi cuan

        Balas
    • Mei 28, 2024 pada 17:19
      Permalink

      ini adalah ujian yang di berikan Allah untuk kita agar kita bisa tetap bersabar jika terjadinya bencana alam, namun kita juga tidak boleh semena mena pada bumi agar tidak terjadi bencana ini
      dan juga kita harus bertanggung jawab agar kebersihan bumi kita, karena jika kita membuang sampah sembarangan, ntah ke sungai, atau ke tempat lainnya yang bukan tempat sampah maka bisa memicu terjadinya banjir, longsor, dan lainnya
      Mari kita bersihkan bumi agar kita terhindar dari bencana alam serta cintai bumi kita, Salam Bumi Lestari!!

      Nama: Regina Hanindyah Putri
      Nomor Peserta: 1180

      Balas
    • Mei 28, 2024 pada 17:20
      Permalink

      ini adalah ujian yang di berikan Allah untuk kita agar kita bisa tetap bersabar jika terjadinya bencana alam, namun kita juga tidak boleh semena mena pada bumi agar tidak terjadi bencana ini
      dan juga kita harus bertanggung jawab agar kebersihan bumi kita, karena jika kita membuang sampah sembarangan, ntah ke sungai, atau ke tempat lainnya yang bukan tempat sampah maka bisa memicu terjadinya banjir, longsor, dan lainnya
      Mari kita bersihkan bumi agar kita terhindar dari bencana alam serta cintai bumi kita, Salam Bumi Lestari

      Balas
    • Mei 29, 2024 pada 19:03
      Permalink

      Gempa di Jogja waktu itu memang sangat banyak menelan banyak korban di karenakan banyak bangunan dan rumah yang roboh yang mengakibatkan orang orang yang meninggal maupun luka luka.jika terjadi gempa
      1.Keluar rumah atau keluar dari gedung bangunan atau tempat yang kondusif
      2.melindungi kepala dengan tangan atau peralatan lain
      3.jika kita ada di bangunan yang ber lift jangan menggunakan lift kita lewat tangga darurat
      4.jangan dekat dari tiang listrik ataupun pohon
      Nama:Rizqi Fawaz Alfarizi
      Dari SDN Lidah Kulon 1Surabaya
      Nomer peserta:133
      Judul proyek:Budidaya Aloe Vera Untuk Masker Wajah

      Balas
    • Juni 2, 2024 pada 13:53
      Permalink

      Informasi yang sangat menarik sekali!
      Dari sini kita dapat belajar dalam keadaan terjadi gempa sebaiknya jangan panik dan tetap tenang.

      Nama: Salsabila Nurfatikha
      No Peserta: 1142
      Asal Sekolah: SMPN 6 SBY
      Judul Proyek: Tomat Ajaib

      Balas
  • Mei 28, 2024 pada 17:33
    Permalink

    Ketika bencana datang sebagian orang siap siaga menyelamatkan diri, tetapi buat sebagian yang lain terkadang bencana membuat kaget, ketakutan dan sedih yang membuat seperti kehilangan semua energi sehingga tak bisa menggerakkan badannya.. seperti mimpi buruk yang membuat dirinya pasrah begitu saja terhadap yang menimpanya, keluarganya dan juga semua yang dicintai… Apalagi bencana datang secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan..

    .

    Belajar dari bencana – bencana yang telah lalu, waspada dengan peringatan dan pertanda akan terjadi bencana sangatlah penting untuk menghindari terjadinya kaget /shock dan latihan² mitigasi bencana juga hendaknya sering galakkan di daerah rawan bencana agar tertanam di dalam mindset penduduk bahwa keselamatan diri adalah hal utama, karena dengan selamat akan lebih mudah memiliki kesempatan bertemu kembali dengan keluarga, orang² yang dicintai serta membangun kembali tempat tinggalnya dengan lebih baik.

    Meskipun demikian, belajar mitigasi bencana hendaknya dipelajari oleh seluruh lapisan masyarakat baik yang tinggal di daerah rawan bencana maupun di daerah dengan kategori aman karena bencana bisa datang dimanapun dan kapanpun tanpa diketahui sebelumnya, oleh karena itu marilah kita membiasakan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memohon perlindunganNya dan kasih sayangNya ❤️

    .

    .

    Pray for Papua Nugini
    Semoga semua saudara kita disana yang sedang tertimpa bencana longsor senantiasa dalam perlindungan Allah dan dimudahkan segala urusannya…
    Dan semoga kita semua senantiasa selamat dimanapun berada…
    Aamiin Allahumma Aamiin…

    Salam…

    Balas
  • Mei 28, 2024 pada 17:36
    Permalink

    Ini adalah suatu kejadian yang sangat menyayangkan maka dari itu untuk menghilangkan atau pun mengurangi terjadi hal seperti itu mari kita laksanakan 3R dan laksanakan Penghijauan. Apasih 3R itu 3R adalah Recycle Reduse Reuse

    Nama Alvino Tyar Flannagan Matutina
    Nopest 465
    Proyek budidaya tanaman cabai daunnya dijadikan untuk teh herbal

    Balas
  • Mei 28, 2024 pada 17:54
    Permalink

    Dari Gempa kita belajar
    jika ada gempa maka jangan panik dan harus sigap dan tanggap, lalu cepat cepat ke luar rumah dan mencari tempat yang aman dan tak ada gedung gedung besar dan rumah.
    Setiap musibah kita jadikan pelajaran,maka kita harus menjaga lingkungan dan alam kita untuk mencegah musibah itu terjadi.

    By Raihan Jouzu Syamsudin dari SMP Negeri 57 Surabaya no peserta 571. Judul proyek ” Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang putih Sebagai Pewarna Sintetis Dalam Pembuatan Tinta Spidol”

    Balas
    • Mei 30, 2024 pada 20:16
      Permalink

      Dari kejadian tsb kita bisa belajar mengenai bgmn cara berlindung saat terjadi bencana spt gempa dan hrs sering melakukan simulasi situasi terjadi gempa, sehingga saat hal itu benar benar terjadi, kita sdh sigap dan cepat serta tepat dalam menghadapinya
      Nama: Kiandra Ayudya Maheswari
      Nomer peserta:326
      Projek: Pembuatan pupuk cair ekstrak daun kelor.

      Balas
      • Juni 16, 2024 pada 14:17
        Permalink

        Terimakasih artikelnya bagus.
        Kita harus tetap waspada dengan bencana alam gempa bumi. Harus tahu bagaimana cara menyelamatkan diri apabila terjadi gempa.

        Muhammad Haniadrian Wibowo
        069
        SDN Jambangan I/413 Surabaya
        Budidaya Tanaman Sambung Nyawa

        Balas
  • Mei 28, 2024 pada 18:47
    Permalink

    Dari artikel tersebut, kita mengetahui bahwa kita harus bisa mengenali bahaya atau ancaman lingkungan yang ada di sekitar kita yang dapat membahayakan, serta cara mengahadapinya dengan sigap, sehingga kita bisa selamat. Untuk kota-kota yang dilewati sesar aktif dapat menyusun standard bangunan yang kokoh dan anti gempa.

    Nama : Naura Novani
    Sekolah : SMP Negeri 5 Surabaya
    No.Peserta : 1032
    Judul Proyek : Budidaya Jamur
    Saya melakukan budidaya jamur karena banyak manfaat dari jamur, diantaranya dapat meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.

    Balas
  • Mei 28, 2024 pada 22:09
    Permalink

    Pembelajaran berharga yang harus diingat oleh semua orang. Pentingnya pemilihan lokasi sebelum membangun bangunan. Jika lokasi berada didekat daerah rawan gempa, ada baiknya membangun rumah yang benar-benar kokoh. Atau ubah lokasi mencari tempat yang lebih aman dengan tetap memerhatikan strutur bangunan yang kokoh. Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah, dan terhindar dari bencana/musibah. Aamiin

    Nama : Faqih Abdillah
    Asal Sekolah : SDN Margorejo 3
    No. Peserta : 187
    Proyek : Budidaya SiMerLia (Sirih Merah dan Lidah Buaya)

    Balas
  • Mei 29, 2024 pada 00:54
    Permalink

    Terima kasih informasinya sangat bermanfaat. Kita tidak bisa menolak terjadi bencana namun kita bisa kuat ikhtiar dan tawakal saat terjadi bencana.

    Muhammad Aldo Suprapto
    Kelas VIII / SMP Negeri 1 Surabaya
    Nomor Peserta 359
    Judul Proyek: SICANGLUR
    ( Kreasi Cangkang Telur )

    Pada Tahun 2023 Saya masuk 10besar Finalis dengan Proyek LURCANGLUR (Lulur Cangkang Telur). Semoga di 2024 pencapaiannya bisa lebih banyak dan lebih baik. Saya berharap bisa mensosialisasikan kepada Masyarakat luas betapa pentingnya memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Terima kasih.

    Balas
  • Mei 29, 2024 pada 06:25
    Permalink

    Setiap musibah kita jadikan pelajaran, maka kita harus menjaga lingkungan dan alam kita untuk mencegah musibah itu terjadi.

    Nama: Najwa Elmira Mutiara Ramadhani
    Asal sekolah: SMPN 23 Surabaya
    No urut peserta: 760
    Judul proyek: Bucin “Budidaya Cincau”

    Balas
  • Mei 29, 2024 pada 10:20
    Permalink

    Assalamualaikum wr.wb.

    Sedih rasanya ketika mendengar musibah gempa yg menimpa saudara -saudara kita.
    Musibah gempa yg sering terjadi dan banyak sekali efeknya seperti longsor pada daerah pegunungan ,yg mengakibatkan rumah roboh dan retak , aplgi gempa yg terjadi di lautan yg berskala besar bsa mengakibatkan gelombang pasang bahkan sunami. Memang bencana alam tdk bsa di hindari/ di perbarui. Tpi setidaknya kita bsa membiasakan hidup peduli lingkungan. Contohnya tdk menebang pohon sembarangan di hutan, tdk mengambil tanah untuk jual belikan buat penggurukan lahan. . Kita juga bsa menanam pohon di dekatt area laut . Seperti hutan mangrove bsa mengguranggi resiko bencana Alam.
    Semoga kita semua selalu dlm lindungan ALLAH SWT.

    NAMA = RAfael dianika angga putra
    Peserta = pangeran sd
    No.peserta= 085
    Asal sekolah= SDN KANDANGAN 1/121 SURABAYA
    Proyek= poc serabut kelapa. Untuk meggembangkan proyek , saya membudidayakan tanaman lindah buaya dan kencur. Manfaatnya sangat bgus buat kesehatan.

    Balas
  • Mei 30, 2024 pada 12:28
    Permalink

    Terima kasih untuk infonya, infonya sangat bermanfaat sekali bagi saya

    Nama : azkia Mutia azzahra
    Sekolah : SDN peneleh 1
    No peserta : 424

    Balas
  • Mei 30, 2024 pada 17:14
    Permalink

    Sedikit tips menghadapi gempa
    1. Tidak panik
    2. Tutup kepala dengan tangan atau buku
    3. Berlindung ke bawah meja dan berpegang erat
    4. Jauhi jendela dan pintu dari kaca
    5. Matikan listrik
    6. Jika sudah aman, keluar rumah ke tempat yang aman

    Raisa Azzahra Praminda
    SDN Pacarkeling V/186 Surabaya
    No. Peserta 400
    Budidaya Sirih Cina

    Balas
  • Mei 30, 2024 pada 20:59
    Permalink

    Mengedukasi banget
    Kita wajib sigap dan tanggap bencana
    Semoga terhindar dari bencana

    Hafidza afero ramadhani
    SDN sawunggaling VII surabaya
    No peserta 504

    Intip proyekku :dengan kompos bumiku menghijau

    Balas
  • Mei 31, 2024 pada 04:00
    Permalink

    Pelajaran yang bisa kita ambil yaitu ketika ada gempa jangan panikk, tetapi cari tempat yang aman untuk berlindung.
    Semoga kita selalu diberikan keselamatan, dan dijauhkan dari segala hal yang tidak kita inginkan, aamin.

    Nama : Kezia Jovina Natasha
    No. Urut : 920
    Asal sekolah : SMPN 40 Surabaya
    Proyek : Budidaya bunga telang

    Balas
  • Mei 31, 2024 pada 15:18
    Permalink

    Belajar dari ketidaktahuan dan pengalaman

    Nama : Areta Alfu Qomaroo Ulumuddin
    Sekolah : SDN Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Nomer peserta : 100
    Judul Proyek Budidaya Bunga Telang. Menanam bunga Telang dobel manfaatnya, satu lingkungan menjadi hijau asri . Dua manfaat kesehatan karena kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan.

    Balas
  • Mei 31, 2024 pada 15:44
    Permalink

    Artikel diatas adalah pembelajaran yang bagus sekali.
    Kita sebagai generasi penerus bangsa harus sigap menjadi generasi yang tanggap bencana.
    Melalui artikel diatas kita bisa belajar & menganalisis gempa yang terjadi untuk mengurangi dampak gempa dimasa yang akan datang.
    Tetap jaga lingkungan di sekitar kita.

    Komen by
    Nama : Harun al-Rasyid Saputra
    No. Peserta : 203
    Asal sekolah : SDN Pacarkeling 1 / 182 SBY
    Judul Proyek : Berselancar dengan sampah anorganik

    Balas
  • Mei 31, 2024 pada 19:23
    Permalink

    Gempa memang tidak bisa di prediksi dari awal. Namun ada wilayah yg di anggap rawan gempa. Sehingga dari artikel tersebut bisa dijadikan pelajaran. Bahwa bila terjadi gempa bagaimana semua warga tidak panik namun tanggap hal² yg harus di selamatkan.
    Hal terpenting bangunan rumah juga seharusnya di pikiran utk jangka panjang. Kekuatan rumah sangat mempengaruhi.

    Terimakasih artikelnya bisa di jadikan pelajaran bagi kita semua

    Balas
  • Juni 1, 2024 pada 10:46
    Permalink

    Nama : Syamsa Arundina
    Sekolah : SDN Gayungan 1/422
    No. Peserta : 064
    Judul Proyek : Budidaya Bawang Dayak

    Artikel di atas bagus sekali, bisa menjadi pembelajaran bagi kita untuk selalu berhati hati dan waspada supaya kita lebih waspada terhadap gempa bumi. Dan dari artikel di atas kita dapat belajar untuk menjadi generasi penerus bangsa harus sigap menjadi generasi tanggap bencana.

    Balas
  • Juni 1, 2024 pada 19:41
    Permalink

    Pelajaran penting dari gempa Jogja bahwa GEMPA tidak membunuh tapi BANGUNAN roboh bisa.
    Saat terjadi gempa dianjurkan jangan panik.
    Aku Cecilia Farah Calysta siswi dari Smpn43 Surabaya dengan proyek Pjka peduli jelantah kita bisa no peserta 980

    Balas
  • Juni 2, 2024 pada 17:56
    Permalink

    dari artikel di atas,kita belajar bahwa jika terjadinya gempa jangan panik,cepatlah tanggap seperti artikel di atas.
    ailsyah Lathifah ayu vallencia
    smpn 53 surabaya
    pengolahan limbah cangkang telur
    1038

    Balas
    • Juni 3, 2024 pada 20:53
      Permalink

      Terimakasih atas artikelnya..
      Pelajaran penting dari gempa Jogja bahwa GEMPA tidak membunuh tapi BANGUNAN roboh. Oleh karena itu jangan pernah panik saat gempa datang.
      Keberadaan jalur Sesar Opak yang aktif memberi pelajaran pentingnya mengetahui jalur sesar aktif yang ada suatu daerah. Kota kota yang dilewati sesar aktif disarankan untuk berbenah melakukan pemetaan ancaman gempa dan dampaknya sehingga bisa disusun standard bangunan di setiap zonasi rawan gempa.

      Nama : Aliya Azzahra Shidqia Rafani
      Sekolah : SDN Kaliasin 1 Surabaya
      Proyek : pengomposan
      Calon putri lingkungan hidup nomor 108

      Balas
  • Juni 3, 2024 pada 20:58
    Permalink

    Terimakasih atas artikelnya..
    Pelajaran penting dari gempa Jogja bahwa GEMPA tidak membunuh tapi BANGUNAN roboh. Oleh karena itu jangan pernah panik saat gempa datang.
    Keberadaan jalur Sesar Opak yang aktif memberi pelajaran pentingnya mengetahui jalur sesar aktif yang ada suatu daerah. Kota kota yang dilewati sesar aktif disarankan untuk berbenah melakukan pemetaan ancaman gempa dan dampaknya sehingga bisa disusun standard bangunan di setiap zonasi rawan gempa.

    Nama : Aliya Azzahra Shidqia Rafani
    Sekolah : SDN Kaliasin 1 Surabaya
    Proyek : pengomposan
    Calon putri lingkungan hidup nomor 108

    Balas
  • Juni 4, 2024 pada 08:46
    Permalink

    Pelajaran penting yang di dapat dalam kejadian ini adalah jangan panik saat gempa datang dan sigap berlindung di tempat yang aman

    Balas
  • Juni 4, 2024 pada 08:55
    Permalink

    Dalam Artikel ini, jangan lah panik saat gempa terjadi dan tetap tenang.

    Nama: Naura Assyifa Larasati
    Sekolah: SMPN 12 Surabaya
    Nomor Peserta: 662
    Nama Proyek: Pengharum Ruangan Alami dari Kulit Jeruk

    Dalam Proyek ini saya bertujuan untuk mengurangi limbah Kulit Jeruk, semoga dengan cara yang saya lakukan bisa menginspirasi dan juga bermanfaat bagi sekitar.

    Balas
  • Juni 6, 2024 pada 13:46
    Permalink

    Dari gempa yang sudah terjadi, kita belajar
    Tetap sigap dan tanggap, karena jika ada gempa tidak boleh panik, bergerak cepat keluar rumah, mencari tempat yang aman dan tak ada gedung-gedung besar atau rumah

    Rasyid Maulana Riffat
    Nomor Peserta 241 SD
    SDN Pacarkeling V/186 Surabaya
    Project budiros nyakman selalu di hati (Budidaya Rosella Banyak Manfaatnya)

    Terima kasih

    Balas
  • Juni 6, 2024 pada 14:09
    Permalink

    Semoga kita semua selalu aware dengan keadaan lingkungan sekitar kita

    Semangat untuk teman-teman semua,
    Semoga bisa terus menjadi pelopor pecinta lingkungan hidup di sekitar.

    Namaku Christophora Hollyrossary
    Dari SDN Kandangan III Surabaya
    No Peserta 142
    Judul Proyekku Pembuatan dan Penggunaan Eco Enzyme dalam Kehidupan Sehari-hari
    Yuk intip di IG
    @gerarda.venantia

    #tunashijauid
    #pangeranputrilh2024sd
    #pangputlh2024
    #pangputlh2024_142
    #SDNKandanganIII/621_christophora
    #sdnkandangan3_christophora
    #sdnkandangan3surabaya_christophora
    #SDNKandanganIII
    #sdnkandangan3
    #targetproyekPangeranPutriLH2024SD
    #SDNKandanganIII #pangeranputrilh2024SD_142

    Balas
  • Juni 6, 2024 pada 16:24
    Permalink

    Jika terjadi gempa jangan panik dan tetap tenang. Selalu berdoa semoga dalam lindungan Allah. Keluar dari rumah menuju tempat yang lapang,hindari gedung gedung tinggi menuju tempat yang aman

    Nama: Nabila Mahira Putri
    No.Peserta: 292
    Asal sekolah: SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    Judul proyek: Self Watering System For Plants dengan memanfaatkan limbah botol plastik

    “Salam bumi, Pasti lestari????”

    Balas
  • Juni 6, 2024 pada 20:13
    Permalink

    Belajar dari Gempa Jogja 26 Mei 2006 dengan mengetahui posisi kita di daerah yang rawan bencana dengan sadar belajar untuk mitigasi bencana untuk mengurangi resiko supaya dapat mengurangi kerugian yang terjadi akibat bencana.

    Intip juga proyekku Maggot BSF by DW Si Pengurai Sampah Organik yang bernilai ekonomis.

    Dewangga Kasyafa Prestian
    No. urut : 001
    SD Al Hikmah Surabaya
    Proyek Maggot BSF by DW
    Si Pengurai Sampah Organik
    IG @dewangga.prestian

    Balas
  • Juni 6, 2024 pada 20:14
    Permalink

    Belajar dari Gempa Jogja 27 Mei 2006 dengan mengetahui posisi kita di daerah yang rawan bencana dengan sadar belajar untuk mitigasi bencana untuk mengurangi resiko supaya dapat mengurangi kerugian yang terjadi akibat bencana.

    Intip juga proyekku Maggot BSF by DW Si Pengurai Sampah Organik yang bernilai ekonomis.

    Dewangga Kasyafa Prestian
    No. urut : 001
    SD Al Hikmah Surabaya
    Proyek Maggot BSF by DW
    Si Pengurai Sampah Organik
    IG @dewangga.prestian

    Balas
  • Juni 7, 2024 pada 20:04
    Permalink

    Turut berduka dan mendoakan korban semoga amal ibadah diterima disisi Allah SWT diampuni segala dosa aamiin. Berita dan informasi diatas membuat Saya terdiam sejenak, betapa pentingnya Kita untuk selalu ber ikhtiar dan ber tawakal. Dan hidup hanya 1x mari Kita manfaatkan sebaik2nya, tetap waspada , saling mendoakan, saling menjaga dan saling menguatkan.

    Muhammad Aldo Suprapto
    Kelas VIII / SMP Negeri 1 Surabaya
    Nomor Peserta 359
    Judul Proyek: SICANGLUR
    ( Kreasi Cangkang Telur )

    Pada Tahun 2023 Saya masuk 10besar Finalis dengan Proyek LURCANGLUR (Lulur Cangkang Telur). Semoga di 2024 pencapaiannya bisa lebih banyak dan lebih baik. Saya berharap bisa mensosialisasikan kepada Masyarakat luas betapa pentingnya memisahkan sampah organik dan sampah anorganik.

    Balas
  • Juni 7, 2024 pada 23:23
    Permalink

    Dari artikel yang bermanfaat ini yang mengingatkan kita tentang gempa Jogja ini kita harus selalui menjaga bumi kita

    Nama: Nevan Azka Fiardy
    Sekolah: SMPN 1 SBY
    No. Peserta: 361

    Proyek Nevan adalah organic waste bank, mengubah sampah menjadi cuan

    Balas
  • Juni 11, 2024 pada 07:58
    Permalink

    Artikel yang sangat bermanfaat dan memberi wawasan kepada kita akan tanggap bencana.

    Rasyid Maulana Riffat
    Nomor peserta 241 SD
    SDN Pacarkeling V/186 Surabaya
    Project budiros nyakman selalu di hati (Budidaya Rosella Banyak Manfaatnya)

    Balas
  • Juni 11, 2024 pada 13:53
    Permalink

    dari gempa kita bisa banyak belajar bahwa jika ada gempa sebaik kita jangan panik dan cepat keluar rumah, oleh karena itu sebaiknya kita harus mempersiapkannya dari sekarang, contoh: menyiapkan tas siaga bencana yang bertujuan jika ada bencana seperti gempa kita tinggal mengambil tas siaga bencana tersebut yang sudah dipersiapkan sebelumnya, tapi kita harus tetap berdoa agar selalu dilindungi oleh Allah SWT.

    -Verlita Anggraini Putri
    judul proyek: Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur
    no peserta 720
    SMPN 19 Surabaya

    Balas
  • Juni 11, 2024 pada 20:33
    Permalink

    dari gempa kita menjadi tahu jika saat mengalami gempa kita tidak perlu terlalu panik kita harus melakukan tindakan yang sudah kita pelajari yaitu melindungi diri menggunakan meja, jika tidak kita harus bersembunyi di bawah benda yang kokoh atau kalian dapat melindungi kepala menggunakan tas ataupun tangan.

    haloo sobat hijau..
    Perkenalkan ????????
    nama : Rahayu wandira
    no peserta : 768
    sekolah : SMP NEGERI 23 SURABAYA
    proyek : membudidayakan tanaman Aloe Vera
    saya sebagai peserta pangeran dan putri lingkungan hidup 2024

    saya ikut berpartisipasi mendukung adanya pangeran putri lingkungan hidup dengan cara membudidayakan tanaman aloe vera yang sulit ditemukan. dengan adanya program ini saya akan membudidayakan dan memanfaatkan tanaman aloe vera sebagai makanan, minuman, hand sanitizer

    mari kita ikut serta dalam penghijauan dan pelestarian lingkungan di kota pahlawan

    salam bumi pasti lestari

    Balas
  • Juni 12, 2024 pada 15:42
    Permalink

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Hai Sobat Hijau

    Perkenalkan nama saya MUHAMMAD KHABIBI NUR ROKHMAN
    Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
    No.Peserta 017
    Proyek Lingkungan Hidup saya adalah pengurangan sampah plastik untuk pembuatan ecobrick.

    Dari Bencana Gempa jadikan pelajaran apabila ada gempa maka kita jangan panik harus sigap dan tanggap. Segera keluar dari rumah dan mencari tempat aman. Maka dari itu kita harus menjaga lingkungan dan alam.

    Dan jangan lupa intip proyek lingkungan hidup saya yaitu pengurangan sampah plastik untuk pembuatan ecobrick. Disini saya menghimbau dan mengajak orang lain untuk sadar akan bahaya sampah plastik jika tidak dikelola dengan baik, terbuang begitu saja sampai sampah plastik menumpuk sehingga mengakibatkan banjir, bau tidak sedap dan dapat menimbulkan penyakit. Maka dari itu mari kita mengurangi sampah plastik dan menjadikan barang yang bermanfaat untuk pembuatan ecobrick.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Sadar Iklim
    Salam Zero Waste
    Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
    Pokoe ngeten pun

    Balas
    • Juni 17, 2024 pada 06:48
      Permalink

      Artikel yang sangat bermanfaat. Bisa kita pelajari bahwa di saat ada gempa, jangan panik. Segera keluar dari rumah dan cari tempat berlindung yang aman. Di sekolah saya juga sudah di Sosialisasi kan cara² menghadapi gempa.

      Nama: Rafandra Azka Pradipta
      Sekolah: SD Kyai Ibrahim Surabaya
      No Peserta: 003
      Judul Proyek: Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Budidaya Bayam Brazil sebagai upaya mendukung Program Ketahanan Pangan

      Tujuan proyek saya, untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan, juga membudidayakan Bayam Brazil supaya masyarakat bisa mandiri mempunyai tanaman sayur yang selalu ada di rumahnya sebagai wujud program Ketahanan Pangan.

      Balas
  • Juni 13, 2024 pada 16:07
    Permalink

    Dewangkara Bagus Abisatya
    SD-271
    SDN Rangkah VI
    BUDALIYA (Budidaya Lidah Buaya)

    Disekolah ku sudah dilakukan sosialisasi tanggap bencana alam gempa, harus cepat tanggap segera keluar dari ruangan ke tempat yang lebih aman

    Salam Bumi Pasti Lestari

    Balas
  • Juni 16, 2024 pada 18:52
    Permalink

    gempa ini bencana yang sangat berbahaya jika magnitudenya sangat besar. Saat terjadi gempa di rumah kita harus keluar dari rumah untuk menghindari terjadinya jika barang berat jatuh ke tubuh kita, kita juga harus menghindari gedung tinggi.
    Pengalaman saat terjadi gempa yaitu saya sedang tidur siang, setelah itu kasur saya goyang setelah itu saya di bangunkan oleh ayah saya dan menyuruh saya untuk. keluar rumah. Saya sudah merasakan gempa 2 kali, di Surabaya dan di Yogyakarta.

    Nama : Hafizzah Aprilia Putri Adjiva
    Sekolah : SMP Negeri 38 Surabaya
    Nomer Peserta : 892
    Judul Proyek : Pemanfaatan Komposter Sebagai Alternatif Mengurangi Sampah Organik.

    Balas
  • Juni 16, 2024 pada 22:55
    Permalink

    Kita bisa menjadikan Bencana Gempa sebagai pelajaran apabila ada gempa maka kita jangan panik harus sigap dan tanggap. Segera keluar dari rumah dan mencari tempat yang aman

    Nama : Verlita Gladys Samantha
    Nomor Peserta : 894
    Asal Sekolah : SMP Negeri 38 Surabaya
    Judul Proyek : OSAMA METAK (Olah Sampah Organik Rumah Tangga Metode Takakura)

    Balas
  • Juni 18, 2024 pada 15:14
    Permalink

    Kita bisa menjadikan Bencana Gempa sebagai pelajaran apabila ada gempa maka kita jangan panik harus sigap dan tanggap. Segera keluar dari rumah dan mencari tempat yang aman

    Nama : Esterina Christyn Febyanti Suharto
    Nomor Peserta : 758
    Asal Sekolah : SMP Negeri 23 Surabaya
    Judul Proyek : mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik

    Balas
  • Juni 20, 2024 pada 19:00
    Permalink

    Faqih Abdillah
    SDN Margorejo III (187)
    Budidaya SiMerLiA (Sirih Merah dan Lidah buaya)

    Gempa adalah salah satu bencana alam yang berbahaya. Ada baiknya kita selalu siap siaga dengan menyiapkan peralatan dalam tas siaga bencana. Dan selalu memantau informasi terkini dari aplikasi pemantauan bencana

    Balas
    • Juni 20, 2024 pada 20:26
      Permalink

      Nama: Dini Calista Ivana
      Sekolah: SMPN 35 Surabaya
      Nomor Peserta: 880
      Pengolaha Sampah Organik dengan Magot BSF
      Dalam pemilihan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2024 ini saya melakukan aksi nyata kepedulian lingkungan berkelanjutan dengan memanfaatkan Magot BSE sebagai sarana pengolahan sampah organik. Melalui proyek yang saya jalankan, saya berharap dapat ikut berkontribusi dalam mencegah atau mengurangi perubahan iklim. Dengan mengolah sampah organik melalui media magot BSF berarti saya telah mengurangi timbunan sampah yang kita dan masyarakat hasilkan sehari-hari. Saya melakukan pengolahan sampah organik melalui media magot BSF ini dengan intensitas rata-rata setiap hari dan terkadang sehari dua kali tergantung waktu dan sampah organik yang saya peroleh.

      Kita bisa menjadikan Bencana Gempa sebagai pelajaran apabila ada gempa maka kita jangan panik harus sigap dan tanggap. Segera keluar dari rumah dan mencari tempat yang aman

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *