Bersih Pantai Nambangan Perak, Jadi Ngerti Proses Pengolahan Ikan Bulu Ayam
Kampung Nambangan Perak RW 3, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya menjadi lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan bersih pantai seri-92 (sejak pandemi) yang diselenggaraan oleh Tunas Hijau pada Minggu (22/1/2023).
Bersih pantai kali kedua di pantai yang berbatasan dengan kampung ini memberikan kesan yang sangat berbeda. Pemandangan aktivitas mayoritas warga kampung nelayan sangat nampak pada pagi itu, dan juga setiap paginya.

Yaitu aktivitas mengolah ikan hasil tangkapan semalam sebelumnya. Pengolahan yang nampak pagi itu adalah penyayatan bagian dalam perut ikan yang kemudian dibalik menjadi bagian luar. Selanjutnya ikan-ikan itu ditata di satu bidang anyaman bambu berukuran minimal 1 x 2 meter dan dijemur di tepi pantai.
Bagi Ika Suci Rahayu, Kepala SDN Rungkut Menanggal I dan plt Kepala SDN Nginden Jangkungan I Surabaya yang mengikuti aksi bersih pantai ini, mengetahui proses pengolahan ikan bulu ayam dan bulu bebek oleh masyarakat kampung nelayan ini adalah pengalaman yang luar biasa.

“Asyiknya bisa mengikuti aksi bersih pantai bersama Tunas Hijau ini karena bisa mengetahui banyak sisi lain kehidupan di pesisir. Saya juga jadi tahu proses pengolahan ikan bulu ayam yang sering saya konsumsi sebelumnya,” kata Ika Suci Rahayu.
Bersih pantai seri-92 ini diikuti oleh sekitar 50 orang relawan. Mereka berasal dari SMPN 22, SDN Ketabang I, SDN Rungkut Menanggal I, SDN Nginden Jangkungan I dan SMPN 26 Surabaya.

Banyak relawan keluarga yang bergabung dari paguyuban pangeran dan putri lingkungan hidup. Mereka adalah Revalina Fernanda, Rayshiva Purnomo, Eveline Anuriyadin, Aurelliaputri Astadewi, dan Nur Zidna.
Penulis: Mochamad Zamroni


Kegiatan bersih pantai ini bukan hanya tentang mengangkat sampah, tetapi menjadi pengalaman berharga untuk menyelami kehidupan masyarakat pesisir yang kaya nilai kearifan lokal. Melihat langsung proses pengolahan ikan bulu ayam yang dilakukan masyarakat nelayan memberi saya wawasan baru tentang kerja keras dan tradisi yang menjaga ketahanan pangan laut secara sederhana namun penuh makna.
Pengalaman ini juga menunjukkan bahwa aksi peduli lingkungan bisa bertransformasi menjadi ruang pembelajaran kontekstual, mengenalkan kita pada budaya, profesi, dan kehidupan yang selama ini mungkin hanya kita dengar. Relasi antara laut yang bersih dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir menjadi sangat nyata di momen ini. Semakin bersih pantainya, semakin berkualitas pula hasil lautnya.
Saya senang bisa menjadi bagian dari gerakan ini bersama Tunas Hijau dan teman-teman dari berbagai sekolah. Semoga kegiatan seperti ini terus dilanjutkan, karena lingkungan yang sehat dimulai dari kesadaran bersama. Terima kasih warga Nambangan Perak atas pelajaran hidupnya, dan semoga semangat gotong royong dan kecintaan pada laut ini bisa terus diwariskan ke generasi muda.
Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
Asal Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
Nomor Urut: 451
Judul Proyek: EcoGeniuz Pillow dan Mangrove Warrior