Thrifting: Budaya Ramah Lingkungan atau Pelumpuhan Ekonomi Lokal?

Thrifting merupakan kegiatan membeli pakaian bekas untuk dipakai kembali. Budaya ini pertama kali muncul pada kalangan hippi dan kaum muda di Amerika Serikat. Seiring berjalanya waktu trend ini mulai merambah ke generasi milenial dan generasi Z di Indonesia sehingga thrifting berubah menjadi budaya populer. 

Bagi sobat penggemar thrifting, apakah kalian mengetahui bahwa kegiatan tersebut termasuk ramah lingkungan? Berdasarkan katadata.id budaya populer ini dinilai dapat mengurangi polusi kimia yang dihasilkan oleh pembuatan dan pembelian pakaian baru. 

Industri fashion tidak hanya menggunakan banyak air tetapi juga berbagai bahan kimia pewarna. Selain itu kain yang digunakan dalam memproduksi berbagai garmen dibuat dari kapas dan berbagai serat alami yang berasal dari pohon. 

Hal ini dibuktikan oleh data United Nations Environment Programme (UNEP) setiap tahunnya, industri fashion menggunakan 93 miliar meter kubik air, lalu sekitar 20% air limbah industri fashion di seluruh dunia berasal dari pencelupan dan pengolahan kain yang digunakan untuk memproduksi pakaian baru. 

Data tersebut juga mengungkapkan bahwa industri fashion menghasilkan 10% emisi karbon global tahunan yang diprediksi akan melonjak lebih dari 50% pada tahun 2030. Oleh karena itu thrifting sebagai budaya populer dapat dijadikan salah satu pilihan dalam melakukan sustainable living yaitu sebuah gaya hidup yang menyeimbangkan kebutuhan dasar manusia dengan tetap melestarikan lingkungan alam dari degradasi dan kerusakan. 

Sobat hijau juga perlu mengetahui bahwa kegiatan thrifting tidak boleh sembarangan dilakukan di tempat-tempat yang dinilai tidak higienis. Untuk melakukan kegiatan ini sobat hijau juga perlu memilih-milih thrift shopyang terpercaya. Jangan lupa pula bahwa pakaian yang dibeli di thrft shop sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai. Sehingga kesehatan diri tetap terjaga sambari menerapkan sustainable living. 

Lantas bagaimana tanggapan masyarakat terhadap thrifting ini? Suci Alima, guru SMPN 26 Surabaya, mengaku bahwa setuju banget bahwa thrifting for sustainable living. “Dengan thrifting, kita dapat meminimalisir limbah tekstil akibat fast fashion, perpanjang usia pakailah gampangnya. Tapi terlalu sering ngethrift juga ga baik, sama aja jadi konsumtif. Maka dari itu tetap bijak dalam ngethrift ya teman-teman,” kata Suci Alima.

Cecilia Farah, siswa kelas 7 SMPN 43 Surabaya menyatakan bahwa thrifting dianggap dapat mengancam perdagangan dalam negeri. “Hal ini dikarenakan barang thrift luar negeri dijual dengan harga yang sangat murah. Akibatnya, produk lokal sepi peminat. Bahkan, harga barang bekas jauh dari harga produksi barang dalam negeri.tapi enaknya sih lebih murah,” ujar Cecilia Farah.

Ahmad Arkaan Taamir tidak setuju Thrifting For sustainable living. Menurutnya, di thrift shop kebanyakan barang impor, artinya kita menjadi tempat pembuangan. “Namanya berbelanja pasti mendatangkan barang baru di kehidupan kita, meskipun berbelanja barang bekas. untuk kita Gen Z, Mengurangi konsumsi (berbenja) dan bijak dalam berbelanja itu lebih penting,” siswa kelas 7 SMPN 12 Surabaya.

Ihsan Rasyad Adinata, siswa kelas 7 SMPN 6 Surabaya, menyatakan bahwa mungkin perlu diperjelas dulu thrifting atas barang apa yang dimaksud. “Apabila yang dimaksud adalah berburu barang antik/vintage yang tidak lagi diproduksi atau produk yang tidak ada di pasaran Indonesia maka thrifting menjadi kegiatan ekonomi yang positif,” respon Ihsan. 

“Tapi apabila yang dimaksud disini adalah berburu barang bekas berupa pakaian yang berasal dari luar negeri (impor), maka kegiatan ekonomi ini membawa dampak yang kurang baik. Sebab dapat berdampak buruk bagi ekonomi domestik terutama bagi UMKM,” tambah Ihsan. 

“Dan mungkin membahayakan kesehatan penggunanya apabila kita tidak tahu menahu siapa dan riwayat kesehatan pemilik barang sebelumnya. Thrifting produk pakaian bekas, juga telah dilarang oleh Pemerintah Indonesia. Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 40 Tahun 2022 tentang perubahan Permendag No 18 tahun 2021 tentang barang dilarang ekspor dan dilarang impor,” pungkas Ihsan Rasyad Adinata.

Penulis: Aisyah Maharani

18 thoughts on “Thrifting: Budaya Ramah Lingkungan atau Pelumpuhan Ekonomi Lokal?

  • Juni 28, 2024 pada 11:22
    Permalink

    saya baru tau kalo kegiatan Thrifting itu ramah lingkungan, artikel yg bagus
    tapi menurut pandangan saya malah menjadi isue baru menumpuk sampah dari luar negeri,ya…baiknya kita lebih bijak dalam membeli barang….

    Saya Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
    Sekolah SMPN 35 Surabaya
    Judul Proyek Budidaya Rosella
    No Peserta 888

    Balas
  • Juni 28, 2024 pada 13:12
    Permalink

    massyallah saya juga baru tahu thrifting itu termasuk ramah lingkungan, dengan membagikan artikel yang sangat bermanfaat bagi semua orang ini bisa memberikan informasi yang sangat berguna seperti yang awalnya tidak mengetahui menjadi tahu

    nama: Mella Kurnia Wati
    sekolah: SMPN 56 SURABAYA
    proyek: kodaring
    no urut:1090

    Balas
  • Juni 28, 2024 pada 16:15
    Permalink

    Kalau menurut saya ngeThrift memang bisa membuat panjang usia pakai barang, hanya saja jangan sampai berlebihan karena sama saja dengan melakukan hal yang konsumtif. Kalau dibilang ramah lingkungan, karena dengan kita ngeThrift = mengurangi produksi brg baru yang dalam proses produksi nya juga menggunakan bahan2 yang tidak ramah lingkungan, termasuk limbah hasil pengolahan nya.

    Dewangkara B.A.
    SDN Rangkah VI
    SD-271
    BUDALIYA (Budidaya Lidah Buaya)

    Balas
  • Juni 28, 2024 pada 17:40
    Permalink

    Menurut saya setuju dengan budaya thrifting selama barang tersebut masih memiliki fungsi yang baik untuk di pakai dengan budaya thrifting dapat mengurangi biaya produksi dan resiko yang berdampak pada lingkungan.
    Nama : ABDIE PUTRA DARMAWAN
    Sekolah : SDN SAMBIKEREP 2
    No urut : 277
    Proyek : pemanfaatan sampah organik menjadi kompos

    Balas
  • Juni 29, 2024 pada 18:55
    Permalink

    saya sangat setuju dengan budaya thrifting asal baju yang akan di beli masih layak untuk dipakai,karna dengan budaya itu kita bisa mengurangi penumpukan sampah dan mengurangi polusi kimia.

    Nama:Aliya Azzahra Shidqia Rafani
    No peserta:108
    Judul proyek:pengomposan

    Balas
  • Juli 1, 2024 pada 11:34
    Permalink

    Nama:Ahmad Arkaan Taamir
    Sekolah:SMPN 12 SBY
    No Peserta:393
    Proyek:Kreasi Ecobrick

    Saya sangat setuju dengan budaya thrifting asal baju yang dibeli masih layak dipakai, karena dengan budaya itu kita bisa mengurangi sampah dan mengurangi polusi kimia

    Balas
  • Juli 1, 2024 pada 11:37
    Permalink

    Ternyata thrifting ramah lingkungan ya, karna bisa mengurangi penumpukan sampah dan mengurangi polusi kimia

    Nama: Fairuz Zahirah Rizki Putri
    Asal Sekolah: SMP Negeri 12 Surabaya
    No Peserta: 652
    Judul Proyek: Mengolah Limbah Sayur dan Buah untuk POC

    Balas
  • Juli 1, 2024 pada 14:21
    Permalink

    Tak perlu gengsi bila pakaian kita tak mengikuti tren yang penting berpakaian sopan dan sesuai.
    Nama : Areta Alfu Qomaroo Ulumuddin
    Sekolah : SDN Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Nomer peserta : 100
    Judul Proyek Budidaya Bunga Telang. Menanam bunga Telang dobel manfaatnya, satu lingkungan menjadi hijau asri . Dua manfaat kesehatan karena kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan.

    Balas
  • Juli 1, 2024 pada 16:01
    Permalink

    Saya sangat setuju dengan budaya Thrifting, karena ternyata ramah lingkungan, yaitu dapat mengurangi polusi kimia yang dihasilkan oleh pembuatan dan pembelian pakaian baru dan juga pasti harganya lebih murah. Tetapi disisi lain kita harus memperhatikan kelayakan pakaian tersebut.

    Nama : Naura Novani
    Sekolah : SMP Negeri 5 Surabaya
    No.Peserta : 1032
    Judul Proyek : Budidaya Jamur
    Saya melakukan budidaya jamur karena banyak manfaat dari jamur, diantaranya dapat meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.

    Balas
  • Juli 1, 2024 pada 16:29
    Permalink

    Wahh saya baru tau jika thrifting itu ramah lingkungan. Artikel yang bagus dan sangat bermanfaat. Agar ekonomi tidak lumpuh kita bisa membeli barang bareng lokal saja. Dan ketika kita sudah bosan dengan barang tersebut kita bisa menjual nya. Kita juga bisa beli barang barang yang di jual orang lain keren sekali ????????

    Balas
    • Juli 8, 2024 pada 13:58
      Permalink

      Saya baru mengetahui bahwa kegiatan thrifting adalah kegiatan ramah lingkungan dengan membagikan artikel ini kita dapat membagi informasi atau ilmu ke semua orang agar bermanfaat.

      Nama: Yuan Krisna Atmadja

      Sekolah: SMPN 19 Surabaya

      Nomor Peserta: 409

      Penjelasan singkat proyek lingkungan yang sedang ke kembangkan: minyak jelantah adalah minyak goreng sisa pemakaian rumah tangga. Proyek-proyek ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari pembuangan limbah minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik. Dengan demikian, limbah minyak jelantah dapat dikelola secara lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

      Balas
  • Juli 2, 2024 pada 15:20
    Permalink

    Thrifting dapat berdampak baik pada kelestarian lingkungan.karna dengan berbelanja barang bekas selain harga terjangkau barang2 nya juga tidak kalah bagusnya meski memiliki pro kontra
    Namun 1 hal yang tak jauh lebih penting ber belanjalah sesuai kebutuhan
    Aku Cecilia Farah Calysta siswi dari Smpn43 Surabaya dengan proyek Pjka peduli jelantah kita bisa no peserta 980
    Mengapa minyak jelantah karna minyak jelantah bisa berdampak positif terhadap pengurangan B3 bahan bahaya beracun

    Balas
  • Juli 2, 2024 pada 15:41
    Permalink

    Wah saya baru tau kalau thrifting itu ramah lingkungan,sesudah membaca artikel saya mendapatkan ilmu dan informasi, terimakasih tunas hijau sudah membuat artikel yang sangat bermanfaat seperti ini, semangat untuk kita semua

    Hai sobat hijau ????????

    Yuk semangat sobat hijau..

    Semangat Zero Waste ????????
    Salam Bumi Tetap Lestari ????

    Nama : Aulia Rahmania Ali
    Sekolah : SD kyai Ibrahim Surabaya
    No peserta : 1236
    Judul proyek : Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Sabun

    _____________________________________

    Balas
  • Juli 2, 2024 pada 16:24
    Permalink

    Wah saya baru tau kalau thrifting itu ramah lingkungan,sesudah membaca artikel saya mendapatkan ilmu dan informasi, terimakasih tunas hijau sudah membuat artikel yang sangat bermanfaat seperti ini, semangat untuk kita semua

    Hai sobat hijau ????????

    Yuk semangat sobat hijau..

    Semangat Zero Waste ????????
    Salam Bumi Tetap Lestari ????

    Nama : Aulia Rahmania Ali
    Sekolah : SD kyai Ibrahim Surabaya
    No peserta : 1236
    Judul proyek : Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Sabun

    _____________________________________

    Balas
  • Juli 2, 2024 pada 21:40
    Permalink

    Setelah membaca artikel ini saya baru tahu kalau thrifting itu ramah lingkungan.
    Tetapi untuk beberapa kasus, thrifting ini bisa melumpuhkan UMKM / produsen dalam negeri.
    Sehingga kita harus lebih bijak untuk menyikapi hal ini, supaya tidak ada pihak² yang merasa dirugikan, dan saling menguntungkan satu sama lain.

    Nama : Harun al-Rasyid Saputra
    Sekolah : SDN Pacarkeling 1/182 Sby
    No. Peserta : 203
    Judul Proyek : Berselancar dengan sampah anorganik

    Balas
  • Juli 5, 2024 pada 07:38
    Permalink

    Thrifting tidak hanya tentang baju bekas, semua barang yang masih layak dan bisa dipakai lalu di perjualbelikan karena memang ada pasarnya sendiri yang mau membeli.
    Terpenting memperpanjang usia barang yang kita miliki sehingga tidak menumpuk dalam rumah.

    Intip juga proyekku Maggot BSF by DW si pengurai sampah organik yang bernilai ekonomis sebagai pakan ternak bernutrisi tinggi.

    Dewangga Kasyafa Prestian
    IG @dewangga.prestian
    SD Al Hikmah Surabaya
    No.urut : 001
    Proyek Maggot BSF
    Si Pengurai Sampah Organik

    Balas
  • Juli 8, 2024 pada 21:31
    Permalink

    Bagus si kalo nge Thrifting, tapi lebih baik memilih baju thrifting yang layak dipakai / yang agak bagus. Yang terpenting dicuci terlebih dahulu ketika sudah membeli, karena kita tidak tahu, sebelum dijual baju itu dipergunakan Untuk apa.

    Nama : Kezia Jovina Natasha
    Asal Sekolah: SMPN 40 Surabaya
    No. Peserta : 920
    Proyek : Budidaya bunga telang

    Balas
  • Juli 11, 2024 pada 15:51
    Permalink

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Hai Sobat Hijau

    Perkenalkan nama saya MUHAMMAD KHABIBI NUR ROKHMAN
    Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
    No.Peserta 017
    Proyek Lingkungan Hidup saya adalah pengurangan sampah plastik untuk pembuatan ecobrick.

    Saya setuju sekali dengan Budaya Thrifting karena Budaya Thrifting ramah lingkungan, bisa mengurangi penumpukan sampah dan mengurangi polusi kimia.

    Dan jangan lupa intip proyek lingkungan hidup saya yaitu pengurangan sampah plastik untuk pembuatan ecobrick. Disini saya menghimbau dan mengajak orang lain untuk sadar akan bahaya sampah plastik jika tidak dikelola dengan baik, terbuang begitu saja sampai sampah plastik menumpuk sehingga mengakibatkan banjir, bau tidak sedap dan dapat menimbulkan penyakit. Maka dari itu mari kita mengurangi sampah plastik dan menjadikan barang yang bermanfaat untuk pembuatan ecobrick.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Sadar Iklim
    Salam Zero Waste
    Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
    Iki lho areke
    Pokoe ngeten pun

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *