Waspada Hujan Saat Musim Kemarau

Hujan sering melanda sebagian besar wilayah Indonesia saat musim kemarau beberapa pekan terakhir. Tidak terkecuali dengan Jawa Timur. Saat ini seluruh wilayah Jawa Timur sudah berada pada musim kemarau, tetapi adanya gangguan gelombang Ekuatorial Rossby dan Madden–Julian Oscillation (MJO) menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah Jawa Timur. 

Daerah di Jawa Timur yang mengalami peningkatan curah hujan yaitu di wilayah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Blitar, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Tuban. 

BMKG Juanda melalui siaran persnya nomor: B/ME.02.04/031/KSUB/VII/2024 tertangga 1 Juli 2024 menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap peningkatan kecepatan angin dan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan kedepan secara tidak merata. 

Diharapkan masyarakat lebih mengantisipasi terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang. 

Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk memanen air hujan sebagai salah satu langkah mitigasi menghadapi musim kemarau. Pengumpulan air hujan dapat membantu mengurangi risiko kekurangan air serta mendukung konservasi air di daerah yang sering mengalami kekeringan. 

Di antara upaya memanen air hujan yang muda dilakukan, menurut Tunas Hijau, adalah dengan menampung air hujan ke dalam ember-ember di bawah pancuran atap rumah atau di pekarangan. Setelah hujan reda, air hujan yang berhasil ditampung dalam ember-ember itu bisa dimanfaatkan untuk menyirami tanaman. Bisa juga panen air hujan dilakukan dengan mengaktifkan lubang resapan biopori dan sumur resapan. 

Masyarakat juga dapat memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar, dan informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2 – 3 jam ke depan yang selalu kami bagikan melalui website https://stamet- juanda.bmkg.go.id/ dan media sosial @infobmkgjuanda, saluran telepon 24 jam (031) 8668989 dan WhatsApp: 0895800300011. 

Penulis: Mochamad Zamroni

32 thoughts on “Waspada Hujan Saat Musim Kemarau

    • Juli 4, 2024 pada 16:26
      Permalink

      Terimakasih infonya Kak kita juga harus waspada karena adanya longsor dan banjir

      Nama:Danish Faeyza Evaro
      Sekolah:Sdn ploso v surabaya
      Nomor peserta:265

      Balas
    • Juli 17, 2024 pada 14:48
      Permalink

      assalamualaikum
      waspada hujan saat musim kemarau tidak lepas dari letak geografis wilayah indonesia,dimana wilayah indonesia berada diantara 2 benua yaitu benua asia dan benua australia sekaligus pertemuan di antara dua samudra yaitu samudra pasifik dan samudra hindia.
      verlita anggraini putri
      smpn 19 surabaya no peserta 720
      Utilization Of Eeg Shell Waste

      Balas
  • Juli 4, 2024 pada 11:22
    Permalink

    Nama : Danarsyah Ardi
    Sekolah : SDN klampis Ngasem I
    Nomor peserta : 125
    Alhamdulillah terimakasih kak Bram ternyata lubang biopori yang ada di sekolah untuk lubang resapan air seperti yang di jelaskan oleh bu Suryati.

    Balas
    • Juli 4, 2024 pada 11:48
      Permalink

      Iya Kak .. Hujan bbrp waktu lalu cukup membuat was-was karena terjadi tiba-tiba disertai petir dan angin yang cukup kencang.
      Nama : Areta Alfu Qomaroo Ulumuddin
      Sekolah : SDN Jemurwonosari I/417 Surabaya
      Nomer peserta : 100
      Judul Proyek Budidaya Bunga Telang. Menanam bunga Telang dobel manfaatnya, satu lingkungan menjadi hijau asri . Dua manfaat kesehatan karena kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan.

      Balas
  • Juli 4, 2024 pada 12:42
    Permalink

    NAMA : Khayla Azzalea Yasmin
    NO.PESERTA : 010
    ASAL SEKOLAH : SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya

    Keren….semangat terus ya….mari kita bersama-sama menjaga bumi kita agar lestari

    Balas
  • Juli 4, 2024 pada 12:46
    Permalink

    Iya kak. Air tadah hujan untuk menyiram tanaman , resapan biopori juga menjadi cadangan air yang meresap di tanah untuk tanaman saat musim kemarau. Sekaligus biopori mengurangi genangan air .

    Terimakasih Tunas Hijau.

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    No Peserta. : 153
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    Proyek: “KOTA LISA” ( Kompos Takakura Limbah Sampah Organik)

    Balas
    • Juli 4, 2024 pada 13:13
      Permalink

      Terimakasih infonya sangat bermanfaat untuk menampung air hujan disaat cuaca sedang kemarau.

      Nama: Bagas Pramudityo
      Asal: SDN Nginden Jangkungan 1
      Judul proyek: Briket Sampah Organik
      No. Peserta: 195

      Balas
  • Juli 4, 2024 pada 13:45
    Permalink

    Namaku: Sultan Dzaky
    SDN Nginden Jangkungan I Surabaya
    No. peserta : 201
    Judul Proyek : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa

    Benar sekali Kak, dengan hujan pada musim kemarau sangat membantu bagi petani yang kekurangan air saat ini. Air tadah hujan ataupun resapan biopori sangat membantu untuk menyirami tanaman agar tumbuh subur.
    Tetapi kita juga harus mewaspadai nya akibat musim yang seperti ini, harus menjaga kesehatan karena cuacanya selalu berganti panas, dingin.
    Tetapi harus tetap semangat…Salam Bumi, Lestari…Salam Sadar Iklim

    Balas
  • Juli 4, 2024 pada 15:28
    Permalink

    Pengumpulan air hujan dapat membantu mengurangi risiko kekurangan air serta mendukung konservasi air di daerah yang sering mengalami kekeringan. Cara menampung air hujan dengan menyimpannya ke ember atau bak besar.air hujan juga banyak manfaatnya.bisa digunakan mencuci baju,piring,mandi dan masak tetapi harus disaring dulu dan didiamkan semalaman.karna nenekku dlu juga memanfaatkan air hujan untuk berbagai aktivitas
    Aku Cecilia Farah Calysta siswi dari Smpn43 Surabaya dengan proyek Pjka peduli jelantah kita bisa no peserta 980
    Mengapa minyak jelantah karena minyak jelantah bisa berdampak positif terhadap pengurangan B3 bahan bahaya’ beracun

    Balas
    • Juli 4, 2024 pada 23:45
      Permalink

      Benar sekali kak.pengumpulan air hujan di ember sangat bermanfaat saya sering melakukan itu ketika air hujan turun.saya menaruh ember di bawah pancuran atap rumah saya lalu ketika hujan sudah reda saya memanfaatkan air itu untuk menyiram tanamanan saya yang ada di rumah.Keluarga saya juga sudah mengantisipasi jika nantinya daerah rumah saya terkena banjir.

      Nama:Miftachul Amaliyah
      No.Peserta:898
      Proyek:Budidaya lidah buaya
      Asal Sekolah:Smpn 39 Surabaya
      Akun ig:@miftachul.amaliyahhh

      Balas
      • Juli 16, 2024 pada 22:56
        Permalink

        Benar sekali, pernah kejadian, sekarang panas terik, tiba² turun hujan deras, disertai angin dan petir.

        Nama: Rafandra Azka Pradipta
        Sekolah: SD Kyai Ibrahim Surabaya
        No Peserta: 003
        Judul Proyek: Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Budidaya Bayam Brazil sebagai upaya mendukung Program Ketahanan Pangan

        Tujuan proyek saya, untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan, juga membudidayakan Bayam Brazil supaya masyarakat bisa mandiri mempunyai tanaman sayur yang selalu ada di rumahnya sebagai wujud program Ketahanan Pangan.

        Balas
  • Juli 4, 2024 pada 17:03
    Permalink

    Nama : Syamsa Arundina
    Sekolah : SDN Gayungan 1/422
    No. Peserta : 064
    Judul Proyek : Budidaya Bawang Dayak

    Air hujan sangat bermanfaat untuk banyak hal, oleh karena itu kita harus menyimpan air hujan sebagai cadangan untuk musim kemarau.

    Balas
  • Juli 4, 2024 pada 19:30
    Permalink

    terima kasih kak untuk informasi yg sangat bermanfaat, cuaca sekarang tidak menentu, disaat hujan deras kita tampung, dan saat kemarau air tampungan kita fungsikan untuk menyiram tanaman.
    sedikit langkah kita untuk terus menyelamatkan bumi, agar terus lestari

    saya Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
    SMPN 35 Surabaya
    judul Proyek Budidaya Rosella
    No Peserta 888

    Balas
  • Juli 5, 2024 pada 04:28
    Permalink

    Musim hujan telah tiba..jaga kesehatan dan ttp waspada jika dijalan
    Eh tapi air hujan ttp bermanfaat loh spt penjelasan diatas bisa ditampung untuk dimanfaatkan menyiram tanaman dan resepan biopori sng cadangan air dlm tanah

    Hafidza afero ramadhani
    SDN sawunggaling 7 Surabaya
    No peserta 504
    Intip aksi n proyekku @hafidza_r

    Dengan kompos bumiku menghijau

    Balas
  • Juli 5, 2024 pada 16:11
    Permalink

    Musim kemarau sudah datang tapi masih hujan? langsung tampung yuk supaya bisa digunakan lebih lanjut seperti untuk menyiram tanaman dan lainnya. Tetap waspada pada perubahan cuaca.

    Intip juga proyek #maggotbyDW si pengurai sampah organik yang bernilai ekonomi sebagai pakan ternak bernutrisi tinggi.

    Dewangga Kasyafa Prestian
    IG @dewangga.prestian
    SD Al Hikmah Surabaya
    No. urut : 001
    Proyek Maggot BSF
    Si pengurai sampah organik

    Balas
  • Juli 5, 2024 pada 21:38
    Permalink

    Nama:Aina Thalita Zahrani
    Nama sekolah:SDN NGINDEN JANGKUNGAN 1 /247
    NO.urut:334
    Proyek:budidaya tanaman beluntas
    Makasih kak info nya membuat kita semakin hati hati pada bencana longsor dan banjir

    Balas
  • Juli 6, 2024 pada 09:01
    Permalink

    Terimakasi info nya kak saya akan hati hati terhadap banjir dan longsor

    Muhammad haykal adha
    Sdn pacar keling v 186 no 231

    Balas
  • Juli 7, 2024 pada 10:34
    Permalink

    Upaya konservasi air memang perlu dilakukan selain untuk menghemat air juga untuk memperbaiki kualitas air dalam tanah.
    Nama : ABDIE PUTRA DARMAWAN
    Sekolah : SDN SAMBIKEREP 2
    No urut : 277
    Proyek : pemanfaatan sampah organik menjadi kompos

    Balas
  • Juli 7, 2024 pada 11:05
    Permalink

    Nama:Aliya Azzahra shidqia Rafani
    Sekolah:SDN kaliasin 1
    No peserta:108
    Proyek:pengomposan
    IG:@aliya_azzahra07

    Kita tetap harus waspada akan curah hujan yang meningkat di musim kemarau
    Karna bisa menyebabkan longsor,masyarakat diharapkan untuk memanen air hujan sebagai salah satu langkah mitigasi menghadapi musim kemarau. Pengumpulan air hujan dapat membantu mengurangi risiko kekurangan air
    Tetap semangat teman teman memanen air hujan

    Balas
  • Juli 8, 2024 pada 21:42
    Permalink

    Selalu berjaga jaga jika ada hujan, karena dari hujan bisa mengakibatkan longsor, banjir, pohon tumbang, dsb.
    Diantara lainnya kita bisa mempanen air hujan dengan cara menampung, dan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman

    Nama : Kezia Jovina Natasha
    Asal Sekolah: SMPN 40 Surabaya
    No. Peserta : 920
    Proyek : Budidaya bunga telang

    Balas
  • Juli 9, 2024 pada 11:34
    Permalink

    Terima kasih Kak infonya.
    Air Hujan bisa kita tampung dan panen air hujan, selain mengurangi banjir tetapi juga bermanfaat untuk keperluan rumah tangga sehari-hari, untuk menyiram tanaman, memasak, mencuci, mandi, dan minum juga bisa sesuai tahap dan proses tertentu.

    Nama : Naura Novani
    Sekolah : SMP Negeri 5 Surabaya
    No.Peserta : 1032
    Judul Proyek : Budidaya Jamur
    Saya melakukan budidaya jamur karena banyak manfaat dari jamur, diantaranya dapat meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.

    Balas
  • Juli 9, 2024 pada 11:59
    Permalink

    Terima kasih Tunas Hijau infonya.

    Setelah membaca artikel ini saya jadi mengerti , pada saat d desa Minggu kmren hampir setiap hari hujan padahal saat ini musim kemarau.

    Dan ternyata desa saya ada di dalam artikel ini.

    Nama : Harun al-Rasyid Saputra
    Sekolah : SDN Pacarkeling 1 / 182 SBY
    No. Peserta : 203
    Judul proyek : Berselancar dengan sampah anorganik

    Balas
  • Juli 10, 2024 pada 11:03
    Permalink

    Ayo kita bersihkan selokan sekitar rumah kita untuk mencegah banjir
    Muhammad Haniadrian Wibowo
    SDN Jambangan I Surabaya
    No 069
    Proyek Budidaya Tanaman Sambung Nyawa

    Balas
  • Juli 10, 2024 pada 16:40
    Permalink

    Woww sangatt menarikk, semangat terus ‼️

    NAMA : Aditya Wardana Putra
    ASAL SEKOLAH : SMPN 40 SURABAYA
    NOPES : 473
    PROYEK : LARUTAN SEJUTA MANFAAT (ECO ENZYME)

    Balas
  • Juli 12, 2024 pada 07:24
    Permalink

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Hai Sobat Hijau

    Perkenalkan nama saya MUHAMMAD KHABIBI NUR ROKHMAN
    Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
    No.Peserta 017
    Proyek Lingkungan Hidup saya adalah pengurangan sampah plastik untuk pembuatan ecobrick.

    Terima kasih banyak atas informasinya Tunas Hijau. Maka dari itu kita harus waspada hujan pada saat musim kemarau dan mempergunakannya serta memanfaatkan dalam langkah mitigasi menghadapi musim kemarau yaitu memanen air hujan karena dapat membantu mengurangi resiko kekurangan air serta mendukung konservasi air di daerah yang sering mengalami kekeringan dengan cara menampung air hujan ke dalam ember-ember di bawah pancuran atap rumah atau dipekarangan sehingga bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, mengaktifkan lubang resapan biopori dan sumur resapan.

    Dan jangan lupa intip proyek lingkungan hidup saya yaitu pengurangan sampah plastik untuk pembuatan ecobrick. Disini saya menghimbau dan mengajak orang lain untuk sadar akan bahaya sampah plastik jika tidak dikelola dengan baik, terbuang begitu saja sampai sampah plastik menumpuk sehingga mengakibatkan banjir, bau tidak sedap dan dapat menimbulkan penyakit. Maka dari itu mari kita mengurangi sampah plastik dan menjadikan barang yang bermanfaat untuk pembuatan ecobrick.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Sadar Iklim
    Salam Zero Waste
    Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
    Iki lho areke
    Pokoe ngeten pun

    Balas
  • Juli 12, 2024 pada 08:23
    Permalink

    Terima kasih informasi bermanfaat.Ayo mulai sekarang tidak perlu panik jika hujan ternyata bisa menjadi manfaat. Semoga tidak banjir tentunya kita jaga lingkungan agar sungai mengalir tdk tertumpuk sampah.

    Muhammad Aldo Suprapto
    SMP Negeri 1 Surabaya
    Nomor Peserta 359
    Judul Proyek: SICANGLUR
    ( Kreasi Cangkang Telur )

    Pada Tahun 2023 Saya masuk 10besar Finalis dengan Proyek LURCANGLUR (Lulur Cangkang Telur). Semoga di 2024 pencapaiannya bisa lebih banyak dan lebih baik. Saya berharap bisa mensosialisasikan kepada Masyarakat luas betapa pentingnya memisahkan sampah organik dan sampah anorganik.

    Balas
  • Juli 12, 2024 pada 12:53
    Permalink

    Kita harus tetap berhati-hati saat musim hujan yang dapat terjadi banjir ataupun longsor

    Nama: Yuan Krisna Atmadja

    Sekolah: SMPN 19 Surabaya

    Nomor Peserta: 409

    Penjelasan singkat proyek lingkungan yang sedang ke kembangkan: minyak jelantah adalah minyak goreng sisa pemakaian rumah tangga. Proyek-proyek ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari pembuangan limbah minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik. Dengan demikian, limbah minyak jelantah dapat dikelola secara lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

    Balas
  • Juli 12, 2024 pada 18:18
    Permalink

    Biar tidak banjir di area perkotaan seperti tempat tinggal saya di surabaya, harus memulai kesadaran diri dengann tidak membuang sampah sembarangan.

    Yuuk bisa yuuk, Surabaya bebas banjir

    Nama : Leyna Mayyasha Qori Ain
    Sekolah : SDN Pacar Keling V Surabaya
    Nomer Peserta : 392
    Proyek : Budi Daya Aloe Vera

    Balas
  • Juli 16, 2024 pada 11:26
    Permalink

    Ayo kita bersikan sekolah untuk mencegah banjir

    Balas
  • Juli 19, 2024 pada 18:25
    Permalink

    Waspada tidak hanya terhadap hujan saja sahabat bumi tapi juga perubahan cuaca lainnya
    Nama : Areta Alfu Qomaroo Ulumuddin
    Sekolah : SDN Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Nomer peserta : 100
    Judul Proyek Budidaya Bunga Telang. Menanam bunga Telang dobel manfaatnya, satu lingkungan menjadi hijau asri . Dua manfaat kesehatan karena kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *