Pakai Gembor untuk Penyiraman Tanaman Budidaya? Perhatikan Ini

Budidaya tanaman banyak dipilih untuk judul aksi proyek peserta Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup setiap tahunnya. Tidak terkecuali pada pelaksanaan tahun 2024 ini. 

Misalnya Chika Avalga Novariana peserta dari SMPN 18 Surabaya dengan budidaya tanaman bayam brazil. Atau Areta Alfu Qomaroo Ulumuddin peserta dari SDN Jemur Wonosari I Surabaya dengan budidaya tanaman bunga telang. Banyak juga peserta lainnya.

Penggunaan gembor menjadi hal yang umum digunakan untuk penyiraman pada tanaman budidaya, khususnya tanaman yang masih baru, yang perakarannya belum kuat. 

Gembor adalah penyiram tanaman dalam wadah berbentuk seperti cerek besar yang biasanya memiliki pegangan dan corong. Gembor biasanya digunakan untuk menyirami tanaman dengan tangan.

Penggunaan gembor untuk menyiram tanaman baru atau tanaman budidaya seharusnya memasang bagian ujung penutup dengan banyak lubang kecil.

Namun, penggunaan gembor seharusnya dalam keadaan utuh dengan ujung pancuran yang berbentuk seperti topi dengan lubang-lubang kecil. Topi dengan lubang-lubang kecil ini bukan sekedar hiasan, melainkan memiliki fungsi khusus untuk memecah aliran air menjadi tetesan-tetesan air. 

Tujuannya, untuk menghindari pemborosan dan menghindari tekanan air yang berlebihan pada tanah atau pada tanaman baru. Jadi, bagi yang menggunakan gembor untuk menyirami budidaya tanamannya tapi tanpa bagian penutup yang banyak berlubang, segera cari dan pasang penutup dengan banyak lubang kecilnya. 

Sementara itu, gembor ternyata telah digunakan sejak sekitar tahun 79 Masehi. Sepanjang yang pernah ditemukan, dan sejak saat itu gembor mengalami banyak perbaikan dalam hal desain. Selain menyiram tanaman, gembor juga memiliki beragam kegunaan, karena merupakan alat yang cukup fleksibel.

Kapasitas wadah dari gembor dapat berkisar antara 0,5 liter (untuk tanaman dalam ruangan yang ada di dalam rumah atau apartemen) hingga 10 liter (untuk penggunaan taman umum). Gembor biasanya terbuat dari logam, keramik, atau plastik. 

Bagaimana dengan penggunaan selang air untuk penyiraman tanaman budidaya? Bisa juga penyiraman tanaman budidaya dilakukan menggunakan selang, namun sebaiknya bagian ujung selang juga diberi penutup dengan banyak lubang kecil. Tujuannya sama, untuk memecah aliran air menjadi tetesan air yang lebih dibutuhkan tanaman baru dan tanah di sekitarnya.

Penulis: Mochamad Zamroni

33 thoughts on “Pakai Gembor untuk Penyiraman Tanaman Budidaya? Perhatikan Ini

  • Juli 3, 2024 pada 21:28
    Permalink

    NAMA : Khayla Azzalea Yasmin
    NO.PESERTA : 010
    ASAL SEKOLAH : SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya

    Keren….semangat terus ya….mari kita bersama-sama menjaga bumi kita agar lestari

    Balas
    • Juli 9, 2024 pada 11:06
      Permalink

      Wah informasi nya bermanfaat banget!

      Nama : Naila Putri Divia
      Sekolah : SMP Negeri 16 Surabaya
      No. Peserta : 706
      Nama proyek : Leafy Elixir
      Leafy elixir adalah sebuah proyek pemanfaatan dan riset pada tanaman Centella Asiatica. Centella Asiatica ini akan di manfaatkan menjadi crystal jelly yang memiliki beragam khasiat, selain itu dalam proyek ini akan di lakukan riset mengenai ke efektivan Centella Asiatica untuk di jadikan masker wajah dan toner. Proyek ini juga akan menerbitkan buku mengenai Centella Asiatica yang dimana buku tersebut akan ditaruh di beberapa perpustakaan umum agar semakin banyak orang yang memiliki pengetahuan tentang Centella Asiatica.

      Balas
  • Juli 3, 2024 pada 21:30
    Permalink

    wah wahh sangat bermanfaat sekalii ilmunya.. terimkasih tunas hijau telah berbagi ilmu..

    Haii sobat hijau????????????
    Sebelumnya perkenalkan nama saya Aura Bening Kamila Passa dari SMPN 8 SURABAYA dengan nomor urut peserta 1188.
    saya memiliki proyek pangput 2024 yaitu “CINTAI BUDIDAYA TANAMAN KELOR” saya memilih proyek ini krn di daerah saya masih jarang sekali kelor terlihat, padahal kelor ini banyak sekali manfaatnya untuk lingkungan maupun dikonsumsi. selain itu saya juga ingin polusi udara yang sedang marak di surabaya terutama di daerah saya ini berkurang, apalagi daerah rumah saya ini termasuk daerah industri. Semoga dengan adanya proyek saya ini saya bisa mencapai harapan² saya dan juga target saya ya sobat..
    jangan lupa follow, share, like dan support keseruan serta perjalanan proyek saya di akun instagram saya yaitu @aurabening.kp terimakasii‼️

    Balas
  • Juli 4, 2024 pada 05:28
    Permalink

    Saya juga pakai gembor kalau menyiram tanaman sambung nyawa.
    Muhammad Haniadrian Wibowo
    No 069
    SDN Jambangan I/413 Surabaya
    Judul proyek Budidaya tanaman sambung nyawa

    Balas
    • Juli 4, 2024 pada 23:52
      Permalink

      Benar sekali kak.saya juga menggunakan alat gembor ini untuk menyiram tanaman saya.saya biasanya menggunakan gembor dengan bahan plastik.saya biasanya membelinya di toko gerabah harga nya sangat terjangkau tapi benar-benar membantu saya sekali dalam hal menyiram tanaman.

      Nama:Miftachul Amaliyah
      No.Peserta:898
      Asal Sekolah:Smpn 39 Surabaya
      Proyek:Budidaya Lidah Buaya
      Akun Ig:@miftachul.amaliyahhh

      Balas
    • Juli 5, 2024 pada 21:39
      Permalink

      Nama:Aina Thalita Zahrani
      Nama sekolah:SDN NGINDEN JANGKUNGAN 1 /247
      NO.urut:334
      Proyek:budidaya tanaman beluntas
      Keren…. ayo dukung bumi ini agar menjadi lestari

      Balas
  • Juli 4, 2024 pada 06:44
    Permalink

    Iya kak di awal2x pembenihan proses penyiraman menggunakan gembor agar benih tidak keluar dari polybag setelah tumbuh kurang lebih 20 cm menggunakan selang.
    Nama : Areta Alfu Qomaroo Ulumuddin
    Sekolah : SDN Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Nomer peserta : 100
    Judul Proyek Budidaya Bunga Telang. Menanam bunga Telang dobel manfaatnya, satu lingkungan menjadi hijau asri . Dua manfaat kesehatan karena kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan.

    Balas
  • Juli 4, 2024 pada 07:11
    Permalink

    Penggunaan gembor untuk menyiram benih yang baru di semai sangat pas .karena benih tidak keluar saat di siram .jika menggunakan selang tanpa penutup lubang yg bisa memecah air , benih akan ikut larut dengan air.

    Terimakasih Tunas Hijau Yang Selalu Memberikan informasi yang bermanfaat.

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    NO Peserta: 153
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    Proyek: “KOTA LISA”(Kompos Takakura Limbah Sampah Organik)

    Balas
    • Juli 16, 2024 pada 22:45
      Permalink

      Wah saya baru tahu kalau namanya gembor, saya juga sering memakainya. Terima kasih Tunas Hijau selalu memberikan informasi yang bermanfaat.

      Nama: Rafandra Azka Pradipta
      Sekolah: SD Kyai Ibrahim Surabaya
      No Peserta: 003
      Judul Proyek: Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Budidaya Bayam Brazil sebagai upaya mendukung Program Ketahanan Pangan

      Tujuan proyek saya, untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan, juga membudidayakan Bayam Brazil supaya masyarakat bisa mandiri mempunyai tanaman sayur yang selalu ada di rumahnya sebagai wujud program Ketahanan Pangan.

      Balas
  • Juli 4, 2024 pada 09:45
    Permalink

    Namaku : Sultan Dzaky Ar’Rayyan
    Sekolah : SDN Nginden Jangkungan I Surabaya
    No.Peserta : 201
    Judul Proyek : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

    Terimakasih Tunas Hijau akan sarannya yang sangat membantu saya dalam merawat dan menyirami tanaman saya supaya tetap subur dan bumi tetap hijau.

    Balas
  • Juli 4, 2024 pada 11:27
    Permalink

    Nama : Danarsyah Ardi
    Nomor peserta : 125
    Sekolah : SDN klampis Ngasem I
    Di sekolah dan di rumah saya juga merawat tanaman cabe dengan gembor

    Balas
  • Juli 4, 2024 pada 11:43
    Permalink

    Terima kasih informasinya, saya taunya penyiram tanaman baru tau kata Gembor , hehe..
    Semangat.. menghemat dan bisa makin bermanfaat.

    Muhammad Aldo Suprapto
    Kelas VIII / SMP Negeri 1 Surabaya
    Nomor Peserta 359
    Judul Proyek: SICANGLUR
    ( Kreasi Cangkang Telur )

    Pada Tahun 2023 Saya masuk 10besar Finalis dengan Proyek LURCANGLUR (Lulur Cangkang Telur). Semoga di 2024 pencapaiannya bisa lebih banyak dan lebih baik. Saya berharap bisa mensosialisasikan kepada Masyarakat luas betapa pentingnya memisahkan sampah organik dan sampah anorganik.

    Ayo saling mendoakan, saling menjaga dan saling menguatkan.
    Peduli, Produktif, Anti Rebahan, Mendunia

    Balas
    • Juli 9, 2024 pada 11:29
      Permalink

      Terima kasih Tunas Hijau…
      Artikelnya memberikan informasi yang sangat bermanfaat.

      Nama : Harun al-Rasyid Saputra
      Sekolah : SDN Pacarkeling 1 / 182 SBY
      No. Peserta : 203
      Judul proyek : Berselancar dengan sampah anorganik

      Balas
  • Juli 4, 2024 pada 15:36
    Permalink

    Cecil baru tau penggunaan gembor seharusnya dalam keadaan utuh dengan ujung pancuran yang berbentuk seperti topi dengan lubang-lubang kecil. Topi dengan lubang-lubang kecil ini bukan sekedar hiasan, melainkan memiliki fungsi khusus untuk memecah aliran air menjadi tetesan-tetesan air. Tujuannya, untuk menghindari pemborosan dan menghindari tekanan air yang berlebihan pada tanah atau pada tanaman baru. Sangat bermanfaat sekali artikel nya
    Aku Cecilia Farah Calysta siswi dari Smpn43 Surabaya dengan proyek Pjka peduli jelantah kita bisa no peserta 980
    Menyapa minyak jelantah karena minyak jelantah bisa berdampak positif terhadap pengurangan B3 bahan bahaya beracun

    Balas
  • Juli 4, 2024 pada 16:58
    Permalink

    Nama : Syamsa Arundina
    Sekolah : SDN Gayungan 1/422
    No. Peserta : 064
    Judul Proyek : Budidaya Bawang Dayak

    Terimakasih sarannya tunas hijau, sekarang aku menyiram tanaman dengan gembor.

    Balas
  • Juli 4, 2024 pada 19:09
    Permalink

    Terima kasih kak untuk informasinya,Saya menyiram tanaman Rosella menggunakan botol bekas yang sudah tidak digunakan, ternyata gembor sangat berguna sekali, tidak merusak tanaman atau bibit yang baru saya semai.

    Nama:Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
    Sekolah: SMPN 35 Surabaya
    No Peserta:888
    Judul Proyek: Budidaya Rosella

    Balas
  • Juli 5, 2024 pada 04:35
    Permalink

    Info yg sangat bermanfaat terima kasih

    Ujung gembor yg dilengkapi lubang lubang kecil sangat cocok untuk menyiram bibit tanaman yg baru tumbuh

    Hafidza afero ramadhani
    SDN sawunggaling 7
    No peserta 504
    Intip aksi dan proyekku @hafidza_r

    Dengan kompos bumiku menghijau

    Balas
  • Juli 5, 2024 pada 16:06
    Permalink

    Menyiram dengan gembor yang ujungnya dilengkapi lubang-lubang kecil yang bisa dibuka tutup memang cocok untuk menyiram bibit yang baru tumbuh.

    Intip juga proyek #maggotbyDW si pengurai sampah organik yang bernilai ekonomi sebagai pakan ternak bernutrisi tinggi.

    Dewangga Kasyafa Prestian
    IG @dewangga.prestian
    SD Al Hikmah Surabaya
    No. urut : 001
    Proyek Maggot BSF
    Si pengurai sampah organik

    Balas
  • Juli 6, 2024 pada 09:15
    Permalink

    Pemakaian gembor sangat efektif disamping dapat menghemat air karena air yang di keluarkan sedikit dan cocok untuk tanaman yang baru ditanam atau tumbuh.

    M. Haykal Adha
    SDN Pacarkeling V/186
    231SD
    Maggot D OWA atau Maggot decomposing organic waste

    Balas
  • Juli 7, 2024 pada 10:51
    Permalink

    Nama:Aliya Azzahra shidqia Rafani
    Sekolah:SDN kaliasin 1
    No peserta:108
    IG:@aliya_azzahra07

    kita menggunakan gembor untuk menyiram tanaman sebaiknya kita memasang penutup gembor yang berbentuk topi dan memiliki lubang lubang kecil, hal ini dilakukan agar tidak terjadi pemborosan air ya teman teman

    Balas
  • Juli 7, 2024 pada 19:18
    Permalink

    Ilmu baru yang bermanfaat

    Mikhayla Rahmanindya Afrian
    SD – 478
    SDN Rungkut Menanggal I Surabaya

    Balas
  • Juli 8, 2024 pada 19:19
    Permalink

    Aku juga pakai gembor untuk menyiram tanaman cabeku. Benar sekali menyiram dengan gembor bisa menghemat air. Ujung lubang-lubang gembor harus dibersihkan karena terkadang tertutup kotoran yang terbawa air. Jadi aliran air gembor kadang tidak lancar.
    Abdullah Fattah Ghazali SDN PACARKELING V SURABAYA
    No peserta : 207
    Judul proyek: Budidaya cabe ( BUCA)

    Balas
  • Juli 8, 2024 pada 21:46
    Permalink

    Wah, terima kasih sudah membuat artikel tentang menyiram tanaman menggunakan gembor. Pas banget proyek saya budidaya, jadi terinspirasi

    Nama : Kezia Jovina Natasha
    Asal Sekolah: SMPN 40 Surabaya
    No. Peserta : 920
    Proyek : Budidaya Bunga Telang

    Balas
    • Juli 10, 2024 pada 21:09
      Permalink

      assalmualaikum… menyiram tanaman dengan gembor ataupun selang ada sisi positif dan negatifnya…sisi positif penyiraman memakai gembor mengurangi air berlebihan atau sebagai upaya menghemat air karena adanya lubang kecil diujung gembor seperti shower, sehingga memudahkan untuk meratakan tanah dan daun atau batang tanaman juga tidak mudah rusak sisi negatifnya harus bolak balik mengisi airnya
      sedangkan penyiraman memakai selang sisi negatifnya pemborosan air karena sekali narik langsung banyak mengeluarkan air dalam pancurannya, sehingga kadang merusak batang dan daunnya karena pancuran dalam selang kebanyakan cepat /deras sedangkan sekali sisi positifnya lebih praktis ngak paki lama

      verlita anggraini putri
      smpn 19 surabaya no 720
      utilization of egg shell waste

      Balas
  • Juli 10, 2024 pada 16:47
    Permalink

    Woww sangatt menarikk, semangat terus untuk mewujudkan lingkungan hidup yang lebih sehat ‼️

    NAMA : Aditya Wardana Putra
    ASAL SEKOLAH : SMPN 40 SURABAYA
    NOPES : 473
    PROYEK : LARUTAN SEJUTA MANFAAT (ECO ENZYME)

    Balas
  • Juli 11, 2024 pada 17:51
    Permalink

    Terima kasih infonya. Pemakaian gembor sangat bagus, dan untuk selang jika tidak disumbat dan dikasih lubang kecil akan mengeluarkan air secara berlebihan. Jadi bagus sekali jika pemakaian gembor & selang yg ditutup tetapi dikasih lubang kecil-kecil, sehingga menghemat air.

    Nama : Naura Novani
    Sekolah : SMP Negeri 5 Surabaya
    No.Peserta : 1032
    Judul Proyek : Budidaya Jamur
    Saya melakukan budidaya jamur karena banyak manfaat dari jamur, diantaranya dapat meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.

    Balas
  • Juli 12, 2024 pada 07:04
    Permalink

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Hai Sobat Hijau

    Perkenalkan nama saya MUHAMMAD KHABIBI NUR ROKHMAN
    Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
    No.Peserta 017
    Proyek Lingkungan Hidup saya adalah pengurangan sampah plastik untuk pembuatan ecobrick.

    Terimakasih Tunas Hijau atas ilmu yang diberikan sehingga dapat membantu untuk menyirami dan merawat tanaman agar tetap subur, Yuk tetap semangat menjaga kelestarian lingkungan.

    Dan jangan lupa intip proyek lingkungan hidup saya yaitu pengurangan sampah plastik untuk pembuatan ecobrick. Disini saya menghimbau dan mengajak orang lain untuk sadar akan bahaya sampah plastik jika tidak dikelola dengan baik, terbuang begitu saja sampai sampah plastik menumpuk sehingga mengakibatkan banjir, bau tidak sedap dan dapat menimbulkan penyakit. Maka dari itu mari kita mengurangi sampah plastik dan menjadikan barang yang bermanfaat untuk pembuatan ecobrick.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Sadar Iklim
    Salam Zero Waste
    Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
    Iki lho areke
    Pokoe ngeten pun

    Balas
  • Juli 12, 2024 pada 12:47
    Permalink

    Informasi nya sangat bermanfaat sekali!!!

    Nama: Yuan Krisna Atmadja

    Sekolah: SMPN 19 Surabaya

    Nomor Peserta: 409

    Penjelasan singkat proyek lingkungan yang sedang ke kembangkan: minyak jelantah adalah minyak goreng sisa pemakaian rumah tangga. Proyek-proyek ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari pembuangan limbah minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik. Dengan demikian, limbah minyak jelantah dapat dikelola secara lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

    Balas
  • Juli 12, 2024 pada 18:24
    Permalink

    Terima kasih atas sharing mb Chika dari SMPN 8
    Semangat terus dalam proyek Budi Daya Bayam Brazilnya

    Nama : Leyna Mayyasha Qori Ain
    Sekolah : SDN Pacar Keling V Surabaya
    Nomer Peserta : 392
    Proyek : Budi Daya Aloe Vera

    Balas
  • Juli 13, 2024 pada 20:39
    Permalink

    Ma syaa Allah, Keren. Jujur, menurut saya penggunaan Gembor untuk menyiram tanaman jauh lebih hemat air yang dikeluarkan, apalagi terdapat lubang kecil-kecilnya. Walau memang kapasitasnya yang cukup besar, membuat berat kalau dibawa kemana-mana hehe.

    Halo semuanya, perkenalkan nama saya Pandan, saya dari SMPN 25 Surabaya dengan nomor peserta 804. Proyek yang sedang saya jalani saat ini ialah Destilasi Sereh sebagai Obat Pengusir Nyamuk.

    Salam Bumi, Pasti Lestari !

    Balas
  • Juli 16, 2024 pada 11:32
    Permalink

    Saya juga memakai gembor saat menyiram tanaman

    Balas
  • Juli 19, 2024 pada 16:59
    Permalink

    Terima kasih atas ilmunya

    Nama = Kiane Nadezda Waludri
    No Peserta = 658
    Sekolah = SMPN 12
    Kategori = Putri Lingkungan SMP
    Nama Proyek = ReNew Paper : Solusi Kertas Berkelanjutan
    Dalam proyek saya ini, saya bertujuan untuk menghasilkan kertas daur ulang yang kreatif dengan mengeksplorasi penggunaan daun dan bunga sebagai bahan eksperimen saya.

    Balas
  • Juli 19, 2024 pada 19:19
    Permalink

    Selain dapat digunakan untuk menyiram tanaman oleh tukang kebun. Gembor dari bahan logam digunakan oleh pekerja jalan untuk menaruh ter pada aspal.
    Nama : Areta Alfu Qomaroo Ulumuddin
    Sekolah : SDN Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Nomer peserta : 100
    Judul Proyek Budidaya Bunga Telang. Menanam bunga Telang dobel manfaatnya, satu lingkungan menjadi hijau asri . Dua manfaat kesehatan karena kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *